Tugas.docx

  • Uploaded by: Rafi Detektif
  • 0
  • 0
  • May 2020
  • PDF

This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA


Overview

Download & View Tugas.docx as PDF for free.

More details

  • Words: 687
  • Pages: 3
TUGAS PENGANTAR TEKNIK ELEKTRO

DISUSUN OLEH: RAFI AUFA AHMAD NRP: 07111840000053

KELAS E DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER 2018

Indonesia Segera Terapkan Jaringan 5G Jaringan 4G di Indonesia memang makin merata dan meluas hingga ke daerah, meskipun kualitasnya masih jauh dari harapan. Meski masyarakat belum puas dengan kinerja jaringan 4G, ternyata operator di Indonesia sudah mulai mengenalkan teknologi 5G. Teknologi 5G memang bakal memberikan kinerja yang jauh lebih baik dibanding 4G saat ini, seperti dari sisi kecepatan, latensi, dan kapasitas. Intinya, teknologi 5G bisa menampung ledakan pengguna internet yang bakal terjadi di Indonesia, sesuai tren peningkatan pengguna data yang terjadi saat ini. Dengan latensi (jeda) yang sangat rendah dan kecepatan sangat tinggi, penerapan teknologi 5G akan memudahkan kehadiran mobil otonom, atau pembedahan jarak jauh. Dalam ujicoba teknologi 5G oleh Indosat Ooredoo dan Ericsson Rabu lalu (22/11/2018), didapat kecepatan 10 Gbps, artinya ratusan kali lebih cepat dibanding teknologi 4G saat ini. Setidaknya sudah ada 3 operator yang mengujicoba teknologi 5G di Indonesia. Telkomsel dan XL Axiata melakukan ujicoba teknologi 5G pada Agustus lalu. Uji teknologi 5G dilakukan Telkomsel dengan menampilkan mobil otonom atau mobil yang berjalan tanpa sopir dalam ajang Asian Games 2018. Sedangkan XL memamerkan teknologi 5G lewat pengalaman cepatnya internetan untuk meningkatkan pelayanan publik. Yang terbaru adalah uji coba teknologi 5G yang dilakukan Indosat dan Ericsson, yang mampu mencapai kecepatan 10 Gbps. Lalu, bagaimana tahapan penerapan jaringan 5G di Indonesia saat ini? Denny Setiawan, Direktur Penataaan Sumberdaya Kementrian Komunikasi dan Informatika, memaparkan roadmap penerapan 5G di Indonesia dalam acara diskusi panel Road to 5G Technology di Indosat (22/11/2018). Latar belakangnya adalah sesuai perkembangan Revolusi Industri 4.0, maka Indonesia membangun 5 sektor industri yang memiliki daya saing kelas regional (setingkat Asean). Lima sektor industri itu adalah Makanandan Minuman, Tekstil dan Pakaian, Otomotif, Elektronik, dan Kimia. Untuk mendukung perkembangan 5 sektor industri itu, maka jaringan 5G menjadi teknologi favorit yang akan menjadi tumpuan. Hal ini karena sifat jaringan 5G yang mumpuni, latensi rendah (kurang dari 1 milidetik), jaringan yang masif, dan kecepatan data yang sangat tinggi. Menurut Denny, Indonesia adalah negara berkembang dengan pertumbuhan pembelanja online tertinggi. Maka kehadiran jaringan 5G diharapkan bisa mendongkrak potensi Indonesia untuk memunculkan lebih banyak Unicorn (perusahaan teknologi bernilai lebih dari USD 1 miliar). Pasalnya, perusahaan raksasa seperti itu akan menggerakan ekonomi kerakyatan berbasis teknologi informasi. Banyak yang hal yang harus dipertimbangkan oleh pemerintah untuk menggelar jaringan 5G ini, tak semata hanya kesiapan teknologinya saja. Menurut Denny, aturan yang akan dibuat untuk menggelar jaringan 5G meliputi penentuan frekuensi yang dipakai untuk 5G, nilai frekuensi 5G tersebut, kemudahan membangun BTS, dan model bisnis yang efisien.

Tantangan yang dihadapi dalam menggelar 5G nanti adalah sebagai berikut 1. 2. 3. 4.

Operator kesulitan dalam era perang tarif data seperti saat ini 5G tak bisa dipisahkan dari jaringan fiber optik Membangun site BTS baru makin mahal Keharusan Network sharing antar operator untuk efisiensi Maka agar rencana menggelar jaringan 5G di Indonesia ini berjalan lancar, Kominfo akan berdiskusi intensif dengan Operator, Pemda dan Kementrian PUPR terkait dengan infrastruktur untuk 5G. Berikut tahapan penerapan 5G di Indonesia Tahun 2017 - Ujicoba teknologi 5G indoor frekuensi 15Ghz oleh XL - Ujicoba teknologi 5G indoor frekuensi 72Ghz oleh Telkomsel Tahun 2018 - Ujicoba teknologi 5G indoor & outdoor frekuensi 28Ghz oleh Telkomsel di Asian Games XVII - Ujicoba teknologi 5G outdoor frekuensi 28Ghz oleh XL - Ujicoba teknologi 5G indoor frekuensi 28Ghz oleh Indosat Tahun 2019 - Penyusunan dan sosialisasi draft kebijakan 5G Tahun 2020 - 2021 - Finalisasi kebijakan dan regulasi untuk 5G (spektrum, model bisnis, BHP, dll) - Ujicoba 5G dengan device 5G komersial (sudah ada di pasar) - Konsultasi public Tahun 2022 - Lelang frekuensi 5G - Launching layanan broadband berbasis 5G (Mobile dan Fixed Broadband) Jadi jika tak ada halangan, maka teknologi 5G di Indonesia baru bisa dinikmati pada tahun 2022 nanti. Padahal di Amerika, jaringan 5G sudah mulai diresmikan pada 1 Oktober 2018, sedangkan di Swiss baru saja bisa dinikmati pada 8 November 2018 lalu. Seperti hadirnya teknologi 3G dan 4G yang lalu, kita mesti harus bersabar untuk menikmati 5G, meskipun pihak Kominfo bertekad tak mau tertinggal dibanding negara lain di ASEAN.

Sumber: http://bangka.tribunnews.com/2018/11/24/indonesia-segera-terapkan-jaringan5g-ini-tahapan-penerapannya-berselancar-internet-semakin-cepat?page=4

More Documents from "Rafi Detektif"