Referensi Ptk.docx

  • Uploaded by: Titi Dewi Telaumbanua
  • 0
  • 0
  • October 2019
  • PDF

This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA


Overview

Download & View Referensi Ptk.docx as PDF for free.

More details

  • Words: 17,861
  • Pages: 138
PENERAPAN PENDEKATAN INQUIRY SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN KIMIA PADA MATERI POKOK TATA NAMA SENYAWA ORGANIK DAN ANORGANIK SEDERHANA KELAS X MAN 1 PATI

SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan dalam Ilmu Pendidikan Kimia

Oleh Ummi Hanifah NIM: 063711009

FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG 2010

KEMENTERIAN AGAMA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERIWALISONGO FAKULTAS TARBIYAH Jl. Prof. DR. Hamka (Kampus II) Ngaliyan Telp. (024) 7601295 Semarang 50185 '

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Pembimbing I

Tanggal

Atik Rahmawati. S.Pd. M.Si 2. - <1 - 2016 NIP. 19750516 200604 2 002

Pembimbing II

Drs. Widodo Supriyono. M.A NIP. 19591025 198703 1 003

Tanda Tangan

KEMENTERIAN AGAMA INSTITI T AGAMA ISLAM NEGERIWALISONGO SEMARANG FAKULTAS TARBIYAH Jl. Prof. Dr. Hamka KM 1 Ngaliyan Telp. (024)7601291 Semarang 50185 PENGESAHA N a m a NIM Fakultas/J urusan

N : Ummi Hanifah : 063711009

Judul Skripsi

: Tarbiyah / Tadris Kimia : Penerapan Pendekatan Inquiry Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Dalam Pembelajaran Kimia Pada Materi Pokok Tata Nama Senyawa Organik Dan Anorganik Sederhana Kelas X MAN 1 Pati

Telah Dimunaqosahkan oleh Dewan Penguji Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang, pada tanggal: 17 Desember 2010 Dan dapat diterima sebagai kelengkapan ujian akhir dalam rangka menyelesaikan studi Program Sarjana Strata I (S.l) tahun akademik 2010/2011 guna memperoleh gelar sarjana dalam Ilmu Tarbiyah. Semarang, 17 Desember 2010 Ketua Sidang

MiswarK M.Ag NIP.19690418199503 Penguji I

Dewan Penguji Sekretaris Sidang

k Rahmawati, S.Pd. M.Si P. 19750516 200604 2 002 Penguji II

Hi. Nur Kluisanah, S.Pd, M.Kes NIP. 19791113 200501 2 001

Wentv DwrYiiniarti, S.Pd. M.Kom NIP. 19770622200604 2 005

Pembimbing I

Pembimbing II

Atik Rahmawati, S.Pd, M.Si NIP.19750516200604 2 002

Drs. Widodo Suprivono, MA NIP. 19591025 198703 1 003

MOTTO

• • ! • • • • • • • •••• • ••••••• ••• ••• • • • • ••••••

Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam. (Ali Imron: 102)1 PERSEMBAHAN

Dengan penuh kerendahan hati dan iringan doa, sebuah karya sederhana ini penulis persembahkan kepada: 1.

Bapak Drs. H. Asjhari Umar (alm.) dan Ibu Hj. Muti’ah hatur nuwun atas perhatian, ketulusan kasih sayang, nasehat dan tak henti- hentinya do’a untuk keberhasilan saya, yang selalu membangkitkan semangat saya di saat saya lemah.

2.

Kakak-kakakku

yang

selalu

memberikan

semangat,

do’a,

dan

dukungannya. 3.

Keponakan-keponakanku.

4.

Teman-teman kimia ’06 terima kasih atas persahabatan dan persaudaraan kita yang tak akan terlupakan

5.

Keluarga kos tanjung sari, terima kasih karena telah menampung keluh dan kesahku selama ini.

1

63.

Departemen Agama, Al-Qur'an dan Terjemahnya, (Kudus: Mubarokatan Toyyibah, 2006), hlm.

DEKLARASI

Dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab penulis menyatakan bahwa skripsi ini tidak berisi materi yang pernah ditulis orang lain atau diterbitkan. Demikian juga skripsi ini tidak berisi satu pun pikiran orang lain, kecuali informasi dalam referensi yang penulis jadikan bahan rujukan.

Semarang, 20 November 2010 Deklarator,

Ummi Hanifah NIM. 063711009

ABSTRAK

Ummi Hanifah (NIM: 063711009), Penerapan Pendekatan Inquiry Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Dalam Pembelajaran Kimia Pada Materi Pokok Tata Nama Senyawa Organik Dan Anorganik Sederhana Kelas X MAN 1 Pati. Mata pelajaran kimia merupakan bagian dari ilmu pengetahuan alam atau sains (physical science) yang berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. Salah satu alternatif mengatasi permasalahannya dengan menggunakan pendekatan inquiry. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya meningkatkan hasil belajar peserta didik mata pelajaran kimia menggunakan pendekatan inquiry pada pokok bahasan tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana dapat meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, psikomotorik dan hasil belajar peserta didik mencapai ketuntasan belajar individual maupun klasikal. Penelitian ini berbentuk penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan merupakan suatu proses yang memberikan kepercayaan kepada pengembangan kekuatan reflektif, diskusi dan berfikir. Adapun pengumpulan datanya dengan cara: observasi, dokumentasi dan tes. Sedangkan analisisnya menggunakan deskriptif analitis. Penelitian dilaksanakan di kelas X 1 MAN 1 Pati. Semeseter Ganjil tahun pelajaran 2010-2011. Penelitian atas dua siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Pada tahap perencanaan disusun skenario pembelajaran dan menyiapkan perangkat pembelajaran. Proses pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan inquiry. Hasil observasi dipresentasikan dalam diskusi. Pada tahap observasi, dilakukan pengamatan aktifitas peserta didik dan tes hasil akhir belajar. Indikator kinerja pada penelitian berupa tercapainya ketuntasan belajar secara individual dan klasikal sebesar 88,46%. Hasil pelaksanaan siklus I menunjukkan bahwa indikator kinerja belum tercapai karena hasil belajar peserta didik hanya mencapai rerata nilai 62,69 dan 61,53% peserta didik yang tuntas belajar. Perbaikan pada peningkatan keaktifan peserta didik pada siklus II menunjukkan ketuntasan hasil belajar peserta didik yaitu dengan nilai rerata 71,71 dan ketuntasan hasil belajar 88,46%. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan informasi dan masukan bagi mahasiswa, tenaga pengajar, peneliti, dan semua pihak terutama di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang. KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat allah SWT. Karena dengan izin dan ridhanya, penulis dapat menyusun dan menyelesaikan skripsi ini. Tak lupa

sholawat dan salam semoga dilimpahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa kedamaian dan rahmat untuk semesta alam, yang kepada beliau diturunkan wahyu illahi Al-Quran, dan ditugasi untuk menjelaskan serta menauladaninya. Semoga tercurah pula kepada keluarga dan sahabat-sahabat beliau serta seluruh umatnya yang setia. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi yang berjudul ”PENERAPAN PENDEKATAN INQUIRY SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN KIMIA PADA MATERI POKOK TATA NAMA SENYAWA ORGANIK DAN ANORGANIK SEDERHANA KELAS X MAN 1 PATI”, tidak mampu peneliti selesaikan dengan baik tanpa bimbingan dan pengarahan dari berbagai pihak. Tanpa mengurangi rasa hormat, penulis menyampaikan terima kasih kepada: 1. Dr. Sudja’i M.Ag selaku Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang 2. Atik Rahmawati, S.Pd, M.Si, selaku pembimbing I, Drs. Widodo Supriyono, M.A selaku pembimbing II, yang dengan keikhlasan hati telah banyak meluangkan waktu untuk peneliti guna kepentingan skripsi ini. 3. Segenap dosen beserta karyawan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang, yang telah membekali ilmu pengetahuan sehingga penulis dapat menyelesaikan perkuliahan dengan baik. 4. Kepala MAN 1 Pati beserta seluruh tenaga pengajar, karyawan, dan peserta didik MAN 1 Pati yang telah membantu pengumpulan data penyusunan skripsi ini. 5. Bapak Drs. H. Asjhari Umar (alm) dan Ibu Hj. Muti’ah atas segala doa, pengorbanan, motivasi, cinta, dan kasih sayangnya. 6. Kakak-kakakku yang selalu hadir disaat penulis membutuhkan bantuan. 7. Semua saudara yang ada di Pati yang tidak mungkin penulis sebutkan satu persatu. 8. Teman, sahabat, terima kasih atas cinta, kasih sayang, motivasi dan hari- hari yang indah. 9. Teman-teman tadris kimia 2006, semoga kebersamaan dan kekeluargaan kita

tetap terjaga selamanya. 10. Keluarga besar kos tanjung sari yang telah menemani perjalananku selama ini. 11. Teman-teman PPL SMA 8, KKN Desa Teluk, bersama kalian, kenangan terindah yang tak pernah ku lupakan. Kepada semua pihak yang telah penulis sebutkan di atas, penulis merasa tidak dapat memberikan apa-apa kecuali ucapan terima kasih yang tulus debgan diiringi do’a semoga allah SWT membalas semua amal kebaikan mereka dengan sebaik-baiknya balasan. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, baik dari segi bahasa, isi, maupun analisisnya. Kritik dan saran sangat penulis harapkan demi kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya.

Semarang, 20 November 2010 Peneliti, DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL........................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................. ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................. iii HALAMAN DEKLARASI................................................................................. iv HALAMAN ABSTRAK..................................................................................... v HALAMAN MOTTO ......................................................................................... vi HALAMAN PERSEMBAHAN.......................................................................... vii KATA PENGANTAR ........................................................................................ viii

DAFTAR ISI ....................................................................................................... x DAFTAR TABEL ............................................................................................... xiii DAFTAR GAMB AR ......................................................................................... xiv DAFTAR L AMPIRAN ...................................................................................... xv BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah .......................................................... 1 B. Rumusan Masalah.................................................................... 4 C. Penegasan Istilah ..................................................................... 4 D. Tujuan Penelitian..................................................................... 5 E.

Manfaat Penelitian................................................................... 5

BAB II

LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN A. Landasan Teori ....................................................................... 7 1.

Pendekatan Pembelajaran .............................................. 7

2.

Pendekatan Inquiry ....................................................... 8

3.

Belajar........................................................................... 11 a. Pengertian Belajar..................................................... 11 b. Hasil Belajar ............................................................. 13 c. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar ...

4.

Tata Nama Senyawa Organik dananorganik Sederhana

16 18

a. Tata Nama Senyawa Anorganik ............................................. 19 b. Tata Nama Senyawa Organik ................................... 24 5.

Pembelajaran dengan Pendekatan

Inquiry

dalam

Meningkatkan Hasil Belaj ar Peserta Didik .................................. 25 6.

Penelitian yang Relevan ............................................................ 26

B. Hipotesis Tindakan ................................................................. 27

BAB III METODE PENELITIAN A. Subyek Penelitian .............................................................................. 28 B. Lokasi Penelitian ............................................................................... 28 C. Kolaborator ......................................................................................... 28 D. Jadwal Pelaksanaan Penelitian .......................................................... 28 E.

Desain Penelitian ............................................................................... 29

F.

Metode Pengumpulan Data ................................................................ 34

G. Analisis Data ..................................................................................... 35 H. Indikator Keberhasilan ...................................................................... 36

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Hasil Penelitian .......................................................... 38 1. Persiapan Penelitian ....................................................................... 38

2. Kondisi Sebelum Penelitian .......................................................... 38 3. Perlakuan Penelitian...................................................................... 41 B. Hasil Penelitian ................................................................................... 42 C. Pembahasan ........................................................................................ 50

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ......................................................................................... 60 B. Saran .................................................................................................. 61 C. Penutup .............................................................................................. 61

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................... 62 LAMPIRAN ........................................................................................................ 64 DAFTAR RIWAYAT HIDUP ....................................................................................... 97

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1

: Contoh Rumus Molekul Dan Tata Nama Asam .................................... 23

Tabel 2.2

: Tata Nama Senyawa Basa ...................................................................... 23

Tabel 2.3

: Nama-nama Senyawa Alkana ................................................................ 24

Tabel 2.4

: Perbandingan Nama-nama Senyawa Organik Sederhana ............

Tabel 3.1

: Jadwal Pelaksanaan Penelitian ............................................................... 29

Tabel 4.1

: Hasil Belajar Peserta Didik Sebelum Pembelajaran Dengan

25

Pendekatan Inquiry ................................................................................ 39 Tabel 4.2

: Hasil Belajar Kognitif Siklus

1 ......................................................... 44

Tabel 4.3

: Hasil Belajar Kognitif Siklus

II ......................................................... 48

Tabel 4.4

: Hasil Belajar Siklus 1 ........................................................................... 53

Tabel 4.5

: Hasil Belajar Siklus II ........................................................................... 55

Tabel 4.6 : Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik........................................... 59

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 : Bagan Prosedur Kerja Penelitian Tindakan Kelas

32

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Daftar Nama Peserta Didik ...................................................................... 64 Lampiran 2 : Silabus Pembelajaran ............................................................................... 65 Lampiran 3 : RPP Siklus I ............................................................................................. 67 Lampiran 4 : RPP Siklus II............................................................................................ 70 Lampiran 5 : Kisi-kisi Soal Siklus 1.............................................................................. 73 Lampiran 6 : Kisi-kisi Soal Siklus II ............................................................................. 75 Lampiran 7 : Soal Evaluasi Siklus 1.............................................................................. 78 Lampiran 8 : Soal Evaluasi Siklus II ............................................................................. 79 Lampiran 9 : Jawaban Soal Siklus 1.............................................................................. 81 Lampiran 10 : Jawaban Soal Siklus II ........................................................................... 83 Lampiran 11 : Daftar Nilai Hasil Ulangan Siklus 1 ...................................................... 85 Lampiran 12 : Daftar Nilai Hasil Ulangan Siklus II ...................................................... 86 Lampiran 13 :

Daftar Ketuntasan Belajar

Peserta Didik Siklus 1 ......................... 87

Lampiran 14 :

Daftar Ketuntasan Belajar

Peserta Didik Siklus II......................... 88

Lampiran 15 : Daftar Kelompok Diskusi ................................................................ 89 Lampiran 16 : Daftar Nilai Peserta Didik Pra Siklus.............................................. 90 Lampiran 17 :

Lembar Kerja Siswa Pada

Pembelajaran Siklus 1 ......................... 91

Lampiran 18 :

Lembar Kerja Siswa Pada

Pembelajaran Siklus II......................... 93

Lampiran 19 : Kisi-kisi Penilaian Hasil Belajar Peserta didik ................................ 95 Lampiran 19 : Dokumentasi .................................................................................... 96

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungan.2 Menurut Clifford T. Morgan, “Learning is any relatively

permanent change in behavior that is the result of past experience” artinya, Belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif tetap yang diakibatkan pengalaman masa lalu.3 Salah satu pertanda bahwa seseorang telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku dalam dirinya. Perubahan tingkah laku tersebut menyangkut baik perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif) dan keterampilan (psikomotor) maupun yang menyangkut nilai dan sikap (afektif).4 Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses belajar yang dialami oleh peserta didik sebagai anak didik.5 Penggunaan metode dan strategi pembelajaran yang kurang tepat dan menonton dalam proses belajar mengajar membuat materi pelajaran yang disampaikan oleh guru sulit untuk dicerna oleh peserta didik. Sehingga peserta didik menganggap materi yang disampaikan hanya sekedar informasi, akibatnya pengetahuan itu tidak bermakna dalam kehidupan sehari-hari.6

2

Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: Rajawali Pers, 2009), hlm.1. Clifford T. Morgan, Introduction to Psychology, (New York: The University Of Wisconsin, 1961), hlm. 219. 4 Arief S. Sadiman, Media Pendidikan, (Jakarta: Rajawali Pers, 2007), hlm. 2. 5 Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, (Jakarta: Rineka Cipta, 2003), hlm. 6. Edisi Revisi, hlm.1. 6 Conny Semiawan, dkk, Pendekatan Keterampilan Proses, (Jakarta: Gramedia, 1990), 3

Guru merupakan komponen pengajar yang memegang peranan penting dan utama, karena keberhasilan proses belajar mengajar sangat ditentukan oleh faktor guru. Tugas guru adalah menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik melalui interaksi komunikasi dalam proses belajar mengajar yang dilakukannya. Keberhasilan guru dalam menyampaikan materi sangat tergantung pada kelancaran interaksi komunikasi antara guru dengan peserta didiknya. Ketidaklancaran komunikasi membawa akibat terhadap pesan yang diberikan guru.7 Belajar merupakan usaha untuk mengubah tingkah laku dalam berpikir, bersikap dan berbuat. Supaya tujuan belajar dapat optimal, maka diperlukan penerapan strategi belajar mengajar yang tepat. Agar proses pembelajaran dapat berjalan secara optimal, maka guru perlu membuat strategi, yaitu “strategi belajar mengajar”. Kata strategi sendiri dapat diartikan sebagai suatu rencana kegiatan yang dirancang secara seksama untuk mencapai tujuan. Strategi belajar mengajar atau strategi pembelajaran adalah suatu rencana kegiatan pembelajaran yang dirancang secara seksama sesuai dengan tuntutan kurikulum sekolah untuk mencapai hasil belajar peserta didik yang optimal. Belajar mengajar adalah suatu istilah yang mengandung makna kegiatan interaksi antara guru dan peserta didik untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dikatakan belajar mengajar karena dalam interaksi tersebut akan terjadi pengaruh timbal balik, artinya bukan hanya peserta didik yang belajar dari gurunya tetapi guru juga akan banyak belajar dari kegiatan itu. Dengan kata lain guru dan peserta didik adalah dua komponen yang menentukan dalam kegiatan belajar mengajar. Di dalam proses belajar mengajar, guru harus memiliki strategi, agar peserta didik dapat belajar secara efektif dan efisisen, mengena pada tujuan yang diharapkan. 8 Metode mengajar yang baik adalah metode yang dapat menumbuhkan kegiatan belajar peserta didik.9 Mata pelajaran kimia merupakan bagian dari ilmu pengetahuan alam atau sains

(physical science) yang berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. Salah satu pendekatan ilmiah untuk memperoleh pengetahuan dapat dilakukan dengan cara menyelidikinya sendiri. Pendekatan dengan cara penyelidikan 7

M. Basyiruddin Usman, Asnawir, Media Pembelajaran, (Jakarta: Ciputat Pers, 2002),

hlm.l. 8

Roestijah N.K, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2001), hlm.1. Nana Sudjana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2009), Cet.10, hlm.76. 9

dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama “Inquiry’. Pada pendekatan ini apa yang kita peroleh sebagian besar didasarkan oleh hasil usaha kita sendiri atas dasar-dasar yang kita miliki. Pengajaran melalui pendekatan inquiry seperti ini tentunya akan membawa dampak besar bagi perkembangan mental yang positif bagi peserta didik. Sebab melalui pengajaran ini peserta didik mempunyai kesempatan yang luas untuk mencari dan menemukan sendiri apa yang dibutuhkan. Pendekatan

inquiry

merupakan

pendekatan

mengajar

yang

berusaha

meletakkan dasar dan mengembangkan cara berfikir ilmiah. Pendekatan ini menempatkan peserta didik lebih banyak belajar sendiri, mengemukakan kekreatifan dalam memecahkan masalah. Peserta didik betul-betul ditempatkan sebagai subyek yang belajar. Peran guru dalam pendekatan inquiry adalah pembimbing belajar dan fasilitator belajar. Tugas utama guru adalah memilih masalah yang perlu dilontarkan kepada kelas untuk dipecahkan oleh peserta didik sendiri. Dalam materi pokok tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana, peserta didik dapat mendiskusikan dan menamai antara senyawa organik dan anorganik sederhana. Dengan pendekatan inqury peserta didiklah yang diberi kesempatan untuk mencari dan menemukan sendiri konsep- konsep tentang penamaan tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana. Karena dengan pendekatan inquiry guru hanya berperan sebagai fasilitator, motivator, dan menciptakan suasana kondusif. Dengan mempertimbangkan latar belakang tersebut, maka peneliti merasa terdorong melakukan penelitian dengan judul : PENERAPAN PENDEKATAN

INQUIRY SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN KIMIA PADA MATERI POKOK TATA NAMA SENYAWA ORGANIK DAN ANORGANIK SEDERHANA KELAS X MAN 1 PATI.

B. Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Bagaimana upaya meningkatan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran kimia dengan pendekatan Inquiry pada materi pokok tata nama senyawa organik dan

anorganik sederhana kelas X MAN 1 Pati tahun ajaran 2010/2011?

C. Penegasan Istilah Untuk mengetahui perbedaan penafsiran istilah terhadap judul skripsi ini, maka berikut ini akan penulis paparkan maksud dari judul skripsi ini: 1. Upaya Upaya adalah sebagai usaha, akal, ihtiar (untuk mencapai suatu maksud, memecahkan persoalan, mencari jalan keluar dan sebagainya.10 2. Peningkatan Peningkatan adalah sebagai proses, cara perbuatan meningkatkan (usaha kegiatan dan sebagainya). Meningkatkan adalah menaikkan, mempertinggi, memperhebat (derajat, tarap dan sebagainya).11 3. Pendekatan Inquiry

10 Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2005), hlm. 1250. 11 Ibid, hlm.1198.

Pendekatan Inquiry adalah pendekatan yang mempersiapkan peserta didik pada situasi untuk melakukan eksperimen sendiri secara luas agar mencari jawabannya sendiri. Pendekatan inquiry merupakan pendekatan mengajar yang berusaha meletakkan dasar dan mengembangkan cara berpikir ilmiah. Pendekatan ini menempatkan peserta didik lebih banyak belajar sendiri dan mengembangkan kekreatifan peserta didik dalam memecahkan masalah. Peserta didik betul-betul ditempatkan sebagai subjek belajar.12 4.

Hasil belajar Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar.13 Hasil belajar merupakan hasil proses belajar. Pelaku aktif dalam belajar adalah peserta didik. Hasil belajar juga merupakan hasil proses belajar, atau proses pembelajaran. Pelaku aktif pembelajaran adalah guru.14 Hasil belajar yang dinilai dalam penelitian ini adalah aspek kognitif.

5. Tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana Materi pokok tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana adalah menentukan tata nama senyawa anorganik, penamaan senyawa biner, penamaan senyawa poliatom, tata nama senyawa organik. Jadi tegasnya dalam judul penelitian ini, peneliti akan meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan pendekatan inquiry pada materi pokok tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana kelas X MAN 1 Pati.

D. Tujuan Penelitian Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik kelas X MAN 1 Pati dengan

12

Nana Sudjana, op. cit., hlm.154. 13 him.200. Mulyono Abdurrahman, Pendidikan bagi Anak Berkesulitan Belajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2003), Cet.2, hlm.37. 14

Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 1999),

pendekatan Inquiry pada materi pokok tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana.

E. Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagi peserta didik a. Dapat meningkatkan peran aktif peserta didik dalam pembelajaran dengan pendekatan Inquiry. b. Memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik dalam menemukan tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana serta menumbuhkan sikap positif mereka terhadap bidang studi kimia 2. Bagi guru a. Memberikan wacana tentang pendekatan Inquiry b. Sebagai bahan pertimbangan guru dalam pembuatan program pembelajaran c. Dapat memberikan gambaran proses pembelajaran sains sehingga dapat merangsang dan mengembangkan pembelajaran dengan pendekatan Inquiry 3. Bagi sekolah a. Memberikan landasan dan argumentasi bagi kebijaksanaan yang akan diambil guna meningkatkan mutu hasil belajar b. Memberikan kontribusi yang baik dalam peningkatan pembelajaran untuk semua pelajaran 4. Bagi peneliti Menambah pengetahuan khususnya di bidang pendidikan, yaitu penerapan pendekatan dalam pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Dalam penelitian ini peneliti menerapkan pendekatan inquiry..

BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN A. Landasan Teori 1. Pendekatan Pembelajaran Pendekatan adalah suatu rencana tentang cara-cara pendayagunaan dan penggunaan potensi dan sarana yang ada untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi (pengajaran). Dalam pendekatan terdapat metode belajar mengajar, yaitu cara atau jalan untuk mencapai tujuan pengajaran.15 Antara metode dan pendekatan dibedakan, pendekatan lebih menekankan pada strategi dalam perencanaan, sedangkan metode lebih menekankan pada teknik pelaksanaannya. Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur- unsur manusiawi,

material,

mempengaruhi

fasilitas,

mencapai

perlengkapan,

tujuan

dan

prosedur

yang

saling

pembelajaran. Pembelajaran juga

berarti

meningkatkan kemampuan-kemampuan kognitif, afektif, dan keterampilan peserta didik. Dengan menghadapi sejumlah pembelajar, berbagai pesan yang terkandung dalam bahan ajar, peningkatan kemampuan pembelajar, dan pemerolehan pengalaman, maka setiap guru memerlukan pengetahuan tentang pendekatan pembelajaran.16 Pendekatan pembelajaran dapat berarti anutan pembelajaran yang berusaha meningkatkan kemampuan-kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik dalam pengolahan pesan sehingga tercapai sasaran belajar. Penerapan pendekatan dalam proses belajar mengajar diarahkan untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan dasar dalam diri peserta didik supaya mampu menemukan dan mengelola perolehannya.

15

Slameto, Proses Belajar Mengajar dalam System Kredit Semester (SKS), (Jakarta: Rineka Cipta, 1991), Cet.1, hlm.90. 16 Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 1999), hlm.

159. 7

2.

Pendekatan Inquiry

Inquiry berasal dari bahasa Inggris “inquiry”, yang secara harfiah berarti penyelidikan. Carin dan Sund (1975) mengemukakan bahwa inquiry adalah the

process of investigating a problem11 Pendekatan inquiry merupakan pendekatan mengajar yang berusaha meletakkan dasar dan mengembangkan cara berpikir ilmiah. Pendekatan ini menempatkan peserta didik lebih banyak belajar sendiri dan mengembangkan kekreatifan peserta didik dalam memecahkan masalah. Peserta didik betul-betul ditempatkan sebagai subjek belajar.17

18

Peranan guru dalam

pendekatan inquiry adalah pembimbing belajar dan fasilitator belajar. Sehingga tugas utama bagi guru adalah mempersiapkan strategi pembelajaran inquiry. Strategi pembelajaran inquiry adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berfikir secara kritis dan analisis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berfikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui tanya jawab antara guru dan peserta didik. Sedangkan peranan guru dalam pendekatan inquiry adalah sebagai pembimbing dan fasilitator. Sasaran utama kegiatan kegiatan pembelajaran Inquiry adalah keterlibatan siswa secara maksimal dalam proses kegiatan belajar.19 Pendekatan inquiry di dalam kelas dapat berhasil apabila guru memperhatikan kriteria sebagai berikut: a. Membentuk kelompok-kelompok dengan memperhatikan keseimbangan aspek akademik dan aspek sosial b. Menjelaskan tugas dan menyediakan umpan balik kepada kelompok dengan cara yang responsif dan tepat waktu c. Intervensi untuk meyakinkan terjadinya interaksi antara pribadi secara sehat dan terdapat dalam kemajuan pelaksanaan tugas d. Melakukan evaluasi dengan berbagai cara untuk menilai kemajuan berbagai kelompok dan hasil yang dicapai20 17 E. Mulyasa, Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005), hlm.108. 18 Nana Sudjana, Dasar- dasar Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2009), Cet.10, hlm.154. 19 Trianto, Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik, (Jakarta: Prestasi Pustaka, 2007), hlm. 135. 20 Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar, (Jakarta: Bina Aksara, 2009), Cet.2, hlm.

Pendekatan inquiry dalam mengajar termasuk pendekatan modern yang sangat didambakan untuk dilaksanakan disetiap sekolah. Adapun tuduhan bahwa sekolah menciptakan kultur bisu, tidak akan terjadi apabila pendekatan ini digunakan. Hal ini dikarenakan: a. Dengan diterapkannya pendekatan inquiry dalam proses belajar mengajar seorang guru tidak lagi menjadi sumber informasi yang secara tradisional bisa

diberitahukan

atau

diceramahkan

saja,

tetapi

peserta

didik

diperkenankan untuk belajar sendiri sesuai dengan potensinya.21 b. Pembelajaran dengan pendekatan inquiry peserta didik melakukan suatu proses mental intelektual dan sosial emosional yang tinggi dan kadar kreatifan peserta didik dalam belajar akan cukup tinggi pula.22 Tujuan diterapkannya pendekatan inquiry dalam pembelajaran adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis, atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental. Dengan demikian, dalam pendekatan inquiry peserta didik memiliki keunggulan yang dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Peserta didik tidak hanya dituntut untuk menguasai materi pelajaran, akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya. b. Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi proses belajar yang baru.

274. 21

Roestiyah N.K, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2001), Cet.6, hlm. 75. Muhammad Ali, Guru dalam Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2002), Cet.12, hlm. 87. 22

c. Mendorong peserta didik untuk berfikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri, bersikap obyektif, jujur dan terbuka. d. Situasi belajar lebih merangsang.23 Pendekatan inquiry menurut Sund and Trowbridge (1973) dibedakan menjadi tiga macam, yaitu: a.

Inquiry terbimbing (guide inquiry); peserta didik memperoleh pedoman sesuai dengan yang dibutuhkan. Pedoman-pedoman tersebut biasanya berupa pertanyaan-pertanyaan yang membimbing. Pendekatan ini digunakan terutama bagi para peserta didik yang belum berpengalaman belajar dengan metode inquiry, dalam hal ini guru memberikan bimbingan dan pengarahan yang cukup luas. Pada tahap awal bimbingan lebih banyak diberikan, dan sedikit demi sedikit dikurangi, sesuai dengan perkembangan pengalaman peserta didik. Dalam pelaksanaannya sebagian besar perencanaan dibuat oleh guru. Peserta didik tidak merumuskan permasalahan. Petunjuk yang cukup luas tentang bagaimana menyusun dan mencatat data diberikan oleh guru.

b.

Inquiry bebas (free inquiry); pada inquiry bebas peserta didik melakukan penelitian sendiri bagaikan seorang ilmuan. Pada pengajaran ini peserta didik harus

dapat

mengidentifikasikan

dan

merumuskan

berbagai

topik

permasalahan yang hendak diselidiki. Metodenya adalah inquiry role

approach yang melibatkan pesrta didik dalam kelompok tertentu, setiap anggota kelompok memiliki tugas sebagai koordinator kelompok, pembimbing teknis, pencatat data, dan pengevaluasi proses. c.

Inquiry bebas yang dimodifikasi (modified free inquiry); pada inquiry ini guru memberikan permasalahan atau problem dan

2 3 Roestiyah N.K, op. cit., hlm. 77.

kemudian peserta didik diminta untuk memecahkan permasalahan tersebut melalui pengamatan, eksplorasi, dan prosedur penelitian.24 Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan inquiry terbimbing, karena peserta didik di MAN 1 Pati belum berpengalaman melakukan pembelajaran dengan pendekatan inquiry, sehingga peserta didik masih memerlukan bimbingan dari guru selama dalam pembelajarannya. Dalam tahap awal pembelajaran bimbingan lebih banyak diberikan, dan sedikit demi sedikit dikurangi. Hal ini dilakukan sesuai dengan kemampuan peserta didik. 3.

Belajar a.

Pengertian Belajar Sebagai landasan penguraian mengenai apa yang dimaksud dengan belajar, terlebih dahulu akan dikemukakan beberapa definisi: 1)

Skinner berpendapat bahwa belajar adalah suatu perilaku. Pada saat orang belajar, maka responnya akan menjadi lebih baik. Sebaliknya, bila ia tak belajar maka responnya menurun.25

2)

Gagne, dalam buku The Conditions of Learning (1977) menyatakan bahwa: “Belajar terjadi apabila suatu situasi stimulus bersama dengan isi ingatan mempengaruhi peserta didik sedemikian rupa sehingga perbuatannya berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi itu ke waktu sesudah ia mengalami situasi tadi.”26

3)

Menurut Piaget, pengetahuan dibentuk oleh individu, sebab individu melakukan interaksi terus menerus dengan lingkungan.27 Belajar merupakan suatu proses yang tidak dapat dilihat dengan nyata,

proses itu terjadi di dalam diri seseorang yang sedang mengalami belajar. 28 Belajar juga merupakan suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas lagi dari itu, yakni 24

E Mulyasa, op. cit., hlm.109. 25

Dimyati dan Mudjiono, op. cit., hlm.9.

26

Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, ( Bandung: Remaja Rosda Karya, 1997),

27

Dimyati, Mudjiono, op. cit., hlm. 13. Ngalim Purwanto, op. cit, hlm.85.

him.84. 28

mengalami.29 Salah satu prinsip psikologi pendidikan adalah bahwa guru tidak begitu saja memberikan pengetahuan kepada peserta didik, tetapi peserta didiklah yang harus aktif membangun pengetahuan dalam pikiran mereka sendiri. Belajar menurut teori konstruktivisme adalah membangun pengetahuan sedikit demi sedikit, yang kemudian hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep-konsep, atau kaidah yang siap untuk diambil atau diingat. Manusia harus mengkonstruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata.30 Belajar merupakan suatu proses dari seseorang yang berusaha untuk memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku yang relatif menetap. Dalam kegiatan belajar yang terprogram dan terkontrol yang disebut kegiatan pembelajaran atau kegiatan instruksional, tujuan belajar telah ditetapkan lebih dahulu oleh guru. Anak yang berhasil dalam belajar ialah yang berhasil mencapai tujuan-tujuan pembelajaran atau tujuan-tujuan instruksional.31 Proses belajar mengajar dapat diartikan sebagai suatu rangkaian interaksi antara peserta didik dan guru dalam rangka mencapai tujuan.32 Peserta didik perlu dibiasakan untuk memcahkan masalah,

29

Oemar Hamalik, op. cit., hlm 27. Baharuddin dan Esa Nur Wahyuni, Teori Belajar dan Pembelajaran (Yogyakarta: Arruz Media, 2008), hlm 116. 31 Mulyono Abdurrahman, Pendidikan bagi Anak Berkesulitan Belajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 1999), hlm.37-38. 32 Abin Syamsuddin Makmun, Psikologi Kependidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002), Cet.5, hlm.156. 30

menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya. Guru tidak akan mampu memberikan semua pengetahuan kepada peserta didik. Peserta didik harus mengkostruksikan pengetahuan di benak mereka sendiri. Dari pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa, belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Dan dalam keagamaan pun (dalam hal ini Islam), belajar merupakan kewajiban bagi setiap muslim dalam rangka memperoleh ilmu pengetahuan sehingga derajat kehidupannya meningkat. Hal ini dinyatakan dalam surat al Mujadilah ayat 11:

Yang artinya: Niscaya Allah akan meninggikan beberapa derajat kepada orang-orang beriman dan berilmu33

Sebelum melakukan proses belajar mengajar seorang guru menentukan pendekatan yang akan digunakan agar tujuan pembelajaran yang telah disusun dapat tercapai. Pemilihan suatu pendekatan tentu harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran dengan sifat materi yang akan menjadi objek pembelajaran.

b.

Hasil Belajar Menurut Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia hasil belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan

33

hlm.543.

Departemen Agama, Al-Qur'an dan Terjemahnya, (Kudus: Mubarokatan Toyyibah, 2006),

nilai tes atau angka yang diberikan guru.33 Berikut ini beberapa pengertian tentang hasil belajar atau prestasi belajar, antara lain: Menurut Nana Syaodih Sukmadinata, hasil belajar merupakan realisasi atau pemekaran dari kecakapan-kecakapan potensial atau kapasitas yang dimiliki seseorang.34 Menurut Nana Sudjana, Hasil belajar adalah kemampuan- kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah ia menerima pengalaman belajarnya. 35 Hasil belajar merupakan kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar.36 37 Hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru, tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. Dari sisi peserta didik, hasil belajar merupakan berakhirnya penggal dan puncak proses belajar. Hasil belajar, untuk sebagian adalah berkat tindak guru, suatu pencapaian tujuan 38 pengajaran. Hasil belajar pada hakekatnya adalah perubahan tingkah laku pada peserta didik. Tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotorik.38 Hasil belajar merupakan suatu parameter yang dapat digunakan dalam menentukan berhasil atau tidaknya tujuan suatu pendidikan yang telah dilaksanakan dalam satuan pendidikan. Dalam sistem pendidikan nasional rumusan tujuan pendidikan, baik kurikuler maupun tujuan instruksional, menggunakan klasifikasi hasil belajar dari Benyamin Bloom yang secara garis besar membaginya menjadi tiga ranah, yaitu: 1)

Ranah kognitif

33 Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2005), hlm.895. 34 Nana Syaodih Sukmadinata, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2003), Cet. I, hlm. 102. 35 Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1991), Cet. 6., hlm. 22. 36 Mulyono Abdurrahman, op. cit., hlm.37. 37

Dimyati, Mudjiono, op. cit., hlm.3-4.

38

Nana Sudjana, Penilaian, op. cit., hlm. 3.

Berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek, yakni pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. 2)

Ranah afektif Berkenaan dengan sikap dan nilai. Pada ranah afektif terdapat beberapa jenis kategori, yaitu: penerimaan, jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi, dan internalisasi.

3)

Ranah psikomotorik Ranah psikomotorik ini merupakan ranah yang berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak. Ada enam aspek ranak psikomotorik, yakni gerakan refleks, keterampilan gerakan dasar, kemampuan

perseptual,

keharmonisan

atau

ketepatan,

gerakan

keterampilan kompleks, dan gerakan ekspresif dan interpretatif.39 Ketiga ranah tersebut menjadi objek penilaian hasil belajar. Diantara ketiga ranah itu, ranah kognitiflah yang paling banyak dinilai oleh para guru di sekolah karena berkaitan dengan kemampuan para peserta didik dalam menguasai bahan pengajaran. Jadi, hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar. Tingkah laku sebagai pengertian yang luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotorik. Perubahan sebagai hasil proses dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti perubahan pengertian, pemahaman, keterampilan, kecakapan serta aspek-aspek lain yang ada pada individu yang belajar. Hasil belajar yang dinilai dalam penelitian ini adalah ranah kognitif. Hasil belajar kognitif diperoleh dari tes evaluasi tiap akhir siklus. Ranah kognitif (Bloom, dkk) terdiri dari enam jenis perilaku sebagai berikut: 1)

Pengetahuan, mencapai kemampuan ingatan tentang hal yang telah dipelajari dan tersimpan dalam ingatan. Pengetahuan itu berkenaan dengan fakta, peristiwa, pengertian, kaidah, teori, prinsip, atau metode.

39

Ibid, him 22-23

2)

Pemahaman, mencakup kemampuan menangkap arti dan makna tentang hal yang dipelajari.

3)

Penerapan, mencakup kemampuan menerapkan metode dan kaidah untuk menghadapi masalah yang nyata dan baru.

4)

Analisis, mencakup kemampuan merinci suatu kesatuan ke dalam bagian-bagian sehingga struktur keseluruhan dapat dipahami dengan baik.

5)

Sintesis, mencakup kemampuan membentuk suatu pola baru.

6)

Evaluasi,

mencakup

kemampuan

membentuk pendapat

tentang

beberapa hal berdasarkan kriteria tertentu.40

c.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar dibedakan atas dua kategori yaitu faktor internal dan faktor eksternal 1) Faktor internal Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam individu dan dapat mempengaruhi hasil belajar individu, seperti: a) Faktor fisiologis Faktor-faktor fisiologis adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik individu. b) Faktor psikologis Faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat mempengaruhi proses belajar. Beberapa faktor psikologis yang utama mempengaruhi proses belajar adalah motivasi, minat, dan sikap. Faktor fisiologis seperti kondisi fisik yang sehat dan bugar akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan belajar individu. Sebaliknya, jika kondisi lemah akan menghambat tercapainya hasil belajar yang maksimal. Maka perlu ada usaha untuk menjaga kondisi fisik, karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Faktor psikologis seperti motivasi, minat,

40

Dimyati, Mudjiono, op. cit., hlm.26-27.

dan sikap juga sangat berpengaruh terhadap hasil belajar. Motivasi sebagai proses di dalam diri individu yang aktif, motivasilah yang mendorong peserta didik ingin melakukan kegiatan belajar. Minat juga memberi pengaruh terhadap hasil belajar, karena jika peserta didik tidak mempunyai minat, maka tidak semangat belajar. Dalam proses belajar, sikap juga mempengaruhi hasil belajar karena sikap gejala internal yang bereaksi relatif tetap terhadap objek baik positif maupun negatif 2) Faktor-faktor eksternal Faktor eksternal yang mempengaruhi hasil belajar dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu: a) Lingkungan sosial (1) Lingkungan sosial sekolah seperti guru, administrasi, dan temanteman sekelas. (2) Lingkungan

sosial

masyarakat,

kondisi

lingkungan

sosial

masyarakat tempat tinggal peserta didik akan mempengaruhi belajar peserta didik. (3) Lingkungan sosial keluarga, hubungan antara anggota keluarga, orang tua, kakak, atau adik yang harmonis akan membantu peserta didik melakukan aktivitas belajar dengan baik. b) Lingkungan non sosial (1) Lingkungan alamiah, seperti kondisi udara disekitarnya. (2) Faktor

instrumental,

yaitu

perangkat

belajar

yang

dapat

digolongkan dua macam, pertama, hardware, seperti gedung sekolah, alat-alat belajar. Kedua, software seperti kurikulum sekolah, peraturan-peraturan sekolah. (3) Faktor materi pelajaran, guru dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap aktivitas belajar peserta didik. 41 Faktor lingkungan juga dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik, karena pencapaian tujuan belajar perlu diciptakan adanya sistem lingkungan belajar yang kondusif. Lingkungan sosial seperti sosial sekolah, sosial masyarakat, dan juga keluarga dapat memberi dampak terhadap aktivitas belajar. Hubungan yang harmonis antara ketiganya dapat 41

Baharuddin dan Esa Nur Wahyuni, op. cit., hlm.19-28.

menjadi motivasi bagi peserta didik untuk belajar lebih baik di sekolah, begitupun juga lingkungan nonsosial seperti kondisi lingkungan yang tidak mendukung juga akan mempengaruhi proses belajar peserta didik.

4. Tata Nama Senyawa Organik dan Anorganik Sederhana Komunikasi diantara para ilmuwan adalah hal yang esensial. Tanpa komunikasi tidak ada artinya sama sekali penelitian-penelitian yang telah dilakukan. Untuk ahli kimia, komunikasi yang terpenting adalah

penjelasan tentang penggunaan bahan kimia dalam penelitian-penelitian dan untuk ini kita membutuhkan suatu cara memberi nama senyawa kimia. Pada penelitian ini akan dipelajari bagaimana menulis rumus kimia (formula) untuk bermacam-macam senyawa kimia dan selanjutnya akan dijelaskan bagaimana terbentuknya senyawa tersebut. a. Tata Nama Senyawa Anorganik 1) Penamaan senyawa biner Persenyawaan kimia biner terdiri dari dua macam unsur. Senyawa biner dapat terbentuk dari unsur logam dan unsur nonlogam, atau terbentuk dari unsur-unsur nonlogam.43 Misalnya, senyawa NaCl, SrO, Al2S3, Mg3P244 a) Tata nama senyawa biner yang terbentuk dari unsur logam dan nonlogam (Biner Ionik) Persenyawaan kimia biner terdiri dari atom-atom dari dua macam unsur yang berbeda. Jika yang satu logam, maka unsur lainnya adalah bukan logam. Maka penamaannya adalah: (1) Senyawa yang unsur logamnya memiliki satu bilangan oksidasi (yaitu atom unsur golongan IA, IIA, dan IIIA), nama logam ditulis terlebih dahulu diikuti dengan nama nonlogam, dan Contoh : NaCl

= natrium klorida

KH

= kalium hidrida

Na2O Li3N

= natrium oksida = litium nitrida

Na2S

= natrium sulfida

43

James E Brady, Kimia Universitas Asas & Unsur, Terj. Sukmariah Maun dkk, (Jakarta: Binarupa Aksara, 1999), hlm.154. 44

Ibid.

45

Ibid.

diberi akhiran ida.45

Al2S3

= aluminium sulfida

(2) Senyawa yang unsur logamnya memiliki bilangan oksidasi lebih dari satu, muatan logamnya dituliskan menggunakan angka romawi dalam tanda kurung. Contoh: FeSO4

= besi (II) sulfat

FeCl3 CuCl

= besi(III) klorida = tembaga(I) klorida

CuCl2 SnO

= tembaga(II) klorida = timah(II) oksida

Fe O

= besi(III) oksida

2 3

b) Tata nama senyawa biner yang terbentuk dari unsur-unsur nonlogam (Biner Kovalen) Untuk memberi nama senyawa yang mengandung dua komponen yang terdiri dari dua nonlogam (binary compound), maka dipakai dengan aturan sebagai berikut: (1) Nama nonlogam yang memiliki bilangan oksidasi positif dituliskan terlebih dahulu. Bilangan oksidasinya ditulis dengan menggunakan angka Romawi dalam tanda kurung. Kemudian, diikuti dengan nama nonlogam yang memiliki biloks negatif dengan menambahkan akhiran ida. Contoh : N2O

= nitrogen(I) oksida

NO

= nitrogen(II) oksida

SO3

= belerang(VI) oksida

SO2

= belerang(IV) oksida

PCl5

= fosfor(V) klorida

P2O5

= fosfor(V) oksida

(2) Jumlah unsur pertama ditulis terlebih dahulu, diikuti dengan nama unsur nonlogam pertama. Kemudian, menuliskan jumlah unsur

kedua, diikuti dengan nama unsur nonlogam kedua dengan diberi akhiran ida.42 Jumlah unsur dinyatakan dalam bahasa Yunani sebagai berikut: 1 = mono 2 = di 3 = tri 4 = tetra 5 = penta 6 = heksa 7 = hepta 8 = okta 9 = nona 10 = deka43 Contoh : N2O = dinitrogen oksida NO = nitrogen oksida P2O3 = difosfor trioksida CCl4 = karbon tetraklorida 502

= belerang dioksida

503

= belerang trioksida

2) Penamaan senyawa poliatom Senyawa poliatom adalah senyawa yang disusun oleh lebih dari dua jenis unsur. Pada umumnya, anion suatu senyawa poliatom terbentuk dari dua jenis atom yang berbeda. Nama

42 43

Ibid, hlm.76-77. Muchtaridi, Sandri Justiana, Kimia 1, (Jakarta: Yudhistira, 2006), hlm.117.

kation disebut lebih dahulu, diikuti nama anion. Anion poliatom yang mengandung oksigen sebagai atom pusatnya dan memiliki biloks besar, diberi akhiran at. Adapun anion poliatom yang memiliki bilangan oksidasi lebih kecil diberi akhiran it. Contoh : K2SO4 = kalium sulfat K2SO3

= kalium sulfit

Na3PO4 = natrium fosfat Na3PO3 = natrium fosfit

3) Tata Nama Asam dan Basa Teori

asam-basa

yang

paling

sederhana

pada

awalnya

dikemukakan oleh Svante Arrhenius pada 1884. Menurut teori Arrhenius, asam adalah spesies yang mengandung ion-ion hidrogen, H+ atau H3O+, dan basa mengandung ion-ion hidroksida, OH-.44 Pendekatan yang lebih umum untuk asam dan basa diusulkan secara terpisah oleh ahli kimia Denmark J. N. Bronsted dan ahli kimia Inggris T. M. Lowry. Definisi asam-basa dari Bronsted-Lowry adalah swebagai berikut: Asam adalah suatu zat yang memberikan proton (ion hidrogen H+) pada zat lain. Basa adalah suatu zat yang menerima proton dari asam.45 a) Tata Nama Asam Senyawa asam dapat melepaskan ion hidrigen (H+) ketika dilarutkan dalam air. Senyawa asam terdiri atas molekul biner (HCl, HF, HBr, dan H2S) dan molekul poliatom (HNO2,

92. 44 45

Kristian H. Sugiyarto, Kimia Anorganik I, (Yogyakarta: UNY, edisi revisi, 2004), hlm. James E. Brady, op. cit., hlm. 439-440.

HNO3, H2SO3, dan H2SO4). Senyawa asam memiliki penamaan khusus, yaitu senyawa asam biner diberi nama dengan menyebut asam sebagai pengganti hidrogen. Kemudian, menyebut nama atom berikutnya dengan diakhiri kata ida. Contoh: HF (asam fluorida), HCl (asam klorida), HBr (asam bromida), HI (asam iodida), dan H2S (asam sulfida). Adapun asam poliatom, terbentuk dari oksida nonlogam (oksida asam) yang bereaksi dengan air. Contoh: N2O3 + H2O N2O5 + H2O SO3 + H2O ^ P2O3

+

3H2O

P2O5 + 3H2O

->■ 2HNO2

(bilangan oksidasi N =+3)

->■ 2HNO3

(bilangan oksidasi N =+5)

H2SO4

(bilangan oksidasi S = +6)

2H3PO3

(bilangan oksidasi P =+3)

2H3PO4

(bilangan oksidasi P =+5)

Asam yang mengandung unsur nonlogam dengan bilangan oksidasi kecil diberi akhiran it. Adapun asam yang mengandung unsur nonlogam dengan bilangan oksidasi besar diberi akhiran at. Contoh rumus molekul dan tata nama asam dapat dilihat pada Tabel 2.1. Tabel 2.1 Beberapa Rumus Molekul dan Tata Nama Asam Rumus Molekul HNO2

Bilangan Oksidasi Logam N = +3

Asam nitrit

HNO3

N = +5

Asam nitrat

H2SO3

S = +4

Asam sulfit

H2SO4

S = +6

Asam sulfat

Nama

b) Tata Nama Basa Senyawa basa termasuk senyawa poliatom yang terbentuk dari oksida logam (oksida basa) dengan air.

Contoh : Na2O + H2O ^ 2NaOH K2O + H2O ^ 2KOH BaO + H2O ^ Ba(OH)2 Penamaan senyawa basa, yaitu dengan cara menyebut nama logamnya, diikuti dengan kata hidroksida.46 Contoh penulisan senyawa basa dapat dilihat pada Tabel 2.2. Tabel 2.2 Tata Nama Senyawa Basa Basa Nama LiOH

Litium hidroksida

NaOH

Natrium hidroksida

Mg(OH)2

Magnesium hidroksida

Ba(OH)2

Barium hidroksida

Al(OH)3

Aluminium hidroksida

b. Tata Nama Senyawa Organik Senyawa organik jauh lebih banyak dan lebih kompleks dibandingkan dengan senyawa anorganik. Oleh sebab itu, diperlukan penggolongan senyawa karbon secara sistematika selain nama lazim (nama trivial), yaitu berdasarkan kekhasan senyawa- senyawanya. Misalnya senyawa-senyawa organik yang hanya terdiri dari unsur karbon (C) dan hidrogen disebut senyawa hidrokarbon. Senyawa hidrokarbon juga masih diklasifikasikan. Salah satu pengklasifikasian tersebut adalah pembagian senyawa menjadi alkana, alkena, dan alkuna. Pembagian senyawa tersebut didasarkan pada ada tidaknya ikatan rangkap dalam senyawa hidrokarbon. Senyawa-senyawa alkana memiliki beberapa nama tergantung jumlah atom karbon yang terdapat pada senyawa tersebut. Pada Tabel 2.3 berikut dijelaskan nama-nama senyawa alkana yang sederhana: Tabel 2.3 Nama-nama Senyawa Alkana

46

Ibid, hlm. 79-80.

Jumlah atom C

Rumus Senyawa

Nama

1

CH4

Metana

2

C2H6

Etana

3

C3H8

Propana

4

C4H10

Butana

5

C5H12

Pentana

6

C6H14

Heksana

7

C7H16

Heptana

8

C8H18

Oktana

9

C9H20

Nonana

10

C10H22

Dekana

Tata nama IUPAC untuk senyawa yang lain didasarkan pada tata nama alkana dengan jumlah atom C yang bersesuaian dengan mengubah akhiran sesuai dengan nama masing-masing senyawa. Perbandingan namanama senyawa organik sederhana dapat dilihat pada Tabel 2.4. Tabel 2.4 Perbandingan Nama-nama Senyawa Organik Sederhana Jumlah Nama Nama Nama Nama Atom Alkana Alkena Alkuna Alkohol Metana Metanol 1 2

Etana

Etena

Etuna

Etanol

3

Propana

Propena

Propuna

Propanol

4

Butana

Butena

Butuna

Butanol

5

Pentana

Pentena

Pentuna

Pentanol

6

Heksana

Heksena

Heksuna

Heksanol

7

Heptana

Heptena

Heptuna

Heptanol

8

Oktana

Oktena

Oktuna

Oktanol

9

Nonana

Nonena

Nonuna

Nonanol

10

Dekana

Dekena

Dekuna

Dekanol

5. Pembelajaran dengan Pendekatan Inquiry dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta didik Salah satu komponen dalam proses pembelajaran kimia adalah penerapan suatu pendekatan dalam pembelajaran sehingga pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang dapat memberikan nilai tambah pengetahuan atau informasi baru pada peserta didik, sedangkan pembelajaran yang efisien adalah pembelajaran yang dengan pemanfaatan daya yang tidak terlalu boros tetapi mendapatkan hasil yang maksimal. Dengan menggunakan pendekatan pembelajaran inquiry, diharapkan peserta didik sendiri yang harus aktif menemukan dan mentransfer atau membangun pengetahuan yang akan menjadi miliknya. Peran guru dalam mengajar lebih sebagai mediator dan fasilitator. Sehingga pembelajaran dengan pendekatan

inquiry akan lebih membekas dalam ingatan peserta didik.

6. Penelitian yang Relevan a. Skripsi Novita Fardhilah (4314000044) Jurusan Kimia, Fakultas Ilmu Pendidikan Alam dan Matematika, UNNES, 2005, yang berjudul “Efektivitas Penggunaan Strategi Belajar Mengajar Inkuiri Berbasis Eksperimen Terhadap Prestasi Belajar Kimia Peserta didik SMA Kelas XI Semester I Pokok Bahasan Laju Reaksi”. Strategi belajar mengajar inkuiri berbasis eksperimen yaitu suatu rangkaian kegiatan belajar mengajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis dengan cara eksperimen, sehingga peserta didik dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri. b.

Skripsi Andi Fitrianto (043811034) Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang, 2009, dengan judul “Pengaruh Pendekatan Inquiry Terhadap Hasil Belajar Biologi Materi Pokok Fotositesis pada Peserta didik Kelas VIII MTS NU 01 Kramat Tegal. Dalam penelitian ini didapatkan hasil bahwa penggunaan pendekatan Inquiry sangat berpangaruh terhadap hasil belajar peserta didik.

c. Skripsi Istianah (073111582) jurusan PAI, Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang yang berjudul “ Efektifitas Pendekatan Inquiry dalam Pelajaran Fiqih Kelas IV MI Nurul Huda Muryolobo Nalumsari Jepara.” Pada penelitian ini, peneliti menyatakan bahwa pembelajaran dengan pendekatan Inquiry pada MI Nurul Huda Muryolobo Nalumsari Jepara dapat meninglatkan efektifitas peserta didik dalam kegiatan pembelajarannya.

B. HIPOTESIS TINDAKAN Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, di mana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara, karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. Jadi, hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoretis terhadap rumusan masalah penelitian, belum jawaban yang empirik.47 Hipotesis penelitian adalah jawaban sementara terhadap masalah yang diteliti yang dirumuskan atas dasar terkaan atau conjecture peneliti. Jawaban sementara ini selanjutnya akan diuji dengan data yang dikumpulkan melalui penelitian, dan hasil pengujian itu adalah kesimpulan dan/atau generalisasi yang juga merupakan temuan-temuan penelitian yang bersangkutan.48 Berdasarkan pada paparan di atas, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah: Melalui pembelajaran kimia dengan pendekatan Inquiry maka hasil belajar peserta didik kelas X MAN 1 Pati pada materi pokok Tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana dapat ditingkatkan.

47

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2008), Cet.4, hlm.64. 48 Mohammad Ali, Strategi Penelitian Pendidikan, (Bandung: Angkasa, 1993), hlm.31.

BAB III METODE PENELITIAN

A. Subjek Penelitian Penelitian ini di lakukan di MAN 1 Pati. Subjek pelaku tindakan adalah guru kimia kelas X MAN 1 Pati dan peneliti menjadi pengamat. Sedangkan subjek penerima tindakan adalah peserta didik kelas X 1 MAN 1 Pati yang berjumlah 26 peserta didik.

B. Lokasi Penelitian Lokasi tindakan kelas yang dilakukan oleh peneliti adalah MAN 1 Pati yang berada di kabupaten Pati. C. Kolaborator Salah satu ciri PTK adalah kolaborasi (kerja sama) antara praktisi dan peneliti dalam pemahaman, kesepakatan tentang permasalahan, pengambilan keputusan yang akhirnya melahirkan kesamaan tindakan. Dalam pelaksanan tindakan di dalam kelas, maka kerjasama (kolaborasi) antara guru dengan peneliti menjadi hal yang sangat penting. Melalui kerjasama, mereka secara bersama menggali dan mengkaji permasalahan nyata yang dihadapi guru dan peserta didik di sekolah.53 Dalam pelaksanaannya peneliti akan berkolaborasi dengan guru mata pelajaran kimia. Guru mata pelajaran sebagai pelaku penelitian dan peneliti menjadi pengamat. Pada pelaksanaannya terdapat beberapa kegiatan yang terangkum dalam beberapa siklus.

him. 63

5 Suharsimi Arikunto, dkk, Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), 3

D. Jadwal Pelaksanaan Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada tanggal 4 Oktober - 4 November 2010. Rancangan jac 2g laksanaan penelitian tindakan kelas tertera dalam Tabel 3.1 berikut: Tabel 3.1 Jadwal Pelaksanaan Penelitian No

Rencana Kegiatan 2

1

Observasi Awal

2

Persiapan a. Menyusun konsep pelaksanaan pembelajaran b. Menyusun instrument penelitian c. Menyepakati jadwal dan tugas penelitian

3

d. Diskusi konsep pelaksaan penelitian Pelaksanaan a. Mempersiapkan bahan pembelajaran b. Pelaksanaan Siklus I c. Melakukan refleksi tindakan siklus I d. Pelaksanaan Siklus II e. Melakukan refleksi tidakan siklus II

4

Pembuatan Laporan a. Menyusun konsep laporan penelitian b. Penyelesaian laporan

Waktu (Minggu) ke 3 4 5 1 2 3 4

X

X X X X

X

X X X X X

X X

X X

E. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau dalam bahasa Inggris sering disebut Classroom Action Research, disingkat CAR

49

Penelitian tindakan kelas adalah riset tindakan (action research) yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelasnya. PTK merupakan proses pengkajian berdaur dari berbagai kegiatan pembelajaran. PTK menawarkan peluang sebagai strategi pengembangan kinerja melalui pemecahan masalah-masalah pembelajaran (teaching-learning problems solving), sebab pendekatan penelitian ini menempatkan guru sebagai peneliti sekaligus sebagai agen perubahan.50 Penelitian tindakan kelas ini didasarkan atas empat konsep pokok yaitu perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflection). 1. Perencanaan (planning) Perencanaan yaitu merencanakan waktu penelitian dan menyusun instrumen penelitian yang meliputi kisi-kisi dan butir soal. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar kerja siswa (LKS) dan observasi kerja peserta didik. 2. Pelaksanaan Pelaksanaan yaitu melakukan penelitian tindakan kelas sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan dan prosedur yang akan diterapkan. Pada tahap ini dilaksanakan pendekatan inquiry dalam pembelajaran kimia dengan

langkah-langkah

yang

sesuai

dengan

rencana

pelaksanaan

pembelajaran (RPP), dan para peserta didik mengikuti pembelajaran dengan panduan lembar kerja siswa (LKS).

hlm. 649 50

Ibid, hlm. 58. Masnur Muslih, Melaksanakan PTK itu Mudah, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), Cet.3,

3. Pengamatan Pengamatan yaitu urutan tentang hasil pengamatan dan penafsiran data mengenai proses dan hasil tindakan yang telah diperoleh. Pengamatan dilaksanakan

pada

saat

proses

pembelajaran

berlangsung.

Tujuan

pengamatan ini adalah untuk mengamati dan menilai kinerja peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas. 4. Analisis dan refleksi Tahap ini dimaksudkan untuk mengkaji secara menyeluruh tindakan yang telah dilakukan, berdasarkan data yang telah terkumpul, dan kemudian dilakukan evaluasi guna menyempurnakan tindakan berikutnya.51 Dalam tahap ini diuraikan tentang hasil observasi dan evaluasi yang berkaitan dengan proses pelaksanaan. Data yang berupa hasil belajar dan kinerja peserta didik dalam mengikuti proses ini dianalisis. Hasil refleksi kegiatan digunakan untuk mengkaji pencapaian tujuan penelitian, yakni mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik. Refleksi dalam PTK mencakup analisis, sintesis, dan penilaian terhadap hasil pengamatan atas tindakan yang dilakukan. Jika terdapat masalah dari proses refleksi, maka dilakukan proses pengkajian ulang melalui siklus berikutnya yang meliputi kegiatan perencanaan ulang, tindakan ulang dan pengamatan ulang sehingga permasalahan dapat teratasi.

5 6 Suharsimi Arikunto, dkk, op. cit., hlm. 80.

Prosedur penelitian tersebut secara garis besar dapat dijelaskan dengan Gambar 3.1 berikut.52 Permasalahan

Rencana

Pelaksanaan . -----------------

Tindakan I

1

-----

Tindakan I

Refleksi I Permasalahan Baru hasil Refleksi

Rencana Tindakan II

Pelaksanaa n Tindakan II

■q

Permasalahan Refleksi II

Terselesaikan

Pengamatan Pengumpulan Data

Pengamatan Pengumpulan Data I Gambar 3.1 Bagan Prosedur Kerja Penelitian Tindakan Kelas Dalam pelaksanaannya peneliti akan berkolaborasi dengan guru mata pelajaran. Guru mata pelajaran sebagai pelaku penelitian dan peneliti menjadi pengamat. Pada pelaksanaannya terdapat beberapa kegiatan yang terangkum dalam beberapa siklus. Adapun siklus yang akan dilaksanakan adalah siklus I, dan siklus II yang akan dijabarkan sebagai berikut. 6. Siklus I a. Perencanaan (Planning) Dalam tahap perancanaan peneliti bersama kolaborator mempersiapkan. 1) Peneliti mempersiapkan materi yang akan diajarkan. 2) Peneliti menyiapkan RPP yang akan dipakai dalam proses penelitian.

52

Ibid, hlm. 16.

3) Peneliti menyiapkan materi yang akan didiskusikan sebagai sumber belajar dan LKS sebagai reverensi. 4) Peneliti menyiapkan instrument penelitian, pendokumentasian, dan evaluasi. b. Pelaksanaan (Action) Tahap pelaksanaan dilaksanakan di dalam kelas dengan melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun. Adapun pembelajaran pada materi tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana adalah sebagai berikut. 1) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana, memotivasi peserta didik terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah. 2) Guru mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut dan membagi LKS yang telah disediakan. 3) Guru mendorong peserta didik untuk mengumpulkan informasi tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana dari LKS yang telah disiapkan untuk melaksanakan penemuan dan pemecahan masalahnya. 4) Guru membantu peserta didik merencanakan dan menyiapkan resume tentang tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana. 5) Guru dan peserta didik melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka lakukan. c. Pengamatan ( Observing) Peneliti dan kolaborator melakukan pengamatan. 1) Selama proses pembelajaran untuk mengetahui keaktifan siswa dalam melakukan kegiatan . 2) Pemahaman konsep dan hasil/ tes akhir. 3) Keberhasilan dan hambatan yang dialami dalam proses pembelajaran yang belum sesuai dengan harapan penelitian. d. Refleksi (Reflecting) Dalam tahap ini merupakan kegiatan menganalisa, mensintesa dari hasil pengamatan selama proses pembelajaran pada siklus I berlangsung dan diadakan ulangan harian yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar baik

secara individu maupun klasikal. Bila ternyata pada tahap ini seluruh peserta didik belum mencapai standar ketuntasan minimal, maka langsung dilanjutkan dengan siklus II. 7. Siklus II Pada siklus II merupakan tindak lanjut dari siklus I dengan memperhatikan hasil observasi, hasil diskusi dengan kolaborator, serta hasil belajar peserta didik juga mengetahui ketuntasan belajar peserta didik secara individu maupun klasikal, maka peneliti bersama kolaborator merencanakan proses pembelajaran selanjutnya. Adapun langkah - langkah pada siklus II adalah sebagai berikut. a. Perencanaan Meninjau kembali rancangan pembelajaran yang disiapkan untuk siklus II dengan melakukan revisi sesuai dengan hasil refleksi siklus I. b. Pelaksanaan Tindakan Peserta

didik

melaksanakan

kegiatan

belajar

sesuai

dengan

perencanaan pembelajaran yang telah ditentukan. Pada siklus II pelaksanaan pembelajaran perlu dimodifikasi, sehingga diharapkan akan lebih memberi motivasi dan semangat peserta didik dalam belajar. c. Pengamatan ( Observasi ) Guru dan kolaborator melakukan pengamatan yang sama pada siklus I.

d. Refleksi Refleksi pada siklus kedua ini dilakukan untuk melakukan penyempurnaan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan inquiry yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi pokok tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana kelas X MAN 1 Pati tahun ajaran 2010/1011.

F. Metode Pengumpulan Data 1. Tes Instrumen yang berupa tes dapat digunakan untuk mengukur kemampuan dasar dan pencapaian atau prestasi.53 Metode ini digunakan untuk memperoleh data hasil belajar peserta didik yang bersumber dari serentetan pernyataan-pernyataan atau latihan soal. Tes yang digunakan adalah ulangan dengan bentuk soal essay dengan jumlah soalnya 10 butir yang diberikan setiap akhir siklus. Tes ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik setelah dilakukan pembelajaran dengan pendekatan inquiry. 2. Metode dokumentasi Dokumentasi berasal dari kata dokumen yang artinya barang- barang tertulis. Dalam metode dokumentasi peneliti menyelidiki benda- benda tertulis.54 Metode ini digunakan untuk mendapatkan daftar peserta didik dan nilai mata pelajaran kimia pada kelas X. 3. Metode observasi Observasi adalah kegiatan pemusatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan alat indra.55 Metode ini digunakan dalam rangka mengamati proses belajar mengajar, termasuk sistem dan metode

53 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktik), Edisi Revisi, (Jakarta: 5 2006), Cet.13, hlm.223 Rineka Cipta, 9

Ibid. 158 6 0 Ibid. 156

pembelajaran yang digunakan dan kelengkapan sarana prasarana serta pengaturan kelas dan hal-hal lain yang berkaitan dengan penelitian.

G. Analisis Data Penelitian ini mengunakan metode deskriptif analitis dengan menggunakan daftar nilai kognitif peserta didik. Selanjutnya, data tersebut diperoleh pada tiap siklus dianalisis secara deskriptif dengan menghitung percentages correction. Menurut Sugiyono deskriptif analitis adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.56 Untuk mengetahui hasil belajar peserta didik, digunakan daftar nilai kognitif. Dalam menganalisis data digunakan rumus sebagai berikut: Hasil belajar kognitif peserta didik dihitung sebagai berikut Nilai Rata-rata hasil belajar peserta didik dihitung sebagai berikut:

Keterangan:

X = Nilai rata-rata hasil belajar XX = Jumlah nilai seluruh peserta didik N = Banyaknya peserta didik 57 Ketuntasan belajar klasikal peserta didik dihitung sebagai berikut: T n1 P = x 100%

Tn Keterangan:

56

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2008),

hlm.147 57

Sudjana, Metoda Statistik, (Bandung: Tarsito, 2005), edisi ke-6, hlm.423

P = Prosentase ketuntasan belajar klasikal £n1 = Jumlah peserta didik yang tuntas belajar (nilai > 6,5) £n = Jumlah seluruh peserta didik H. Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah: 1. Meningkatnya hasil belajar peserta didik kelas X MAN 1 Pati pada materi pokok tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana. 2. Tercapainya ketuntasan belajar klasikal yang menurut guru mata pelajaran dapat dilihat pada nilai belajar peserta didik minimal 85% peserta didik mendapat nilai lebih besar atau sama dengan 65.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data Hasil Penelitian 1. Persiapan Penelitian Sebelum penelitian dilakukan, peneliti mengadakan persiapan penelitian sebagai berikut: a. Peneliti meminta persetujuan Kepala MAN 1 Pati untuk mengadakan penelitian b. Peneliti melakukan kunjungan ke sekolah, melihat kondisi langsung peserta didik di dalam kelas pada saat proses belajar mengajar berlangsung c. Menentukan kelas X 1 yang dipilih sebagai subyek penelitian berdasarkan pertimbangan dari guru kimia di kelas X MAN 1 Pati d. Merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sebagai pedoman dalam proses pembelajaran di kelas e. Menyusun soal tes siklus I, beserta kunci jawaban dan kisi-kisinya f. Menyusun soal tes siklus II, beserta kunci jawaban dan kisi-kisinya

2. Kondisi Sebelum Penelitian MAN 1 Pati merupakan salah satu Madrasah Aliyah Negeri yang ada di Pati. Dari hasil observasi, peserta didik MAN 1 Pati dalam kegiatan pembelajaran kimia sebelum tindakan menunjukkan bahwa guru lebih aktif sebagai pemberi pengetahuan kepada peserta didik. Keaktifan guru ini tidak diimbangi dengan aktifnya peserta didik akibatnya peserta didik memiliki banyak pengetahuan tetapi tidak dilatih untuk menemukan pengetahuan dan konsep sendiri. Metode yang digunakan dalam pembelajaran kimia kebanyakan adalah metode ceramah sehingga peserta didik dalam kegiatan belajar menjadi bosan dan cenderung pasif. Disamping itu, peserta didik akan lebih cepat lupa dengan materi yang diajarkan dan aktivitas peserta didik seakan terbatasi, akhirnya potensi peserta didik kurang tergali secara optimal. Hasil belajar

38

peserta didik sebelum pembelajaran dengan pendekatan Inquiry dapat dilihat pada Tabel 4.1 Tabel 4.1. Hasil Belajar Peserta Didik Sebelum Pembelajaran Dengan Pendekatan Inquiry No. Nama Nilai 1 Achmad Ridwan Sanusi 70 Afinda Alfian Nisa 65 2 3 Aqif Muttaqin 50 4 Deviana Rachmawati 65 5 Dwi Budi Jumarno 65 6 Efrina Fitriyani 60 7 Galih Bintang Mulia 65 65 8 Harni 9 Lin Ardiana 60 10 Joko Sujatno 45 11 Kukuh Yogi Hermawan 40 12 Mar’atus Sholihah 60 13 Moh. Alamsyah 60 14 Moh. Ulin Nuha 65 15 Nensiana Lestari 60 Nur Halimah 50 16 17 Nur Sekha Ulya 55 18 Putri Novita Sari 65 19 Rina Wiji Astuti 60 20 Rudi Setiawan 55 21 Siti Afifatun Ni’mah 60 22 Sri Ayu Lestari 55 23 Tana Bagus Septiawan 65 24 Yuyun lutfiana 60 25 Zainal Arif 45 26 Zainal Mahasin 60 Jumlah 1525 Rata-rata 58,65 Berdasarkan hasil nilai ulangan harian materi kimia peserta didik kelas X MAN 1 Pati sebelum penelitian diperoleh bahwa peserta didik yang mencapai standar ketuntasan hanya 9 peserta didik yaitu dengan nilai 65. Banyaknya peserta didik yang belum mencapai standar

ketuntasan menunjukkan rendahnya pemahaman peserta didik terhadap materi kimia. Mencermati masalah di atas, peserta didik memerlukan suatu pendekatan yang dianggap cocok dengan materi tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana. Pendekatan yang dapat membantu peserta didik dalam memahami konsep. Pemahaman konsep dapat diketahui apabila peserta didik mampu mengutarakan secara lisan, tulisan, maupun aplikasi dalam kehidupannya. Pendekatan pembelajaran dapat berarti anutan pembelajaran yang berusaha meningkatkan kemampuan-kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik dalam pengolahan pesan sehingga tercapai sasaran belajar. Penerapan pendekatan dalam proses belajar mengajar diarahkan untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan dasar dalam diri peserta didik supaya mampu menemukan dan mengelola perolehannya. Berdasarkan kondisi peserta didik sebelum penelitian maka peneliti tertarik meningkatkan keaktifan peserta didik, membuat pembelajaran menjadi tidak membosankan dan meningkatkan hasil belajar yaitu ranah kognitif dengan pendekatan inquiry. Langkah

yang diambil

peneliti yaitu menerapkan

pendekatan

pembelajaran yang efektif, yang dapat membantu para peserta didik untuk mencari jawaban dengan usaha sendiri berdasarkan fakta (data) yang benar yaitu dengan pendekatan inquiry. Strategi dalam pembelajaran inquiry adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berfikir secara kritis dan analisis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berfikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui tanya jawab antara guru dan peserta didik. Sedangkan peranan guru dalam pendekatan inquiry adalah sebagai pembimbing dan fasilitator. Tujuan diterapkannya pendekatan inquiry dalam pembelajaran adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis, atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian

dari proses mental. Dengan demikian, dalam pendekatan inqury peserta didik tidak hanya dituntut untuk menguasai materi pelajaran, akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya.

3. Perlakuan Penelitian Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau dalam bahasa Inggris sering disebut Classroom Action Research, disingkat CAR.58 Penelitian tindakan kelas adalah riset tindakan (action research) yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelasnya. Strategi pembelajaran dengan pendekatan inquiry bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berfikir secara sistematis, logis, kritis atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental. Strategi pembelajaran dengan pendekatan inquiry tidak hanya menuntut peserta didik agar menguasai materi pelajaran, akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan inquiry terbimbing, karena peserta didik di MAN 1 Pati belum berpengalaman melakukan pembelajaran dengan pendekatan inquiry, sehingga peserta didik masih memerlukan bimbingan dari guru selama dalam pembelajarannya. Dalam tahap awal pembelajaran bimbingan lebih banyak diberikan, dan sedikit demi sedikit dikurangi. Karena penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), bila setelah dilakukan perlakuan pada siklus I dan hasil belajar peserta didik belum mencapai standar ketuntasan minimal, maka kegiatan pembelajaran dapat dilanjutkan dengan siklus selanjutnya.

63

Suharsimi Arikunto, dkk, Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), hlm. 58.

B. Hasil Penelitian Penelitian penerapan pembelajaran dengan pendekatan inquiry telah dilaksanakan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X 1 materi pokok tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana pada MAN 1 PATI semester gasal tahun ajaran 2010/2011. Penelitian ini dilaksanakan melalui model penelitian tindakan kelas menggunakan dua siklus tindakan. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. 1. Siklus I Penelitian tindakan kelas siklus I dilaksanakan oleh peneliti dengan ibu Herlina Susilowati sebagai guru mitra atau kolaborator peneliti sekaligus sebagai pengampu mata pelajaran kimia di kelas X 1. Materi pembelajaran pada siklus I meliputi tata cara penulisan nama senyawa biner dan senyawa poliatomik. Tahapantahapan dari siklus I diuraikan sebagai berikut: a. Perencanaan (Planning) 1) Daftar nilai, data keadaan kelas dan hasil pembelajaran sebelum penelitian sudah tersusun. 2) Peneliti mempersiapkan Silabus dan RPP pembelajaran siklus I 3) Peneliti menyiapkan materi yang akan didiskusikan sebagai sumber belajar dan LKS sebagai reverensi 4) Alat evaluasi (soal tes) untuk melihat keberhasilan peserta didik dalam penguasaan kompetensi, Soal terdiri dari 10 soal esay b. Pelaksanaan Tindakan (Action) 1) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana, memotivasi peserta didik terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah 2) Guru mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut dan membagi LKS yang telah disediakan. 3) Guru mendorong peserta didik untuk mengumpulkan informasi tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana dari LKS yang telah disiapkan untuk melaksanakan penemuan dan pemecahan masalahnya 4) Peserta didik mendiskusikan materi tata cara penulisan nama senyawa

biner dan senyawa poliatomik 5)

Guru membantu peserta didik merencanakan dan menyiapkan resume tentang tata cara penulisan nama senyawa biner dan senyawa poliatomik

6) Guru dan peserta didik melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka lakukan 7) Guru membagikan soal tes siklus I kepada peserta didik 8) Guru memberikan waktu kepada peserta didik untuk mengerjakan soal tes siklus I 9) Peserta didik mengerjakan soal yang diberikan oleh guru Pengamatan (Observing)

c.

Peneliti dan kolaborator melakukan pengamatan. 1) Selama proses pembelajaran masih banyak peserta didik yang malu-malu bertanya pada kelompok lain 2) Dalam satu kelompok hanya satu peserta didik yang aktif mengemukakan pendapatnya dan mengembangkan kemampuan- kemampuan dasar dalam diri mereka 3) Peserta didik belum dapat mengkondisikan waktu dengan baik 4) Penjelasan dari guru masih kurang dalam memberikan bimbingan pada peserta didik d.

Refleksi (Reflecting) Setelah melakukan pengamatan terhadap semua tindakan pada pembelajaran siklus I, diperoleh hasil refleksi sebagai berikut: 1) Kerjasama peserta didik dalam kelompok masih kurang, sehingga diskusi belum berjalan sebagaimana mestinya.

2) Diskusi masih berjalan satu arah, yaitu hanya satu kelompok satu peserta didik yang menguraikan pendapatnya. 3) Masih banyak peserta didik yang tidak mendengarkan pendapat temannya. 4) Pengkondisian waktu belum tertata dengan baik, sehingga peserta didik merasa batas waktu yang diberikan kurang. 5) Penjelasan yang diberikan oleh guru kepada peserta didik masih kurang, sehingga peserta didik belum cukup paham dengan materi yang diberikan. Adapun rincian hasil tes siklus I adalah:

a. Hasil belajar kognitif peserta didik Hasil belajar kognitif peserta didik dihitung sebagai berikut Nilai

^ jawabanbenar ^ soal

x 100%

Sesuai dengan cara perhitungan di atas didapatkan hasil belajar kognitif peserta didik pada siklus I dapat dilihat pada Tabel 4.1. Tabel 4.2. Hasil Belajar Kognitif Siklus I No. Nama 1 Achmad Ridwan Sanusi 2 Afinda Alfian Nisa 3 Aqif Muttaqin 4 Deviana Rachmawati 5 Dwi Budi Jumarno 6 Efrina Fitriyani 7 Galih Bintang Mulia 8 Harni 9 Lin Ardiana 10 Joko Sujatno 11 Kukuh Yogi Hermawan 12 Mar’atus Sholihah 13 Moh. Alamsyah 14 Moh. Ulin Nuha 15 Nensiana Lestari 16 Nur Halimah 17 Nur Sekha Ulya 18 Putri Novita Sari

Nilai 80 65 60 70 65 65 55 65 60 50 65 65 50 70 65 55 65 70

\9 Rina Wiji Astuti 60 20 Rudi Setiawan 65 2\ Siti Afifatun 60 22 Sri Ayu Lestari 60 23 Tana Bagus 65 24 Yuyun lutfiana 65 25 Zainal Arif 50 26 Zainal Mahasin 65 Jumlah \630 Rata-rata 62,69 b. Rata-rata hasil belajar kognitif peserta didik Rata-rata hasil belajar peserta didik dihitung sebagai berikut: Keterangan: X = Nilai rata-rata hasil belajar XX = Jumlah nilai seluruh peserta didik N = Banyaknya peserta didik Sesuai dengan cara perhitungan di atas didapatkan rata-rata hasil belajar kognitif peserta didik didapatkan hasil: X= 62, c 1630 26 . Ketunta 69 san belajar klasikal peserta didik Ketuntasan belajar klasikal peserta didik dihitung sebagai berikut: T n\ P = 4^— x \00% Keterangan: P = Prosentase ketuntasan belajar klasikal Xn\ = Jumlah peserta didik yang tuntas belajar (nilai > 6,5) Xn = Jumlah seluruh peserta didik Sesuai dengan cara perhitungan di atas didapatkan ketuntasan belajar klasikal peserta

didik didapatkan hasil:

P = — x 100% = 61,53 % 26 Setelah melakukan pembelajaran pada siklus I didapatkan hasil bahwa jumlah ketuntasan belajar klasikal peserta didik dengan nilai > 6,5 hanya 16 peserta didik. Jumlah ini belum memenuhi indikator keberhasilan karena hanya mencapai ketuntasan belajar klasikal sebesar 61,53%.

2. Siklus II Siklus II merupakan kelanjutan dari siklus I, pembelajaran pada siklus II masih mencakup materi pokok tata nama senyawa sederhana dengan pokok bahasan menuliskan nama senyawa organik sederhana, tata nama senyawa asam dan tata nama senyawa basa. Tahapan-tahapan siklus II diuraikan sebagai berikut: a. Perencanaan (Planning) 1) Peneliti mempersiapkan Silabus dan RPP pembelajaran siklus II 2) Peneliti menyiapkan materi yang akan didiskusikan sebagai sumber belajar dan LKS sebagai reverensi 3) Alat evaluasi (soal tes) untuk melihat keberhasilan peserta didik dalam penguasaan kompetensi. Soal terdiri dari 10 soal esay b. Pelaksanaan Tindakan (Action) 1) Guru menjelaskan tujuan nama senyawa organik sederhana, tata nama senyawa asam dan tata nama senyawa basa, memotivasi peserta didik terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah 2) Guru mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut dan membagi LKS yang telah disediakan. 3) Guru mendorong peserta didik untuk mengumpulkan informasi nama senyawa organik sederhana, tata nama senyawa asam dan tata nama senyawa basa dari LKS yang telah disiapkan untuk melaksanakan penemuan dan pemecahan masalahnya 4) Peserta didik mendiskusikan nama senyawa organik sederhana, tata nama senyawa asam dan tata nama senyawa basa 5) Guru membantu peserta didik merencanakan dan menyiapkan resume tentang

nama senyawa organik sederhana, tata nama senyawa asam dan tata nama senyawa basa 6) Guru dan peserta didik melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka lakukan 7) Guru membagikan soal tes siklus II kepada peserta didik 8) Guru memberikan waktu kepada peserta didik untuk mengerjakan soal tes siklus II 9) Peserta didik mengerjakan soal yang diberikan oleh guru c. Pengamatan (Observing) Hasil dari pengamatan selama pembelajaran pada Siklus II: 1) Peran serta peserta didik dalam kelompoknya lebih aktif, kerjasama peserta didik dalam kelompoknya meningkat sehingga banyak ide-ide yang diungkapkan untuk menyelesaikan permasalahan 2) Proses tanya jawab yang dalam kegiatan pembelajaran berlangsung lebih baik 3) Hasil presentasi yang dilakukan peserta didik dianalisis dengan baik oleh guru sehingga peserta didik mampu menyimpulkan materi dengan baik dan benar d. Refleksi (Reflecting) Setelah melakukan pengamatan terhadap semua tindakan pada pembelajaran siklus II, diperoleh hasil refleksi sebagai berikut:

1) Kerjasama peserta didik dalam kelompok sudah baik, sehingga diskusi bisa berjalan sebagaimana mestinya.

2) Tidak ada peserta didik yang ramai sendiri dan sudah banyak peserta didik yang berani berpendapat dan bertanya pada guru.

3) Pengkondisian waktu sudah tertata dengan baik. 4)Hasil belajar peserta didik sudah mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu ketuntasan belajar klasikal peserta didik minimal 85% peserta didik mendapat nilai > 65.

Adapun rincian dari hasil pembelajaran pada siklus II adalah: a. Hasil belajar kognitif peserta didik Hasil belajar kognitif peserta didik dihitung sebagai berikut V jawabanbenar Nilai = ^-------- x 100% V soal Sesuai dengan cara perhitungan di atas didapatkan hasil belajar kognitif peserta didik pada siklus I dapat dilihat pada Tabel 4.2. Tabel 4.3. Hasil Belajar Kognitif Siklus II

No Nama 1 Achmad Ridwan 2 Afinda Alfian 3 Aqif Muttaqin 4 Deviana 5 Dwi Budi 6 Efrina Fitriyani 7 Galih Bintang 8 Harni 9 Lin Ardiana 10 Joko Sujatno 11 Kukuh Yogi 12 Mar’atus 13 Moh. Alamsyah 14 Moh. Ulin Nuha 15 Nensiana Lestari 16 Nur Halimah 17 Nur Sekha Ulya 18 Putri Novita Sari 19 Rina Wiji Astuti 20 Rudi Setiawan 21 Siti Afifatun 22 Sri Ayu Lestari 23 Tana Bagus 24 Yuyun lutfiana 25 Zainal Arif 26 Zainal Mahasin

Nila 90 75 65 75 70 65 75 85 60 80 75 75 65 80 75 80 85 75 60 65 65 70 65 60 65 65

Jumlah Rata-rata

1865 71,73

b. Rata-rata hasil belajar kognitif peserta didik Rata-rata hasil belajar peserta didik dihitung sebagai berikut:

-T

x

X= N Keterangan:

X

= Nilai rata-rata hasil belajar

XX = Jumlah nilai seluruh peserta didik N = Banyaknya peserta didik Sesuai dengan cara perhitungan di atas didapatkan rata-rata hasil belajar kognitif peserta didik didapatkan hasil: X = 1865 26 71,73 c. Ketuntasan belajar klasikal peserta didik Ketuntasan belajar klasikal peserta didik dihitung sebagai berikut: T P = 4^— x 100%

n1

Keterangan:

P = Prosentase ketuntasan belajar klasikal Xn1 = Jumlah peserta didik yang tuntas belajar (nilai > 6,5) Xn = Jumlah seluruh peserta didik Sesuai dengan cara perhitungan di atas didapatkan ketuntasan belajar klasikal peserta didik didapatkan hasil: — x 100% = 88,46 % 26 Berdasarkan hasil pelaksanaan dan pengamatan yang diperoleh dari penelitian menunjukkan bahwa pada siklus II pembelajaran sudah cukup baik dari siklus sebelumnya. Meningkatnya hasil belajar peserta didik yang ditandai dengan rata-rata hasil belajar peserta didik dan

ketuntasan belajar klasikal peserta didik sudah mencapai indikator keberhasilan yang dicapai yaitu mendapatkan nilai > 6,5. Sehingga peneliti dan guru memutuskan tidak perlu diadakan siklus berikutnya. C. Pembahasan

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, dengan subjek satu kelas yang berjumlah 26 peserta didik. Penelitian dilakukan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Sebelum penelitian, terlebih dahulu diadakan observasi untuk mengetahui kondisi awal peserta didik sebelum memperoleh penerapan pembelajaran dengan pendekatan inquiry. Pada observasi tersebut didapati peserta didik kurang antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran kimia karena guru masih menggunakan metode ceramah yang membosankan dan hasil belajar kimia peserta didik belum mencapai KKM. Hasil pengamatan pada tiap siklusnya didapatkan hasil sebagai berikut: 1. Siklus I

Proses pembelajaran pada siklus I merupakan pembelajaran dengan materi pokok tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana yang meliputi tata cara penulisan nama senyawa biner dan nama senyawa poliatomik. Pendekatan Inquiry mulai diperkenalkan pada peserta didik dalam

pembelajaran ini. Penerapan pendekatan inquiry pada kegiatan pembelajaran siklus I kurang optimal. Kegiatan pembelajaran hanya didominasi oleh beberapa peserta didik. Keaktifan peserta didik dalam mengungkapkan pendapat belum merata. Hanya sebagian peserta didik saja yang mau mengembangkan kemampuan-kemampuan dasar dalam diri mereka. Dalam kegiatan pembelajaran pada siklus I, peserta didik mempraktikkan pembelajaran dengan pendekatan inquiry pada materi pokok tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana yang meliputi tata cara penulisan nama senyawa biner dan nama senyawa poliatomik. Akan tetapi keaktifan peserta didik dalam mengungkapkan pendapat- pendapatnya belum terlihat dalam kegiatan pembelajaran dengan pendekatan inquiry. Karena ini adalah pengalaman pertama peserta didik dalam menggunakan pendekatan inquiry, sehingga guru lebih banyak memberikan bimbingan dan pengarahan yang cukup luas. Pada tahap awal bimbingan lebih banyak diberikan, dan sedikit demi sedikit dikurangi, sesuai dengan perkembangan pengalaman peserta didik. Pembelajaran dalam siklus I, pelaksanaannya sebagian besar perencanaan dibuat oleh guru. Peserta didik tidak merumuskan permasalahan. Petunjuk yang cukup luas tentang bagaimana menyusun dan mencatat data diberikan oleh guru. Selain memberikan bimbingan pengarahan yang cukup luas, dalam kegiatan pembelajaran dengan pendekatan inquiry pada siklus I ini, guru juga memperhatikan kriteria sebagai berikut:

e. Membentuk kelompok-kelompok dengan memperhatikan keseimbangan aspek akademik dan aspek sosial. f. Menjelaskan tugas dan menyediakan umpan balik kepada kelompok dengan cara yang responsif dan tepat waktu. g. Intervensi untuk meyakinkan terjadinya interaksi antara pribadi secara sehat dan terdapat dalam kemajuan pelaksanaan tugas. h. Melakukan evaluasi dengan berbagai cara untuk menilai kemajuan berbagai kelompok dan hasil yang dicapai.59 Walaupun guru sudah berusaha semaksimal mungkin, akan tetapi kegiatan pembelajaran dengan penerapan pendekatan inquiry pada siklus I dengan materi pokok tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana yang meliputi tata cara penulisan nama senyawa biner dan nama senyawa poliatomik berjalan kurang lancar, hal ini dikarenakan dalam proses diskusi dengan pendekatan

inquiry dalam satu kelompok hanya satu peserta didik yang aktif mengemukakan pendapatnya dan mengembangkan kemampuan-kemampuan dasar dalam diri mereka. Proses tanya jawab antara peserta didik dengan guru dan peserta didik dengan peserta didik lainnya juga masih kurang. Sebagian peserta didik masih malu-malu untuk bertanya pada kelompok lain dan mengutarakan hasil diskusinya didepan kelas. Pada pembelajaran siklus I peserta didik belum dapat mengkondisikan waktu dengan baik, sehingga peserta didik merasa batas waktu yang diberikan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran masih kurang. Dalam pembelajaran siklus I ada beberapa faktor dari dalam guru dan peserta didik yang mempengaruhi proses pembelajaran ini berlangsung, yaitu: a. Faktor Guru Kinerja guru selama pembelajaran berlangsung sangat membantu peserta didik memecahkan masalah dalam diskusi. Catatan kekurangan guru dalam pembelajaran siklus I adalah kurang menguasai rencana pelaksanaan pembelajaran dengan maksimal. Guru juga kurang bisa mengkondisikan peserta didik sehingga peserta didik merasa waktu yang diberikan kurang. 59

Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar, (Jakarta: Bina Aksara, 2009), Cet.2, hlm.274

b. Faktor Pesera Didik Hasil pengamatan pada peserta didik siklus I menunjukkan kurang kerjasama peserta didik dalam diskusi. Masih banyak peserta didik yang tidak mau menguraikan pendapatnya, yaitu hanya satu kelompok satu orang peserta didik yang menguraikan pendapatnya. Hasil belajar peserta didik siklus I diperoleh dari tes akhir siklus I. Hasil pengamatan yang dilakukan dalam kegiatan pembelajaran pada siklus I dengan materi pokok tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana yang meliputi tata cara penulisan nama senyawa biner dan nama senyawa poliatomik menunjukkan keberhasilan pembelajaran dengan pendekatan inquiry, hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya hasil belajar peserta didik. Namun peningkatan hasil belajar ini belum memenuhi indikator keberhasilan yang peneliti inginkan

peserta didik pada siklus I hanya mencapai 61,53%. Hasil belajar dari siklus I dapat dilihat pada Tabel 4.3. Tabel 4.4. Hasil Belajar Siklus I N Pencapaian Hasil 1 Jumlah nilai 1630 2 Rata-rata skor 62,69 3 Nilai minimum 50 4 Nilai maksimum 80 5 Jumlah peserta didik 16 6 Jumlah peserta didik 10 7 Ketuntasan belajar 61,53% karena ketuntasan belajar

Hasil belajar peserta didik pada siklus I diperoleh nilai rata-rata 62,69. Peserta didik yang tuntas belajar sebanyak 16 peserta didik dan tidak tuntas belajar sebanyak 10 peserta didik. Sesuai dengan indikator keberhasilan yang diharapkan nilai rata-rata yang

diperoleh belum memenuhi nilai rata-rata yang diharapkan yaitu > 65. Sedangkan ketuntasan belajar secara klasikal juga belum terpenuhi. Suatu kelas dikatakan tuntas belajar bila kelas tersebut telah terdapat >23 dari 26 peserta didik yang memperoleh nilai > 65. Sehingga perlu perbaikan- perbaikan dalam pembelajaran berikutnya (Siklus II) agar indikator keberhasilan peserta didik tercapai. Dari proses pembelajaran yang terjadi, hasil belajar peserta didik pada siklus I belum berhasil, masih banyak yang harus dibenahi. Setelah melakukan pengamatan terhadap semua tindakan pada pembelajaran siklus I, diperoleh hasil refleksi sebagai berikut : a. Kerjasama peserta didik dalam kelompok masih kurang, sehingga diskusi belum berjalan sebagaimana mestinya. b. Diskusi masih berjalan satu arah, yaitu hanya satu kelompok satu peserta didik yang menguraikan pendapatnya. c. Masih banyak peserta didik yang tidak mendengarkan pendapat temannya. d. Pengkondisian waktu belum tertata dengan baik, sehingga peserta didik merasa batas waktu yang diberikan kurang. e. Penjelasan yang diberikan oleh guru kepada peserta didik masih kurang, sehingga peserta didik belum cukup

paham dengan materi yang diberikan. Dari hasil evaluasi pembelajaran tersebut, ada suatu tindakan yang dilakukan pada tahap berikutnya yaitu siklus II. Upaya untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik agar pembelajaran berhasil adalah dengan meningkatkan motivasi peserta didik sehingga dapat meningkatkan partisipasi anggota kelompok presentasi. 2. Siklus II

Proses pembelajaran pada siklus II merupakan kelanjutan dari siklus I. Dalam pembelajaran pada siklus II, guru berusaha semaksimal mungkin membantu peserta didik dalam diskusi dengan memberikan pengarahan yang maksimal. Dalam kegiatan pembelajaran siklus II peserta didik sudah dapat memanfaatkan waktu dengan lebih baik, sehingga diskusi dapat berjalan dengan lancar. Peserta didik juga sudah berani mengungkapkan pendapat dan pertanyaan sehingga diskusi dapat berjalan dengan baik. Dalam kegiatan pembelajaran pada siklus II, peserta didik mempraktikkan pembelajaran dengan pendekatan inquiry pada materi pokok tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana yang meliputi tata nama senyawa organik, tata nama Asam dan Basa. Materi ini merupakan kelanjutan dari materi pembelajran pada siklus I. Kegiatan

pembelajaran dengan pendekatan inquiry pada siklus II peserta didik mulai aktif mengungkapkan pendapat-pendapatnya dan mau mengembangkan kemampuankemampuan dasar dalam diri mereka. Karena ini adalah kelanjutan dari kegiatan pembelajaran pada siklus I, dalam kegiatan pembelajaran dengan pendekatan inquiry pada siklus II ini bimbingan dan pengarahan yang guru berikan sedikit demi sedikit dikurangi, sesuai dengan perkembangan pengalaman peserta didik. Namun dalam pelaksanaannya sebagian besar perencanaan dibuat oleh guru. Peserta didik tidak merumuskan permasalahan. Petunjuk yang cukup luas tentang bagaimana menyusun dan mencatat data masih diberikan oleh guru. Dalam kegiatan pembelajaran dengan penerapan pendekatan inquiry pada siklus II dengan materi pokok tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana yang meliputi tata nama senyawa organik, tata nama Asam dan Basa berjalan dengan lancar. Hal ini dikarenakan pada proses diskusi dengan pendekatan inquiry dalam satu kelompok peserta didik sudah lebih aktif mengemukakan pendapatnya. Proses tanya jawab antara peserta didik dengan guru dan peserta didik dengan peserta didik lainnya sudah berjalan dengan lancar. Sebagian

peserta didik tidak lagi malu-malu untuk bertanya pada kelompok lain dan mengutarakan hasil diskusinya di depan kelas. Pada pembelajaran siklus II peserta didik sudah dapat mengkondisikan waktu dengan baik, sehingga peserta didik dapat memanfaatkan waktu yang diberikan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran dengan baik. Hasil belajar peserta didik siklus II diperoleh dari tes akhir siklus II. Hasil belajar dari siklus II dapat dilihat pada Tabel 4.4. Tabel 4.5. Hasil Belajar Siklus II N Pencapaian Hasil 1 Jumlah nilai 1865 2 Rata-rata skor 71,73 3 Nilai minimum 60 4 Nilai maksimum 90 5

Jumlah peserta didik tuntas belajar

23

6

Jumlah peserta didik tidak tuntas belajar

3

7

Ketuntasan belajar klasikal

88,46%

Hasil tes akhir peserta didik pada siklus II diperoleh nilai rata-rata 71,73. Peserta didik yang tuntas belajar sebanyak 23 peserta didik dan tidak tuntas belajar sebanyak 3 peserta didik. Sesuai dengan indikator keberhasilan yang diharapkan nilai rata - rata yang diperoleh sudah terpenuhi. Dari Tabel 4.4 menunjukan bahwa rata-rata hasil belajar siklus II mencapai 71,73 menunjukan peningkatan dari siklus I yaitu 62,69. ketuntasan hasil belajar pada siklus II mencapai 88,46% menunjukan peningkatan sebesar 26,93% dari siklus I yaitu 61,53%. Pada tes akhir siklus II telah tercapai ketuntasan belajar klasikal sebesar

88%. Sesuai dengan indikator keberhasilan yang diharapkan nilai rata- rata yang diperoleh sudah terpenuhi. Sedangkan ketuntasan belajar secara klasikal juga sudah terpenuhi. Hasil pengamatan yang dilakukan pada siklus I dan siklus II menunjukkan keberhasilan penerapan pembelajaran dengan pendekatan inquiry. Keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh peserta didik dan guru. Ada beberapa faktor dari dalam peserta didik dan guru yang mempengaruhi proses pembelajaran ini. Yaitu: a. Faktor Guru Faktor guru yang dimaksud yaitu kinerja guru pada saat proses belajar mengajar

menggunakan

pendekatan

inquiry.

Kinerja

guru

selama

pembelajaran berlangsung sangat membantu peserta didik dalam memecahkan permasalahan dalam diskusi. Catatan kekurangan guru pada saat pembelajaran siklus I didiskusikan agar pada siklus II lebih baik dari siklus I dengan menguasai rencana pelaksanaan pembelajaran dengan maksimal. Hasil pelaksanaan pembelajaran pada siklus II menunjukkan

kekurangan yang dilakukan pada siklus I sudah dapat diatasi dengan baik. b. Faktor Peserta Didik Faktor peserta didik dalam pembelajaran yang dimaksud yaitu keberhasilan peserta didik terhadap pembelajaran kimia dengan pendekatan inquiry sehingga membantu peserta didik dalam meningkatkan hasil belajarnya. Hasil pengamatan pada peserta didik siklus I menunjukkan kurangnya kerjasama peserta didik dalam kelompok diskusi. Hal ini mengakibatkan tidak

semua anggota kelompok diskusi yang aktif mengutarakan pendapat dan pertanyaannya. Selain itu banyak peserta didik yang kurang antusias mengikuti pelajaran kimia. Keberhasilan proses pembelajaran pada siklus I yang dilihat dari hasil belajar peserta didik memperoleh persentase 61% sehingga pembelajaran belum berhasil. Hasil diskusi peserta didik pada siklus I direfleksikan pada siklus II. Kekurangan pada siklus I dijadikan masalah untuk perbaikan pada siklus II . Hasil pengamatan diskusi peserta didik pada siklus II menunjukkan peran serta peserta didik dalam kelompoknya lebih aktif, kerjasama peserta didik dalam kelompoknya meningkat sehingga banyak ide-ide yang diungkapkan untuk menyelesaikan permasalahan, hal ini ditunjang dengan baiknya proses tanya jawab yang berlangsung dalam kegiatan pembelajaran, banyak peserta didik yang berani bertanya dan mengungkapkan pendapat pada kelompok presentasi. Hasil presentasi yang dilakukan peserta didik dianalisis dengan baik oleh guru sehingga peserta didik mampu menyimpulkan materi dengan baik dan benar. Keberhasilan proses pembelajaran pada siklus II yang dilihat dari hasil belajar

peserta didik memperoleh prosentase keberhasilan sebesar 88% sehingga hasil belajar peserta didik meningkat dengan nilai yang memuaskan. Setelah melakukan pengamatan terhadap semua tindakan pembelajaran pada siklus II diperoleh hasil refleksi sebagai berikut. 1)Kerjasama peserta didik dalam kelompok sudah baik, sehingga diskusi bisa berjalan sebagaimana mestinya. 2)Tidak ada peserta didik yang ramai sendiri dan sudah banyak peserta didik yang berani berpendapat dan bertanya pada guru. 3)Pengkondisian waktu sudah tertata dengan baik. 4)Hasil belajar peserta didik sudah mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan. Proses pembelajaran pada materi pokok tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana berjalan dengan lancar. Meski materi ini sulit untuk dikaitkan dengan kehidupan sekitar dan harus mendapatkan penjelasan yang jelas dari guru. Guru harus pintar menarik perhatian peserta didik, sehingga peserta didik aktif dalam melaksanakan diskusi dan mau mengungkapkan ketidaktahuannya mengenai materi tersebut. Karena didukung dengan peran aktif peserta didik yang baik sehingga proses pembelajaran berjalan dengan lancar. Meskipun penelitian ini sudah dikatakan

seoptimal mungkin, akan tetapi peneliti menyadari bahwa penelitian ini tidak terlepas dari adanya kesalahan dan kekurangan, hal itu karena keterbatasan -keterbatasan di bawah ini: 1. Keterbatasan Waktu Penelitian yang dilakukan oleh peneliti terpancang oleh waktu, karena waktu yang digunakan sangat terbatas. Dalam penelitian ini masih terdapat kekurangan waktu diskusi kelompok karena peserta didik membutuhkan waktu yang lebih lama, sehingga mengakibatkan pelaksanaan skenario pembelajaran tidak sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. 2. Keterbatasan Kemampuan Penelitian tidak lepas dari teori, oleh karena itu peneliti menyadari sebagai manusia biasa masih mempunyai banyak kekurangan-kekurangan dalam penelitian ini, baik keterbatasan tenaga dan kemampuan berfikir, khususnya pengetahuan ilmiah. Tetapi peneliti sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan penelitian sesuai dengan kemampuan keilmuan serta bimbingan dari dosen pembimbing. 3. Keterbatasan Tempat Penelitian yang penulis lakukan hanya terbatas pada satu tempat, yaitu MAN 1 Pati untuk dijadikan tempat penelitian. Apabila ada hasil penelitian di tempat lain yang berbeda, tetapi kemungkinannya tidak jauh

menyimpang dari hasil penelitian yang penulis lakukan. 4. Keterbatasan dalam Objek Penelitian Dalam penelitian ini penulis hanya meneliti tentang pembelajaran dengan pendekatan inquiry pada materi pokok tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana. Dari berbagai keterbatasan yang penulis paparkan di atas maka dapat dikatakan bahwa inilah kekurangan dari penelitian ini yang penulis lakukan di MAN 1 Pati. Meskipun banyak hambatan dan tantangan yang dihadapi dalam melakukan penelitian ini, penulis bersyukur bahwa penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik. Hal ini dapat dilihat pada meningkatnya hasil belajar peserta didik yang dapat dilihat pada Tabel.4.5. Tabel 4.6 Tabel Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Indikator Ketunta Rata-rata Ketunta san Data 85% 34,61% 58,65 Siklus I 85% 61,53% 62,69 Siklus II 85% 88,46% 71,73

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut. Penerapan pembelajaran dengan pendekatan inquiry dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi pokok tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana di MAN 1 Pati. Keberhasilan penerapan pendekatan pembelajaran melalui pendekatan inquiry sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik di kelas X 1 MAN 1 Pati ditunjukkan dengan adanya perubahan dalam proses pembelajaran yaitu keaktifan pada saat proses pembelajaran, juga ditunjukkan adanya peningkatan nilai skor tes akhir dari masingmasing siklus. Hal ini dapat dilihat dari perolehan nilai hasil belajar yang didapatkan dari tes pada tiap akhir siklus yang mengalami peningkatan. Data awal menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar peseta didik sebelum pembelajaran dengan pendekatan Inquiry adalah 58,65, ketuntasan belajar klasikal sebesar 34,51% dan sebanyak 9 peserta didik yang tuntas belajar. Sedangkan rata-rata hasil belajar pada siklus I adalah 62,69 dan peserta didik yang tuntas belajar sebanyak 16 peserta 60

didik dengan prosentase ketuntasan belajar klasikal sebesar 61,53%. Pembelajaran dengan pendekatan inquiry dapat dikatakan berhasil jika ketuntasan belajar klasikal peserta didik memperoleh persentase > 85 %. Pada siklus I, ketuntasan belajar klasikal peserta didik hanya sebesar 61,53 %, sehingga pembelajaran dengan pendekatan inquiry harus dilanjutkan pada siklus II. Rata-rata hasil belajar pada siklus II adalah 71,73, peserta didik yang tuntas belajar sebanyak 23 dengan prosentase ketuntasan belajar klasikal peserta didik sebesar 88,46 %.

60

B. Saran

Mengingat pentingnya penerapan pembelajaran dengan pendekatan inquiry sebagai pembelajaran yang mengembangkan kemampuan berfikir secara sistematis, logis, dan kritis atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Dengan ini maka peneliti menyarankan beberapa hal yang berhubungan dengan masalah tersebut: 1.Pelaksanaan pembelajaran dengan penerapan pendekatan inquiry agar tetap dilakukan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. 2.Perlu diadakan penelitian lebih lanjut tentang pembelajaran dengan pendekatan inquiry ini agar tidak hanya pada materi pokok tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. C. Penutup

Puji syukur peneliti panjatkan ke-hadirat Allah SWT, yang telah memberikan anugerah berupa rahmat, taufiq dan hidayah-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini. Peneliti menyadari bahwa masih terdapat

kekurangan dalam proses maupun hasilnya, sehingga diharapkan adanya kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua khususnya peneliti. Amin.

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman, Mulyono, Pendidikan bagi Anak Berkesulitan Belajar, Jakarta: Rineka Cipta, 1999 Ali, Mohammad, Strategi Penelitian Pendidikan, Bandung: Angkasa, 1993 , Guru dalam Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2002 Arikunto, Suharsimi, dkk, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Bumi Aksara, 2008 , Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktik), Edisi Revisi, Jakarta: Rineka Cipta, 2006 Arsyad, Azhar, Media Pembelajaran, Jakarta: Rajawali Pers, 2009 Baharuddin dan Esa Nur Wahyuni, Teori Belajar dan Pembelajaran, Yogyakarta: Arruz Media, 2008 Brady, James E, Kimia Universitas Asas & Unsur, Terj. Sukmariah Maun dkk, Jakarta: Binarupa Aksara, 1999 Departemen Agama, Al-Qur'an dan Terjemahnya, Kudus: Mubarokatan Toyyibah, 2006 Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: Rineka Cipta, 1999 Hamalik, Oemar, Proses Belajar Mengajar, Jakarta: Bina

Aksara, 2009 Makmun, Abin Syamsuddin, Psikologi Kependidikan, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002 Morgan, Clifford T. Morgan, Introduction to Psychology, New York: The University Of Wisconsin, 1961 Mulyasa, E., Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005 Muslih, Masnur, Melaksanakan PTK itu Mudah, Jakarta: Bumi Aksara, 2009 Purwanto, Ngalim, Psikologi Pendidikan, Bandung: Remaja Rosda Karya, 1997 Roestijah N.K, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Rineka Cipta, 2001 Sadiman, Arief S., Media Pendidikan, Jakarta: Rajawali Pers, 2007 Semiawan, Conny, dkk, Pendekatan Keterampilan Proses, Jakarta: Gramedia, 1990 Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta: Rineka Cipta, 2003 , Proses Belajar Mengajar dalam System Kredit Semester (SKS), Jakarta: Rineka Cipta, 1991 Sudjana, Metoda Statistik, Bandung: Tarsito, 2005 Sudjana, Nana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2009

, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung: Remaja Rosdakarya, 1991 Sugiyarto, Kristian H., Kimia Anorganik I, Yogyakarta: UNY, edisi revisi, 2004 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, Bandung: Alfabeta, 2008 Sukmadinata, Nana Syaodih, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2003 Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 2005 Trianto, Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik, Jakarta: Prestasi Pustaka, 2007 Usman, M, Basyiruddin, Asnawir, Media Pembelajaran, Jakarta: Ciputat Pers, 2002

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Ummi Hanifah Tempat /Tanggal Lahir : Pati, 20 Oktober 1985 NIM : 063711009 Alamat : Tayu Kulon Rt.05 Rw.02 Kec. Tayu Kab. Pati Agama : Islam Status : Belum Menikah Jenjang Pendidikan Formal

1. Taman Kanak-kanak Masyitoh Kec.Tayu Kab.Pati Lulus Tahun 1991 2. SDN 02 Tayu Wetan Kec.Tayu Kab.Pati Lulus Tahun 1997 3. Madrasah Diniyah Raudlatul Ulum Kec.Trangkil Kab.Pati Lulus Tahun 1998 4. Madrasah Tsanawiyyah Raudlatul Ulum Kec.Trangkil Kab.Pati Lulus Tahun 2001 5. Madrasah Aliyah Raudlatul Ulum Kec.Trangkil Kab.Pati Lulus Tahun 2004 6. Masuk Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang Tahun 2006 Demikian daftar riwayat hidup ini dibuat dengan sebenarnya dan semoga dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Semarang, November Peneliti,

20 2010

Ummi Hanifah 063711009

Lampiran 1

Daftar nama peserta didik No. Nama 1 Achmad Ridwan 2 Afinda Alfian Nisa 3 Aqif Muttaqin 4 Deviana Rachmawati 5 Dwi Budi Jumarno 6 Efrina Fitriyani 7 Galih Bintang Mulia 8 Harni 9 Lin Ardiana 10 Joko Sujatno 11 Kukuh Yogi 12 Mar’atus Sholihah 13 Moh. Alamsyah 14 Moh. Ulin Nuha 15 Nensiana Lestari 16 Nur Halimah 17 Nur Sekha Ulya 18 Putri Novita Sari 19 Rina Wiji Astuti 20 Rudi Setiawan 21 Siti Afifatun Ni’mah 22 Sri Ayu Lestari 23 Tana Bagus Septiawan 24 Yuyun lutfiana 25 Zainal Arif 26 Zainal Mahasin

65

SILABUS Nama Sekolah : SMA Mata Pelajaran : KIMIA Kelas/Semes ter : X/1 Standar Kompetensi : 2. Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri) Alokasi Waktu : 20 jam (untuk UH 4 jam)

66

Kegiatan Kompeten Materi Indikator Pembelajar si dasar Pembelajaran 2.1 ■Menentukan ■Menuliskan ■ Tata Mendeskri senyawa biner nama senyawa (senyawa ion) yang biner psika n nama terbentuk dari tabel ■Menuliskan tata nama senyawa kation (golongan nama senyawa senyawa poliatomik utama) dan anion anorganik ■ Menuliskan serta memberi dan nama senyawa namanya dalam organik organik diskusi kelompok. sederhana sederhana ■Menentukan nama serta

Penilaian ■ Jenis tagihan Tugas individu kuis Ulangan ■ Bentu

Aloka Sumbe si r/ 2 jam ■ Sumbe r Buku kimia Lemba

67

Materi Kompetens i dasar Pembelajar

Kegiatan Pembelajaran kation (golongan utamadan NH4+) dan anion poliatomik serta memberi namanya dalam diskusi kelompok. ■Menyimpulkan aturan pemberian nama senyawa biner dan poliatomik.

Indikator

■Mendiskusikan cara ■ Menyetarakan ■ menyetarakan reaksi reaksi. sederhana Persamaan ■Latihan dengan reaksi menyetarakan diberikan sederhana persamaan reaksi. nama-nama

Aloka Sumbe Penilaian si r/ Tes tertulis

4 jam

65 Lampiran 3

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS I

Mata Pelajaran

: KIMIA

: X/1 Materi Pokok : Tata Nama Senyawa Organik dan Anorganik Sederhana Alokasi Waktu : 5 x 45 Menit Kelas/Semester

A. Standar Kompetensi

Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri)

B.

Kompetensi Dasar

Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya

C. Indikator

D.

E.

1. Menuliskan nama senyawa biner 2. Menuliskan nama senyawa poliatomik 3. Dapat membedakan antara penulisan senyawa biner dan senyawa poliatomik Tujuan Pelajaran Peserta didik dapat mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana Materi Pembelajaran

Tata nama senyawa F.

Metode Pembelajaran

Diskusi, Informasi, Tanya jawab

66 G. Strategi Pembelajaran

No 1 1

Pertemuan Ke-1

a.

Kegiatan Awal:

Proses Pembelajaran

Waktu

2

3

1) Salam, Mengabsen peserta didik

10 menit

67

2)Membangun semangat peserta didik 3)Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 2

3 1 b.

Kegiatan Inti: 1) Guru menjelaskan tentang sub materi yang akan disampaikan antara lain: menuliskan nama senyawa biner, senyawa poliatomik, dan senyawa organik sederhana

10 menit

2) Guru membagi kelompok diskusi 3) Guru membimbing peserta didik untuk diskusi 4) Peserta didik diberi kesempatan untuk belajar sendiri sesuai dengan potensinya 5) Peserta didik dibimbing untuk mengembangkan kemampuan berfikir secara sistematis, logis, dan kritis atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental

45 menit

6) Peserta didik menyampaikan tentang hasil dari 7) Guru mengapresiasi pendapat peserta didik dan mengevaluasi Kegiatan Akhir:

1)Tanya jawab 2)Penugasan untuk minggu depan 3)Penutup

15 menit

c. 10 menit 2

Pertemuan ke-2

a.

Kegiatan Awal:

1)Salam, mengabsen peserta didik 2)Menanyakan tentang materi yang sudah diajarkan

5 menit

minggu yang lalu Kegiatan Inti: b.

1)Guru meminta peserta didik untuk menyampaikan hasil diskusi minggu yang lalu 2)Peserta didik diberi kesempatan untuk mengevaluasi hasil diskusi kelompok lain

35 menit

68

3) Guru memberikan pekerjaan rumah pada peserta didik 4) Evaluasi

1 2 3 c Kegiatan Akhir: 1)Guru menyampaikan bahwa minggu depan akan diadakan tes 5 menit evaluasi 3

Pertemuan ke-3

a Kegiatan Awal: 1)Salam, mengabsen 2) Guru mengkondisikan kelas Kegiatan Inti: 1)Guru meminta peserta didik b mengumpulkan pekerjaan rumah minggu lalu . 2) Guru membagi soal evaluasi peserta didik 3) Guru mengawasi peserta didik mengerjakan soal evaluasi Kegiatan Akhir: 1)Guru meminta pekerjaan peserta c .

10 menit

5 menit 5 menit 60 menit 15 menit

H. Alat/ Sumber Belajar

Buku kimia kelas X, LKS I. Penilaian

1)Teknik = Penugasan individu 2) Bentuk Instrumen = Tes 3) Instrumen = Terlampir Pati, 5 Oktober 2010

69

Prakt ikan

Guru Mata Pelajaran Kimia

Herlina Susilowati, S.Pd Ummi Hanifah NIP: 19630927 199103 2 004 NIM: 063711009 Lampiran 4

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS II

Mata Pelajaran

: KIMIA

: X/1 Materi Pokok : Tata Nama Senyawa Organik dan Anorganik Sederhana Alokasi Waktu : 5 x 45 Menit Kelas/Semester

A. Standar Kompetensi

Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri)

B.

Kompetensi Dasar

Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya

C. Indikator

1) Menuliskan nama senyawa organik sederhana 2) Menuliskan tata nama senyawa asam

70

3) Menuliskan tata nama senyawa basa Peserta didik dapat mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana

D. Tujuan Pelajaran

E.

Materi Pembelajaran

Tata nama senyawa

71 F. Metoda Pembelajaran

Diskusi, Informasi, Tanya jawab G. Strategi Pembelajaran No

1 1

Proses Pembelajaran

Waktu

2

3

Pertemuan Ke-1

a. Kegiatan Awal: 1)Salam, Mengabsen peserta didik 10 menit 2) Membangun semangat peserta didik 3) Guru menyampaikan tujuan 1 3 b. Kegiatan Inti: 1)Guru menjelaskan tentang sub 5 menit materi yang akan disampaikan antara lain: menuliskan senyawa organik sederhana, tata nama senyawa asam dan basa 2)Guru membagi kelompok diskusi 3) Guru membimbing peserta didik untuk diskusi 4) Peserta didik diberi kesempatan 45 menit untuk belajar sendiri sesuai dengan potensinya 5) Peserta didik dibimbing untuk mengembangkan kemampuan berfikir secara sistematis, logis, 1)Tanya jawab 2) Penugasan untuk minggu depan 3) Penutup 20 menit 10 menit 2

Pertemuan ke-2

a. Kegiatan Awal: 1) Salam, mengabsen siswa

72

2) Menanyakan tentang materi 5 menit yang sudah diajarkan minggu yang lalu Keg1i)aGtaunruInm tie:minta siwa untuk menyampaikan materi diskusi minggu yang lalu b. 2) Guru memberikan pekerjaan rumah pada siswa 35 menit 3) Evaluasi 1)Guru menyampaikan bahwa minggu depan akan diadakan tes evaluasi 2) Penutup c.

5 menit

1 3

2

3

Pertemuan ke-3

a. Kegiatan Awal: 10 menit 1)Salam, mengabsen 2)Guru mengkondisikan kelas Kegiatan Inti: meminta peserta didik b. 1)Guru mengumpulkan pekerjaan rumah minggu lalu 5 menit 2) Guru membagi soal evaluasi peserta didik 3) Guru mengawasi peserta didik mengerjakan soal evaluasi 5 menit Kegiatan Akhir: 60 menit 1)Guru meminta pekerjaan siswa 2) Menyampaikan materi minggu c. 15 menit H Alat/ Sumber Belajar

Buku kimia kelas X, LKS I. Penilaian

1)Teknik = Penugasan individu 2) Bentuk Instrumen = Tes

73

3) Instrumen = Terlampir

Guru Mata Pelajaran Kimia

Herlina NIP: 19630927

Pati, 5 Oktober

Ummi NIM:06371100

65 Lampiran 5

Mata : Kimia pelajaran : Tata nama Materi pokok Kelas/seme senyawa sterS:taXn/d1 Ko:m2pxe 45Km elenitM(1at Alokasi x pertemuan) : a t r ten siraian as/ wak u Jenis U eri eskompe se/me Tata 2. 2.1dasar X hukumMendes 1ster nama tensi senya dasar kan tata wa dan nama dalam organik perhitun anorgan kimia sederha (stoikio serta persam aan

KISI-KISI SOAL SIKLUS I

Indik

Jen

So

ator

ja

al

Cn 1. menulis 2 g kan senyawa C 2 C 3 C 1

1 .2 . .

Jelaskan tentang pengertian senyawa biner, serta berikan 3 contohnya! Jelaskan tata cara penamaan senyawa biner yang terbentuk dari Lengkapilah tabel berikut ini: Rumus Nama Jumlah NaCl Natrium SO

4 Tentukan r

6 atom (1 Fosfor(v) atom P dan 5 wa dari

umus senya . nama-nama berikut ini: a. Tembaga(I) klorida b. Kalium hidrida c. Dinitrogen oksida

2. Menuli skan nama senyaw a

C 2

5. Jelasdk.aBnepleernagnegrttirainoktseindtang senyawa poliatomik, serta berikan 3 contohnya!

66

poliatomi k C1

6. Tuliskan nama dari senyawa berikut ini: a. K SO b. Na PO c. KCN d. CN 7. Identifikasi, senyawa apa yang terbentuk ion-ion berikut ini: a. Na +dari dan Cl 8. Jel antara penulisan 2

4

3

C4

4

-

-

3. Siswa C5 dapat membeda C3 kan antara penulisan C3 senyawa

askan perbedaan rumus senyawa biner dan senyawa poliatomik! 9. Berikan lambang unsur atau rumus molekul materi berikut: emas, perak, air, natrium fosfat, oksigen dan garam dapur!

67

Lampiran 6 KISI-KISI SOAL SIKLUS II

Kimia Mata Tata nama senyawa pelajaran Materi 2 x 45 menit (1 x pertemuan) pokok Kelas/seme Alokasi waktu Jen isKomp Kel Mat Indik Standatr tes kompete dasar as/ eri ator 1 2 2. 2.1 nama menulis hukum- Mendes 1seme senya kan dan nama a penerapa senyawa organik perhitung anorgan na kimia sederha (stoikiom serta persama an a

Jen So ja al n sederhana serta rumus senyawanya! 1 2. Tuliskan rumus senyawa dari alkana, C 3. Lengkapilah tabel b erikut ini: Jumlah Rumus Nama 1 CH C Butena 3 CH Heptuna C 4. Identifikasi apakah rumus alkuna: Rumus CH H C H C H

7 12

Senyawa

Nama

68

69

C 2

2. Menulis kan tata nama asam dan basa

5 Berikan rumus senyawa dari . nama-nama senyawa berikut: Nama Rumus Propuna Butuna Pentuna apekasnunanama kimia dari senyawaC 6 TetH yaew sen H ptauansaam poliatomik berikut: 2 . a. HNO b. H CO c. H SO 7 d. H SO C . Berikan rumus senyawa dan nama senyawa berdasarkan unsur-u nsur 5 unsu ut: unsu Rumus Nama berik Na OH Ca (OH) Al (OH) K OH 3

2

4

3

2

3

2

4

senyawa berikut berdasarkan sifat asam dan basanya: Rumus Asam Basa HCl Ba(OH) HClO NH OH

70

9. Tuliskan rumus senyawa dari C nama-nama berikut ini: a. Asam sulfat 1 b. Magnesium hidroksida d. Asam nitrit C Rumus Nama 3 Asam/Basa H PO Asam klorit Mg(O Asam 10. Lengkapilah tabel di bawah ini:

71

Lampiran 7 INSTRUMEN TES KETUNTASAN BELAJAR SIKLUS I Jawablah dengan benar soal di bawah ini!

11. Jelaskan tentang pengertian senyawa biner, serta berikan 3 contohnya! 12. Jelaskan tata cara penamaan senyawa biner yang terbentuk dari unsur logam dan nonlogam! Lengkapi berikut ini: Rumus Nama Jumlah atom NaCl Natrium SO Fosfor(v) 6 atom (1 atom P dan 14. Tentukan rumus senyawa dari nama-nama berikut ini: a. Tembaga(I) klorida b. Kalium hidrida c. Dinitrogen oksida d. Belerang trioksida 15. Jelaskan pengertian tentang senyawa poliatomik, serta berikan 3 contohnya! 16. Tuliskan nama dari senyawa berikut ini:

72

a. K SO b. Na PO c. KCN d. CN 17. Identifikasi, senyawa apa yang terbentuk dari ionion berikut ini: 2

4

3

4

-

71

a. Na+2+dan Cl" b. Mg3+ dan Br"2 c. Al dan SO43 " d. H+ dan PO4 " 18. Jelaskan perbedaan antara penulisan rumus senyawa biner dan senyawa poliatomik! 19. Berikan lambang unsur atau rumus molekul materi berikut: emas, perak, air, natrium fosfat, oksigen dan garam dapur! 20. Berikan nama untuk senyawa berikut: HClO, HClO2, HClO3, HClO4 Lampiran 8 INSTRUMEN TES KETUNTASAN BELAJAR SIKLUS II Jawablah dengan benar soal di bawah ini!

11. Sebutkan senyawa organik alkana sederhana serta rumus senyawanya! 12. Tuliskan rumus senyawa dari alkana, alkena, dan alkuna! Ru mus Seny aw a

Nama Senyaw a

13. Lengkapilah tabel berikut ini: Jumlah Rumus Nama CH Butena CH Heptuna 14. Identifikasi apakah rumus senyawa berikut termasuk senyawa organik alkana, alkena, alkuna: Senyawa Organik

Ru mus Seny aw a

Na ma S eny aw a

72

CH C C HH 5 10 C C HH 7 12 15. Berikan rumus senyawa dari nama-nama senyawa berikut Nama Rumus Propuna Butuna Pentuna Heksuna Heptuna 16. Tetapkan nama kimia dari senyawa-senyawa asam poliatomik berikut: a. HNO3 b. H2CO3 c. H2SO3 d. H SO 2

4

17. Berikan rumus senyawa dan nama senyawa berdasarkan unsur73 unsur berikut: unsu unsu Rumus Nama Na OH Ca (OH) Al (OH) K OH 18. Klasifikasikan senyawaat asam dan basanya: senyawa berikut berdasarkan si Rumus Asam Basa HCl Ba(OH) HClO 19. Tuliskan rumus senyawa dari NH OH nama-nama berikut ini: e. Asam sulfat f. Magnesium hidroksida g. Litium hidroksida h. Asam nitrit 20. Lengkapilah tabel di bawah ini: Rumus Nama H PO Asam klorit MgOH Asam

Asam/Basa

74 Lampiran 9

Jawaban soal siklus I 1. Senyawa biner adalah senyawa yang terdiri dari dua jenis unsur. Contoh: NaO, BaO,HCl 2. Tata cara penamaan senyawa biner yang terbentuk dari unsur logam dan nonlogam (biner ionik) adalah a. senyawa yang unsur logamnya memiliki satu bilangan oksidasi (yaitu atom unsur golongan IA, IIA, IIIA) nama logam ditulis terlebih dahulu diikuti dengan nama nonlogam dan diberi akhiran ida. b. Senyawa yang unsur logamnya mamiliki bilangan oksidasi lebih dari satu, muatan logamnya dituliskan menggunakan angka romawi dalam tanda kurung Lengkapil berikut ini: Rumus Nama senyawa Jumlah atom NaCl Natrium 2 atom (1 atom Na Na S Natrium sulfida 3 atom (2 atom Na SO Belerang(VI) 4 atom (1 atom S dan PCl Fosfor(v) 6 atom (1 atom P 5 4. Rumus senyawa dari : a. Tembaga(I) klorida : CuCl b. Kalium hidrida : KH c. Dinitrogen oksida : N O d. Belerang trioksida : SO3 5. Senyawa poliatomik adalah senyawa yang disusun oleh lebih dari dua unsur yang berbeda. Yang pada umumnya anion senyawanya terdiri dari dua jenis unsur yang berbeda. Contoh : K2SO4, K2SO3, Na3PO4 2

75

6. Nama dari senyawa berikut ini: a. K SO : Kalium sulfat 2

4

76

b. Na3 : Natrium phospat : PO4 c. KC Kalium sianida : N d. CN- Sianida 7. Senyawa yang a.Natrium : b.Magnesium : c.Aluminium d.Asam Phospat : 8. Perbedaan antara penulisan rumus senyawa biner dan senyawa poliatomik Senyawa Biner Senyawa Poliatomik earpdaitri terdirrii dadruiaL e b niusmunysuar Padaih dari dua ujem logam dan nonlogam anionnya terdiri dari 2 Diberi akhiran

Yang memiliki bilok Yang memiliki bilok kecil

77

Perak : Ag Air H O Natrium fosfat Oksig : O Gara r : 10. Asam HClO Asam HClO Asam HClO Asam

78

Lampiran 10

Jawaban soal siklus II 1. Senyawa organik alkana Rumus Nama Rumus Nama CH Metana CH Heksana C HM C2H Etana 7 16 Heptana C H C H Propana 8 18 Oktana C H C H 4 10 Butana 9 20 Nonana C H 5 12 Pentana C10H22 Dekana 2. Rumus senyawa: > Alkana : CnH2n+2 > Alkena : CnH2n > Alkuna : CnH2n-2 3. Tabel: Jumlah Rumus Nama 2 CH Etuna 4 CH Butena 6 C H Heksena C H 7 7 12 Heptuna

79

4. Mengidentifikasi: Rumus Senyawa CH Alkana C H Alkuna C H 5 10 Alkena C H Alkana C H 7 12 Alkuna

Nama Propana Butuna Pentena Heksana Heptuna

80

5. Menentukan rumus senyawa dari: Nama Rumus Propuna CH Butuna CH Pentuna CH Heksuna CCHH Heptuna 7 12 6. Nama > HNO : Asam >H2C : Asam >H2S : Asam >H2S : Asam 7. Rumus senyawa dan nama senyawa dari: unsu unsu Rumus Nama senyawa Na OH NaOH Natrium Ca (OH) Ca(OH) Kalsium Al (OH) Al(OH) Aluminium K OH KOH Kalium

81

8. Klasifikasi berdasarkan asam dan basa: Rumus Asam Basa HCl v Ba(OH) v HClO v NH OH v

82

9. Menentukan rumus senyawa dari: > Asam sulfat : H2SO4 > Magnesium hidroksida : Mg(OH)2 > Litium hidroksida : LiOH > Asam nitrit : HNO3 10. Tabel: Rumus Nama Senyawa Asam/Basa H PO Asam pospat Asam HClO Asam klorit Asam Mg(O Magnesium Basa HBr Asam bromida Asam Lampiran 11 Daftar nilai hasil ulangan siklus I

83

N Nama Nilai 1 Achmad Ridwan 80 2 Afinda Alfian 65 3 Aqif Muttaqin 60 4 Deviana 70 5 Dwi Budi 65 6 Efrina Fitriyani 65 7 Galih Bintang 55 8 Harni 65 9 Lin Ardiana 60 10 Joko Sujatno 50 11 Kukuh Yogi 65 12 Mar'atus Sholihah 65 13 Moh. Alamsyah 50 14 Moh. Ulin Nuha 70 15 Nensiana Lestari 65 16 Nur Halimah 55 17 Nur Sekha Ulya 65 18 Putri Novita Sari 70 19 Rina Wiji Astuti 60 20 Rudi Setiawan 65 21 Siti Afifatun 60 22 Sri Ayu Lestari 60 23 Tana Bagus 65 24 Yuyun lutfiana 65 25 Zainal Arif 50 26 Zainal Mahasin 65 Lampiran 12 Daftar nilai hasil ulangan

84

siklus II N Nama 1 Achmad Ridwan 2 Afinda Alfian 3 Aqif Muttaqin 4 Deviana 5 Dwi Budi 6 Efrina Fitriyani 7 Galih Bintang 8 Harni 9 Lin Ardiana 10 Joko Sujatno 11 Kukuh Yogi 12 Mar'atus Sholihah 13 Moh. Alamsyah 14 Moh. Ulin Nuha 15 Nensiana Lestari 16 Nur Halimah 17 Nur Sekha Ulya 18 Putri Novita Sari 19 Rina Wiji Astuti 20 Rudi Setiawan 21 Siti Afifatun 22 Sri Ayu Lestari 23 Tana Bagus 24 Yuyun lutfiana 25 Zainal Arif 26 Zainal Mahasin

Nilai 90 75 65 75 70 65 75 85 60 80 75 75 65 80 75 80 85 75 60 65 65 70 65 60 65 65

85 Lampiran 13

No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

Nama Achmad Ridwan Afinda Alfian Aqif Muttaqin Deviana Dwi Budi Efrina Fitriyani Galih Bintang Harni Lin Ardiana Joko Sujatno Kukuh Yogi Mar'atus Moh. Alamsyah Moh. Ulin Nuha Nensiana Lestari Nur Halimah Nur Sekha Ulya Putri Novita Sari Rina Wiji Astuti Rudi Setiawan Siti Afifatun Sri Ayu Lestari Tana Bagus Yuyun lutfiana Zainal Arif Zainal Mahasin

Daftar Ketuntasan Belajar Peserta Didik Siklus I Nilai Ketuntasa 80 Tuntas 65 Tuntas 60 Belum 70 Tuntas 65 Tuntas 65 Tuntas 55 Belum 65 Tuntas 60 Belum 50 Belum 65 Tuntas 65 Tuntas 50 Belum 70 Tuntas 65 Tuntas 55 Belum 65 Tuntas 70 Tuntas 60 Tuntas 65 Tuntas 60 Belum 60 Belum 65 Tuntas 65 Tuntas 50 Belum 65 Tuntas

86 Lampiran 14

No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

Nama Achmad Ridwan Afinda Alfian Aqif Muttaqin Deviana Dwi Budi Efrina Fitriyani Galih Bintang Harni Lin Ardiana Joko Sujatno Kukuh Yogi Mar'atus Moh. Alamsyah Moh. Ulin Nuha Nensiana Lestari Nur Halimah Nur Sekha Ulya Putri Novita Sari Rina Wiji Astuti Rudi Setiawan Siti Afifatun Sri Ayu Lestari Tana Bagus Yuyun lutfiana Zainal Arif Zainal Mahasin

Daftar Ketuntasan Belajar Peserta Didik Siklus II Nilai Ketuntas 90 Tuntas 75 Tuntas 65 Tuntas 75 Tuntas 70 Tuntas 65 Tuntas 75 Tuntas 85 Tuntas 60 Belum 80 Tuntas 75 Tuntas 75 Tuntas 65 Tuntas 80 Tuntas 75 Tuntas 80 Tuntas 85 Tuntas 75 Tuntas 60 Tuntas 65 Tuntas 65 Tuntas 70 Tuntas 65 Tuntas 60 Tuntas 65 Tuntas 65 Tuntas

87 Lampiran 15

Kelompok 1

Achmad Ridwan Sanusi Harni Nensiana Lestari Sri Ayu Lestari Kelompok 3

Aqif Muttaqin Joko Sujatno Nur Sekha Ulya Yuyun lutfiana

Daftar Kelompok Diskusi Kelompok 2 Afinda Alfian Nisa Lin Ardiana Nur Halimah Tana Bagus Septiawan Kelompok 4

Deviana Rachmawati Kukuh Yogi Hermawan Putri Novita Sari Zainal Arif

Kelompok 5

Dwi Budi Jumarno Mar'atus Sholihah Rina Wiji Astuti Zainal Mahasin Kelompok 7

Galih Bintang Mulia Moh. Ulin Nuha Siti Afifatun

Kelompok 6

Efrina Fitriyani Moh. Alamsyah Rudi Setiawan

65 Lampiran 16

Daftar nilai peserta didik pra siklus N Nama Nilai 1 Achmad Ridwan 70 2 Afinda Alfian 65 3 Aqif Muttaqin 50 4 Deviana 65 5 Dwi Budi 65 6 Efrina Fitriyani 60 7 Galih Bintang 65 8 Harni 65 9 Lin Ardiana 60 10 Joko Sujatno 45 11 Kukuh Yogi 40 12 Mar'atus 60 13 Moh. Alamsyah 60 14 Moh. Ulin Nuha 65 15 Nensiana Lestari 60 16 Nur Halimah 50 17 Nur Sekha Ulya 55 18 Putri Novita Sari 65 19 Rina Wiji Astuti 60 20 Rudi Setiawan 55 21 Siti Afifatun 60 22 Sri Ayu Lestari 55 23 Tana Bagus 65 24 Yuyun lutfiana 60 25 Zainal Arif 45 26 Zainal Mahasin 60 Jumlah 1525 Rata-rata 58,65

66 Lampiran 17

Lembar Kerja Siswa Pada Pembelajaran Siklus I Diskusikan Nama-nama Pada Ion dan Senyawa Berikut Ini!

67

Ion Poliatom Contoh Senyawa Rumus Nama Ion Rumus Nama NH2+ NH4Cl NO2NaNO2 NO3NaNO3 SO4Na SO Na2CO3 CO32PO43Na PO CH3CO NaCH3CO C O 2CaC O K2Cr2O7 Cr2O72SO32K2SO3 2

4

2

4

3

4

2

4

68 Lampiran 17

Kunci Jawaban Pada Pembelajaran Siklus I Ion Poliatom

Contoh Senyawa

Rumus Nama Ion NH2+ Amonium NO2Nitrit NO3Nitrat SO4Sulfat CO32- Karbonat PO43Fosfat CH3CO Asetat C2O42- Oksalat Cr2O72- Dikromat SO32Sulfit

Rumus Nama Amonium NH4Cl Natrium NaNO2 Natrium NaNO3 Natrium Na SO Na2CO3 Natrium Natrium Na PO NaCH3CO Natrium Kalsium CaC O K2Cr2O7 Kalium K2SO3 Kalium 2

4

3

4

2

4

69 Lampiran 18

Lembar Kerja Siswa Pada Pembelajaran Siklus II Berikan Nama-nama Pada Senyawa Berikut Ini! 1. CH3COOH ^ H++ CH3COO- = Sisa Asam 2. H2SO4^ 2H- + SO42- = Sisa Asam Sulfat 3. H3PO4^ 3H++ PO43- = Fosfat 4. NaNO3 ^ ion Na+dan NO3= 5. CaCl2 ^ ion Ca2+dan Cl= 6. (NH4)2SO4^ NH4+ dan SO4 = 7. CuOH = 8. Ba(OH) = 9. KOH = 10. Al(OH)3

Lampiran 19

70

Kunci Jawaban Pada Kegiatan Pembelajaran Siklus II 1. CH3COOH ^ H++ CH3COO= Asam Asetat Sisa Asam 2. H2SO4^ 2H- + SO42- = Asam Sulfat Sisa Asam Sulfat 3. H3PO4^ 3H++ PO43-= Asam Fosfat Fosfat 4. NaNO3 ^ ion Na+dan NO3= Natrium Nitrat 5. CaCl2 ^ ion Ca2+dan Cl- = Kalsium Klorida 6. (NH4)2SO4 ^ NH4+ dan SO4 = Amonium Sulfat 7. = Tembaga(I) 8. = Barium Hidroksida 9. = Kalium Hidroksida 10. = Aluminium

71

Kisi-kisi Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Nomor Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 Menjawab Benar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Menjawab Sebagian 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 dan Menjawab Sebagian Kurang 2 2. 2. 2. 2. 2. 2. 2. 2. 2. Lengkap . 5 5 5 5 5 5 55 5 Tidak Menjawab 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Related Documents

Referensi
June 2020 20
Referensi
May 2020 17
Referensi Ciawi.pdf
April 2020 12
Referensi Kesehatan
May 2020 17
Referensi Baru.docx
December 2019 28

More Documents from "MuhammadFadelAsyhar"

Lkpd Hidrokarbon.docx
December 2019 31
Referensi Ptk.docx
October 2019 36
Evaluasi Kak Nilam.docx
December 2019 11
Lkpd Titi.docx
April 2020 25