Spo Asesmen Derajat Nyeri.docx

  • Uploaded by: Tri Maulina Rasyid
  • 0
  • 0
  • November 2019
  • PDF

This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA


Overview

Download & View Spo Asesmen Derajat Nyeri.docx as PDF for free.

More details

  • Words: 340
  • Pages: 2
RSUD MA.BELITI KAB. MUSI RAWAS

ASESMEN DERAJAT NYERI No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman : 1/1

Ditetapkan, Tanggal terbit :

Direktur RSUD MA.BELITI

SPO dr.Reny Syartika, M.Ec.Dev Nip: 19720117 2002 12 2 006 PENGERTIAN

Pembacaan derajat Nyeri merupakan suatu tindakan yang digunakan untuk menentukan tingkatan nyeri.

TUJUAN

Untuk menentukan / skoring skala nyeri.

KEBIJAKAN

Surat

Keputusan

tentang

kebijakan

Direktur

RSUD

Skrining

&

Muara

Beliti

Asesmen

Nyeri

Nomor :445/……/RSUD.MB/2019 PROSEDUR

1. Pembacaan dengan menggunakan Numeric Rating Scale 2. Digunakan pada pasien dewasa dan anak berusia > 9 tahun yang dapat menggunakan angka untuk melambangkan intensitas nyeri yang dirasakannya. 3. Pasien akan ditanya mengenai intensitas nyeri yang dirasakan dan dilambangkan dengan angka antara 0 – 10. a.

0 = tidak nyeri

b.

1 – 3

= nyeri ringan (sedikit mengganggu aktivitas

sehari-hari) c.

4 – 6 = nyeri sedang (gangguan nyata terhadap aktivitas sehari-hari)

d.

7 –

10 = nyeri berat (tidak dapat melakukan aktivitas

sehari-hari).

4.

RSUD MA.BELITI KAB. MUSI RAWAS

ASESMEN DERAJAT NYERI

No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman : 1/2

1. Pada pasien yang tidak dapat menggambarkan intensitas nyerinya dengan angka, gunakan asesmen Wong Baker FACES Pain Scale (gambar wajah tersenyum – cemberut – menangis).

2. 3. Pada anak usia 2 bulan – 7 tahun kajian nyeri dapat menggunakan FLACC PAIN SCALE . 4. Perawat menanyakan mengenai faktor yang memperberat dan memperingan nyeri kepada pasien. 5. Tanyakan juga mengenai deskripsi nyeri: a) lokasi nyeri b) kualitas dan atau pola penjalaran / penyebaran c) onset, durasi, dan faktor pemicu d) riwayat

penanganan

nyeri

sebelumnya

dan

efektifitasnya e) efek nyeri terhadap aktivitas sehari-hari f)

obat-obatan yang dikonsumsi pasien

6. Pada pasien dalam pengaruh obat anestesi atau dalam kondisi sedasi sedang, asesmen dan penanganan nyeri dilakukan

saat

pasien

menunjukkan

respon

berupa

ekspresi tubuh atau verbal akan rasa nyeri. 7. Skoring yang dihasilkan dicatat dalam Rekam Medis.

UNIT TERKAIT

1. Instalasi Rawat Inap RSUD Muara Beliti 2. Instalasi Rawat Jalan RSUD Muara Beliti 3. Komite Medik RSUD Muara Beliti 4. Komite Keperawatan RSUD Muara Beliti 5. Rekam Medis RSUD Muara Beliti

Related Documents


More Documents from "putri natalinda"