Bab Vi Al Aqsha 5.docx

  • Uploaded by: titik ardilah
  • 0
  • 0
  • June 2020
  • PDF

This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA


Overview

Download & View Bab Vi Al Aqsha 5.docx as PDF for free.

More details

  • Words: 958
  • Pages: 8
148

BAB VI PENUTUP

6.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil praktek menejemen yang dilaksanakan di RSU Haji surabaya pada tanggal 05 Maret – 17 Maret 2018 . Maka didapat kesimpulan sebagai berikut jumlah tenaga perawat di ruang Al- Aqsha 5 RSU Haji Surabaya sebanding dengan: 1.

Jumlah kebutuhan perawat dengan kebutuhan perawat berdasarkan tingkat ketergantungan Douglas per hari disesuaikan dengan MAKP primer yaitu seorang bertanggung jawab pada sekelompok kecil pasien 4-6 pasien.

2. Sarana dan prasarana sudah tercukupi dengan baik terdapat tempat tidur yang berjumlah 6 bed 6 meja pasien, 6 lemari pasien, dan 3 AC pada kamar kelas 2 yang ada di kamar A ruang Al-Aqsha 5 berjumlah 6 bed. 3. Prioritas masalah “An.V” pada ronde keperawatan adalah gangguan Integritas Kulit. 4. Pelaksanaan MAKP pada pasien kelolaan di ruang Al-Aqsha 5 RSU Haji Surabaya dikamar A menggunakan model Primary Nursing dan sudah dilaksanakan sesuai dengan peran masing-masing:

148

149

1) Timbang terima Tibang terima yang dilakukan oleh mahasiswa meliputi identitas, diagnosa medis, masalah keperawatan, data subyektif dan obyektif, intervensi yang sudah dilakukan dan belum dilakukan, intervensi kolaboratif,dan hal-hal yang perlu diperhatikan dengan menggunakan format timbang terima. 2) Penerimaan pasien baru Penerimaan pasien baru dilakukan oleh mahasiswa selama pelaksanaan MAKP yaitu menyampikan informasi tentang dokter yang menangani, jadwal visite dokter, kepala ruangan dan perawat yang bertanggung jawab untuk merawat, orientasi ruangan : letak ruang keperawatan, ruang konsultasi dokter, depo obat dan kamar mandi , jam bekunjung, persyarat yang menunggu pasien, administrasi ruangan yang perlu diketahui, fasilitas dari rumah sakit yang dapt digunakan oleh klien (tempat tidur,almari, lampu, kipas angin, dan AC bila ada). 3) Discharge Planning Discharge Planning dilakukan pada setiap pasien kelolaan dikamar A sejak pasien masuk sampai dengan saat pasien akan pulang dengan menggunakan leaflet, penyuluhan, format Discharge Planning, surat kontrol dan hasil radiologi yang telah dipersiapkan sebelumnya.

150

4) Supervisi Supervisi dokumentasi yang dilakukan kepala ruangan terhadap perawat primer dan associate dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan proposal. Kepala ruangan, perawat primer dan perawat associate sudah sesuai dengan Job discrition masing-masing. Tetapi ada beberapa kekurangan yaitu kepala ruangan kurang menguasai dokumentasi yang akan disupervisi, dan pelaksanaan supervise secara interpersonal antara kepala ruangan, perawat primer, dan perawat associate belum tampak, tetapi secara keseluruhan pendokumentasian yang dilakukan sudah sesuai dengan standart operasional prosedur. 5) Ronde keperawatan Ronde keperawatan dilaksanakan pada hari Jum’at 16 Maret 2018 pukul 13.00 WIB pada pasien An.”V” dengan diagnosa medis Osteomielitis dengan masalah keperawatan yang belum diatasi adalah gangguan integritas jaringan kulit, resiko jatuh, dan Defisit Nutrisi. Dari hasil ronde keperawatan dapat disimpulkan intervensi untuk mengatasi masalah pasien adalah tetap di perhatikan untuk gizi tetap diberikan dengan kebutuhan kalori perhari, dari segi farmasi tetap dilanjut untuk pemberian terapi meropenem,akan tetapi tetap di jaga untuk keefektifan dari obat meropenem yaitu meropenem yang sudah di oplos dengan NaCl efektifitasnya akan bertahan selama 8 jam pada suhu ruangan dan 18 jam pada suhu kulkas serta berkolaborasi dengan dokter untuk perubahan terapi.

151

6) Pedokumentasian Pendokumentasian pasien dilakukan dengan model Riview Of System (ROS), dengan catatan keperawatan dengan model PIE (Problem, Intervensi dan Evaluasi) 5. Pada evaluasi MAKP : timbang terima, ronde keperawtan, sentralisasi obat,

supervisi

keperawatan,

discharge

planning,

dokumentasi

keperawatan didapatkan bahwasanya setiap pelaksanaan MAKP terdapat hambatan dan keuntungan dari masing-masing MAKP yang dilakukan. Hambatan kelompok kami adalah kurangnya pemahaman tentang penerapan MAKP primery nursing diruang Al-Aqsha 5

RSU Haji

Surabaya. 6.2 Saran Berdasarkan hasil kesimpulan diatas, maka ada beberapa saran dari penulis yakni sebagai berikut : 6.2.1 Teoritik Ruang Al-Aqsha lantai 5 RSU Haji Surabaya telah menerapkan MAKP tim primer yang perlu dikembangkan sampai mencapai pelaksnaan MAKP primer melalui sosialisasi ulang dan evaluasi berkala. 6.2.2 Praktis 1. Bagi pasien diharapkan dapat bekerjasama terhadap penerapan asuhan keperawatan yang diberikan perawat di Al-Aqsha lantai 5 RSU Haji Surabaya.

152

2. Untuk pelaksanaan MAKP bagi perawat 1) Untuk dapat melaksanakan MAKP primer yang murni diperlukan minimal 2 orang perawat primer diruang Al- Aqsha RSU Haji Surabaya berdasarkan teori ketergantungan Douglas dan Gillis diesuaikan dengan MAKP primer yaitu seorang PP memberikan asuhan keperwatan pada 4-6 pasien. 3. Timbang terima Timbang terima yang dilaksanakan diruang Al-Aqsha 5 sudah dilakukan dengan baik. 4. Supervisi Supervisi sudah dilakukan dengan baik, dari Kepala Ruangan ke Perawat Primer, maupun Perawat Primer ke Perawat Asosiate. 5. Discharge Planning Discharge Planning sebaiknya diberikan pada setiap pasien yang dirawat dan didokumentasikan secara sistematis dengan pemanfaatan format resume keperawatan, leaflet yang perlu ditambah variasi dan jumlahnya. 6. Ronde keperawatan 1) Ronde keperawatan sebaiknya dilakukan bila ada pasien yang mengalami banyak masalah keperawatan dan waktu perawatan yang lama. 2) Masalah yang diangkat dalam ronde sebaiknya lebih dari satu masalah agar diskusi yang dilakukan berjalan dengan baik.

153

3) Kenyamanan pasien harus tetap diperhatikan saat melakukan tindakan validasi 7. Dokumentasi Pendokumentasian asuhan keperawatan diruang Al-Aqsha 5 RSU Haji Surabaya sudah terlaksana secara sistematis

154

INOVASI RUANGAN Al- AQSHA LANTAI 5 RSU HAJI SURABAYA 1.

Dalam penyimpanan Infentaris alat di ruang Al-Aqsha disediakan label di tempat untuk masing-masing alat, sehingga dapat dicek kelengkapannya, dan memudahkan untuk penyimpanan.

2.

Dalam proses discharge planning di ruang Al-Aqsha di jalankan program untuk mengirimkan pesan jadwal control pada pasien yang sudah MRS.

3.

Melakukan sosialisasi cuci tangan setiap pagi kepada pasien, diikuti oleh perawat dan keluarga pasien.

155

DAFTAR PUSTAKA

Gillies, 1999. Manajemen keperawatan suatu pendekatan sistem, edisi terjemahan. Alih bahasa Dika sukmana dkk.Jakarta. Nursalam,2002.Manajemen Keperawatan:Aplikasi dalam keperawatan. profesional.Jakarta:Salemba medika. Nursalam,2007.Manajemen Keperawatan:Aplikasi dalam keperawatan profesional.edisi 2. Jakarta:Salemba medika. Nursalam,2011.Manajemen Keperawatan:Aplikasi dalam keperawatan profesional.edisi 3. Jakarta:Salemba medika. Ach. Fiqqi, S. Kep, dkk.2011. desiminasi akhir praktek manejemen keperawatan kelompok 1 di Shofa lantai 4 RSU Haji surabaya. Universitas muhammadiyah surabaya. Nursalam, 2015. Manajemen Keperawatan:Aplikasi dalam keperawatan profesional.edisi 5. Jakarta:Salemba medika. Wagner M C,dkk.2013.Nursing Interventions Clasification.edisi 6.UK.Mocomedia Swanson E, Mass L M, dkk. Nursing Outcomes Classification.edisi 5.UK.Mocomedia. Tim Pokja SDKI DPP PPNI.2017. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia.Jakarta.Dewan Pengurus Pusat PPNI.

155

Related Documents

Bab Vi
May 2020 24
Bab-vi
April 2020 25
Bab Vi
October 2019 33
Bab Vi
May 2020 19
Bab Vi
November 2019 31

More Documents from ""