Esq (emotional Spritual Question) Akbid Ypsdmi.doc

  • Uploaded by: ria
  • 0
  • 0
  • April 2020
  • PDF

This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA


Overview

Download & View Esq (emotional Spritual Question) Akbid Ypsdmi.doc as PDF for free.

More details

  • Words: 7,741
  • Pages: 46
EMOSIONAL SPRITUAL QUOTIENT

ESQ The ESQ Way 165 1 Ihsan, 6 Rukun Iman, dan 5 Rukun Islam

Ary Ginanjar Agustian Disusun oleh; Rd. Aas Kosasih. S.Ag. M.Si. Untuk bahan Mata Kuliah di

AKADEMI KEBIDANAN YPSDMI GARUT-JABAR

PROLOG Rasululloh SAW menjawab, “ Beribadahlah kepada Alloh Azza Wa Jalla seakan-akan Engkau melihatNya dan seandainya engkau tidak Dapat melihatNya, engkau yakin bahwa Dia Melihatmu “ ( Hadits Bukhari – Muslim ) Hati nurani menjadi pembimbing terhadap apa yang harus ditempuh dan apa yang harus diperbuat. Artinya; setiap manusia sebenarnya telah memiliki radar hati sebagai pembimbing. Menurut HS. Habib Adnan, kebenaran Islam senantiasa selaras dengan suara Hati Manusia dan sesuai dengan

kebutuhan dan dibutuhkan manusia, maka merupakan tuntunan suara Hati Manusia.

ajaran

Islam

Dari Rukun Iman dan Rukun Islamlah pembentukan Kecerdasan Emosi dan Spritual ( ESQ ) yang begitu menakjubkan itu semula. KECERDASAN EMOSI - EQ Banyak contoh disekitar kita membuktikan bahwa orang yang memiliki gelar tinggi belum tentu terjamin untuk sukses berkiprah di dunia pekerjaan. Seringkali mereka yang berpendidikan formal yang lebih rendah, ternyata lebih berhasil di dunia pekerjaan. Ukuran tubuhmu tidak penting, Tetapi ukuran otakmu Cukup penting ,dan Ukuran hatimu itulah yang Sangat penting IQ vs EQ Saya menjadi Staf Pengajar di sebuah Perguruan Tinggi di Bali, Lima tahun lebih mengabdi, saya mengamati bahwa kebanyakan mata kuliah tidak mengajarkan pentingnya kecerdasan emosi yang mampu mengalirkan sikap-sikap integritas, komitmen, visioner serta kemandirian yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh Mahasiswa atau pemberi kerja. Ini mengisyaratkan betapa masih rendahnya kesadaran dan apresiasi tentang hal tersebut di dunia pendidikan saat itu. Pada saat itu juga, saya membangun sebuah perusahaan yang bergerak dibidang Telekomunikasi dan Perdagangan, khususnya bidang usaha pemasaran radio panggil dan telepon genggam GSM, beberapa karyawan yang saya rekrut adalah lulusan kampus tempat saya mengajar, usia mereka umumnya relative masih muda.

Permasalahan yang saya hadapi saat itu adalah kurangnya komitmen, integritas, semangat, kreativitas dan konsistensi dari para karyawan. Yang paling sulit bagi saya adalah bagaimana mengajarkan mereka agar memiliki kecerdasan emosi (EQ) serta memberi pemahaman kepada mereka bahwa keberadaan EQ amatlah penting bagi hidup mereka kelak. Kemudian saya ambil langkah-langkah dramatis; Setiap pagi selama 30 menit sebelum memulai pekerjaan, saya adakan training untuk karyawan yang dinamakan “ morning briefing “ Materi yang diberikan bukanlah hal teknis, tetapi tentang komitmen, integritas, berpikir merdeka, visi, arti kerja keras, daya tahan serta kreativitas. Diluar dugaan, bahwa hasilnya sangat mengejutkan. Perusahaan kami saat itu merebut juara satu pemasaran GSM Telkomsel di Wilayah Bali selama dua tahun berturut-turut. Mengambil hikmah dari semua pengalaman itu, saya berkesimpulan bahwa kecerdasan EQ memang mutlak diperlukan untuk mencapai prestasi tinggi. Kemampuan akademik, nilai raport, predikat kelulusan pendidikan tinggi tidak menjadi satu-satunya tolok ukur seberapa baik kinerja seseorang dalam pekerjaannya atau seberapa tinggi sukses yang mampu dicapai. Menurut makalah Mc Cleland tahun 1973 berjudul “ Testing for Competence Rather than Intelligence “ Seperangkat kecakapan khusus seperti, empati, disiplin diri, dan inisiatif, akan membedakan antara mereka yang sukses sebagai bintang kinerja dengan hanya sebatas bertahan di lapangan pekerjaan. Hal tersebut telah didasari oleh perusahaan-perusahaan raksasa dunia saat ini. Mereka menyimpulkan bahwa;

Inti kemampuan pribadi dan sosial yang merupakan kunci utama keberhasilan seseorang, sesungguhnya adalah kecerdasan emosi. EQ adalah kemampuan untuk merasa. Kunci kecerdasan emosi adalah pada kejujuran Anda pada suara hati. Tiga pertanyaan yang selanjutnya perlu diajukan adalah apakah Anda Jujur pada diri sendiri…??? Seberapa cermat Anda merasakan perasaan terdalam pada diri Anda…??? Seringkah Anda tidak mempedulikannya..??? Menurut hadits Yang diriwayatkan oleh HR. Muslim, Nabi Muhammad SAW menyatakan “ Dosa membuat hati menjadi gelisah “ “ Bacalah dengan nama Tuhan-mu yang. Menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah..!!! Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar dengan kalam, Mengajar manusia apa yang tiada ia tahu “ QS. Al`Alaq (Segumpal Darah) 96 : 1-5 EQ vs SQ “ Maka hadapkanlah wajahmu dengan mantap kepada agama menurut ftrah Alloh yang telah menjadikan fitrah itu pada manusia. Tiada dapat diubah (hukum-hukum) ciptaan Alloh. Itulah agama yang benar, tapi kebanyakan manusia tiada mengetahui” QS. Ar-Ruum (Bangsa Romawi) 30 ; 30 Victor E Frankl mengatakan “ People have enough to live, but nothing to live for, They have the means, but no meaning “ Bahwasanya manusia ataupun koorporasi dewasa ini membutuhkan “ Meaning and Value “ dalam setiap langkah hidupnya.

Kecerdasan spiritual (SQ), merupakan temuan terkini secara ilmiah, yang pertama kali digagas oleh Danah Zohar dan Ian Marshall, masing-masing dari Harvard University dan Oxpord University melalui riset yang sangat komprehensif. Beberapa pembuktian ilmiah tentang kecerdasan spiritual dipaparkan olehnya dalam SQ, Spiritual Quotient, The Ultimate Intelligence. Dua diantaranya adalah Pertama, riset ahli psikologi/saraf, Michael Persinger pada awal tahun 1990-an, dan lebih mutakhir lagi tahun 1997 oleh akhli saraf VS Ramachandran dan timnya dari Calipornia University, yang menemukan eksistensi “God Spot” dalam otak manusia telah built in sebagai pusat spiritual (spiritual center) yang terletak dibagian depan otak. Sedangkan bukti kedua adalah riset akhli saraf Austria, Wolf Singer era tahun 1990-an atas makalahnya; The Binding Problem yang menunjukan : Ada proses saraf dalam otak manusia yang terkonsentrasi pada usaha untuk menyatukan serta memberi makna dalam pengalaman hidup kita. Suatu jaringan saraf yang sccara literal “mengikat” pengalaman jika kita secara bersama untuk “hidup lebih bermakna” Fakta berikutnya, Ian Mitroff dan Elizabeth Denton menuliskan dalam karyanya yang berjudul A Spritual Audit of Corporate America; A Hard Look at Sprituality, Religion and Values in the Workplace bahwa : “Most of the Executives defined spirituality in much the same way not as religion, but as “the basic desire to find purpose and meaning in ones life” Ini makin memperkuat penomena SQ yang perlahan namun pasti menempati ruang hati, manusia, walau bukan spritualis sekalipun. God Spot sebenarnya dapat dirasakan melalui value lewat suara hati.

Hadits Rasululloh SAW. “Bukankah sebaik-baik kamu orang yang bekerja untuk dunianya saja tanpa akhiratnya, dan tidak pula orang-orang yang bekerja untuk akhiratnya saja dan meninggalkan dunianya. Dan sesungguhnya, sebaik-baiknya kamu adalah orang yang bekerja untuk akhirat dan untuk dunia”

Firman Alloh dalam Al-Qur`an; “ Tiadakah mereka mengembara dimuka bumi, sehingga mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka mengerti, dan mempunyai telinga yang dengan itu mereka mendengar, sungguh bukanlah matanya yang buta, tetapi yang buta adalah hatinya, yang ada dalam (rongga) dadanya” QS. Al-Hajj (Haji) 22 : 46 KECERDASAN SPRITUAL – SQ Danah Zohar dan Ian Marshall mendefinisikan kecerdasan spiritual sebagai kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna atau value, yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain. SQ adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. SQ merupakan kecerdasan tertinggi kita. Dalam ESQ, kecerdasan spiritual adalah kemampuan untuk memberi makna spiritual terhadap pemikiran, perilaku dan kegiatan, serta mampu menyinergikan IQ, EQ, SQ secara komprehensif.

I. Zero Mind Process KEBEBASAN HATI “Sungguh Alloh tidak akan mengubah (nasib) suatu kaum Kecuali jika mereka dapat mengubah keadaanya sendiri” Kisah nyata kadangkala bisa menjelaskan bahwa sebuah keterangan , sepotong kalimat atau suatu kejadian, mampu mengubah paradigma berpikir seseorang. Selanjutnya, paradigma tersebut mampu menghasilkan sikap yang bisa merugikan. Setiap diri telah karuniai oleh Tuhan sebuah jiwa, yang dengan jiwa itu, ia bebas menentukan pilihan reaksi. Bereaksi positif atau negatif, bereaksi berhenti atau melanjutkan, beraksi marah atau sabar, bereaksi reaktif atau positif, bereaksi baik atau buruk. Kisah dalam Pilm Life is Beautiful yang meraih Piala Oscar. Meski secara fisik terbelenggu, ia mampu berpikir merdeka, Inilah kemerdekaan sesungguhnya. Alloh SWT berfirman dalam Al-Qur`an; “Sungguh, Kebenaran jelas (berbeda) dari kesesatan. Maka barangsiapa ingkar kepada toghut (syaetan dan sembahan selain Alloh), dan ia beriman kepada Alloh, sungguh, ia berpegang pada

tali yang kuat yang tiada akan putus” QS. Al-Baqarah (sapi betina) 2 : 256 BIMBINGAN SUARA HATI KOMITMEN SPRITUAL TARIKAN ENERGI POSITIF

PILIHAN JALAN FITRAH MASALAH & GAGASAN

KEBEBASAN MEMILIH

TARIKAN ENERGI NEGATIF

PRINSIF MATERIALISME

( Alloh ) mengilhami (sukma) kejahatan dan kebaikan Sungguh, bahagialah siapa yang menyucikannya, Dan sungguh rugilah siapa yang mencemarkannya QS. Asy-Syams (Matahari) 91 : 8 - 10 ANGGUKAN UNIVERSAL “ Manusia adalah sama dengan logam (dalam sifat dasar mereka). Oleh karena itu yang terbaik di antara mereka semasa jahiliyah (zaman kegelapan) akan menjadi terbaik dalam Islam, asal mereka sampai kepada pemahaman Islam yang benar “ HR. Bukhari – Muslim.

Saya ingin mengajak anda menjawab pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan suara hati anda. 1. Anda sedang makan dipinggir jalan, tiba-tiba seorang anak perempuan berusia lima tahun berdiri tepat didepan anda, menatap makanan yang Anda pegang dengan penuh harap. Suara hati apa yang muncul saat itu…??? 2. Bayangkan, saat anda berjalan sendirian ditengah taman yang indah, elok, Anda melihat sebuah keluarga; Ayah, Ibu dan dua anaknya yang masih kecil dan lucu sedang bercengkrama dengan riang gembiranya. Suara hati apa yang hadir dihati Anda saat itu…??? 3. Coba bayangkan situasi ini. Salah seorang teman sekantor anda dikirim oleh perusahaan untuk mengikuti training manajemen selama dua minggu. Sementara Anda sendiri tidak terpilih. Apa yang Anda rasakan…??? 4. Kemudian setelah dua minggu, dia pulang kembali ke kantor dengan wajah berseri-seri, menunjukan sertifikatnya kepada Anda. Suara hati apakah yang timbul dihati Anda…??? 5. Anda sedang berada disuatu ruangan yang bersih dengan lantai marmer berkilat. Tiba-tiba Anda melihat sebuah kertas kotor didekat kaki anda. Suara hati apa yang Anda rasakan…??? 6. Kemudian, ada seseorang yang membuang puntung rokok seenaknya disana. Suara hati apa yang muncul dihati Anda…??? 7. Dalam sebuah perjalanan, Anda melihat seorang pemuda sedang berusaha menjambret tas seorang wanita tua. Perasaan apa yang muncul saat itu…??? 8. Namun, ketika Anda sadari bahwa penjambret tersebut membawa sepucuk pistol, apa yang Anda rasakan…??? 9. Anda sedang berada ditengah kebun yang hijau, dan melihat sekuntum bunga berwarna merah,jingga, dan ungu. Apa yang Anda rasakan…???

10.Tiba-tiba, seorang pemuda memetik bunga itu dengan kasar. Apa yang Anda rasakan saat itu…???

Suara hati akan sama dirasakan oleh manusia diseluruh dunia. “ Dan kepada Alloh tunduk bersujud segala yang ada dilangit dan dibumi, dengan suka rela ataupun terpaksa. Demikian pula bayang-bayangnya pagi dan malam” Qs. Ar-Ra`d (Guruh) 13 : 15 Jawaban-jawaban dari suara hati tersebut “cocok” dengan sifatsifat Alloh yang terdapat dalam Al-Qur`an (Asma`ul Husna).

Contoh-contoh diatas diungkapkan agar kita menyadari bahwa manusia sebenarnya memiliki suara hati yang sama, suara hati yang universal yang terekam dalam God Spot. Inilah yang disebut kesadaran spiritual. ANGGUKAN UNIVERSAL ANGGUKAN UNIVERSAL BUKTI-BUKTI KESAMAAN SUARA HATI MANUSIA PENGAKUAN SPRITUAL MANUSIA

KESADARAN DIRI SPRITUAL “Apabila telah Kubentuk ia, dan Kutiupkan Roh-Ku dalam dirinya, hendaklah kamu tunduk bersujud kepadanya, Maka bersujudlah para malaikat keapadanya, Kecuali iblis, Ia menyombongkan diri dan Menjadi salah seorang yang mengingkari Tuhan” QS. Shaad. 38 : 72 : 74 Menurut Al-Qur`an, sebelum bumi dan manusia diciptakan, ruh manusia telah mengadakan perjanjian dengan Tuhannya. Tuhan bertanya kepada jiwa manusia; “ Bukankah AKU Tuhanmu” Lalu ruh manusia menjawab “ Ya, kami bersaksi “ (Surat AlA`raf ayat 172) Bukti adanya perjanjian itu menurut Muhammad Abduh ialah adanya fitrah iman dalam diri manusia. Karena itu, bila manusia hendak berbuat keburukan, suara hati nurani akan melarangnya, karena Tuhan tak menghendaki manusia berbuat kemungkaran. “ Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari Bani Adam keturunannya dari sulbinya, dan menyuruh mereka bersaksi terhadap dirinya sendiri (atas pertanyaan),“ Bukankah Aku Tuhanmu…??? Mereka menjawab, Ya kami bersaksi”. QS. Al-A`raaf (Tempat yang tinggi), 7 : 172 TUJUH BELENGGU Adakalanya suara hati terbelenggu dan menjadi buta untuk melihat nilai-nilai universal. Acapkali manusia mengabaikan pengakuan ini. Yang pada akhirnya justeru mengakibatkan dirinya terjerumus kedalam kejahatan, kecurangan, kekerasan,

kerusakan, dll. Untuk itu ada 7 (tujuh) belenggu suara hati terhadap God Spot,

1.Prasangka 2.Prinsip-prinsip hidup 3.Pengalaman 4.Kepentingan 5.Sudut Pandang 6.Pembanding 7.Fanatisme

BELENGGU 1 : PRASANGKA NEGATIF “ Tuhan kami..!!! Janganlah jadikan kami (sasaran) godaan Bagi orang tiada beriman. Dan ampunilah kami, Tuhan, Sungguh, kaulah Yang Maha Perkasa, Yang Maha Bijaksana “ QS. Al-Mumtahanah (Perempuan yang diuji) 60 : 5

Tindakan seseorang sangat bergantung pada pikiranya. Lingkungan juga berperan dalam mempengaruhi cara berpikir seseorang. Apabila lingkungannya pahit maka kemungkinan ia pun menjadi pahit, selalu curiga, dan seringkali berprasangka negative kepada orang lain.

Prasangka negative ini mengalir dan berubah menjadi sikap “defensive” dan tertutup, karena selalu beranggapan bahwa orang lain musuh berbahaya, dan tidak mau bekerjasama. Sebaliknya orang yang memiliki suara hati yang merdeka, akan lebih mampu melindungi pikirannya. Ia mampu memilih respon positif ditengah lingkungan paling buruk sekalipun. Berprasangka baik pada orang lain akan mendorong dan menciptakan kondisi untuk saling percaya, saling mendukung, terbuka, dan kooperatif. Hasilnya adalah “ aliansi cerdas “ yang akan menciptakan performa puncak.

ZERO MIND PROCESS 1 ; Hindari berprasangka buruk, Upayakan berprasangka baik kepada orang lain BELENGGU 2 : PRINSIP HIDUP “ Dan janganlah layangkan pandanganmu kepada kenikmatan yang kami berikan kepada beberapa golongan diantara mereka. Itu (hanyalah) kembang kehidupan dunia, Supaya dapat Kami dengan demikian menguji mereka, Tapi rizqi Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal “

QS. Thaahaa 20 : 131 Paham Peter Drucker dalam bukunya Management by Objective bisa menghasilkan materialistis dibidang ekonomi, efisiensi dan teknologi, tetapi tidak memiliki ketentraman bathin.

“ Perumpamaan orang yang mengambil selain Alloh sebagai pelindung, adalah laba-laba yang membuat rumah untuk dirinya sendiri, Tapi sebenarnya rumah labalaba itu adalah serapuh-rapuhnya rumah, jika mereka tahu “ QS. Al-Ankabuut (Laba-laba) 29 : 41 Beberapa dekade ini, kita menyaksikan bagaimana prinsip hidup menghasilkan tindakan yang beragam. Prinsip hidup yang dianut telah menciptakan berbagai tipe orang dengan pemikiran dan tujuan masing-masing. Setiap orang terbentuk sesuai dengan prinsip yang dianutnya. Hasilnya bisa dianggap hebat, mengerikan dan bahkan sangat menyedihkan.

Karena, nilai-nilai pribadi yang sesungguhnya lebih Tercermin dalam praktik bekerja dan komitmen Kerja, bukan nilai-nilai perusahaan. Jadi, sejatinya nilai-nilai individu yang dianut lebih memegang kendali utama didalam lingkup korporasi/perusahaan. Demikianlah, bahwa hanya dengan berprinsip kuat pada sesuatu yang abadi, manusia akan mampu menuju kebahagiaan dan keamanan yang hakiki. Berprinsip dan berpegang teguh pada sesuatu yang labil, niscaya akan menghasilkan sesuatu yang labil pula.

ZERO MIND PROCESS 2 ; Berprinsiplah selalu kepada Alloh yang Maha Abadi “ Jika Alloh mengetahui dalam diri mereka ada kebaikan, Tentulah dijadikan-Nya mereka mendengar. Tapi Sekalipun (Alloh) menjadikan mereka mendengar, mereka

Akan berbalik juga dan kemudian berpaling “

BELENGGU 3 : PENGALAMAN “ Sama sekali bukan..!!! Tapi hati mereka telah dikuasai oleh apa yang mereka lakukan “

Merombak manajemen sesungguhnya juga berarti merombak pola berpikir karyawan, yang biasanya selalu merujuk pada sebuah pengalaman lama. Salah satu belenggu pikiran yang berhasil dirombaknya adalah kebiasaan melipat surat yang salah. Karena tidak diukur dulu sebelum dilipat, pada surat yang dikirim ke nasabah sering terdapat bekas lipatan yang salah. Hal tersebut menurut dia akan menimbulkan efek negative bagi para Nasabah. Itu bisa mengurangi kepercayaan nasabah Banknya. Cetusan suara hati itu kemudian menjadi kebiasaan. (Bisa karena terpaksa, Bisa karena dipaksa, dan Bisa karena biasa)

Dony telah memanfaatkan suara hatinya, dorongan Untuk lebih sempurna, disaat karyawannya Masih terbelenggu oleh pengalaman yang Acapkali membuat mereka tidak berpikir merdeka dan lebih maju lagi. Terkadang seseorang tidak bisa lagi menilai sesuatu secara Objektif, apabila jika pengalaman atau budaya tersebut dimiliki secara kolektif, dan telah berubah menjadi suatu paham. Contoh lainnya, kejadian Nicolaus Copernicus, Kepler dan Galileo Galilei, yang dihukum dan ditentang karena menemukan teori “Matahari Centris”

Pengalaman kehidupan dan lingkungan akan sangat mempengaruhi cara berpikir seseorang yang pada akhirnya berakibat pada terciptanya sosok manusia bentukan dari lingkungan sosialnya. “ Bagaikan pembawa misik (kasturi) dengan peniup api tukang besi. Maka, yang membawa misik, adakalanya memberimu atau kamu membeli padanya, atau mendapat bau harum darinya. Adapun peniup api tukang besi, jika tidak membakar bajumu, atau kamu mendapat bau yang busuk daripadanya”.

HR. Bukhari dan Muslim.

ZERO MIND PROCESS 3 ; Bebaskan diri Anda dari pengalaman, Pengalaman yang membelenggu pikiran, Berpikirlah merdeka. “ Dalam hatinya ada penyakit dan Alloh menambah penyakitnya Itu, Mereka beroleh adzab yang pedih menyakitkan, Disebabkan karena mereka berdusta “

QS. Al-Baqarah (sapi betina) 2 : 10.

BELENGGU 4 : KEPENTINGAN “ Demi masa, Sungguh, manusia dalam kerugian, Kecuali mereka yang beriman dan melakukan amal kebaikan, Saling manasihati agar mengikuti kebenaran, Dan saling menasihati agar mengamalkan kesabaran “

QS. Al-Ashr (Waktu) 103 : 1-3.

Orang yang berprinsip pada politik, akan memikirkan sesuatu yang bisa langsung memberikan keuntungan secara politik pula. Mereka yang berprinsip pada penghargaan pribadi, akan memprioritaskan keputusan untuk mengangkat dirinya sendiri. Mereka yang berprinsip pada perlawanan, akan memprioritaskan sesuatu yang melanggengkan persahabatan. Orang berprinsip pada persaingan antar teman, akan memprioritaskan sesuatu yang akan menjatuhkan pesaingnya. Intisarinya prinsip akan melahirkan prioritas dan orang yang bijak akan mengambil keputusan dengan menimbang semua asfek sebagai kesatuan atau berdasarkan prinsip kebineka tunggal ikaan. “ Mereka diberi pahala dua kali karena kesabarannya, Mereka Menolak kejahatan dengan kebaikan, dan mereka Nafkahkan sebagian dari apa yang Kami Berikan kepadanya “

QS. Qashash (kisah-Kisah) 28 : 54 Demikianlah, sebuah prinsip akan melahirkan kepentingan, dan kepentingan akan menentukan prioritas tindakan.

“ Mengambil jalan pintas seringkali Mengakibatkan kerusakan dimuka bumi dikemudian hari “ Maka jelaslah, bisikan suara hati sesungguhnya senantiasa memberi informasi, dan menjadi pengendali langkah serta penentu prioritas dalam kehidupan kita sehari-hari.

ZERO MIND PROCESS 4 ;

Dengarlah suara hati, peganglah prinsip “Karena Alloh” berpikirlah melingkar, sebelum Menentukan kepentingan dan prioritas. “Hai orang-orang yang beriman!! Bertaqwalah kepada Alloh, Hendaklah setiap orang memperhatikan perbuatan apa Yang telah dilakukannya, sebagai persediaan untuk Hari esok. Bertaqwalah kepada Alloh, Sungguh Alloh tahu benar apa yang kamu lakukan”

QS. Al-Hasyr (Pengusiran) 59 : 18.

BELENGGU 5 : SUDUT PANDANG “ Hai orang yang beriman!! Taatlah kepada Alloh, dan taatlah kepada Rasul, dan orang-orang berkuasa diantara kamu Dan bila kamu berselisih tentang sesuatu dikalanganmu Sendiri, hendaklah kamu mengembalikannya kepada Alloh dan Rasul. Jika kamu beriman kepada Alloh dan Hari Kemudian, itu lebih baik dan penyelesaian yang paling indah “

QS. An-Nisaa` (Wanita-Wanita) 4 : 59 Dony berprinsip pada keamanan sang anak, tapi ia juga menimbang; berprinsip memberi/menolong (Bapak yang menganggur); berprinsip pada kepercayaan (dari si Bapak ke Dony); berprinsip social; berprinsip menciptakan lapangan pekerjaan; berprinsip membimbing (si Bapak); berprinsip menghitung (masa kerja satu tahun sebelum memberikan becak kepada si Bapak); dan satu lagi berprinsip indah menghiasa becak.

Inilah contoh berpikir melingkar itu seperti (TOPI) dengan 99 sifat (bagian) yang melingkarinya.

Prinsip berpikir melingkar 99 (Thinking Hat) mengingat sifat-sifat Alloh (Dzikir Asmaul Husna) dalam satu kesatuan pikiran dan tindakan. Itulah Thawaf Suara Hati. ZERO MIND PROCESS 5 ; Lihatlah semua sudut pandang secara bijaksana Berdasarkan semua suara hati yang Bersumber dari Asmaul Husna ( 99 Thinking Hat ) “ Serulah kejalan Tuhanmu dengan hikmah dan peringatan Yang baik. Dan bantahlah mereka dengan (bantahan) Yang lebih baik. Sungguh, Tuhanmu, Ia-lah yang lebih mengetahui Orang yang mendapat bimbingan “

QS. An-Nahl (lebah) 16 : 125.

BELENGGU 6 : PEMBANDING “ Tapi mereka tiada pengetahuan tentang itu. Mereka Hanya mengikuti dugaan belaka. Tapi dugaan Sungguh tiada berguna sedikitpun

QS. An-Najm (Bintang) 53 : 28. Untuk mencapai kebenaran, Seringkali dalam suatu rapat, terjadi adu argumentasi yang keras dan a lot. Kelompok yang satu berkata “A” dan Kelompok yang lain berkata “B”. Setelah sekian lama rapat berjalan, belum ada kata sepakat.

ZERO MIND PROCESS 6 ; Jernihkan pikiran Anda terlebih dahulu Sebelum menilai segala sesuatu Jangan melihat sesuatu karena rekaan Dipikiran Anda, tetapi lihatlah sesuatu Karena apa adanya. ‘ Telah Kami jelaskan kepada manusia dalam Al-Qur`an ini segala macam perumpamaan, tapi manusia Dalam banyak hal, suka membantahnya “

QS. Al_kahfi (Gua) 18 : 54.

BELENGGU 7 : FANATISME “ Dan sungguh (syetan-syetan itu) menghalangi mereka Dari jalan yang benar sedang mereka mengira Bahwa mereka beroleh bimbingan “

QS. Az-Zukhruf (Perhiasan) 43 : 37. Fanatisme adalah sebuah keadaan dimana seseorang atau kelompok menganut sebuah pemikiran dengan membabi buta, sehingga menganggap diri paling benar dan yang lain salah, atau lebih rendah dari dirinya. Fanatisme ini sangat potensial menimbulkan konflik, dan jika diamati banyak terjadi konflik dalam sejarah dunia yang berawal dari Fanatisme ini.

Sesungguhnya, fanatisme ini lahir melalui berbagai saluran informasi disektar kita, diantaranya melalui buku dan media massa. Berbagai buku hadir dihadapan kita, dengan menawarkan berbagai pemikiran yang menjanjikan. Dalam karya Robert B Downs. Buku-buku pengubah sejarah, diulas bagaimana berbagai buku bisa berpengaruh besar terhadap pergerakan sejarah dunia. Dalam buku versi aslinya, Books That Change the World, Downs menuliskan latar belakang dan pengaruh berbagai buku terhadap bagaimana momentum bersejarah, diantaranya bagaimana misalnya Il Principle (Syang Pangeran) karya Nicollo Machiavelli, yang menunjukan cara-cara memperoleh dan mempertahankan kekuasaan, lalu Das Kapital karya Karl Marx yang memberikan dasar bagi teori komunisme, atau Mein Kampf yang ditulis diktator Adolf Hitler, dipenjara Jerman saat Perang Dunia I yang mendasari kekuasaan NAZI saat Perang Dunia II, dan lain sebagainya. Pemikiran dalam buku-buku diatas, apabila tidak diimbangi dengan suara hati kasih sayang (Ar-Rahman dan Ar-Rahim), keadilan (Al-`Adalah) bisa memicu fanatisme yang berujung kebencian atau penghancuran terhadap kelompok manusia lain.

Terhadap segala informasi yang masuk, kita sebaiknya men-zerokan (kosongkan) hati kita, dan selalu berpikir melingkar menggunakan suara hati dari sifat-sifat Illahi. Sesungguhnya, banyak buku tanpa disadari telah menulis tentang sifat-sifat Tuhan tersebut, walau dengan nama-nama yang berbeda. Contoh buku karya David J Schwartz PhD, keajaiban Berpikir Besar, yang memperlihatkan bagaimana keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh ukuran besar-kecilnya otak seseorang, tetapi keberhasilan akan ditentukan oleh ukuran gagasan atau pemikiran

dari dalam diri. Hal ini kita temukan dalam suara hati Illahi, yakni sifat Al-Kabiir (Maha Besar).

Suara hati inilah yang sesungguhnya mampu menjaga kita dari belenggu pemikiran berupa Fanatisme ini. “ Katakanlah…!!! Serulah Alloh,atau serulah Ar-Rahman, Dengan nama apapun kau seru Ia, Kepunyaannya Al-Asma`ul Husna…!!!” QS. Al-Isra (Memperjalankan dimalam hari) 17 : 110. Suara hati yang menyuarakan kebenaran sebenarnya adalah dorongan yang berasal dari sifat-sifat ke Illahian Al-Haq (Maha Benar).

Usaha pencarian manusia akan kebenaran pemikiran akan selalu berujung kepada kebenaran spiritual, sehingga yang ditemukan hanyalah Yang Maha Pencipta, Tuhan semesta alam. Sesungguh, anggukan universal adalah sebuah bentuk pengakuan kepada-Nya ketika kita menemukan sebuah kebenaran.

ZERO MIND PROCESS 7 ; Janganlah terbelenggu oleh Fanatisme, Berpikirlah melingkar dengan 99 suara hati, Jadilah orang berhati “Zero” “ Dan setiap mereka datang kepadamu membawa suatu Permasalahan, selalu Kami datangkan kepadamu, selalu, selalu, Selalu, selalu, kebenaran dan sebaik-baik tafsiran “

QS. Al-Furqaan (Pembeda) 25 : 33.

LAHIRNYA KESADARAN DIRI. “ Ketahuilah !!! Mereka melipat hatinya supaya (pikirannya) tersembunyi daripada (Alloh). Ingatlah !!! Pada waktu mereka menutupi dirinya dengan bajunya, (Alloh) mengetahui apa yang mereka sembunyikan, dan apa yang mereka nyatakan. Sungguh, Ia mengetahui segala isi hati “. QS. Huud (Nabi Hud) 11 : 5. Ketujuh belenggu diatas, yakni prasangka negative, prinsif hidup, pengalaman, kepentingan, sudut pandang, pembanding serta fanatisme, merupakan hal yang mempengaruhi cara berpikir seseorang. Oleh karena itu kemampuan melihat sesuatu secara jernih harus didahului oleh kemampuan mengenali factor-faktor yang mempengaruhi kehernihan berpikir. Dengan mengembalikan manusia pada ftrahnya, pada God Spot-nya, manusia akan mampu melihat dengan “mata hati”. Mampu memilih, dan memprioritaskan pilihan dengan benar, sesuai suara hati (self conscience). Menyebutkan suara-suara hati secara berulang, selalu mengingat dan menyadari maknanya dengan hati, mampu mendorong seseorang untuk selalu dalam keadaan suci dan bersih. Ucapkan “Subhanalloh”, Maha suci Alloh, bisa diterapkan untuk membangun kekuatan pikiran bawah sadar (Enquiry Enquiment) untuk selalu suci, sehingga akan mendarah daging dalam diri kita menjadi sebuah kekuatan – itulah yang disebut Repetitive Magic Power – yang mampu menghilangkan pengaruh serta pikiran buruk, paradigma, dan ketujuh belenggu lainnya.

Repetitive Magic Power adalah Dzikir dan Tasbih. Mengingat kesucian nama serta sifat Tuhan setiap hari, akan terus membantu mengendalikan kejernihan hati. Langkah pengenalan hama dan pembersihan God Spot itulah yang disebut “Zero Mind Process” atau pembentukan hati dan pikiran yang jernih dan suci. Zero Mind Process adalah landasan dalam memahami ESQ. Didalam shalat, proses untuk berpikir jernih ini dilambangkan dengan Takbiratul Ihram. Didalam haji, dinamakan Ihram, maka kegiatan itu dinamakan Zero Mind Process.

“ Dibutuhkan kejernihan hati sebelum mencari dan menemukan kebenaran “ Kebenaran yang sesuai dengan kehendak Tuhan Syang Pencipta. “ Maka hadapkanlah wajahmu dengan mantap kepada agama menurut ftrah Alloh yang telah menciptakan fitrah itu pada manusia. Tiada dapat diubah (hukum-hukum) ciptaan Alloh, inilah agama yang benar, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui “ QS. Ar-Ruum (Bangsa Romawi) 30 : 30.

HASIL ZMP (ZERO MIND PROCESS) “ Dan diantara mereka ada yang memandang kepadamu, “Apakah kau hendak membimbing orang yang buta, (tapi apakah gunanya) kalau mereka tiada melihat???”. QS. Yunus (Nabi Yunus) 10 : 43. Kemerdekaan berpikir dengan menyucikan pikiran, akan selalu menghasilkan sesuatu yang baru, hal-hal yang “Out of the Box” Inilah makna kekuatan “Ummi”-Nya Rasulullah SAW, yang

diajarkan melalui penjernihan pikiran lewat baju Ihram dalam haji, takbiratul ihram dalam shalat, serta berwudlu sebelum shalat. “ Tidakkah, mereka melakukan perjalanan dimuka bumi, sehingga mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka mengerti, dan mempunyai telinga yang dengan itu mereka mendengar!!! Sungguh bukanlah matanya yang buta, tapi yang buta ialah hatinya yang ada dalam (rongga) dadanya”. QS. Al-Hajj (Haji) 22 : 46.

SUMBER SUARA HATI SPRITUAL : GOD SPOT. “ Kemudian Ia memberinya bentuk (dengan perbandingan ukuran yang baik), dan meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-Nya. Ia jadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati!!!” QS. As-Sajdah (Sujud) 32 : 9. Anda tentu masih ingat “Anggukan Universal” yakni pada bagian penjernihan emosi. Semua orang mengangguk apabila melihat, mendengar, ataupun ketika merasakan kebenaran hakiki. Berdasarkan teori anggukan universal, juga teori-teori yang membahas tentang kecerdasan spiritual, serta menelaah surat AsSajadah ayat 9 dan Al-Hasyr ayat 22-24 diatas, maka dapatlah kiranya ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Suara hati manusia pada dasarnya bersifat universal, dengan catatan ; manusia tersebut telah mencapai titik ZERO dan terbebas dari belenggu pikiran. 2. Apabila mencermati surat As-Sajadah ayat 9, dimana Alloh telah meniupkan ruh ciptaan-Nya yang bersifat mulia kepada manusia, maka sebenarnya Alloh telah meniupkan pula keinginan-Nya kedalam hati manusia. Ini dibuktikan oleh Anggukan Universal dan didasari oleh surat Al-A`raf ayat 172, yaitu; Ketika jiwa manusia

mengakui dan mengangguk kepada Alloh bahwa Allohlah Tuhannya. Anggukan yang membenarkan suara hati itu terus berjalan dan bisa dirasakan, kecuali jika hati dalam keadaan tertutup. 3. Suara hati manusia adalah kunci spiritual, karena ia adalah pancaran sifat-sifat Ilahi (surat Al-Hasyr ayat 22-24). Keinginan diperlakukan adil, keinginan hidup sejahtera, keinginan mangasihi dan dikasihi, adalah sifat-sifat dari Alloh SWT. Bandingkan dengan literatur-literatur yang menjelaskan tetang kecerdasan emosi, namun tak mampu mengidentifikasi darimana sumber seluruh sifat idaman itu. Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari Bani Adam keturunannya dari sulbinya, dan menyuruh mereka bersaksi Terhadap dirinya sendiri(atas pertanyaan) “Bukankah Aku Tuhanmu?” Mereka Menjawan, Ya, kami Bersaksi!” (Yang demikian itu) supaya jangan kamu Berkata dihari kiamat, “Kami tiada mengetahui hal ini” QS. Al-A`raaf (tempat yang tinggi) 7 : 172. Dibawah ini ada sembilan puluh sembilan (99) sifat Alloh SWT, yang terdapat dalam Al-Qur`an, sumber suara hati manusia (self conscience). Sifat-sifat yang sering tiba-tiba muncul dan dirasakan, bisa berupa larangan, peringatan, atau sebaliknya sebuah keinginan, bahkan bimbingan. Seringkali dapat berupa penyesalan apabila dorongan itu terlewatkan. Sempatkan hati Anda untuk menyepi sejenak, berkomunikasi dengan Alloh. Disudut-sudut do`a dan diakhir shalat Anda, sempatkan untuk melafadzkan sifat-sifat Alloh. Perlahan-perlahan didasar hati, cobalah temukan getarannya. Telaahlah kembali surat Al-A`raaf ayat 172, Sebuah makna yang dalam akan memancar daripadanya, bahwa;

Ketika jiwa manusia mengangguk, mengakui Alloh sebagai Tuhannya, maka saat itulah, sifat-sifat Tuhan Yang Maha Suci dan Maha Mulia muncul dari dalam GOD SPOT-NYA – dan dari sinilah kecerdasan spiritual bermula. “Bacalah! Tuhanmu-lah Yang Maha Pemurah! Yang mengajar dengan kalam. Mengajar Manusia apa yang tiada ia tahu” QS. Al-Alaq (segumpal darah) 96 : 3-5.

SARAN DAN APLIKASI ZERO MIND PROCESS Fart (1) (1). Ketika menghadapi sebuah masalah atau peluang, kenalilah keadaan Anda sendiri dahulu, sebelum memberi respon. Coba amati diri Anda dengan cermat.  Apakah Anda kadang berprasangka negative kepada orang lain? Jika Ya, ubahlah cara Anda memandang orang lain. Gantilah dengan pikiran-pikiran positif tentang orang lain.  Apakah Anda kadang terpengaruh oleh prinsipprinsip yang ada dilingkungan Anda? Ingatlah, tidak semua prinsip sejalan dengan suara hati. Hanya prinsip yang berpedoman kepada suara hati dari Alloh SWT sajalah yang patut diikuti.  Apakah masih ada pengalaman-pengalaman yang mempengaruhi cara pandang Anda? Lupakanlah, mulailah dengan ZERO MIND dan kembali fitrah.  Dalam pengambilan keputusan, apakah Anda terpengaruh oleh kepentingan pribadi saja? Dengarlah suara hati, berpikirlah melingkar dengan mempertimbangkan berbagai kepentingan. Tentukan prioritas, lalu sesuaikan dengan visi Anda.

 Jika melihat suatu permasalahan, coba lihatlah dari berbagai sudut pandang. Jangan hanya dari satu sisi saja. Berpikirlah melingkar (99).  Jangan membandingkan suatu hal lewat persepsi dari dalam diri Anda sendiri. Cobalah keluar dari persepsi itu lihatlah dari persepsi diluar Anda.  Apabila Anda memperoleh informasi baik dari bukubuku, televise, maupun media lainnya, ambillah sisi positifnya. Coba bandingkan dengan suara hati Anda. Jika sesuai, maka itulah yang disebut anggukan universal-kebenaran akan ketetapan Alloh.  Jernih. Lakukan dengan “repetitive magic power” dzikir Asmaul Husna dan ucapkan Subhanallloh, sambil mengingat kesucian sifat Alloh SWT. “Sungguh, Kami telah ciptakan manusia dan Kami tahu Apa yang dibisikkan hatinya kepadanya, Kami Lebih dekat kepadanya dari urat lehernya” QS. Qaaf, 50 : 16. (2). Kenali dan latihlah kecerdasan spiritual yang telah Anda meliki dengan menggunakannya dikehidupan sehari-hari. Mulailah dari hal yang kecil. Contoh sederhana;  Apabila mungkin selama ini, setiap selesai mandi, Anda gantungkan handuk sembarangan. Suara Hati Anda akan bicara “Rapikan dengan sempurna” Ikutilah, itu adalah suara hati Syang Maha Teratur, Al-Baari (Sang Maha Penata).  Saat menerima karcis tol, mungkin Anda membuangnya dengan seenaknya. Tetapi, ada suara hati yang berbicara; “Jagalah Kebersihan” Ikutilah, itu adalah suara hati Syang Maha Bersih, Al-Hafidz (Yang Maha Menjaga).

 Mungkin selama ini Anda pernah berbohong. Suara hati akan berbicara “Jujurlah” Itu adalah suara Syang Maha Benar, Al-Mu`izz (Yang Maha membeningkan) dan Al-Haqq (Yang Maha Benar).  Mungkin Anda pernah memberikan sumbangan kepada orang yang tidak punya. Kemudian, Anda merasa riya dan sombong. Tiba-tiba ada suara yang samar-samar berbicara; “Jangan mencari pujian” Ingatlah, itu suara hati, “hati-hati (Ikhtiyyat) AlRaqiib (Syang Maha Pembaca Rahasia)  Anda baru saja membeli mobil baru. Ada suara hati berbisik; “Jangan sombong” Ingatlah, itu suara hati Syang Maha Kaya, Al-Ghaniy (Sang Maha Kaya).  Anda sedang putus asa, Tiba-tiba ada suara hati yang menyemangati “Teruslah berusaha” Itu adalah sura hati Syang Maha Besar, Al-Matiin (Yang Maha menggenggam Kekuatan).  Anda sedang berusaha menciptakan produk baru, Ada suara hati yang berseru “Berkreasilah” Itu adalah suara hati Syang Maha Pencipta dan AlHaadii (Sang Maha Penguak Hidayah).  Anda melihat orang miskin yang sedang kelaparan. Ada suara berbisik; “Bantulah!” Itu adalah suara hati Syang Maha Penolong, Ar-Rahman (Syang Maha Pengasih).  Anda sedang malas dan tidak disiplin. Ada suara hati yang berbisik; “Disiplinlah” Itu adalah suara hati Syang Maha Teratur, Al-Wakiil (Syang Maha Pemanggul Amanat).  Anda memiliki tujuan yang kecil atau biasa saja. Ada suara yang berbicara, “Berpikirlah besar dan bercita-citalah tinggi” Itu adalah suara Syang Maha Besar, Ar-Rasyid (Syang Maha Penabur Petunjuk).

 Anda baru saja mendapat rezeki, Tiba-tiba ada suara adalah suara hati Ar-Razzaq (Syang Maha Penabur Rezeki) dan Al-Wahhaab (Syang Maha Penganugerah) Teruslah berlatih hingga mata hati (`Ainal Bashirah) menjadi terbuka dan akhirnya mampu mendengar suara hati Anda dengan jelas. Lambat laun, suara hati itu akan menjadi sahabat Anda yang selalu memberi informasi maha penting. Namun tentu saja, dengan tak melupakan sarana logis otak sebagai pengolah dan pengasahnya. Sinergikanlah dengan bijaksana. Ingatlah, dalam mendengar dan mengolah suara hati, pergunakan 99 Thinking Hat atau “Topi Berpikir 99 Sisi” (berpikir melingkar). Anda seyogianya mengenal, sehingga mampu menimbang suarasuara hati yang lain. (3). Lakukan hal-hal sebagai berikut :  Lakukan Istighfar setiap hari sambil mengevaluasi diri.  Berdo`alah dengan khusuk. Ketika membersihkan wajah, niatkan untuk membasuh mata dan wajah dari pandangan-pandangan hina kemunafikan. Ketika membasuh tangan dan kaki, niatkan untuk membersihkan diri dari dosa yang dilakukan tangan dan kaki kita.  Lontarkanlah 7 belenggu, Jumrah dihati Anda. “Sungguh, untuk neraka jahanam Kami ciptakan kebanyakan jin dan manusia, Mereka mempunyai hati yang tiada dipergunakannya untuk mengerti, Mereka mempunyai mata Yang tiada dipergunakannya untuk melihat. Dan mereka mempunyai telinga, yang tiada dipergunakanya untuk Mendengar. Mereka seperti binatang, bahkan mereka lebih sesat lagi, Merekalah orang-orang yang lalai”. QS. Al-A`raaf (tempat yang tinggi) 7 : 179.

AKADEMI KEBIDANAN YPSDMI GARUT – JABAR PRGRAM DIPLOMA III SK MENDIKNAS No : 202/D/O/2004 JALAN HASAN ARIEF NO : 2 GARUT, TELP. 0262. 238163. FAX. (0262) 238163

SOAL UJIAN TENGAH SEMESTER GANJIL 2014 SEMESTER I MATA KULIAH : ESQ (The ESQ WAY 165) Dosen ; Rd. AAS KOSASIH. S.Ag. M.Si.

ESSEY. 1. Konsep daripada BISA KARENA DIPAKSA, BISA KARENA TERPAKSA DAN BISA KARENA SUDAH BIASA, Hal ini selaras dengan Konsepsi Islam yang Absolut akan kebenarannya, coba jawab dengan Hipothesis Sintesis, Analisis Empiris dan Tektualitas sesuai dengan Kecerdasan Emosi (EQ). 2. Konsep Kesadaran Diri Spritual yakni; SIAPA DIRI KITA, DARIMANA DIRI KITA DAN MAU KEMANA DIRI KITA, Coba jawab sesuai dengan Paparan Syech Muhammad Abduh. 3. Ian Mitroff dan Elizabeth Denton menuliskan dalam karyanya yang berjudul A Spritual Audit of Corporate America; A Hard Look at Sprituality, Religion and Values in the Workplace bahwa; Most of the Executives defined Sprituality in much the same way not as religion, but as the basic desire to find purpose and meaning in ones life. Tolong terjemahkan sesuai dengan kaidah ESQ. 4. Dalam ESQ, kecerdasan Spritual sangat dibutuhkan untuk apasaja tolong jawab sesuia tektualitas ESQ. 5. Dalam Kisah Film Life is Beautiful yang meraih Piala Oscar, yang menjadi GOD SPOTnya apa…??? Coba jelaskan. 6. Adakalanya suara hati terbelenggu dan menjadi buta untuk melihat nilai-nilai universal. Untuk itu ada 7 (tujuh) belenggu Suara Hati terhadap GOD SPOT, Coba jawab ketujuh belenggu itu dengan rinci dan sesuai dengan ZERO MIND PROCESS.

SELAMAT BEKERJA Jawaban Point 1 (satu) Nilainya = 30 Jawaban Point 2 (dua) dan 3 (tiga) Nilainya = 30 ( masing-masing = 15) Jawaban Point 4 (empat) dan 5 (lima) Nilainya = 20 (masing-masing = 10) Jawaban Point 6 (enam) Nilainya = 20 Jumlah Akumulatif = 100

II. MENTAL BUILDING MEMBANGUN MENTAL “ Sungguh, orang-orang yang beriman dan melakukan amal Kebaikan, merekalah makhluk sebaik-baiknya “. QS. Al-Bayyinah (Bukti Nyata) 98 : 7. Pada bagian dua ini, setelah muncul kejernihan hati dan kesadaran bahwa Anda memiliki suara hati spiritual (self conscience), Anda akan mulai membangun kecerdasan emosi (EQ) melalui Enam prinsip berdasarkan Rukun Iman, yaitu (1). Membangun prinsip Bintang (Star Principle) sebagai pegangan hidup (2). Memiliki Prinsip Malaikat (Angel Principle) sehingga Anda selalu dipercayaoleh orang lain (3). Memiliki Prinsip Kepemimpinan (Leadership Principle) yang akan membimbing Anda menjadi seorang pemimpin berpengaruh (4). Menyadari akan pentingnya Prinsip Pembelajaran (Learning Principle) yang akan mendorong kepada kemajuan (5). Mempunyai Prinsip Masa Depan (Vision Principle), sehingga Anda akan selalu.memiliki visi (6). Dan terakhir, memiliki Prinsip Keteraturan (Well Organized Principle), sehingga tercipta system mental (EQ) dalam Ketauhidan.

Melalui enam prinsip itu, Anda akan memiliki landasan Kokoh untuk meningkatkan kecerdasan emosi dan Spiritual Anda. Selain itu, Anda mempunyai pegangan pasti (Absolut) berupa 6 (Enam) prinsip kokoh saat dihadapkan pada berbagai rintangan dan permasalahan berat sekalipun. Ini adalah 6 prinsip yang menjadi sumber kebahagiaan yang haqiqi dan keberhasilan lahir dan bathin dalam hidup Anda.

Pada gambar ESQ Model, enam prinsip tersebut Berfungsi sebagai pelindung pusat orbit spiritual, GOD SPOT, dan menjaganya agar tetap Selalu menjadi pusat orbit. Karakteristik dari keenam prinsip itu, yang berdasarkan 6 Rukun Iman, sejalan dengan kehendak hati nurani manusia, dan cerminan kehendak Alloh Yang Maha Sempurna. Urutan keenam prinsip itu disusun secara sistematis sehingga saling menopang antara satu dengan yang lain. Semuanya bergerak, berthawaf, mengelilingi titik Tuhan. Artinya, keenam prinsip itu berpusat atau berkiblat kepada kehendak Alloh. Disinilah manusia memeiliki nilai yang satu, hati yang satu, hati yang ikhsan pada pusat orbit (God Spot).

PRINSIP SATU; STAR PRINCIPLE PRINSIP BINTANG SPIRITUAL WISDOM “ Alloh memerintahkan berbuat adil, melakukan kebaikan dan Dermawan terhadap kerabat. Dan ia melarang perbuatan Keji, kemungkaran dan penindasan. Ia mengingatkan kamu supaya Mengambil pelajaran”. QS. An-Nahl (Lebah) 16 : 90. Diperlukan sebuah kesungguhan untuk memahami suara hati, atau nilai-nilai dasar spiritual (core values).

Perlu disadari bahwa 99 suara hati adalah satu kesatuanyang tidak berdiri sendiri secara terpisahPisah. Maka pelajarilah sifat-sifat Alloh tersebut Secara komprehenshif, agar kita mampu membangun

Kecerdasan emosi dan spiritual yang terintegrasi. Dari beberapa contoh dari berpikir melingkar dan bersikap bijaksana dengan menggunakan 99 Thinking Hat (Topi Berpikir 99 Suara Hati).  Dorongan ingin berkuasa tidak berdiri sendiri, tetapi harus juga suci, bersikap rahman dan rahim, adil dan bijaksana.  Dorongan ingin mencipta tidak berdiri sendiri, tetapi harus berhitung dan berilmu.  Dorongan ingin sejahtera tidak berdiri sendiri, tetapi harus suci, pemurah, terpercaya, dan terhormat.  Dorongan ingin mengasihi tidak berdiri sendiri, tetapi harus tegas, lugas,transparan dan menjungjung tinggi kebenaran.  Dorongan ingin mandiri tidak berdiri sendiri, tetapi harus terpercaya, kokoh, dan berani memulai sebuah langkah. “ Sungguh. Alloh memerintahkan kepadamu menyampaikan Amanat kepada orang (yang berhak menerimanya) dan Jika kamu menetapkan hokum anatar manusia, Hendaklah kamu menghukum dengan adil, Sungguh, Alangkah baik peringatan yang Alloh berikan kepadamu! Sungguh, Alloh Maha Mendengar, Maha Melihat!”. QS. An-Nisaa` (Wanita-Wanita) 4 : 58.

INTEGRITAS Mereka bekerja sungguh-sungguh layaknya mengerjakan sebuah tugas suci, dan bekerja dengan Hati mereka. Inilah contoh integritas; bekerja Secara total, sepenuh hati dan dengan semangat tinggi.

“Sebab, sungguh, bersama kesukaran ada keringanan. Sungguh, bersama kesukaran ada keringanan. Karena itu, selesai (tigasmu), teruslah rajin bekerja. Kepada Tuhanmu tujukah permohonan”. QS. Alam Nasyrah (Bukankah Telah Kami Lapangkan) 94 : 58.

RASA AMAN “ …. Barangsiapa mempersekutukan Alloh, ia seperti orang yang jatuh dari langit, lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angina ketempat yang jauh”. Rasa aman kita berasal dari pengetahuan bahwa prinsip itu berbeda dengan pusat-pusat lainnya yang didasari ketergantungan kepada orang lain atau sesuatu yang dapat berubah. (Stephen R. Covey). Kekuatan mental tauhid yang dimiliki seseorang jauh lebih berperan dibanding kekuatan pengetahuan maupun phisiknya. Rasa Aman yang ada didasar hatinya membuat seseorang bisa menghadapi segala situasi, yang tidak mengaenakan sekalipun. “ Yang berkata (dengan hati yang yakin), bila bencana menimpa dirinya. Sungguh, kita adalah milik Alloh, Dan kepada-Nya kita akan kembali”. QS. Al-Baqarah (Sapi Betina) 2 : 156.

SITUASI TERUS BERUBAH Hanya dengan berpegang teguh kepada Tuhanlah yang dapat menimbulkan rasa tenang dan aman. Ketenangan akan menjernihkan pikiran. Pikiran yang jernih akan mampu

memunculkan inisiatif-inisiatif penting, sekaligus memberi kesiapan mental untuk menghadapi perubahan yang selalu sering terjadi. “ (Yaitu) mereka yang beriman dan hatinya tenang karena Mengingat Alloh. Ketahuilah! Hanya dengan ingat akan Alloh, Maka hati merasa tenang” QS. Ar-Raa`d (Guntur) 13 : 28.

KEPERCAYAAN DIRI “Kepunyaan-Nya (segala makhluk) yang ada dilangit dan dibumi. Semuanya tunduk patuh kepada-Nya”. QS. Ar-Ruum (Bangsa Romawi) 30 : 26.

Sungguh, sebuah kepercayaan diri yang muncul dari Dalam diri – sebuah kepercayaan diri yang mampu Melihat manusia sebagai seorang manusia – karena Memiliki prinsip kepada Yang Maha Esa, Tuhan sebagai pusat kepercayaan dirinya. SEBUAH KEPERCAYAAN DIRI DAN KEBERANIAN TINGGI PADA AKHIRNYA MENIMBULKAN KEPERCAYAAN DARI ORANG LAIN.

INTUISI “Bahkan manusia akan jadi saksi atas dirinya sendiri, meskipun ia mengemukakan dalil-dalilnya”. QS. Al-Qiyamah (hari Qiyamat) 75 : 14-15.

Firasat (Insrinsik) atau Intuisi banyak menuntun manusia kejalan yang baik dan benar, tetapi adakalanya bisikan-bisikan lain akan menjadikan syang penentunya. Suara hati seringkali membisikkan dan membimbing apa yang dirasa benar dan apa yang dirasa salah. “Katakanlah, Masing-masing orang bertindak sesuai dengan Kebiasaannya, tapi Tuhanmu mengetahui benar siapa Yang paling terpimpin jalannya”. QS. Al-Israa` (Perjalanan Malam Hari) 17 : 84.

SUMBER MOTIVASI “Sungguh, telah Kami ciptakan manusia dalam sebaik-baiknya acuan”. QS. At-Thien (Pohon Thien) 95 : 4. Bercita-citalah tinggi dan besar, serta berpikirlah maju. Anda tak diciptakan untuk menjadi orang kalah, namun sebagai wakil Alloh dimuka bumi untuk memberikan kemajuan dan kesejahteraan. Sehingga setiap langkah yang Anda buat, haruslah merupakan langkah-langkah kemenangan ( Vini, Vidi, Vici).

Maka, Alloh senantiasa mendampingi Anda, dengan Suara-suara hati yang merupakan sifat-sifatNya. Apabila Anda terjatuh, sadarlah, itu artinya masih Banyak ilmu Alloh yang belum Anda ketahui. Pelajari kesalahan tersebut, cari jawaban Mengapa Anda jatuh. Ambil jurus Kedua dan bangkitlah kembali. Alloh Yang Maha

Agung begitu mencintai Anda dan menunggu kemenangan Anda.

HASIL STAR PRINCIPLE (PRINSIP BNTANG) TAUHID ADALAH KEPEMILIKAN RASA AMAN INSTRINSIK, KEPERCAYAAN DIRI YANG TINGGI, INTEGRITAS YANG KUAT, KEBIJAKSANAAN, DAN MOTIVASI TINGGI SEMUA ITU DILANDASI OLEH IMAN, DAN DIBANGUNDENGAN BERPRINSIP HANYA KEPADA ALLOH, SERTA MEMULIAKAN DAN MENJAGA SIFAT ALLOH PADA DIRI MANUSIA,

Laa ilaaha illallah.

PRINSIP 2. ; ANGEL PRINCIPLE (PRINSIP MALAIKAT). KETELADANAN MALAIKAT Malaikat adalah makhluk mulia, dan mereka sangat dipercaya oleh Tuhan karena kesetiaanya dalam menjalankan perintah-Nya. Semua pekerjaan dilaksanakan hanya semata-mata pengabdian yang total. Malaikat adalah contoh bagi manusia tentang integritas sesungguhnya: integritas total yang menghasilkan suatu kepercayaan tingkat tinggi.

Kepercayaan itu diberikan langsung oleh Tuhan, dan Malaikat secara sungguh-sungguh mampu menjaganya. Keteladanan yang bisa diperoleh dari sifat malaikat secara umum adalah; menjaga teguh kepercayaan, memiliki loyalitas dan integritasnya yang sangat tinggi. “(Ingatlah) ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu ia mengabulkan permohonanmu, (sambil berfirman) Akan Kutolong kamu dengan seribu Malaikat beriring-iringan”. QS. Al-Anfaal (Rampasan Perang) 8 : 9.

INTEGRITAS DAN LOYALITAS “Dan, sungguh diadakan penjaga atasmu, yang mulia, Yang menuliskan. Mereka tahu apa yang kamu lakukan”. QS. Al-Infithaar(Terbelah) 82 : 10,12. Loyalitas adalah kesetiaan pada prinsip yang dianut. Integriatas adalah sikap jujur, konsisten, komitmen, berani dan dapat dipercaya. Integriatas tinggi muncul dari kesadaran diri bersumber dari suara hati. Integritas tidak menipu dan tidak berbohong.

KEBIASAAN MEMBERI DAN MENGAWALI “Seandainya seseorang mencari kayu bakar dan dipikulkan diatas punggungnya. Hal itu lebih baik daripada jika ia meminta-minta pada seseorang yang kadang-kadang diberi, kadang-kadang pula ditolak “. HR. Bukhari-Muslim.

Ingatlah aksi min reaksi, bahwa sebuah aksi akan Menciptakan reaksi, dan prinsip memberi akan

Menciptakan energi kepercayaan. Inilah hukum Kekelan energi, bahwa energi yang diberikan Tak akan hilang, ia hanya berubah bentuk. Beberapa hal kecil yang bisa kita lakukan untuk memberikan orang memberi dan membangun kepercayaan, contohnya : ---. Memberi penghargaan kepada orang lain ---. Memberi perhatian tulus kepada orang lain ---. Mau mendengar orang lain berkata ---. Membuat orang lain menjadi penting dihadapan kita ---. Mau mengakui kesalahan dan berani meminta maaf ---. Selalu mengucapkan terima kasih ---. Suka memuji orang lain ---. Berusaha mengerti perasaan orang serta ---. Mengucapkan salam.

PRINSIP 3; LEADERSHIP PRINCIPLE

PRINSIP KEPEMIMPINAN PARADIGMA YANG KELIRU “Tetapi sembahlah AKU, (karena) inilah jalan yang lurus (Syetan) sungguh telah menyesatkan orang banyak diantara kamu, maka tiadalah kamu menggunakan pikiran???” QS. Yaasin 36 : 61-62.

Selama ini, telah terjadi kekeliruan pemahaman tentang arti kepemimpinan. Banyak orang mengartikan sebagai kedudukan atau posisi yang sangat tinggi saja. Sehingga, posisi pemimpin diincar

demi mendapatkan kedudukan tinggi dalam sebuah kelompok. Bagaimanapun, alam diciptakan dengan hukum keseimbangan. Segala sesuatu diciptakan berpasang-pasangan sesuai dengan neraca keadilan. Ingat mekanisme pegas…???

Apabila pegas ditekan, maka ia akan mengeluarkan Daya dorong sebesar tekanan yang diberikan untuk Mencapai titik keseimbangannya kembali. Begitu pula jiwa manusia. TANGGA KEPEMIMPINAN “Sungguh, pada diri Rosululloh akan kamu dapatkan suri tauladan yang indah bagi orang yang mengharap (rahmat) Alloh, dan (keselamatan) hari terkahir, serta banyak Mengingat Alloh “ QS. Al-Ahzab (Kaum Sekutu) 33 : 21.

Pemimpin Tingkat 1 : Pemimpin yang dicintai Pemimpin Tingkat 2 : Pemimpin yang dipercaya Pemimpin Tingkat 3 : Sebagai Pembimbing Pemimpin Tingkat 4 : Pemimpin yang berkepribadian Pemimpin Tingkat 5 : Pemimpin yang Abadi BEBERAPA MUKJIZAT AL-QUR`AN “Alloh, Ia-lah yang menurunkan Kitab dengan kebenaran, Dan juga neraca (keadilan)….!!!” QS. Asy-Syuuraa (Musyawarah) 42 : 17.

Al-Qur`an diturunkan oleh Alloh SWT melalui Nabi Muhammad SAW yang Ummi (buta huruf). Ia dilahirkan di Jazirah Arab, dan hidup di tengah-tengah kaum yang terbelakang perdabannya. Al-Qur`an diturunkan selama 22 tahun, 2 bulan dan 22 hari.

Setelah rampung diturunkan dan disusun, kemudian Dilakukan analisa serta perhitungan terhadap catatan redaksi Al-Qur`an, dan daripadanyalah Seringkali ditemukan hal-hal yang sangat menakjubkan. Ditemukan adanya keseimbangan Yang serasi antara kata-kata yang digunakan, Atau jumlah dua kata yang bertolak belakang. Abdur Razaq Nawfal, dalam Al-I`jaz lii Al-Qur`an Al-Karim, yang terdiri dari 3 jilid, mengemukakan banyak contoh tentang keseimbangan tersebut, yang dapat kita simpulkan secara singkat dari tulisan karya Muhammad Quraish Shihab; Membumikan Al-Qur`an, sebagai berikut : 1. Keseimbangan antara Jumlah Bilangan Kata dengan Bilangan Antonimnya, Contoh : ---. Al-Hayyah (hidup) dan Al-Mawt (mati), masing-masing sebanyak 145 kali. ---. An-Naf (manfaat) dan Al-Madharrah (mudarat), masingmasing 50 kali. ---. Al-Har (panas) dan Al-Bard (dingin), masing-masing 4 kali ---. As-Shalihat (kebajikan) dan Al-Sayyi`at (keburukan), masing-masing 167 kali ---. Al-Thuma`ninah (kelapangan/ketenangan) dan Al-Dhiq (kesempitan/kekesalan), masing-masing 13 kali.

---. Ar-Rahbah (cemas/takut) dan Al-Raghbah (harap/ingin), masing-masing 8 kali ---. Al-Kufr (kekufuran) dan Al-Iman dalam bentuk definite masing-masing 17 kali ---. Kufr (kekufuran) dan Iman dalam bentuk indefinite masing-masing 8 kali. ---. Al-Shayt (musim panas) dan Al-Syita` (musim dingin), masing-masing 1 kali 2. Keseimbangan Jumlah Kata dengan Sinonimnya (makna) yang Dikandungnya. Contoh; ---. Al-Harf dan Al-Zira`ah (membajak/bertani), masingmasing 14 kali ---. Al-Ushb dan Al-Dhurur (membanggakan diri/angkuh) masing-masing 27 kali ---. Al_Dhallun dan Al-Mawta (orang sesat/mati jiwanya), masing-masing 17 kali. ---. Al-Islam dan Al-Wahyu (Al-Qur`an, wahyu dan Islam), masing-masing 70 kali ---. Al-Aql dan An-Nur (akal dan cahaya), masing-masing 49 kali ---. Al-Jahr dan Al-Alamiyah (nyata, jelas, natural), masingmasing 16 kali. 3. Keseimbangan antara Jumlah Bilangan Kata dengan Jumlah Kata yang Menunjuk pada Akibatnya Contoh; ---. Al-Infaq (infaq) dengan Ar-Ridlo (kerelaan), masingmasing 73 kali ---. Al-Bakhl (kekikiran) dengan Al-Hasarah (penyesalan), masing-masing 12 kali ---. Al-Zakah (zakat/penyucian) dengan Al-Ghadhb (murka), masing-masing 26 kali

4. Keseimbangan antara Jumlah Bilangan Kata dengan Kata Penyebabnya. Contoh; ---. Al-Israaf (Berlebihan/pemborosan) dengan Al-Sur`ah (ketergesa-gesaan), masing-masing 23 kali. ---. Al-Maw-`izdah (nasihat/petuah) dengan Al-Lisan (lidah/bicara) masing-masing 25 kali ---. Al-Asara (tawanan) dengan Al-Harb (perang), masingmasing 6 kali. ---. Al-Salam (kedamaian) dengan Al-Thayyibah (kebajikan), masing-masing 60 kali 5. Di samping Keseimbangan-keseimbangan tersebut, Ditemukan juga Keseimbangan Khusus, Contoh; ---. Kata Yawm (hari) dalam bentuk tunggal, masing-masing sejumlah 365 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu tahun. Sedangkan kata hari yang menunjukkan kata plural (Ayyam) dan dua (Yaw-mayni) jumlah keseluruhannya 30, sama dengan jumlah hari dalam satu bulan. Di sisi lain kata yang berarti “Bulan” (Syahr) hanya terdapat 12 kali, sama dengan jumlah bulan dalam 1 (satu) tahun. ---. Al-Qur`an menjelaskan bahwa langit ada 7 (tujuh), penjelasan ini diulanginya dalam 7 kali pula. ---. Kata-kata yang menunjukkan kepada Utusan Tuhan baik Rasul, ataupun Nabiyy (Nabi) atau Basyir (Pembawa berita), atau Nadzir (pemberi peringatan), keseluruhannya berjumlah 518 kali. Jumlah ini seimbang dengan nama-nama Nabi, Rasul dan Pembawa Berita tersebut 518 kali.

AKADEMI KEBIDANAN YPSDMI GARUT – JABAR PROGRAM DIPLOMA III SURAT KEPUTUSAN MENDIKNAS NO. 202/D/O/2004 JALAN HASAN ARIEF NOMOR 2 GARUT, TELP. 0262 238163 Fax. (0262) 238163

SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) GENAP 2014 PROGRAM KHUSUS

MATA KULIAH ESQ Dosen : Rd. AAS KOSASIH. S.Ag. M.Si.

ESSEY. 1. Sebutkan 6 (enam) prinsip Value EQ berdasarkan Rukun Iman secara Tex Book. 2. Sebutkan 3 contoh dari 5 contoh dalam Berpikir melingkar dan bersikap bijaksana dengan menggunakan 99 Thinking Hat (Topi Berpikir 99 Suara Hati) secara Tex Book. 3. Coba berikan gambaran tentang INTEGRITAS, dan RASA AMAN secara Tex Book. 4. Coba sebutkan 5 (lima) Tangga Kepemimpinan dalam ESQ secara Tex Book. 5. Coba uraikan melalui Pendapat Saudari tentang SUMBER MOTIVASI. 6. Coba uraikan melalui Pendapat Saudari tentang Spritual Wisdom. 7. Coba uraikan melalui Pendapat Saudari Kenapa Al-Qur`an itu terjaga keasliannya (makna, tulisan, manfaat, barokah) sampai hari Qiyamah…?. 8. Coba uraikan melalui Pendapat Saudari tentang Asmaul Husna sangat baik untuk menginterpretasikan NILAI vs KEYAKINAN. 9. Konsepsi daripada BISA KARENA DIPAKSA, BISA KARENA TERPAKSA DAN BISA KARENA SUDAH BIASA, hal ini selaras dengan konsep Islam yang Absolut akan kebernarannya, coba jawab dengan Hypothesis Synthetis, Analisis Empiris, sesuai dengan Kecerdasan Emosi (EQ).

“SELAMAT BEKERJA” SKOR NILAI 1. Jawaban Tex Book Nomor 1 s/d 4 Nilai= 10 x 4 = 40 point 2. Jawaban Pendapat Nomor 5 s/d 9 Nilai = 5 x 12 = 60 point 3. Jadi Jumlah Akumulatif = 100 point

Related Documents

Akbid
June 2020 13
Spritual 1
November 2019 17
Spritual Supermarket
August 2019 13
Tamil Spritual
October 2019 15
Hijrah Spritual
June 2020 20

More Documents from "H Masoed Abidin bin Zainal Abidin Jabbar"