LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN PROFESI KEPERAWATAN GAWAT DARURAT INTENSIVE CARE UNIT RSPAD GATOT SUBROTO Oleh Agnes Febriyanti, 0906629220 Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Pada tanggal 11 Maret 2014 pukul 10.30 WIB klien tiba di UGD RSPAD Gatot Subroto membawa surat pengantar dari RS Puri Cinere dengan keterangan CKD on HD, udema paru dan hipertensi. Klien sudah HD selama 4 bulan HD. Klien mengeluh susah bernafas, mual dan muntah tidak ada, BAK (+), kesadaran CM. Klien dirawat di paviliun darmawan dan dilakukan HD setiap hari senin dan kamis. Tgl 11 Maret 2014 klien dilakukan pemeriksaan USG abdomen, kesan : Chronic Kidney Disease bilateral dan Efusi Pleura Kanan. Tgl 14 Maret 2014, klien dilakukan HD dan didapatkan kelainan seperti sesak, hipoglikemia, dan penurunan kesadaran sehingga klien dirujuk ke ICU paviliun kartika untuk sementara dan pada tgl 19 Maret 2014 klien dirujuk ke ICU RSPAD. TTV: -
TD
: 150/90 mmHg
-
N
-
S
: 380C
-
RR
: 34 x/menit
: 93 x/menit
Hasil
Pemeriksaan Laboratorium
19-03-2014
20-03-2014
21-03-2014
358 9,4 126 5,0 89
261 7,7 140 4,6 95
260 9,4 140 4,7 98
Nilai normal
Kimia : -
Ureum Kreatinin Natrium Kalium Klorida
( 20-50 mg/dl ) (0,5-1,5 mg/dl ) (135-145 mEq/L) (3,5-5,3 mEq/L)
(100-106 mg/dl) Analisa Gas Darah pH -
PCO2
-
P02 HCO3
-
BE
-
O2 saturasi
7,478 24,7 69,8 18,3 - 2,8 95,3
Klien Mendapat Terapi : injeksi : - Meropex - Medixon - Lasix - OMZ - Vit. C - NB 5000 Per oral : - FA / B12 - Allopurinol - Zystic - Fluymucil sachet - Valsartan 1 x 80 mg - Amdixal 1 x 10 mg
7,400 21,4 62,9 13,0 - 9,8 92,7
Kabiven NaCl 0,9% Aminophilyn Hyderac Vascon Dopamin
(7,37-7,45) (32-46 mmHg) (71-104 mmHg) (21 - 29 mEq/L) (-2 - +2 mEq/L (94 – 98 %)
4 x 500 mg drip/4 jam 3 x 62,5 mg 3 x 1 amp 2 x 40 mg 1 x 400 mg 1 x 4 amp @3x1 1 x 300 mg 1 x 500 mg 3 x 1 sachet Bila TD Sistol > 140 mmHg
Nebu : combivent : NaCl 0,9 = 1 : 1 IVFD : -
7,350 32,6 60,7 18,2 - 5,8 90,0
3 x /hari
1000 cc/hari 3 amp/48cc/24jam 8 cc/NaCl 200 cc/24jam 4/50 200/50 tiap 3jam
Klien terpasang ventilator , jenis PSIMV, PEEP = + 12 cmH2O, RR 30 x/mnt, Tidal volume = 536 ml, FiO2 = 80 %, Pi/Ps = 6/10 cmH2O
=
Nama Klien/Umur No. RM Ruangan
DATA FOKUS : Tn.B/54 tahun : 140974 : ICU RSPAD
Data Subyektif
Data Objektif -
Klien tidak bisa diajak bicara Klien terlihat sesak Klien terlihat pucat Klien sulit menelan Kesadaran klien sopor Klien terlihat lemah Tercium bau tak sedap pada mulut klien Tidak terdapat haluaran urine pada urine bag Mukosa bibir kering Edema orbita, tungkai atas, dan tungkai bawah. Semua aktivitas klien dibantu oleh perawat ruangan BB 65 Kg TB 167 cm TTV : TD: 150/90 mmHg N: 93 x/menit S : 380C RR : 34 x/menit Terpasang ventilator Jenis PSIMV PEEP= + 12 cmH2O FiO2 = 80 % Pi/Ps = 10/12 cmH2O RR = 30 x/mnt Hasil laboratorium tanggal 19 Maret 2014 Kimia Ureum : 261 mg/dl ( 20-50 mg/dl ) Kreatinin : 7,7 mg/dl (0,5-1,5 mg/dl ) Natrium : 140 mEq/L (135-145 mEq/L) Kalium : 4,6 mEq/L (3,5-5,3 mEq/L) Chlorida : 95 mg/dl (100-106 mg/dl) Analisa Gas Darah Ph : 7,400 (7,37-7,45)
-
PCO2 : 21,4 mmHg P02 : 62,9 mmHg HCO3 : 13,0 mEq/L BE : -9,3 mEq/L O2 saturasi : 92,7%
(32-46 mmHg) (71-104 mmHg) (21 - 29 mEq/L) (-2 - +2 mEq/L ) (94-98 %)
ANALISA DATA Nama Klien/Umur No. RM Ruangan No 1
: Tn.B/54 tahun : 140974 : ICU RSPAD Data
Ds : Do : Klien terlihat sesak Kesadaran klien sopor TTV : RR : 34 x/menit Hasil laboratorium tanggal 19 Maret 2014 Analisa Gas Darah pH : 7,400 PCO2 : 21,4 mmHg P02 : 62,9 mmHg HCO3 : 13,0 mmHg BE : -9,3 mEq/L O2 saturasi : 92,7%
Masalah Gangguan pertukaran gas
Etiologi Gangguan reabsorpsi bikarbonat dan gangguan sekresi asam organik
2
3
Ds : Do : Kesadaran klien sopor Klien terlihat lemah Klien terlihat sesak Kesadaran klien sopor TTV : RR : 34 x/menit Terpasang ventilasi mekanik tekanan positif Klien terpasang ETT (Endo Trakheal tube) Klien terpasang orofaringeal tube Suara napas ronkhi (akumulasi sekret) Ds : Do : Kesadaran klien sopor Klien terlihat lemah Tidak terdapat haluaran urin pada urin bag Mukosa bibir kering Edema orbita, tungkai atas, dan tungkai bawah. TTV : TD: 150/90 mmHg N: 93 x/menit S : 380C RR : 34 x/menit Terpasang ventilator Jenis PSIMV PEEP= + 12 cmH2O FiO2 = 80 % Pi/Ps = 10/12 cmH2O RR = 30 x/mnt Hasil laboratorium tanggal 19 Maret 2014 Kimia Ureum : 261 mg/dl Kreatinin : 7,7 mg/dl Natrium : 140 mEq/L
Bersihan jalan napas tidak
Pembentukan sekret >>
efektif
Kelebihan volume cairan dan elektrolit
Penurunan haluaran urin
Kalium : 4,6 mEq/L Chlorida : 95 mg/dl
4
5
Ds :Do: TTV : TD: 150/90 mmHg N: 93 x/menit S : 380C RR : 34 x/menit Klien terlihat lemah Hasil LAB tgl 19 Maret 2014 Ureum : 261 mg/dl Kreatinin : 7,7 mg/dl Natrium : 140 mEq/L Kalium : 4,6 mEq/L Chlorida : 95 mg/dl Ds: Do: -
Klien terpasang ETT (Endo Trhakeal tube) Klien terpasang orofaringeal tube Klien terpasang CVP Tidak ada tanda-tanda infiltrasi pada tempat penusukan TTV : TD: 150/90 mmHg N: 93 x/menit S : 380C RR : 34 x/menit
Resiko tinggi penurunan curah jantung
Ketidakseimb angan cairan dan elektrolit
Risiko tinggi terhadap infeksi
trauma jaringan, prosedur invasif
DIAGNOSA KEPERAWATAN Nama Klien/Umur No. RM Ruangan
: Tn.B/54 tahun : 140974 : ICU RSPAD Diagnosa
1 2 3
4
Gangguan pertukaran gas b.d Gangguan reabsorpsi bikarbonat dan gangguan sekresi asam organik Bersihan jalan napas tidak efektif b.d Pembentukan sekret >> Kelebihan volume cairan dan elektrolit b.d Penurunan haluaran urin Resiko tinggi penurunan curah jantung b.d
Tanggal Ditemukan 19-03-2014 19-03-2014
Risiko tinggi terhadap infeksi b.d trauma jaringan, prosedur invasif
Paraf Agnes F Agnes F
19-03-2014 Agnes F
19-03-2014
ketidakseimbangan cairan dan elektrolit 5
Tanggal Teratasi
19-03-2014
Agnes F Agnes F
INTERVENSI Nama Klien/Umur No. RM Ruangan TGL 19-032014
: Tn.B/54 tahun : 140974 : ICU RSPAD
No
DIAGNOSA
DX KEPERAWATAN 1 Gangguan pertukaran gas
TUJUAN DAN KRITERIA
INTERVENSI DAN RASIONAL
HASIL Setelah dilakukan tindakan a. Kaji frekwensi, kedalaman pernafasan, catat penggunaan
b.d gangguan reabsorpsi
keperawatan selama 2x 24
otot aksesori, nafas bibir, ketidakmampuan bicara/
bikarbonat dan gangguan
jam, gangguan pertukaran
berbincang
sekresi asam organik
gas teratasi dengan kriteria
R/ : berguna dalam derajat distress pernafasan dan/
ditandai dengan :
hasil :
kronisnya proses penyakit
Ds :
Menunjukkan
-
ventilasi
dan
oksigen
memilih posisi yang mudah untuk bernafas
Do :
jaringan
adekuat
dengan
R/ : pengiriman oksigen dapat diperbaiki dengan posisi
perbaikan b. Tinggikan kepala tempat tidur , Bantu klen untuk
-
Klien terlihat sesak
AGD dalam rentang normal
duduk tinggi dan latihan nafas untuk menurunkan kolaps
-
Kesadaran klien
-
pH : 7,37-7,45
jalan nafas
-
PCO2 : 32-46 mmHg
-
PO2 : 71-104 mmHg
R/: sianosis mungkin perifer (terlihat pada kuku),
RR : 34 x/menit
-
HCO3 : 21-29 mEq/L
sentral(terlihat pada bibir)
Analisa Gas Darah
-
B E : ±2 mEq/L
pH : 7,400
-
O2 saturasi : 94-98 %
PCO2 : 21,4 mmHg
RR : 12-24x/menit
P02 : 62,9 mmHg
Bebas
HCO3 : 13,0 mmHg
pernafasan
menurun -
TTV :
gejala
c. Kaji dan awasi secara rutin kulit dan membrane mukosa
d. Dorong mengeluarkan sputum , penghisapan bila diindikasikan R/: kental, tebal dan banyaknya sekresi adalah sumber distress
utama gangguan pertukaran gas pada jalan nafas kecil e. Awasi tingkat kesadaran/status mental. Selidiki adanya
BE : -9,3 mEq/L
-
Sesak
perubahan
O2 saturasi : 92,7%
-
Apnoe
R/ : gelisah dan ansietas adalah manifestasi umum pada hipoksia GDA memburuk disertai bingung/somnolen menunjukkan disfungsi serebral yang berhubungan dengan hipoksemia f. Awasi tanda-tanda vital R/: takikardi,disritmia dan perubahan TD dapat menunjukkan efek hipoksemia sistemik pada fungsi jantung g. Awasi gambaran seri AGD R/: pH umumnya menurun, PCO2 biasanya normal atau turun, HCO3 turun dan B E turun h. Berikan oksigen tambahan yang sesuai dengan indikasi hasil AGD dan toleransi klien R/: dapat mencegah memburuknya hipoksia
19-032014
2
Tidak efektifnya bersihan Setelah dilakukan tindakan a
Kaji kepatenan jalan napas.
jalan napas berhubungan keperawatan 3x24 jam,jalan
R/: Obstruksi dapat disebabkan oleh akumulasi sekret,
dengan benda asing pada napas klien efektif, dengan
perlengketaan mukosa, perdarahaan, spasme bronkus,
trakea, batuk tak efektif, Kreteria Hasil:
dan/atau masalah dengan posisi trakeostomi/selang
ditandai dengan:
endotrakeal.
DS: DO:
- Jalan napas paten (jalan napas bebas dari sekret) - Klien tidak pucat
b
Evaluasi gerakaan dada dan auskultasi untuk bunyi napas bilateral.
- Klian terlihat pucat - Klien
ter;ihat
- Bunyi napas vesikuler susah - Klien tidak gelisah
untuk batuk - Klien
-
terpasang
yang
R/: Gerakan dada simetri dengn bunyi napas melalui
ETT
disambungkan
dengan ventilator
area paru menunjukkan letak selang tepat/tak menutup
TTV :
jalan napas. Obstruksi jalan napas bawah (mis:
TD :100–130 mmHg
pnemonia/atelektasis) menghasilkan perubahan
60 – 80 N : 60 – 100 x/menit
pada
bunyi napas seperti ronki. c
Awasi letak selang endotrakeal. Catat tanda garis bibir
- Klien terpasang goedel
S : 36.5 - 37.5 0C
dan
- Terdapat
RR : 18 – 24 x/menit
Amankan selang dengan hati-hati dengan plester ataau
secret
yang
banyak pada jalan napas
bandingkan
dengan
letak
yang
diinginkan.
penahan selang. Cari bantuan bilaa mengganti plester
- Rhonki (+) di kedua paru
selang.
- Klien terlihat gelisah
R/; Selang endotrakeal dapat masuk ke bronkus kanan,
- Kesadaran somnolent
sehingga menghaambat aliran udara ke paru kiri dan
- TTV:
pasien berisiko untuk pnemotorak tegangan.
TD=90/60 mmHg N =80 x/menit
d
Catat batuk berlebihan, peningkatan dispnea, bunyi
RR=18 x/menit
alarm tekanan tinggi pada ventilator, sekret terlihat pada
S =37oC
selang endotrakeal/trakeostomi, peningkatan ronki. R/ : Pasien intubasi biasanya mengalami reflek batuk tak efekti,
atau
neuromuskular
psien atau
dapat
mengalami
neurosensori.
gangguan Gangguan
kemampuan untuk batuk e
Hisap sesuai kebutuhan, batasi penghisapan 15 detik atau kurang. Pilih keteter penghisap yang tepat, isikan cairan
garam
faal
steril,
bila
diindikasikan.
Hiperventilasi dengan kantung sebelum peghisapan, gunakan oksigen 100% bila ada. R/: Penghisapan tidak harus rutin, dan lamanya haruss dibatasi untuk menurunkan bahaya hipoksia. f
Anjurkan pasien melakukan teknik batuk selama penghisapan contoh menekan, napas pada waktunya, dan batuk segi empa sesuai indikasi. R/: Meningkatkan keefektifan upaaya batuk dan pembersihan sekret.
g
Ubah posisi/berikan cairan dalam kemampuan individu. R/: Meningkatkan drainase sekret dan ventilasi pada semua segmen paru, menurunkan risiko atelektasis.
h
Dorong/berikan cairaan dalam kemampuan pasien. R/: Membantu mengencerkan
Kolaborasi i
Berikan fisioterapi dada sesuai indikasi, contoh drainase postural, perkusi. R/: Meningkatkaan ventilasi pada semua segmen paru dan alat drainase sekret.
j
Berikan bronkodilator IV dan aerosol sesuai indikasi, contoh aminophilin, metaproterenol sulfat (Alupent); idoetharine hidroklorida (Bronkosol). R/: Meningkatkan ventilasi dan membuang sekret
dengan relaksasi otot halus \/spassme bronkus. k
Bantu bronkoskopi serat optik, bila diindikasikan. R/:
19-032014
3
dilakukaan
untuk
membuang
sekret/perleengketan mukosa. Kaji status cairan
Kelebihan volume cairan
Setelah dilakukan asuhan
dan elektrolit b.d
keperawatan selama 4x24
-
timbang berat badan harian
penurunan haluaran urin
berat badan ideal tanpa
-
keseimbangan intake dan output harian
ditandai dengan :
kelebihan cairan dapat
-
turgor kulit dan adanya edema
Ds :
dipertahankan dengan
-
distensi vena jugularis
-
kriteria hasil :
-
tekanan darah, denyut dan irama jantung
Do :
- Menunjukkan perubahan –
R/ : peningkatan berat badan harus tidak lebih dari 0,5
-
Kesadaran klien sopor
perubahan berat badan
kg/ hari , hipertensi dan takikardi dapat diakibatkan
yang lambat
overhidrasi dan atau gagal jantung
-
Klien terlihat lemah
-
Tidak terdapat
normal tanpa edema
haluaran urin pada urin
- TTV dalam batas yang
bag -
- Menunjukkan turgor kulit
Mukosa bibir Edema pada kantung mata, tungkai atas, dan tungkai
TD =
100 - 130 mmHg 60 - 90
R/ : pembatasan cairan akan menentukan berat tubuh
TTV :
ideal, haluaran urin dan respon terhadap terapi c.
Identifikasi sumber potensial cairan
S : 35,9-37,4 C
R/ : sumber cairan yang tidak diketahui dapat
N : 60-80x/mnt R :12 -24x/mnt
Batasi intake cairan kurang lebih 1 lt/ hari
0
bawah. -
b.
dapat diterima sesuai usia
kering -
a.
Dapat
memperberat gagal ginjal d.
Jelaskan pada klien / keluarga rasional pembatasan cairan
- Hasil LAB dalam batas
R/ : pemahaman klien / keluarga meningkatkan
-
TD: 150/90 mmHg
normal :
N: 93 x/menit
Ureum
S : 380C
Kreatinin : 0,5-1,5 mg/dl
hygiene
RR : 34 x/menit
Natrium : 135-145
R/ : mengurangi kekeringan membran mukosa mulut
Terpasang Jenis PSIMV -
: 20-50 mg/dl
mEq/L
ventilator -
kerjasama dan kepatuhan terapi e.
f.
Kalium
: 3,5-5,3 mEq/L
perubahan mental
Clorida
: 97-107 mEq/L
R/ : hipervolemia berpotensi untuk edema serebral g.
+ 5 mmH2O
R/ : kadar natrium yang tinggi dihubungkan dengan
80 %
kelebihan cairan, edema, dan komplikasi jantung Pi/Ps =
10/12 -
h.
Kolaborasikan dengan dokter mengenai pemberian lasik sesuai indikasi
RR = 30 x/mnt
-
Kolaborasi untuk pengawasan kadar natrium serum
FiO2 =
-
Perhatikan adanya status
Kolaborasi : PEEP=
-
Tingkatkan dan dorong oral
Hasil laboratorium tanggal 4 Agustus 2009 Kimia Ureum : 261 mg/dl Kreatinin : 7,7 mg/dl Natrium : 140 mEq/L Kalium : 4,6 mEq/L Chlorida : 95 mEq/L
R/: membantu menyeimbangkan cairan melalui pengeluaran urine.
19-032014
4
Risiko
tinggi
tehadap Setelah dilakukan tindakan
a. Auskultasi bunyi jantung dan paru. Evaluasi adanya
penuruanan curah jantung keperawatan selama 3x24
edema perifer/kongesti vascular dan keluhan dispnea.
b.d
R/: S3/S4 dengan tonus muffled, takikardia, frekuensi
ketidak
cairan
seimbangan jam resiko tinggi penurunan
mempengaruhi curah jantung tidak terjadi
volume
sirkulasi,
miokardial
dan
kerja dengan kriteria hasil : tahanan - Mempertahankan curah
jantung tak teratur, takipnea, dispnea, gemerisik, mengi dan edema/distensi jugular menunjukkan GGK b. Kaji adanya/derajat hipertensi: awasi TD, perhatikan
vaskular sistemik ditandai
jantung dengan bukti TTV
perubahan postural, contoh: duduk, berbaring, berdiri.
dengan :
dalam batas yang dapat
R/: hipertensi bermakna dapat terjadi karena gangguan
diterima sesuai usia
pada system aldosteron renin-angiotensin (disebabkan
Ds :
TD =
-
0
S : 35,9-37,4 C
Do: -
N : 60-80x/mnt
TTV :
R :12 -24x/mnt
TD: 150/90 mmHg
- Nadi perifer kuat
N: 93 x/menit
- Hasil LAB dalam batas
S : 380C
normal :
RR : 34 x/menit -
100 - 130 mmHg 60 - 90
Klien terlihat lemah Hasil LAB tgl 3 juli Ureum : 261 mg/dl Kreatinin
:
7,7
mg/dl :
140
hipotensi ortostatik dapat terjadi sehubungan dengan dfisit cairan, respon terhadap obat anti hipertensi atau tenponade pericardial uremik. c. Selidiki keluhan nyeri dada,perhatiakan lokasi,radiasi, beratnya (skala 1-10) dan apakah tidak memetap dengan inspirasi dalam dan posisi terlentang. R/: Hipertensi dan GJK kronis dapat menyebabkan IM,
: 20-50 mg/dl
Kreatinin : 0,5-1,5 mg/dl Natrium : 135-145
2009
Natrium
Ureum
oleh disfungsi ginjal). Merskipun hopertensi umum,
mEq/L
kuang lebih klien dengan GGK dengan dialisis mengalami perikarditis, potensial risiko efusi pericardial/temponade. d. Evaluasi bunyi jantung (perhatikan friction rub), TD,
Kalium
: 3,5-5,3 mEq/L
Clorida
: 97-107 mEq/L
Kalsium : 4,5-5,5
nadi perifer, pengisian kapiler, kongesti vascular, suhu dan sensori/mental. R/: Adanya hipertensi tiba-tiba, nadi paradoksik ,
mEq/L Kalium : 4,6 mEq/L Chlorida : 95 mg/dl
mEq/L
penyempitan tekanan nadi, penurunan/tak adanya nadi perifer, distensi jugular nyata, pucat dan penyimpangan mental cepat menunjukkan temponade, yang merupakan kedaruratan medik. e. Kaji tingkat aktivitas, respon terhadap aktivitas. R/: Kelelahan dapat mentertai GJK juga anemia. Kolaborasi: f. Awasi pemeriksaan laboratorium, contoh: 1) Elektrolit (kalium, natrium, kalsium, magnesium) BUN R/:Ketidakseimbangan dapat mengganggu konduksi elektrikal dan fungsi jantung. 2) Foto dada R/: Berguna dalam mengidentifikasi terjadinya gagal jantung atau kalsifikasi jaringan lunak. g. Berikan obat anti hipertensi, contoh prazozin (minipress), kaptopril (capoten), klonodia (catapres), hidralaszin (apresoline). R/: Menurunkan tahanan vaskular sistemik dan/atau pengeluaran rennin untuk menurunkan kerja miokardial dan mambantu mencegah GJK dan/atau IM h. Bantu dalam perikardiosentesis sesuai indikasi. R/: Akumulasi cairan dalam kantung pericardial dapat mempengaruhi pengisian jantung dan kontraktilitas
miokardial mengganggu curah jantung dan potensial risiko henti jantung. i. Siapkan dialisis R/: Penurunan ureum toksik dan memperbaiki keseimbangan elektrolit dan kelebihan cairan dapat mebatasi/mencegah manifestasi jantung, termasuk 19-032014
5
hipertensi dan efusi pericardial Catat faktor risiko terjadinya infeksi.
Risiko tinggi terhadap
Setelah dilakukan tindakan
infeksi berhubungan
keperawatan selama 2 x 24
dengan trauma jaringan,
jam, diharapkan tidak terjadi
umum,
prosedur invasif
infeksi dengan kriteria hasil:
faktor potensial pasien mengalami infeksi dan lama
Ditandai dengan
-
sembuh.
Ds:
Do: -
-
-
Luka kering
-
Tidak
-
Tidak demam
tube)
-
Tidak
adanya
tanda-
tanda
radang:
tumor,
rubor,
dolor,
kalor,
Klien terpasang Tidak ada tanda-
Tidak
Kaji kulit, benda asing, kemerahan, perdarahan, perubahan warna, kelabu R: memberikan informasi tentang sirkulasi kulit dan
fungsiolesae dan pus -
Untuk mencegah infeksi silang. pengisapan steril.
c
ETT (Endo Trhakeal
CVP -
rembesan
Bebas drainase purulen
Klien terpasang
malnutrisi, usia, dan prosedur invasif adalah
R/ : Cuci tangan yang tepat dan pertahankan teknik
-
orofaringeal tube -
ada
b
pada luka Klien terpasang
R/ : Intubasi, ventilasi mekanik lama, ketidakmpuan
Masa penyembuhan luka sesuai waktu
-
a
terpasang
prosedur invasif
masalah yang mungkin disebabkan oleh pemasangan gips d
Inspeksi kulit untuk adanya iritasi atau robekan kontinuitas R: pen atau kawat tidak harus dimasukkan melalui kulit yang
terinfeksi,
kemerahan
atau
abrasi
(dapat
tanda infiltrasi pada tempat penusukan -
Klien terpasang dower chateter
-
Tidak ada tanda-
-
TTV
dalam
normal: TD: 110-130/70-90
batas
menimbulkan infeksi tulang) e
nyeri/rasa
mmHg S: 36-37,20 C
kalor, dolor, lubor,
RR: 12-24 x/menit
R:
TTV :
dapat
atau
adanya
mengindikasikan
lokal/nekrosis
edema,
eritema,
timbulnya
infeksi
jaringan,
yang
dapat
menimbulkan
osteomielitis
tumor dan fungsiolesia) -
terbakar
drainase/bau tidak enak
N: 60-80 x/menit
tanda infeksi (sepert:
Kaji sisi pen/kulit. Perhatikan keluhan peningkatan
f
Observasi luka untuk pembentukan bula, krepitasi,
TD: 150/90 mmHg
perubahan warna kulit kecoklatan, bau drainase yang
N: 93 x/menit
tidak enak/asam
S : 380C
R: tanda perkiraan infeksi gas gangren
RR : 34 x/menit
g
Masase kulit dan penonjolan tulang R: menurunkan tekanan pada area yang peka dan risiko abrasi
h
Kaji tonus otot, refleks tendon dalam dan kemampuan berbicara R: kekuatan otot, spasme tonik otot rahang, dan distal menunjukkan terjadinya tetanus
i
Selidiki nyeri tiba-tiba/keterbatasan gerakan dengan edema lokal/eritema ekstremitas cedera R: dapat mengindikasikan terjadinya osteomielitis
j
Bersihkan kulit dengan sabun dan air R: memberikan gips tetap kering, dan area bersih
k
Masase kulit sekitar akhir gips dengan alcohol R: mempunyai efek pengering yang menguatkan kulit
l
Balik pasien dengan sering untuk melibatkan sisi yang tak sakit R: meminimalkan tekanan pada kaki dan sekitar tepi gips
m Awasi pemeriksaan laboratorium: hitung darah lengkap R: anemia dapat terjadi pada osteomielitis, leukositosis biasanya ada dengan proses infeksi n
Berikan obat sesuai indikasi: antibiotik; tetatus toksoid R: antibiotik spektrum luas dapat digunakan secara profilaksis atau dapat ditujukan pada mikroorganisme khusus; dan tetatus toksoid diberikan secara profilaksis karena kemungkinan adanya tetanus pada luka terbuka