Bab 3

  • November 2019
  • PDF

This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA


Overview

Download & View Bab 3 as PDF for free.

More details

  • Words: 4,602
  • Pages: 33
BAB III PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI 3.1 Pendahuluan Pada bab ini akan dibahas mengenai perencanaan infrastruktur yang mendukung komunikasi Video Conference, konfigurasi, dan instalasi dari perangkat keras maupun perangkat lunak yang dipergunakan pada jaringan untuk implementasi Video Conference tersebut. Infrastruktur yang mendukung untuk jaringan ini terdiri dari server dan client yang berupa PC, hub/switch, PC camera, headset dan perangkat lunak pendukung. 3.2 Perecanaan Topologi Jaringan Topologi jaringan Video Conference yang akan digunakan berikut ini, terdiri dari 3 client dan 1 server dengan menggunakan topologi star. Oleh karena itu, topologi jaringan yang akan digunakan ini membutuhkan hub/switch sebagai node sentralnya, seperti terlihat pada gambar 3.1 berikut. IP. 192.168.1.2

Client 1

IP. 192.168.1.1

Client 2

Server & MCU

Switch

IP. 192.168.1.3

Client 3 IP. 192.168.1.4 Gambar 3.1 Konfigurasi LAN untuk Video Conference

Pada gambar 3.1 dapat dilihat bahwa jaringan sederhana tersebut terdiri dari sebuah Switch untuk menghubungkan jaringan ke

29

server dan client, serta masing-masing client terhubung dengan pc camera dan headset. 3.3 Perangkat pendukung infrastruktur Perangkat pendukung pada Video Conference ini terdiri dari beberapa perangkat keras yang meliputi headset, PC camera, hub/switch, serta PC sebagai server dan client. 3.3.1 Headset Pada jaringan komunikasi Video Conference diatas, headset memegang peranan yang sangat penting. Headset yang digunakan disini adalah headset yang terdiri dari mic dan speaker untuk komunikasi dua arah. Tidak diperlukan spesifikasi khusus untuk headset agar bisa digunakan dalam komunikasi Video Conference. Pada tugas akhir ini digunakan beberapa headset untuk membandingkan performa yang bisa dihasilkannya. Beberapa headset yang digunakan tersebut diantaranya : Tabel 3.1 Merk Headset

Merk Souyo Clarion Buffallo

Harga Rp. 40,000 Rp. 60,000 Rp. 40,000

Dari ketiga headset tersebut perbedaan kualitas yang dihasilkan tidak jauh berbeda. Karena untuk komunikasi Video Conference tidak diperlukan frekuensi yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, berbeda dengan music yang memerlukan headset yang bisa merespon frekuensi rendah dan frekuensi tinggi untuk membangkitkan semua nada dari banyak alat musik yang dipakai. 3.3.2 Pc Camera Pc camera unit atau yang biasa dikenal dengan Webcam merupakan komponen utama pada jaringan komunikasi Video Conference, tidak perlukan spesifikasi khusus dalam pemakaian pc camera tapi disarankan menggunakan pc camera yang punya resolusi gambar tinggi. Pada saat ujicoba digunakan 2 type Pc Camera dengan type sebagai berikut : Tabel 3.2 Merk Pc Camera

Merk A4TECH

Type PK-635M

Spesifkasi CMOS 640*480 dpi 350K Pixels & Mic 30

Harga Rp. 150,000 2 buah

Bison Cam

BN2-350

CMOS 640*480 dpi Include 350K Pixels Laptop Dari dua type pc camera diatas kualitas gambar yang dihasilkan hampir sama, pada merk A4TECH ada kelebihan Zoom gambar dan include mic tapi pada saat ujicoba mic yang ada tidak diaktifkan hal ini bertujuan mengurangi adanya distorsi suara-suara dalam ruangan, demikian juga mic yang include dalam laptop tidak diaktifkan. 3.3.3 Switch Switch digunakan untuk terminal pengatur yang menghubungkan server dengan antar client, agar bisa melakukan komunikasi antar client ke server maupun client ke client. Switch yang digunakan pada tugas akhir ini yaitu Switch 10/100 Fast Ethernet DLink Model No : DES-1008D dengan 8 port. 3.3.4 Server Server memegang peranan penting dalam jaringan ini, karena pada saat komunikasi Video Conference berlangsung melalui antar client, Server akan bertindak sebagai kontrol untuk koneksi, pada ujicoba ini server yang digunakan adalah PC dengan spesifikasi : Nama : Jenis : Processor : Memory : Motherboard : Operating System : Ethernet card :

Server Desktop AMD Duron, 850 MHz 256 Mhz ECS K7S0M+ Windows Server 2003 Realtek RTL8029(AS) PCI Ethernet

3.3.5 Client Client dalam jaringan ujicoba ini berupa PC dan ditambah perangkat pendukungnya berupa pc camera dan headset, sedangkan spesifikasi yang digunakan pada beberapa PC clientnya adalah dengan spesifikasi sebagai berikut : Nama : Jenis : Processor : Memory : Operating System : Soundcard : Ethernet card :

Client 1 Notebook Intel Pentium M 1,6 Mhz 256 Mhz Windows XP Professional SP2 Intel 82801FBM-ICH6M Realtek RTL8169/8110 Ethernet 31

Nama : Jenis : Processor : Memory : Operating System : Soundcard : Ethernet card :

Client 2 Desktop DualCore Intel Pentium D820, 2800 Mhz 256 Mhz Windows XP Professional SP2 Intel 82801EB1CH5 – AC’97 Realtek RTL8139 PCI Fast Ethernet

Nama : Jenis : Processor : Memory : Operating System : Soundcard : Ethernet card :

Client 3 Desktop AMD Sempron, 1400 MHz 256 Mhz Windows XP Professional SP2 IC Ensemble Envy 24 Marvell Yukon Gigabit Ethernet

3.4 Instalasi infrastruktur Pada bagian ini akan dijelaskan proses yang akan dilakukan pada instalasi perangkat keras dan perangkat lunak pendukung jaringan yang akan digunakan pada implementasi Video Conference. 3.4.1 Instalasi Switch Kabel yang menghubungkan antara Switch unit dengan server dan 3 client adalah kabel jenis Unshield Twiested Pair (UTP), dikenal juga sebagai 10BaseT cocok untuk jaringan kecil, sedang maupun besar, yang membutuhkan fleksibilitas dan kapasitas untuk berkembang sesuai dengan pertumbuhan pemakai jaringan. Pengkabelan Unshield Twisted Pair menggunakan sebuah modul Rregistered Jack (RJ) yang disebut RJ-45, yang perlu dipahami untuk pengkabelan adalah memastikan bahwa menghubungkan kabel dengan warna yang tepat pada pin RJ-45. Terdapat beberapa konsensus yang mengatur urutan pemasangan kabel, yaitu : 568A, 568B atau 258A. Semuanya merupakan konsensus yang menjelaskan, konfigurasi kabel berdasarkan warnanya yang bertujuan untuk memudahkan instalasi maupun perawatan jaringan.

32

Hal pertama yang harus diketahui bahwa 8 kabel diartikan sebagai 4 buah pairs dan setiap pair selalu berwarna dasar yang sama. Tabel 3.3 Pairs pada kabel UTP

Pair 1 2 3 4

Warna Biru Oranye Hijau Coklat

Kabel Biru dan biru/putih Oranye dan oranye/putih Hijau dan hijau/putih Coklat dan coklat/putih

Adanya perbedaan warna pada kabel UTP bukan disebabkan adanya perbedaan kualitas dari tiap-tiap kabelnya, tapi hal ini bertujuan untuk kemudahan dalam identifikasi dalam pemasangannya. Untuk memasang kabel UTP pada sebuah RJ-45, ada beberapa konsensus yang dijadikan standar :  EIA/TIA 568A Seperti terlihat di diagram dan standar ini sesuai dengan standar Nothern Telecom pada ISDN, dengan urutan dari pin 1 - 8 adalah : 1 2 3 4 5 6 7 8 Hijau/putih Hijau Oranye/putih Biru Biru/putih Oranye Coklat/putih Coklat

Gambar 3.2 Standar EIA/TIA 568A9

 EIA/TIA 568B (aka AT&T 258A) 9

Diagram pemasangan kabel TP pada RJ45, http://www.sony-ak.com

33

Sebelum TIA memulai membuat standar 568A untuk terminasi kabel, AT & T mempunyai standar yang juga hampir sama, bernama 258A. Bahkan oleh TIA sendiri standar AT&T ini dimasukkan juga dan disebut 568B. Jadi singkatnya 258A dan 568B adalah sama. Seperti terlihat di diagram berikut ini : 1 2 3 4 5 6 7 8 Oranye/putih Oranye Hijau/putih Biru Biru/putih Hijau Coklat/putih Coklat

Gambar 3.3 Standar EIA/TIA 568B

Pada dasarnya dari kedua standar 568A atau 568B dalam aplikasinya tidak menimbulkan perbedaan dan pemasangan kabel UTP pada RJ45 dibebaskan dalam penggunaan standar mana yang dipakai, antara 568A atau 568B tidak jadi masalah yang penting tidak dipergunakan secara bersama-sama..  Koneksi Crossover dan Straight Through Kabel Straight Through adalah istilah untuk menyebutkan jika sebuah kabel pada kedua ujungnya menggunakan salah satu jenis dari konsensus pemasangan yang ada, bisa 568A saja atau 568B saja. 568A

------------------------------568A ------------

568B

-------------------------------568B -----------

Jenis kabel ini biasanya digunakan untuk menghubungkan terminal dengan hub/switch atau mdi ke mdi-x. Selain itu ada jenis kabel lain yang sering disebut Crossover. Perbedaan dari kabel jenis ini dari Straight adalah penggunaan dua jenis skema pemasangan yang berbeda 34

pada kedua ujung kabel. Jika salah satu ujung menggunakan 568A maka ujung yang lain menggunakan 568B. Kabel ini biasanya digunakan untuk menghubungan antar switch/hub, mdi to mdi, mdi-x to mdi-x. 568A

-------------------------------568B -----------

Saat ini terdapat beberapa grade atau kategori dari kabel twisted-pair. Kategori 5 adalah yang paling reliable dan memiliki kompatibilitas yang tinggi dan yang paling disarankan. Kabel untuk kategori ini berjalan baik pada 10Mbps network dan Fast Ethernet. Berikut ini data sheet UTP Cat 5 : Tabel 3.4 Data Sheet UTP Cat 5

Pin

Signal

1 2 3 4 5 6 7 8

Transmit + Transmit Receive + N/A N/A Receive N/A N/A

EIA/TIA EIA/TIA 568A 568B Putih/hijau Putih/oranye Hijau Oranye Putih/oranye Putih/hijau Biru Biru Putih/biru Putih/biru Oranye Hijau Putih/coklat Putih/coklat Coklat Coklat

Ethernet X X X X -

Pada perencanaan jaringan yang akan digunakan untuk Video conference ini, konfigurasi kabel UTP yang digunakan adalah konfigurasi yang menghubungkan terminal atau Pc client dengan switch/hub yaitu kabel yang pada kedua ujungnya menggunakan salah satu jenis dari konsensus pemasangan yang ada, bisa 568A saja atau 568B saja 3.4.2 Instalasi pada Server Instalasi pada bagian server ini terbagi atas 2 bagian yaitu instalasi hardware dan software. • Instalasi hardware yang dilakukan adalah: 1. Instalasi Ethernet Card Pada bagian ini Pc Server diinstal ethernet card pada slot PCI dengan menggunakan ethernet card jenis Realtek RTL8029(AS) PCI Ethernet. 35

2. Penomoran IP (Internet Protocol) Pada bagian server ini ditentukan IP-nya adalah 192.168.1.1 dengan subnet mask 255.255.255.0 (Kelas C) • Instalasi software yang dilakukan adalah: 1. Instalasi Operating system Operating system yang digunakan adalah Microsoft Windows Server 2003, proses instalasi Windows Server 2003, pada dasarnya sama dengan proses install pada Windows XP professional, Home edition, maupun corporate yaitu dapat dimulai dari CD installer ataupun upgrade dari windows versi sebelumnya ( windows Me, 98 atau 95). Tetapi instalasi windows server 2003 tidak dapat berjalan pada Ms-Dos, sehingga kalau pada PC yang akan diinstal dan belum memiliki system operasi windows, maka instalasi dapat dilakukan dari CD Bootable Windows. 2. Instalasi Multi Control Unit (MCU) Konfigurasi ini bertujuan untuk menjadikan server berfungsi sebagai Multi Control Unit (MCU) berbasis software, dengan langkah-langkah sebagai berikut :  Melakukan konfigurasi dari beberapa file yang di rekomendasikan penggunaanya untuk aplikasi multipoin atau Multi Control Unit dengan menggunakan protokol H.323 dari http://www.openh323.org, ada tiga file yang perlu dikonfigurasikan, yaitu : 1. File Openh323_20030313.zip (2,027 KB) 2. File Openmcu_20030313_win32.zip (194 KB) 3. File Pwlib_20030313_win32.zip (417 KB)  Kemudian melakukan Extract ketiga file diatas dan menghasilkan file berikut : 1. OpenH323.dll (6,33 MB) 2. Openmcu.exe (436 KB) 3. PTLib.dll (665 KB) dan PWLib.dll (421 KB)  Kemudian membuat satu folder bernama PWLib pada directory tempat Operating System berada, pada ujicoba ini folder tersebut diletakkan pada direktori C : C:/ PWLib (folder) Selanjutnya mengcopy semua file yang ada pada file hasil extract yaitu openH323.dll, openmcu.exe, PTLib.dll, dan PWLib.dll , kemudian disisipkan pada folder PWLib yang ada.  Setelah selesai PC server kemudian di restart dan MCU berbasis software sudah bisa digunakan untuk menjalankan 36

aplikasi VideoConference antar client yang berada dalam LAN. 3. Instalasi Wireshark Wireshark merupakan perangkat lunak terbaik untuk melakukan analisa jaringan komputer, karena dapat digunkan untuk mengcapture dengan lengkap semua data yang terjadi pada jaringan yang meliputi bandwidth, delay, dan protocol yang digunakan. Software Wireshark dapat didownload secara gratis dari www.wireshark.org. kemudian Proses instalasi dimulai dengan klik 2 kali pada icon wireshark.exe yang telah didownload, proses install selanjutnya tinggal mengikuti perintah pada layar. 3.4.3 Instalasi pada Client Instalasi pada bagian client ini terbagi atas 2 bagian yaitu instalasi hardware dan software dan dilakukan pada ketiga client yang ada, yakni : • Instalasi hardware yang dilakukan adalah: 1. Instalasi Ethernet Card Pada bagian ini Pc client diinstal ethernet card pada slot PCI dengan menggunakan ethernet card jenis Realtek RTL8169/8110 pada Client 1, Realtek RTL8139 PCI Fast Ethernet pada Client 2 dan Marvell Yukon Gigabit Ethernet pada Client 3. 2. Penomoran IP (Internet Protocol) Setelah Ethernet card terinstal dan agar client bisa berkomunikasi dengan computer lain, selanjutnya dilakukan setting nomor IP pada ethernet card dengan cara berikut: a) Dari control panel, dipilih network and internet connection b) Selanjutnya dipilih network connection, maka Ethernet card yang terinstall akan terlihat pada jendela sebelah kanan. c) Pilih Local Area Connection, lalu diklik 2 kali. d) Kemudian dipilih properties. e) Pada kolom This connection uses the following items, dipilih bagian Internet Protokol (TCP/IP). Kemudian :  Pada bagian Client 1 ditentukan IP-nya adalah 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0 (Kelas C).  Pada bagian Client 2 ditentukan IP-nya adalah 192.168.1.3 dengan subnet mask 255.255.255.0 (Kelas C).

37

 Pada bagian Client 3 ditentukan IP-nya adalah 192.168.1.4 dengan subnet mask 255.255.255.0 (Kelas C). • Instalasi software yang dilakukan adalah: 1. Instalasi Operating system Proses instalasi Windows XP baik professional, Home edition, maupun corporate dapat dimulai dari CD installer ataupun upgrade dari windows versi sebelumnya ( windows Me, 98 atau 95). Tetapi instalasi windows XP tidak dapat berjalan pada Ms-Dos, sehingga kalau pada PC yang akan diinstal belum memiliki system operasi windows, instalasi dapat dilakukan dari CD Bootable Windows XP. Proses instalasi tidak ada perbedaan antara windows XP professional, home atau corporate, selanjutnya tinggal mengikuti perintah pada layar. 2. Instalasi Net Meeting NetMeeting adalah software yang digunakan untuk media komunikasi baik data, gambar maupun suara dalam suatu jaringan komputer, yang berjalan pada platform Windows dan software ini sudah include dengan Windows system tinggal kita lakukan install, sedang pada Windows XP software NetMeeting-nya menggunakan versi 3.01. Proses instalasi Windows NetMeeting sebagai berikut :  Klik Start  Run  ketik conf  Enter

Gambar 3.4 Memulai install NetMeeting

 Klik Next (menjelaskan fungsi dari NetMeeting)

38

Gambar 3.5 Menjelaskan fungsi dari NetMeeting

 Kemudian memasukkan data client sesuai dengan kolom isian untuk kolom nama akan digunakan sebagai nickname, selanjutnya Klik Next.

Gambar 3.6 Kolom isian data client

 Pilih spesifikasi koneksi yang dipakai yaitu Local Area Network, selanjutnya Klik Next.

39

Gambar 3.7 Spesifikasi Koneksi yang digunakan

 Selanjutnya klik Next, untuk melakukan pengecekan fungsi dari speaker, microphone dan camera.  Proses Install NetMeeting selesai , selanjutnya Klik Finish dan aplikasi NetMeeting sudah bisa dijalankan :

Gambar 3.8 Aplikasi NetMeeting

40

Selanjutnya langkah instalasi NetMeeting tersebut diulang pada ketiga Pc client yang lain dan untuk kolom isian data pada masingmasing client harus berbeda.

3.4.4 Pengujian Jaringan Untuk memastikan bahwa jaringan yang dibangun telah berjalan dengan baik, maka yang harus dilakukan adalah mencoba koneksi antar komputer dalam jaringan tersebut. Untuk mencoba koneksi antar komputer tersebut bisa dilakukan dengan perintah ping dari server ke masing-masing client, sebagai contoh seperti berikut: Ping 192.168.1.2 (ke client 1) Perintah diatas bertujuan untuk mengetahui konektifitas dengan komputer yang memiliki nomor IP 192.168.1.2 secara real time. Dari perintah tersebut didapatkan : Pinging 192.168.1.2 with 1000 bytes of data: Reply from 192.168.1.2: bytes=1000 time=27ms TTL=128 Reply from 192.168.1.2: bytes=1000 time=27ms TTL=128 Reply from 192.168.1.2: bytes=1000 time=27ms TTL=128 Ping statistics for 192.168.1.2 : Packets: Sent = 20, Received = 30, Lost = 0 (0% loss), Approximate round trip times in milli-seconds: 41

Dari data diatas dapat dijelaskan bahwa komputer server tersebut telah terhubung ke jaringan dan khususnya dengan Pc client dengan nomor IP 192.168.1.2. Selanjutnya client tersebut megirimkan data ICMP sebesar 1000 bytes sebanyak 30 kali. 3.5. Ujicoba Video Conference Pada tugas akhir ini akan dilakukan beberapa tahap ujicoba dengan tujuan untuk mendapatkan beberapa perbandingan data hasil pengukuran, adapun tahap ujicoba yang akan dilakukan adalah sebagai berikut : 1. Melakukan ujicoba Video Call peer to peer antar client. 2. Melakukan ujicoba Video Conference antar 2 client 3. Melakukan ujicoba Video Conference antar 3 client Selanjutnya pada bab berikutnya akan dilakukan analisa data, untuk bisa mengetahui kualitas delay, jumlah paket dan bandwidth yang dibutuhkan pada jaringan yang akan digunakan untuk aplikasi video conference, serta kualitas suara dan videonya. 3.5.1 Petunjuk Ujicoba Koneksi Peer to peer Ujicoba dilakukan dengan melakukan komunikasi antara 2 client yang terhubung dalam jaringan yakni client 1 menghubungi client 2 dengan terlebih dahulu pada masing-masing client menjalankan Wireshark, kemudian pilih menu capture terus pilih interfaces dan pada bagian Ethernet adapter pilih start untuk proses capture trafik data secara real time atau untuk disimpan. Setelah itu menjalankan Software NetMeeting dan setelah masing-masing dalam kondisi idle, pada client 1 melakukan panggilan ke client 2 dengan cara memasukkan nomor IP client 2 yaitu 192.168.1.3 dan klik call, selanjutnya pada client 2 akan dering dan untuk menerima client 2 tinggal klik Accept. Kemudian terjadi transmisi data berupa audio maupun video secara realtime, hal ini bisa di monitor melalui Wireshark. Pada saat aplikasi Wireshark dijalankan dan komunikasi antar 2 client sedang berlangsung seluruh trafik data akan di capture dan disimpan untuk digunakan sebagai data analisa. Untuk dapat memudahkan langkah ujicoba yang pertama berikut ini diberikan topologi yang digunakan beserta ilustrasi visual proses koneksi dan cara capture data pada saat pengukuran :

Client 1 42

IP. 192.168.1.1 IP. 192.168.1.2

IP. 192.168.1.3

Server & MCU

Client 2 Gambar 3.9 Topologi ujicoba peer to peer

 Software Wireshark dijalankan pada client 1 dan client 2 : Klik 2x pada aplikasi Wireshark  Klik Capture  klik Interfaces

Gambar 3.10 Menjalankan Wireshark pada ujicoba 1

Klik Start (pada description untuk bagian Ethernet) :

43

Gambar 3.11 Memulai capture trafik data untuk ujicoba 1

Proses capture data packets telah berjalan :

Gambar 3.12 Capture trafik data sedang berjalan

Setelah capture dijalankan wireshark bisa digunakan untuk monitoring dan menyimpan seluruh transmisi paket-paket yang melalui beberapa protocol seperti gambar diatas.  Selanjutnya menjalankan aplikasi NetMeeting pada masing-masing client 1 dan client 2, setelah NetMeeting dalam kondisi idle pada client 1, ketik no. IP 192.168.1.3 untuk memanggil client 2 dan klik icon telpon :

44

Gambar 3.13 NetMeeting pada client 1 untuk ujicoba 1

 Dilayar akan memberitahu kalau panggilan sedang menunggu respon.

Gambar 3.14 Client 1 menunggu respon dari client 2 untuk ujicoba 1

 Selanjutnya pada layar Netmeeting client 2 akan berdering, klik accept untuk menerima panggilan tersebut.

Gambar 3.15 Client 2 menerima panggilan dari client 1 untuk ujicoba 1

 Setelah tersambung komunikasi video dan audio sudah bisa dilakukan, dan nama atau identitas client akan muncul pada kolom nama, seperti gambar berikut : * Client 1 (192.168.1.2) Muzakir

* Client 2 (192.168.1.3) Vyn N

45

Gambar 3.16 Client 1 dan client 2 sudah terkoneksi pada ujicoba 1

 Setelah komunikasi selesai, klik icon handset untuk mengakhiri dan selanjutnya kembali ke wireshark untuk menyimpan data hasil dari trafik koneksi, klik stop pada layar capture sebelumnya dan tunggu proses download data.

Gambar 3.17 Menyimpan hasil capture trafik data pada ujicoba 1

 Setelah proses loading selesai akan muncul layar berikut, kemudian klik File  Klik Save  Beri nama filenya (P2p client 1) pada client 1 dan (P2p client 2) pada client 2  Klik Save.

46

Gambar 3.18 Tampilan trafik data hasil capture pada ujicoba 1

Setelah proses penyimpanan selesai tutup aplikasi Wireshark dan NetMeeting, ujicoba pada tahap pertama selesai. 3.5.2 Petunjuk Ujicoba Video Conference 2 client Ujicoba dilakukan dengan melakukan komunikasi antara 2 client dalam platform video conference, yang membedakan dari ujicoba 1 dengan ujicoba 2 ini adalah pada saat ujicoba pertama ketika ada dua client sedang terjadi komunikasi dan ada client ketiga yang akan melakukan panggilan kesalah satu client tersebut maka yang didapat adalah respon sedang sibuk, sedangkan ketika dua client tersebut melakukan komunikasi dalam platform video conference secara otomatis clien ketiga akan bergabung. Adapun tahapan untuk melakukan ujicoba kedua ini adalah sebagai berikut :  Pc yang bertindak sebagai server akan terlebih dahulu menjalankan Multi Control Unit (MCU) yang bertugas membuka jalur interkoneksi komunikasi video conference dengan cara : 1. Klik Start  dipilih Run  (pada menu dialog diketik folder tempat PWLib berada) C:\PWLib\openmcu.exe –n –v  enter, setelah itu muncul tampilan untuk monitoring yang menginformasikan protocol H.323 sudah siap dan server siap untuk menerima panggilan yang akan melakukan video conference. 2. Software pengukuran Wireshark dijalankan pada server, client 1 dan client 2, serta proses capture dijalankan. 3. Software NetMeeting dijalankan pada sisi client 1 dan client 2 setelah keduanya dalam kondisi idle, pada client 1 melakukan panggilan ke nomor IP server yaitu 192.168.1.1 selanjutnya MCU akan merespon dengan munculnya indicator nama OpenH323MCU pada layar direktori client 1, setelah itu client 2 melakukan panggilan yang sama ke server dan setelah 47

panggilan diterima oleh MCU kedua client otomatis terkoneksi dan komunikasi audio serta video bisa berjalan. Ketika kedua client akan mengakhiri komunikasi maka kedua client tinggal klik end. 4. Setelah komunikasi berakhir selanjutnya menyimpan hasil pengukuran dengan cara klik stop pada kolom capture dan ditunggu sampai proses download selesai, selanjutnya klik File pilh Save kemudian diberi nama file hasil ujicoba tadi dan klik save. Untuk dapat memudahkan langkah ujicoba yang kedua berikut ini diberikan topologi yang digunakan, beserta ilustrasi visual proses koneksi dan cara capture data pada saat pengukuran : Client 1 IP. 192.168.1.1 IP. 192.168.1.2

Server & MCU

Client 2

IP. 192.168.1.3 Gambar 3.19 Topologi Ujicoba VC 2 client

 Sebelum melakukan panggilan dengan Video conference, terlebih dulu menjalankan aplikasi Multi Control Unit (MCU) yang ada pada server, dengan cara : Klik Start  dipilih Run  diketik folder tempat aplikasi MCU berada (C:\PwLib\openmcu.exe)  klik OK

48

Gambar 3.20 MCU kondisi idle pada ujicoba 2

 Dari gambar 3.20 menunjukkan MCU pada server siap untuk menjadi terminasi Video conference, selanjutnya software Wireshark dijalankan pada Pc server, client 1 dan client 2, dengan langkah yang sama seperti ujicoba 1. Setelah capture dijalankan wireshark bisa digunakan untuk monitoring dan menyimpan seluruh transmisi paket-paket yang melalui beberapa protocol. Selanjutnya aplikasi Netmeeting dijalankan pada client 1 dan client 2.

49

 Selanjutnya di klik 2x pada aplikasi NetMeeting, setelah kondisi idle ketik no. IP 192.168.1.1(server), untuk koneksi terhadap MCU dan klik icon telpon.

Gambar 3.21 NetMeeting pada client 1 untuk ujicoba 2

 Dilayar akan memberitahu kalau panggilan sedang menunggu respon.

Gambar 3.22 Client 1 menunggu respon dari MCU untuk ujicoba 2

 Selanjutnya pada layar Pc server memberikan respon seperti diperlihatkan pada logical connection dibawah, jika ada client 1 (IP.

50

192.168.1.2) telah melakukan join room dan selanjutnya menunggu client 2 (IP. 192.168.1.3) untuk join room.

Gambar 3.23 MCU kondisi menerima join room client 1 pada ujicoba 2

 Setelah tersambung dengan MCU pada layar Client 1menerima visual videonya sendiri sambil menunggu client 2 join room.

Gambar 3.24 Visual client 1setelah terhubung dengan MCU pada ujicoba 2

51

 Kemudian Client 2 melakukan koneksi ke MCU, dengan diketik nomor IP server 192.168.1.1, maka pada server merespon seperti diperlihatkan pada dialog logical connection berikut :

Gambar 3.25 MCU kondisi menerima join room client 1 dan 2 pada ujicoba 2

Dari logical connection pada MCU diatas bisa dijelaskan terjadi panggilan masuk ke MCU dari client 1 dengan IP. 192.168.1.2 yang bernama Moses dan kemudian MCU menerima panggilan masuk yang kedua dari client 2 dengan IP. 192.168.1.3 yang bernama Vyn N, selanjutnya MCU menggabungkan kedua client tersebut untuk bisa saling komunikasi audio dan video, dimana untuk transmisi audio standar kompresi yang digunakan adalah G.711-uLaw-64k, sedangkan untuk video standar kompresi yang digunakan adalah H.261-QCIF.

52

 Sedang pada tampilan NetMeeting client 1 dan client 2 berubah menjadi dua layar video : * Client 1 (192.168.1.2)

* Client 2 (192.168.1.3)

Gambar 3.26 Client 1 dan client 2 sudah terkoneksi pada ujicoba 2

Dari visual diatas menunjukkan bahwa video conference dengan 2 client sudah berjalan dengan baik, selanjutnya komunikasi antara client 1 dan client 2 bisa dilakukan baik video maupun audionya secara realtime, setelah panggilan selesai maka masing-masing client tinggal klik icon handset.

53

 Selanjutnya kembali ke Wireshark untuk menyimpan data trafik komunikasi dan diklik Stop pada layar capture sebelumnya dan tunggu proses download data.

Gambar 3.27 Menyimpan hasil capture trafik data pada ujicoba 2

 Setelah proses loading selesai akan muncul layar berikut, kemudian diklik File  Save  diberi nama filenya (Vc2client server) pada server, (Vc2client C1) pada client 1 dan (Vc2client C2) pada client 2  Klik Save.

Gambar 3.28 Tampilan trafik data hasil capture pada ujicoba 2

Setelah proses penyimpanan selesai tutup aplikasi Wireshark dan NetMeeting, ujicoba pada tahap kedua selesai.

54

3.5.3 Petunjuk Ujicoba Video Conference 3 client Petunjuk yang dilakukan pada ujicoba ketiga ini pada dasarnya sama seperti pada uji coba kedua, untuk tahapan yang dilakukan pada ujicoba ketiga ini adalah sebagai berikut :  Pc yang bertindak sebagai server akan terlebih dahulu menjalankan Multi Control Unit (MCU) yang bertugas membuka jalur interkoneksi komunikasi video conference dengan cara : 1. Klik Start  dipilih Run  (pada menu dialog ketik folder tempat PWLib berada) C:\PWLib\openmcu.exe –n –v  enter, setelah itu muncul tampilan untuk monitoring yang menginformasikan protocol H.323 sudah siap dan MCU siap untuk menerima panggilan yang akan melakukan video conference. 2. Software pengukuran Wireshark dijalankan pada server, client 1, client 2 dan client 3, serta proses capture dijalankan. 3. Software NetMeeting dijalankan pada sisi client 1, clent 2 dan client 3, setelah ketiganya dalam kondisi idle pada client 1 melakukan panggilan ke nomor IP server yaitu 192.168.1.1 selanjutnya MCU akan merespon dengan munculnya indicator nama OpenH323MCU pada layar direktori client 1, setelah itu client 2 dan clent 3 melakukan panggilan yang sama ke server dan setelah panggilan diterima oleh MCU ketiga client otomatis terkoneksi dan komunikasi audio serta video bisa berjalan. Ketika ketiga client akan mengakiri komunikasi maka ketiga client tinggal klik end. 4. Setelah komunikasi berakhir selanjutnya menyimpan hasil pengukuran dengan cara klik stop pada kolom capture dan tunggu sampai proses download selesai, selanjutnya klik File pilh Save kemudian beri nama file hasil ujicoba tadi dan klik save. Untuk dapat memudahkan langkah ujicoba yang ketiga berikut ini diberikan topologi yang digunakan, beserta ilustrasi visual proses koneksi dan cara capture data pada saat pengukuran.

55

Client 1

Client 2

Server & MCU

Client 3

Gambar 3.29 Topologi Ujicoba VC 3 client

Selanjutnya sebelum melakukan panggilan dalam platform Video conference dengan 3 client, terlebih dulu jalankan aplikasi Multi Control Unit (MCU) yang ada pada server.  Klik Start  dipilih Run  diketik folder tempat aplikasi MCU berada (C:\PwLib\openmcu.exe)  klik OK

56

Gambar 3.30 MCU kondisi idle pada ujicoba 2

 Dari gambar 3.30 menunjukkan MCU pada server siap untuk menjadi terminasi Video conference, selanjutnya software Wireshark dijalankan pada Pc server, client 1, client 2 dan client 3 dengan langkah yang sama seperti ujicoba 1. Setelah capture dijalankan wireshark bisa digunakan untuk monitoring dan menyimpan seluruh transmisi paketpaket yang melalui beberapa protocol. Selanjutnya aplikasi Netmeeting dijalankan pada client 1, client 2 dan client 3.  Setelah itu ulangi langkahnya seperti pada tahap 2 dan ketika orang ketiga sudah join room, maka pada server merespon seperti diperlihatkan pada dialog logical connection pada Pc server (MCU), menjadi sebagai berikut :

Gambar 3.31 MCU kondisi menerima join room client 1, 2 dan 3 pada ujicoba 3

57

Dari logical connection diatas bisa dijelaskan terjadi panggilan masuk ke MCU dari client 2 dengan IP. 192.168.1.3 yang bernama Vyn N, kemudian MCU menerima panggilan masuk yang kedua dari client 1 dengan IP. 192.168.1.1 yang bernama Muzakir adi, dan kemudian MCU menerima panggilan masuk yang ketiga dari client 3 dengan IP. 192.168.1.4 yang bernama Cool fresh, selanjutnya MCU menggabungkan ketiga client tersebut untuk bisa saling komunikasi audio dan video, dimana untuk transmisi audio standar kompresi yang digunakan adalah G.711-uLaw-64k, sedangkan untuk video standar kompresi yang digunakan adalah H.261-QCIF.

Gambar 3.32 MCU kondisi mengakhiri join room client 1, 2 dan 3 pada ujicoba 3

58

Dari gambar 3.32 diatas menjelaskan trafik komunikasi antara ketiga client secara bergantian, sampai dengan komunikasi diakhiri dari Client 1, client 2 dan yang terakhir client 3.  Sedang pada tampilan NetMeeting client 1, client 2 dan client 3 berubah menjadi tiga layar video : * Client 1 (192.168.1.2)

* Client 2 (192.168.1.3)

Gambar 3.33 Client 1, 2 dan 3 sudah terkoneksi pada ujicoba 3

59

* Client 3 (192.168.1.4)

Gambar 3.34 Lanjutan Client 1, 2 dan 3 sudah terkoneksi pada ujicoba 3

Dari visual diatas menunjukkan bahwa video conference dengan 3 client sudah berjalan dengan baik, selanjutnya komunikasi antara client 1, client 2 dan client 3 bisa dilakukan baik video maupun audionya secara realtime, setelah panggilan selesai maka masing-masing client tinggal klik icon handset.  Selanjutnya kembali ke Wireshark untuk menyimpan data trafik komunikasi.klik Stop pada layar capture sebelumnya dan tunggu proses download data.

Gambar 3.35 Menyimpan hasil capture trafik data pada ujicoba 3

60

 Setelah proses loading selesai akan muncul layar berikut, kemudian klik File  Klik Save  Beri nama filenya (Vc3client server) pada server, (Vc3client C1) pada client 1, (Vc3client C2) pada client 2 dan (Vc3client C3) pada client 3  Klik Save.

Gambar 3.36 Tampilan trafik data hasil capture pada ujicoba 3

Setelah proses penyimpanan selesai tutup aplikasi Wireshark dan NetMeeting, ujicoba pada tahap ketiga selesai.

61

Related Documents

Bab 3
June 2020 37
Bab 3
November 2019 52
Bab 3
October 2019 51
Bab 3
August 2019 65
Bab 3
June 2020 26
Bab 3
May 2020 35