Ppt Ringkasan Jurnal Akt Keprilakuan.pptx

  • Uploaded by: Septian Ardhi
  • 0
  • 0
  • December 2019
  • PDF

This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA


Overview

Download & View Ppt Ringkasan Jurnal Akt Keprilakuan.pptx as PDF for free.

More details

  • Words: 465
  • Pages: 9
BAGAIMANA PERSEPSI INVESTOR MENDORONG PERDAGANGAN AKTUAL DAN PERILAKU PENGAMBILAN RISIKO

Kelompok 9 Disusun oleh : 1.Muhammad Hadid Khan 2. Septian Ardhi Kuncoro 3. M. Ardian Akmal 4. Muhammad Farid 5. Ulfa Atika JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SEMARANG 2018

(B.211.15.0144) (B.211.15.0145) (B.211.15.0149) (B.211.15.0151) (B.211.15.0167)

LATAR BELAKANG Persepsi investor mengenai risiko dan pengembalian karakteristik saham tertentu atau pasar saham umumnya diasumsikan sebagai pendorong utama pengambilan keputusan mereka (McInish dan Srivastava,

1984). Dengan menggunakan eksperimen pilihan dan survei investor, penemuan terbaru dalam keuangan perilaku menunjukkan bagaimana persepsi investor tersebut mampu menjelaskan sikap pasar saham individu, pilihan hipotetis investasi, kemauan yang dilaporkan sendiri untuk berinvestasi di pasar saham, atau laporan tersendiri.

TUJUAN PENELITIAN

Tujuan utama dari penelitian ini menyatakan bahwapersepsi investor diasumsikan sebagai pendorong utama dalam pengambilan keputusan risiko.

TEORI a. Persepsi dan Perdagangan Pola perdagangan, serta tanggapan investor mencerminkan pengambilan keputusan dan pendapat

investor sendiri & bukan dari konsultan investasi.

b. Persepsi dan Pengambilan risiko Lebih banyak investor yang toleran terhadap risiko

memiliki eksposur yang lebih besar terhadap pasar saham, sementara investor yang memiliki risiko lebih tinggi dapat menurunkan eksposur ke pasar saham.

c.

Persepsi investor Persepsi investor mengenai risiko dan pengembalian karakteristik saham tertentu atau pasar saham umumnya diasumsikan sebagai pendorong utama pengambilan keputusan pedagang/makelar (McInish

METODE PENELITIAN

Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan pedagang/makelar yang tersedia bagi investor yang menyelesaikan setidaknya satu survei selama periode sampel. Sampel dalam penelitian ini adalah 1.510 klien pedagang/makelar yang memperoleh potongan harga terbesar di Belanda dan

mencocokkan peninjauan data bulanan yang diperoleh dari klien ini dari bulan april 2008 s/d maret 2009.

Penelitian ini didasarkan pada analisis penelitian sebelumnya pada data yang pertama kali digunakan oleh Hoff-mann, Post, dan Pennings (2013).

METODE PENGUMPULAN DATA

Pada setiap akhir bulan april 2008 dan maret 2009, Peneliti melakukan survei online pada panel klien pedagang/makelar. Untuk mengembangkan panel, peneliti mengirim 20.000 email kepada

klien yang dipilih secara acak pada bulan maret 2008.

HASIL

Pada bagian ini, peneliti memeriksa bagaimana tingkat dan perubahan dalam persepsi investor mendorong perilaku perdagangan yang sebenarnya (keputusan untuk berdagang atau tidak, perkiraan harga, rata-rata penjualan, & perdagangan derivatif) dan perilaku pengambilan risiko, (risiko portofolio, jual-beli rasio, dan menentukan permintaan pembeli).

Peneliti menggunakan regresi panel di mana persepsi investor dimasukkan sebagai variabel penjelas dan perubahan (peninjauan) dari bulan tersebut untuk menyimpulkan bagaimana persepsi pada awal bulan yang memengaruhi perilaku.

KESIMPULAN Berdasarkan hasil regresi, Peneliti mengkonsepkan bagaimana persepsi investor

dapat mempengaruhi perdagangan serta pengambilan keputusan risiko, sehingga hasil utama penelitian ini adalah usia, jenis kelamin, atau nilai portofolio investor. Penelitian ini menemukan bahwa investor dengan tingkat yang lebih tinggi dari

ekspektasi dalam pengembalian lebih cenderung berdagang, memiliki perubahan yang lebih tinggi, hasil penjualan

memiliki jumlah yang lebih besar setiap

transaksinya, dan menggunakan rasio derivatif. Selain itu, investor dengan tingkat peninjauan kembali yang lebih tinggi dalam toleransi risiko, lebih mungkin terjadi.

Related Documents


More Documents from "Fahmil Agung"