KATA PENGANTAR Derajat kesehatan di Kecamatan Panji wilayah kerja Puskesmas Klampokan saat ini telah mengalami kemajuan yang cukup bermakna, hal ini ditunjukkan dengan makin menurunnya angka kematian bayi dan kematian ibu, menurunnya prevalensi gizi buruk pada balita serta meningkatnya umur harapan hidup. Namun demikian Kecamatan Panji wilayah kerja Puskesmas Klampokan masih menghadapi beban ganda karena munculnya beberapa penyakit menular baru sementara penyakit menular lain belum dapat dikendalikan dengan tuntas. Salah satu penyakit menular yang belum sepenuhnya dapat dikendalikan adalah penyakit kusta. Meskipun penyakit kusta saat ini sudah dapat disembuhkan bukan berarti Kecamatan Panji Wilayah Kerja Puskesmas Kalmpokan sudah terbebas dari masalah penyakit kusta. Hal ini disebabkan karena dari tahun ke tahun masih ditemukan sejumlah kasus baru dan stigma masyarakat yang masih tinggi. Dengan demikian tantangan yang dihadapi adalah bagaimana menjaga kesinambungan pelayanan kusta yang berkualitas dan memastikan setiap orang yang terkena kusta dimanapun dia berada mempunyai kesempatan yang sama untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan oleh petugas kesehatan yang kompeten termasuk sistem rujukan yang efektif dalam mengatasi komplikasi dengan biaya yang terjangkau. Beban akibat penyakit kusta yang paling utama adalah
akibat kecacatan yang
ditimbulkannya oleh karena itu telah ditetapkan Rencana Usulan Kegiatan (RUK) untuk mengatasi atau mengurangi permasalahan yang timbul akibat penyakit kusta. Mudah-mudahan dengan adanya Rencana Usulan Kegiatan (RUK) ini setiap orang yang terkena penyakit kusta dapat ditemukan secara dini tanpa cacat dan mempunyai kesempatan yang sama untuk mendapatkan pelayanan yang berkualitas. Sudah barang tentu terwujudnya Rencana Usulan Kegiatan (RUK) tahun ini berkat bantuan dari semua pihak, untuk itu kepada semua pihak yang membantu menyelesaikan Rencana Usulan Kegiatan (RUK) ini kami ucapkan terimakasih. Mudah-mudahan apa yang telah kami buat ini dapat di pergunakan sebagai bahan yang bisa di pertimbangkan sebagai alat pemantau program. Usul dan saran sangat kami harapkan demi kesempurnaan penyusunan Rencana Usulan Kegiatan (RUK) di masa yang akan datang. Klampokan , 1 Maret 2019 Pembuat RUK ttd
Programer Kusta
B A G U S S U L
BAB I PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG Program pemberantasan penyakit menular bertujuan untuk mencegah terjadinya penyakit, menurunkan angka kesakitan dan angka kematian serta mencegah akibat buruk lebih lanjut sehingga memungkinkan tidak lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat. Penyakit kusta adalah salah satu penyakit menular yang masih merupakan masalah nasional kesehatan masyarakat, dimana beberapa daerah di Indonesia prevalens rate masih tinggi dan permasalahan yang ditimbulkan sangat komplek. Masalah yang dimaksud bukan saja dari segi medis tetapi meluas sampai masalah sosial ekonomi, budaya, keamanan dan ketahanan sosial. Pada umumnya penyakit kusta terdapat di negara yang sedang berkembang, dan sebagian besar penderitanya adalah dari golongan ekonomi lemah. Hal ini sebagai akibat keterbatasan kemampuan negara tersebut dalam memberikan pelayanan yang memadai di bidang kesehatan, pendidikan, kesejahteraan sosial ekonomi pada masyarakat. Di Indonesia, pengobatan dari perawatan penderita kusta secara terintegrasi dengan unit pelayanan kesehatan (Puskesmas, sudah dilakukan). Adapun sistem pengobatan yang dilakukan sampai awal yakni tahun 1992, pengobatan dengan kombinasi (MDT) mulai digunakan di Indonesia. Dampak sosial terhadap penyakit kusta ini sedemikian besarnya, sehingga menimbulkan keresahan yang sangat mendalam. Tidak hanya pada penderita sendiri, tetapi pada keluarganya, masyarakat dan negara. Hal ini yang mendasari konsep perilaku penerimaan periderita terhadap penyakitnya, dimana untuk kondisi ini penderita masih banyak menganggap bahwa penyakit kusta merupakan penyakit menular, tidak dapat diobati, penyakit keturunan, kutukan Tuhan, najis dan menyebabkan kecacatan. Akibat anggapan yang salah ini penderita kusta merasa putus asa sehingga tidak tekun untuk berobat. Hal ini dapat dibuktikan dengan kenyataan bahwa penyakit mempunyai kedudukan yang khusus diantara penyakitpenyakit lain. Hal ini disebabkan oleh karena adanya leprophobia (rasa takut yang berlebihan terhadap kusta). Leprophobia ini timbul karena pengertian penyebab penyakit kusta yang salah dan cacat yang ditimbulkan
sangat
menakutkan.
Dari
sudut pengalaman nilai budaya sehubungan dengan upaya pengendalian leprophobia yang bermanifestasi sebagai rasa jijik dan takut pada penderita kusta tanpa alasan yang rasional. Terdapat kecenderungan bahwa masalah kusta telah beralih dari masalah kesehatan ke masalah sosial. Leprophobia masih tetap berurat akar dalam seluruh lapisan masalah masyarakat karena dipengaruhi oleh segi agama, sosial, budaya dan dihantui dengan kepercayaan takhyul. Fhobia kusta tidak hanya ada di kalangan masyarakat jelata, tetapi tidak sedikit dokter-dokter yang belum mempunyai pendidikan objektif terhadap penyakit kusta dan masih takut terhadap penyakit kusta. Selama masyarakat kita, terlebih lagi para dokter masih terlalu takut dan menjauhkan penderita kusta, sudah tentu hal ini akan merupakan hambatan terhadap usaha
penanggulangan penyakit kusta. Akibat adanya phobia ini, maka tidak mengherankan apabila penderita diperlakukan secara tidak manusiawi di kalangan masyarakat Permasalahan
penyakit
kusta
bila
dikaji
secara
mendalam
merupakan
permasalahan yang sangat kompleks bukan hanya dari segi medis tetapi juga menyangkut masalah sosial ekonomi, budaya dan ketahanan Nasional. Dalam keadaan ini warga masyarakat berupaya menghindari penderita. Sebagai akibat dari masalah-masalah tersebut akan mempunyai efek atau pengaruh terhadap kehidupan bangsa dan negara, karena masalah-masalah tersebut dapat mengakibatkan penderita kusta menjadi tuna sosial, tuna wisma, tuna karya dan ada kemungkinan mengarah untuk melakukan kejahatan atau gangguan di lingkungan masyarakat. Hal ini disebabkan rasa takut, malu dan isolasi sosial berkaitan dengan penyakit ini. Laporan tentang kusta lebih kecil daripada sebenarnya, dan beberapa negara enggan untuk melaporkan angka kejadian penderita kusta sehingga jumlah yang sebenarnya tidak diketahui. Melihat besarnya manifestasi penyakit ini maka perlu dilakukan suatu langkah penanggulangan penyakit tersebut. Program pemberantasan penyakit menular bertujuan untuk mencegah terjadinya penyakit, menurunkan angka kesakitan dan angka kematian serta mencegah akibat buruk lebih lanjut sehingga memungkinkan tidak lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat. Masalah yang dimaksud bukan saja dari segi medis tetapi meluas sampai masalah sosial ekonomi, budaya, keamanan dan ketahanan sosial. Berdasarkan dari fenomena diatas maka kami mengangkat masalah upaya penanggulangan penyakit kusta sebagai acuan perencanaan dengan program-program yang telah direncanakan dapat mengurangi/menghilangkan stigma di masyarakat dan eliminasi kusta dapat maksimal dilakukan.
1.2. TUJUAN 1.2.1.
Tujuan Umum Eliminbasi Kusta
1.2.2.
Tujuan Khusus a. Teridentifikasinya masalah program kusta di wilayah kerja UPTD Puskesmas Klampokan b. Teridentifikasinya masalah prioritas. c. Teridentifikasinya penyebab masalah program kusta. d. Teridentifikasinya alternatif pemecahan masalah prioritas. e. Tersusunnya Rencana Usulan Kegiatan Program Kusta Tahun 2020. f. Meningkatkan komitmen sasaran program, lintas program, dan lintas sektor dalam pengendalian kusta. g. Mengupayakan keterampilan petugas kesehatan dalam tata laksana pasien kusta dan mendeteksi suspek kusta. h. Meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya deteksi dini kusta dan eliminasi kusta.
1.3. MANFAAT 1.3.1.
Bagi Programer 1. Sebagai acuan bagi programer dalam mengevaluasi hasil capaian sebelumnya. 2. Sebagai acuan bagi programer dalam meningkatkan kinerja program.
1.3.2.
Bagi Puskesmas 1. Sebagai acuan bagi Puskesmas dalam membuat POA Puskesmas. 2. Sebagai acuan bagi Puskesmas dalam menentukan alokasi dana tiap programer.
1.4. VISI, MISI, DAN MOTTO PROGRAM 1.4.1. VISI Terwujudnya Masyarakat Panji Wilayah Kerja Puskesmas Klampokan Yang Madani, Mandiri, Serta Lebih Beriman Sejahtera dan Berkeadilan 1.4.2. MISI 1.
Mewujudkan sumber daya manusia yang beriman,berkualitas,berprestasiaktif dalam pembangunan.
2.
Mewujudkan perekonomian yang stabil dan dinamis berbasis potensi lokal.
3.
Meningkatkan kualitas hidup yang sehat, sejahtera dan berkeadilan.
4.
Memantapkan kualitas infrastuktur yang mendukung pemenuhan hak dasar yang berwawasan lingkungan
5.
Meningkatkan tata kelola yang baik dalam penyelenggaraan pemerintahan.
1.4.3. MOTTO “ Melayani Dengan Sepenuh Hati “ 1.5. TATA NILAI Adapun tata nilai UPTD Puskesmas Panji yaitu SI MANTAP yang merupakan tata nilai program kusta, yang mengandung arti sebagai berikut : 1. Senyum,Sapa, Salam, Sopan, dan Santun. Memiliki Sikap 5S Kepada Seluruh Masyarakat dan Rekan Kerja
BAB II ANALISA SITUASI 2.1. DATA UMUM 1. DATA WILAYAH Nomer Kode Puskesmas
: 35
Nama Puskesmas
: Panji
Kecamatan
: Panji
Kabupaten
: Situbondo
Propinsi
: Jawa Timur
Tahun
: 2019
Luas Wilayah
: 19.717 KM
-Dataran rendah
: 100 %
-Dataran Tinggi
: 0%
Jumlah Desa / Kelurahan
:7/2
Batas wilayah - sebelah barat
: Kecamatan Situbondo
- sebelah utara
: Kecamatan Mangaran
- sebelah timur
: Kecamatan Kapongan
- sebelah selatan
: Kecamatan Panji ( Puskesmas Klampokan)
2. DATA KEPENDUDUKAN a. Kependudukan
Jumlah penduduk seluruhnya
: 60.090 orang
Laki – laki
: 25.210 orang
Perempuan
: 34.880 orang
Jumlah Kepala Keluarga
: 8.571 KK
b. Jumlah penduduk menurut usia Dari jumlah penduduk menurut usia kelurahan mimbaan dapat dilihat pada tabel 1 Tabel 1. Distribusi penduduk menurut usia NO
USIA
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
JUMLAH
1.
0-12 bulan
966
924
1890
2.
1-5 tahun
1958
1819
3777
3.
6-15 tahun
6817
6404
13221
4.
16-44 tahun
13721
16543
30264
5.
45-59 tahun
6585
7045
13630
6.
Lebih dari 60 tahun
3355
4277
7632
Gambar 1. Peta Wilayah Panji
2. SARANA KESEHATAN 1. Puskesmas Induk
:1
2. Puskesmas Pembantu
:6
3. Ponkesdes
:3
4. Bidan Praktek Mandiri
:7
5. Klinik Kesehatan
:2
3. TENAGA KESEHATAN - Jumlah Bidan Desa
: 15
- Jumlah Perawat Desa
:4
- Jumlah Bidan PTT
:1
- Jumlah Bidan dan Perawat PNS
: 7 Induk + 5Wilayah
- Jumlah Bidan dan Perawat Magang
: 32
4. PERAN SERTA MASYARAKAT a. Data Peran Serta Masyarakat Peran serta masyarakat bisa berupa peran Sasaran Program, Lintas Program, dan Lintas Sektor yang mendukung, bekerja sama, dan memajukan Program Kusta. 1. Sasaran Program -
Tenaga kesehatan dan kader mampu memberikan pelayanan Program Kusta di Masyarakat sesuai standart.
-
Dapat meningkatnya penemuan penderita baru kusta di Masyarakat.
-
Terdeteksi secara dini dan dilakukan intervensi dini terhadap kelainan / penyakit / gangguan akibat kusta.
-
Screening / penemuan penderita kusta baru diperoleh secara aktual.
-
Digunakannya informasi sistem dan tempat rujukan dalam pelaksanaan pelayanan Program Kusta.
2. Sasaran Peserta dan Pelaksana a. Sasaran Peserta Sasaran pelayanan Program Kusta adalah : 1. Sasaran langsung, yaitu masyarakat dan anak sekolah. 2. Sasaran tidak langsung, yaitu anggota keluarga/warga sekitar tempat penderita kusta tinggal. b. Sasaran Pelaksana Pelaksana dalam pelayanan Program Kusta adalah kader, petugas kesehatan wilayah dan penanggung jawab program kusta.
3. Sasaran Lintas Program Sasaran program kusta bagi lintas program adalah : a. Program Promkes, program ini melakukan penyuluhan kepada masyarakat mengenai penyakit kusta.. b. Program P2, program ini melakukan perumusan, perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pemantauan, dan evaluasi peningkatan derajat kesehatan, baik pada upaya pemberantasan penyakit menular, kesehatan lingkungan, dan perilaku kesehatan.
4. Sasaran Lintas Sektor -
Memberikan motivasi kepada masyarakat sehingga mereka terarah dan termotivasi untuk selalu menggunakan fasilitas kesehatan yang tersedia agar keluhan/masalah kesehatan dapat terdeteksi secara dini.
-
Memberikan dukungan baik berupa tenaga dan dana, sehingga program Kusta di masyarakat dapat berjalan sesuai yang diharapkan.
Hadirnya TOMA maupun TOGA dalam setiap kegiatan program kusta akan mempunyai dampak positif terhadap psikososial masyarakat dan membuat semangat bagi kegiatan program dan Inovasi kusta seperti Kelompok Perawatan Diri
5. DATA KHUSUS A. Program Kusta 1. Data Program Kusta - Angka penemuan kasus baru (CDR)
: 10 orang
-Angka cacat tingkat 2
: 0 orang
-Angka kesembuhan
NO
-
RFT Rate MB
: 99,7%
-
RFT Rate PB
: 100%
KEGIATAN
TARGET
SASARAN
CAPAIAN
CAPAIAN %
1
Cakupan pemeriksaan kontak dari kasus kusta baru
>80%
10 orang
10 org
100%
2
Kasus kusta yang dilakukan PFS secara rutin
>90%
10 orang
10 org
100%
3
RFT penderita kusta
>90%
15 orang
13 org
99,7%
4
Penderita baru pascapengobatan dengan score kecacatannya tidak bertambah atau tetap
>97%
15 orang
13 org
99,7%
5
Proporsi kasus kusta defaulterkusta
<5%
15 orang
13 org
2%
6 7 8
Proporsi tenaga kesehatan di desa endemis kusta ter 3 3 >90% sosialisasi Desa/Kelurahan Desa/Kelurahan Proporsi kader kesehetan didesa endemis kusta ter 3 3 >90% sosialisasi Desa/Kelurahan Desa/Kelurahan Proporsi SD/MI di desa endemiskusta dilakukan 3 3 100% screning kusta Desa/Kelurahan Desa/Kelurahan Tabel 2. Indikator Mutu Program Kusta UPTD Puskesmas Panji tahun 2017
100% 100% 100%
Sarana dan Prasarana Pelaksanaan Program Kusta dilkukan di dalam gedung dan luar gedung. Di dalam gedung, pelayanan Program Kusta dilakukan di tiap fasilitas kesehatan yang ada seperti Puskesmas, Pustu, Ponkesdes, dan Polindes. Sedangkan pelayanan di luar gedung, pelayanan Program Kusta dilakukan di masyarakat.
2. Status Kesehatan a. Jumlah Penderita Kusta PB Tahun 2018 Jumlah penderita kusta PB yang tercatat di kohort kusta UPTD Puskesmas Panji adalah sebanyak 0 orang
b. Jumlah Penderita Kusta MBTahun 2018 c. Jumlah penderita kusta MB yang tercatat di kohort kusta UPTD Puskesmas Panji adalah sebanyak 10 orang dengan rincian : penderita laki-laki sebanyak 8 orang dan perempuan sebanyak 2 orang. Kelurahan Mimbaan sebanyak 4 orang, Desa Curah Jeru mempunyai jumlah penderita 2 orang, Kelurahan Ardirejo,Desa Tenggir, Desa Kayu Putih dan Desa Klampokan masing – masing 1 orang.
B. Capaian Program Kusta Tahun 2018 Tabel 2. Capaian ProgramKusta Tahun 2018 No. 1. 2. 3. 4. 5. 6.
Jenis Kegiatan Penemuan Penderita Kusta Baru (Case Defection Rate ) Proporsi Kasus Kusta Anak Proporsi Kasus Kusta Tk.2 Prevalensi Kusta (PR) RFT Rate penderita PB RFT Rate penderita MB
Satuan
Target
Capaian
Kesenjangan
Orang
12
10
92%
2
% % % % %
<5 <5 1 95 90
1 0 3 0 100
100% 33% 100% 100%
44% 67% -
Sumber data : Hasil PKP UPTD Puskesmas Panji tahun 2018 C. Survey Program Kusta Survey Kebutuhan Masyarakat Hasil survey Kebutuhan dan Harapan Masyarakat tentang program kusta yang dilakukan pada Bulan Desember 2016, didapatkan hasil bahwa masyarakat masih membutuhkan program kusta dan membutuhkan kegiatan berupa : 1.
Screening / pencarian penderita kusta baru di masyarakat dan sekolah;
2.
Penyuluhan & sosialisasi tentang penyakit kusta di masyarakat dan sekolah;
3.
Pemeriksaan kontak serumah terhadap keluarga dan tetangga yang dekat dengan penderita kusta;
4.
Pengobatan kusta secara rutin dan tepat waktu terhadap penderita kusta.
BAB III IDENTIFIKASI MASALAH 3.1. IDENTIFIKASI MASALAH 3.1.1. Identifikasi Masalah Berdasarkan Hasil Kegiatan Program Kusta Di UPTD Puskesmas Panji Untuk mengidentifikasi masalah adalah dengan mencari kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Identifikasi masalah dilaksanakan dengan membuat daftar masalah dan dikelompokkan menurut jenis program, cakupan, mutu, dan ketersediaan sumber daya. Adapun identifikasi masalah dapat dilihat dari hasil pencapaian program Kusta pada tahun 2017 dapat dilihat pada table berikut : Tabel 8. Hasil Capaian Program Kusta UPTD Puskesmas Panji Tahun 2017 NO
1 2 3 4 5 6 7 8
KEGIATAN
TARGET
SASARAN
CAPAIAN
CAPAI AN %
>80%
6 orang
6 org
100%
>90%
10 orang
10 org
100%
>90%
15 orang
13 org
99,7%
>97%
15 orang
13 org
99,7%
<5%
15 orang 9 Desa/Kelurahan 9 Desa/Kelurahan 9 Desa/Kelurahan
13 org 9 Desa/Kelurahan 9 Desa/Kelurahan 9 Desa/Kelurahan
2%
Cakupan pemeriksaan kontak dari kasus kusta baru Kasus kusta yang dilakukan PFS secara rutin RFT penderita kusta Penderita baru pascapengobatan dengan score kecacatannya tidak bertambah atau tetap Proporsi kasus kusta defaulterkusta Proporsi tenaga kesehatan di desa endemis kusta ter sosialisasi Proporsi kader kesehetan didesa endemis kusta ter sosialisasi Proporsi SD/MI di desa endemiskusta dilakukan screning kusta
>90% >90% 100%
100% 100% 100%
3.2. PENETAPAN PRIORITAS MASALAH Mengingat adanya keterbatasan kemampuan dalam mengatasi masalah secara sekaligus atau adanya keterkaitan satu masalah dengan masalah lainnya, maka perlu dipilih prioritas masalah dengan menggunakan metode USG. Penetapan masalah prioritas tersebut dipandang dari segi Urgency (tingkat urgensi), Seriousness (tingkat keseriusan) dan Growth (tingkat perkembangan) yang disajikan dalam tabel berikut :
Tabel 9. Penetapan Prioritas Masalah No. 1. 2. 3.
4.
5 6
7
8
KRITERIA
Tingkat Tingkat Tingkat TOTAL Urgensi Keseriusan Perkembangan ( UxSxG ) ( U) (S) (G)
Cakupan pemeriksaan kontak dari kasus kusta baru Kasus kusta yang dilakukan PFS secara rutin RFT penderita kusta Penderita baru pascapengobatan dengan score kecacatannya tidak bertambah atau tetap Proporsi kasus kusta defaulterkusta Proporsi tenaga kesehatan di desa endemis kusta ter sosialisasi Proporsi kader kesehetan didesa endemis kusta ter sosialisasi Proporsi SD/MI di desa endemiskusta dilakukan screning kusta
Urutan Prioritas Masalah
3
2
2
12
VIII
3
4
2
24
VII
4
4
3
48
III
4
5
2
40
V
5
5
4
125
II
5
3
2
30
VI
5
3
3
45
IV
5
5
5
75
I
Pada tabel 9 dapat dilihat bahwa dari delapan masalah yang ada diprioritaskan sesuai dengan urutan ranking, yaitu : 1. Proporsi SD/MI di desa endemiskusta dilakukan screning kusta 2. Proporsi kasus kusta defaulter kusta 3. RFT penderita kusta 4. Proporsi tenaga kesehatan di desa endemis kusta ter sosialisasi 5. Penderita baru pascapengobatan dengan score kecacatannya tidak bertambah atau tetap 6. Proporsi tenaga kesehatan di desa endemis kusta ter sosialisasi 7. Kasus kusta yang dilakukan PFS secara rutin 8. Cakupan pemeriksaan kontak dari kasus kusta baru 3.3. PERUMUSAN MASALAH Setelah menentukan prioritas masalah, maka dirumuskan 2 masalah terpilih yang akan dipecahkan, antara lain : 1. Proporsi SD/MI di desa endemiskusta dilakukan screning kusta 2. Proporsi kasus kusta defaulter kusta
3.4. MENCARI AKAR PENYEBAB MASALAH Upaya pencarian akar penyebab masalah dengan menelusuri faktor penyebab yang berpengaruh terhadap masalah tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung dengan
menggunakan alat analisis Ishikawa atau diagram tulang ikan ( Fish Bone Diagram ). Beberapa akar penyebab masalah tersebut dikelompokkan dalam faktor Man ( manusia ), Material ( bahan ), Methode ( metode ), Equipment ( alat ) dan Environment ( lingkungan ) yang dapat dilihat dalam diagram berikut :
1. Proporsi SD/MI di desa endemiskusta dilakukan screning kusta
Alat & Bahan
Lingkungan
Manusia Tingkat ekonomi menengah kebawah lebih dominan
Tempat tinggal penderita jauh dari Puskesmas Minimnya dukungan keluarga/warga sekitar
Kurangnya alat dan tenaga penyuluh untuk penyuluhan
Penghasilan masyarakat masih rendah
Minimnya leflet, lembar balik, banner, brosur
Masyarakat yang masih menganggap penyakit kusta sebagai kutukan
Masih malunya penderita kusta untuk berobat SDM masyarakat dan petugas yang masih rendah mengenai penyakit kusta
Proporsi
SD/MI
endemiskusta screning kusta
Tidak memiliki alat transportasi.
Metode screening kusta yang tidak menyeluruh
Terlambatnya menegakkan diagnosa Metode Penyuluhan yang mungkin belum bisa di menegerti oleh masy.
Sarana
Metode
di
desa
dilakukan
2. Proporsi kasus kusta defaulter kusta
Alat & Bahan
Manusia
Lingkungan Banyak ditemukannya penderita kusta baru
Penghasilan masyarakat masih rendah Penyakit baru muncul di populasi
Kompetensi petugas kesehatan di wilayah dan kader belum maksimal
Minimnya dukungan keluarga/warga sekitar
Kelalaian dalam pencatatan dan pelaporan Belum maksimalnya rujukan penderita kusta oleh petuga kesehatan di wilayah dan kader
Proporsi
kasus
defaulter kusta
Kepatuhan petugas dalam pencatatan
Metode penemuan penderita kusta banyak yang pasif
Durasi pengobatan kusta yang lama Sarana
Metode
kusta
BAB IV ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH
4.1 PEMECAHAN MASALAH Analisis pemecahan masalah ditetapkan dengan mengacu pada prioritas penyebab masalah terpilih. Selanjutnya menentukan analisis pemecahan masalah dengan metode USG, yaitu dengan memberikan skor yang didasarkan pada serangkaian kriteria. Analisis pemecahan masalah terpilih dapat dilihat pada tabel-tabel berikut ini : No 1
2
Prioritas Masalah Proporsi
SD/MI
Alternatif Pemecahan Masalah di
desa Penemuan penderita kusta baru secara dini dan mendiagnosis endemiskusta dilakukan penyakit kusta secara cepat dan tepat pada anak sekolah dasar Supervisi dan monitoring terhadap hasil dari crening kusta screning kusta Pemeriksaan kontak serumah pada penderita anak baru Kerjasama dengan lintas program dan lintas sektor dalam pengendalian dan penemuan penderita kusta baru Rendahnya capaian Proporsi Meningkatkan dan melakukan promosi pencegahan dan kasus kusta yang defaulter pengendalian penyakit kusta dan pengetahuan tentang rutin nya minum obat kepada penderita dan keluarga kusta Meningkatkan dan melakukan promosi pencegahan dan pengendalian penyakit kusta kususnya dengan keteraturan minum obat kepada lintas sektor,masyarakat, kader dan petugas kesehatan di wilayah sebagai pendukung atau pemantau keteraturan minum obat Supervisi dan monitoring pemantauan minum obat oleh petugas puskesmas Pemantauan rutin oleh petugas wilayah dan kader dalam rutinitas minum obat
U
Skor S
Rangking
G
Hasil USG UxSxG
5
5
5
125
I
5 5
4 5
4 4
80 100
III II
4
3
2
24
IV
5
5
4
100
II
5
4
4
80
III
4
3
3
36
IV
5
5
5
125
I
4.2 CARA PEMECAHAN MASALAH
NO 2.
PRIORITAS MASALAH Proporsi
SD/MI
endemiskusta screning kusta
PENYEBAB MASALAH
ditemukannya desa 1. Banyak penderita kusta baru dan dilakukan Penyakit baru muncul di populasi. 2. Metode penemuan penderita kusta banyak yang pasif 3. Durasi pengobatan kusta yang lama 4. Minimnya dukungan keluarga/warga sekitar di
ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH Penemuan penderita kusta baru secara dini dan mendiagnosis penyakit kusta secara cepat dan tepat Supervisi dan monitoring minum obat kusta Pemeriksaan kontak serumah secara periodik Kerjasama dengan lintas program dan lintas sektor dalam pengendalian dan penemuan penderita kusta baru
PEMECAHAN MASALAH TERPILIH Penemuan penderita kusta baru secara dini dan mendiagnosis penyakit kusta secara cepat dan tepat Pemeriksaan kontak serumah secara periodik Supervisi dan monitoring minum obat kusta Kerjasama dengan lintas program dan lintas sektor dalam pengendalian dan penemuan penderita kusta baru
KETERA NGAN
NO 1.
PRIORITAS MASALAH
ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH Pengetahuan petugas Penemuan penderita kusta baru secara kesehatan, kader, dan dini dan mendiagnosis penyakit kusta masyarakat masih rendah secara cepat dan tepat mengenai penyakit kusta. Masyarakat masih Meningkatkan dan melakukan promosi menganggap penyakit kusta pencegahan dan pengendalian penyakit sebagai kutukan/santet dan kusta kepada lintas sektor penyakit keturunan. Terlambatnya menegakkan Menyebarluaskan benner-benner tentang diagnosa kusta. kusta yang di tempatkan di daerah Masih ada rasa malu strategis dan mudah di lihat oleh penderita kusta untuk masyarakat, serta membagikan berobat/memeriksakan leaflet/brosur pada masyarakat. penyakitnya secara dini. Penemuan penderita kusta baru secara dini dan mendiagnosis penyakit kusta secara cepat dan tepat
PENYEBAB MASALAH
Rendahnya capaian Proporsi kasus kusta yang defaulter kusta -
-
PEMECAHAN MASALAH TERPILIH Penemuan penderita kusta baru secara dini dan mendiagnosis penyakit kusta secara cepat dan tepat Meningkatkan dan melakukan promosi pencegahan dan pengendalian penyakit kusta kepada lintas program Meningkatkan dan melakukan promosi pencegahan dan pengendalian penyakit kusta kepada lintas sektor Menyebarluaskan benner-benner tentang kusta yang di tempatkan di daerah strategis dan mudah di lihat oleh masyarakat, serta membagikan leaflet/brosur pada masyarakat.
KETERA NGAN
BAB V RENCANA USULAN KEGIATAN TAHUN 2020
5.1 Rencana Usulan Kegiatan Setelah prioritas masalah dapat di tentukan dan di peroleh sebagai hasil dari kajian data dan informasi yang ada, maka tahap selanjutnya menyusun Rencana Ususlan Kegiatan (RUK) dengan memperhatikan berbagai kebijakan yang berlaku. Dalam hal ini kegitan yang di usulkan di sususn dengan satuan belanja dana BOK,KAPITASI,APBD DINKES ( Dana Operasional Kesehatan) rencana belanja perkegiatan dan RUK yang telah di susun di tuangkan dalam bentuk matrik sebagai berikut:
RENCANA USULAN KEGIATAN ( RUK ) 5.1. Rencana Usulan Kegiatan Berdasarkan analisis data dan pemecahan masalah dalam BAB sebelumnya, maka rencana usulan kegiatan pada tahun 2019 diupayakan dapat merupakan solusi permasalahan kesehatan yang ada. Akan tetapi ada pula kegiatan-kegiatan yang rutin dilakukan utnuk mempertahankan kondisi dan cakupan program kusta yang telah terlaksana dengan baik. Rencana Usulan Kegiatan tersebut adalah sebagai berikut
:
Tabel 10. Rencana Usulan Kegiatan Berdasarkan Urutan Prioritas No.
UPAYA KESEHA TAN
1.
KUSTA
KEGIATAN
Penemuan penderita kusta baru secara dini dan mendiagnosis penyakit kusta secara cepat dan tepat melalui kegiatan RVS
TUJUAN
SASARAN
- Menemukan Masyarak secara dini at dan penderita kusta sekolah baru. - Kecacatan akibat kusta bisa dicegah.
TARGET SASARA N
100 %
PENANGGU NG JWB
KEBUTUHAN SUMBER DAYA
Programer kusta, lintas program, kader, dan lintas sektor terkait
Kapas, kaca pembesar, buku catatan, MDT Kusta, Buku Penderita
MITRA KERJA
Lintas Program dan Lintas Sektor
WAKTU PELAKSAN AAN
Juli 2020
KEBUTUHAN ANGGARAN Kegiatan RVS = Transport PtgsRVS di masyarakat : 4 desa x 1 kali x 2 ptgs x Rp. 30.000 x 1 hari = Rp. 240.000,Transport PtgsRVS di Sekolah : 20 SD x 1 kali x 3 ptgs x Rp. 30.000 x 1 hari = Rp.1800.000,Transport Guru UKS : 20 SD x 1 kali x 1 ptgs x Rp. 30.000 x 1 hari = Rp. 600.000,-
2..
KUSTA
Penemuan suspec penderita kusta baru secara dini secara cepat dan tepat melalui pemberdayaan kader
- Menemukan suspec kusta secara dini penderita kusta baru. - Kecacatan akibat kusta bisa dicegah.
Masyarak at dan
100 %
Programer kusta, lintas program, kader, dan lintas sektor terkait
Kapas, kaca pembesar, buku catatan, MDT Kusta, Buku Penderita
Lintas Program dan Lintas Sektor
Mar- Des 2020
Kegiatan pelacakan oleh kader = Transport Kader di masyarakat : 5 desa x 10 kali x 1 ptgs x Rp. 30.000 x 1 hari = Rp. 1500.000,-
INDIKATOR KINERJA
Menemukan penderita baru di masyarakat dan sekolah. Terdeteksi secara dini penderita kusta baru yang belum ditemukan. Pemberdayaan masyarakat dalam menemukan penderita baru kusta. Mencegah kecacatan pada kusta Menemukan suspec penderita baru di masyarakat. Terdeteksi secara dini suspec penderita kusta baru yang belum ditemukan. Mencegah kecacatan pada kusta
SUMBER PEMBIAY AAN
APBD BOK
APBD BOK
17
No.
UPAYA KESEHA TAN
3.
KUSTA
KEGIATAN
TUJUAN
SASARAN
Meningkatkan dan melakukan promosi pencegahan dan pengendalian penyakit kusta kepada Tenaga Kesehatan di wilayah, Kader Kesehatan, lintas program& Lintas Sektor pada derah endemis
1. Meningkatkan pengetahuan tentang penyakit kusta, pengobatan kusta, dan cara menemukan serta menangani bila menemukan penderita kusta. 2. Bisa menemukan penderita kusta baru secara dini. 3. Meningkatkan kesadaran dan partisipasi petugas kesehatan dan kader
Tenaga Kesehata n di wilayah ,kader lintas Program dan Lintas sektor
TARGET SASARA N
40 orang
PENANGGU NG JWB
KEBUTUHAN SUMBER DAYA
PJ Program Media Kusta penyuluhan, daftar hadir, kamera, brosur dan leaflet kusta
MITRA KERJA
Lintas Program dan Lintas sektor
WAKTU PELAKSAN AAN
Maret 2020
KEBUTUHAN ANGGARAN - Sosialisasi kepada nakes di wilayah = Transport peserta : 10 org x 1 kali x x Rp. 30.000= Rp. 300.000,Makmint Sosialisasi Nasidan kue kotak 10 org x Rp. 29.000 = Rp. 290.000,Honor Narasumber : 1 Org x 1 kali x Rp. 200.000 = Rp. 200.000,- Sosialisasi kepada kader = Transport peserta : 10 org x 1 kali x x Rp. 30.000= Rp. 300.000,-
INDIKATOR KINERJA
SUMBER PEMBIAY AAN
- Petugas kesehatan, kader, toma, tomas dan KAPITASIlintas sektor terkait mengerti tentang penyakit kusta. - Petugas kesehatan kader, toma, tomas dan lintas sektor terkait mengerti tentang alur penemuan penderita kusta baru. - Adanya rujukan dari petugas kesehatan di wilayah, kader, toma, tomas dan lintas sektor terkait.
Makmint Sosialisasi Nasidan kue kotak 10 org x Rp. 29.000 = Rp. 290.000,Honor Narasumber : 1 Org x 1 kali x Rp. 200.000 = Rp. 200.000,-,- rapat koordinasi penguatan linsek = Transport peserta : 30 org x 1 kali x x Rp. 30.000= Rp. 900.000,Makmin Sosialisasi Nasi dan kue kotak 35 org x Rp. 29.000 = Rp. 1.015.000,Honor Narasumber : 1 Org x 1 kali x Rp. 200.000 = Rp. 200.000,-
18
No.
UPAYA KESEHAT AN
5.
KUSTA
KEGIATAN
Pemeriksaan Kontak Serumah
TUJUAN
SASARAN
1. Memberikan dukungan penuh pada keluarga dalam pengobatan kusta. 2. Keluarga akan menjadi PMO bagi pendrita kusta. 3. Menemukan pasien baru sedini mungkin. 4. Memeriksa anggota keluarga penderita kusta agar diketahui tingkat penularan penyakit kusta.
Penderita Kusta dan keluarga
TARGET SASARAN
PENANGGUN G JWB
KEBUTUHAN SUMBER DAYA
100%
PJ Program Kapas, kaca Kusta pembesar, buku catatan, MDT Kusta, Buku Penderita
MITRA KERJA
Lintas Program dan Lintas Sektor
WAKTU PELAKSANA AN
KEBUTUHAN ANGGARAN
Januari s/d - Kegiatan pelacakan oleh petugas = Desember Transport Kader di 2020
masyarakat : 5 desa x 10 kali x 1 ptgs x Rp. 30.000 x 1 hari = Rp.1500.000,-
INDIKATOR KINERJA
- Keluarga penderita menerima secara utuh bahwa di dalam kelauarganya ada yang menderita penyakit kusta. - Keluarga dan tetangga sekitar bisa menjadi PMO untuk penderita kusta. - Tidak ada anggota keluarga dan tetangga sekitar yang menderita penyakit kusta.
SUMBER PEMBIAYA AN
APBD BOK
19
No.
UPAYA KESEHAT AN
6.
KUSTA
KEGIATAN
TUJUAN
Supervisi minum obat bagi penderita kusta
-
-
-
Memberikan dukungan penuh pada keluarga dalam pengobatan kusta. Keluarga akan menjadi PMO bagi pendrita kusta. Menemukan pasien baru sedini mungkin. Memeriksa anggota keluarga penderita kusta agar diketahui tingkat penularan penyakit kusta.
SASARAN
Penderita kusta yang menjalani pengobat an
TARGET SASARAN
100 %
PENANGGU NG JWB
PJ Program Kusta
KEBUTUHAN SUMBER DAYA
Kapas, kaca pembesar, buku catatan, MDT Kusta, Buku Penderita
MITRA KERJA
Lintas Program dan Lintas Sektor
WAKTU PELAKSANAA N
KEBUTUHAN ANGGARAN
Januari s/d - Kegiatan pelacakan oleh petgas = Desember Transport Kader di 2020
masyarakat : 5 desa x 10 kali x 1 ptgs x Rp. 30.000 x 1 hari = Rp. 1500.000,-
INDIKATOR KINERJA
- Keluarga penderita menerima secara utuh bahwa di dalam kelauarganya ada yang menderita penyakit kusta. - Keluarga dan tetangga sekitar bisa menjadi PMO untuk penderita kusta. - Tidak ada anggota keluarga dan tetangga sekitar yang menderita penyakit kusta.
SUMBER PEMBIAYA AN
APBD/ BOK
20
Tabel 11. Rencana Usulan Kegiatan Berdasarkan Kegiatan Rutin No.
UPAYA KESEHAT AN
7.
KUSTA
KEGIATAN
Konseling kepada penderita kusta baik yang masih dalam pengobatan maupun yang selesai pengobatan ( RFT ).
TUJUAN
-
-
-
-
Memberikan pengetahuan tentang penyakit kusta. Meningkatkan kesadaran dan dukungan dari keluarga/masyara kat sekitar agar pengobatan berjalan baik dan tidak ada diskriminasi. Menghilangkan stigma keluarga dan masyarakat terhadap penderita kusta. Penderita bisa merawat diri secara mandiri agar cacat akibat kusta tidak bertambah berat.
SASARAN
Penderita Kusta
TARGET SASARAN
100%
PENANGGU NG JWB
PJ Program Kusta
KEBUTUHAN SUMBER DAYA
Kapas, kaca pembesar, buku catatan, MDT Kusta, Buku Penderita
MITRA KERJA
WAKTU PELAKSANAA N
Lintas Program dan Lintas Sektor
Januari s/d Desember 2020
KEBUTUHAN ANGGARAN
-
INDIKATOR KINERJA
SUMBER PEMBIAYA AN
- Penderita, keluarga, dan masyarakat mengerti tentang apa itu kusta, penyebab kusta, cara penularan kusta, dan penanganan kusta. - Penderita kusta mengerti cara-cara merawat diri secara mandiri, agar cacat akibat kusta tidak bertambah berat.
21
No.
UPAYA KESEHAT AN
8..
KUSTA
KEGIATAN
Pengobatan dan melakukan penatalaksanaan yang komprehensip terhadap penderita kusta
TUJUAN
-
-
-
9..
KUSTA
Pengawasan dan pencegahan kecacatan pada penderita me PFS (pemeriksaan Fungsi Saraf)
-
-
-
SASARAN
TARGET SASARAN
PENANGGU NG JWB
KEBUTUHAN SUMBER DAYA
MITRA KERJA
WAKTU PELAKSANAA N
KEBUTUHAN ANGGARAN
INDIKATOR KINERJA
Memutuskan mata rantai penularan Menyembuhkan penyakit penderita kusta Mencegah terjadinya cacat/mencegah bertambahnya cacat yang sudah ada sebelum pengobatan
Penderita Kusta
100%
PJ Program Kusta
Kapas, kaca pembesar, buku catatan, MDT Kusta, Buku Penderita
Lintas Program dan Lintas Sektor
Januari s/d Desember 2020
-
- Tidak terjadi penularan kusta kepada keluarga dan masyarakat - Kondisi penderita mengalami perubahan setelah minum obat - Tidak terjadi cacat/cacat tambahan
Mengetahui tingkat cacat kusta pada penderita Mencegah terjadinya cacat kusta/bertamba hnya cacat kusta yang sudah ada Memberikan terapi sesuai standart untuk tingkat cacat.
Penderita Kusta
100%
PJ Program Kusta
Kapas, kaca pembesar, buku catatan, MDT Kusta, Buku Penderita
Lintas Program dan Lintas Sektor
Januari s/d Desember 2020
-
- Kondisi penderita mengalami perubahan setelah minum obat - Tidak terjadi cacat/cacat tambahan - Penderita mendapat terapi sesuai tingkat cacat yang dialami.
SUMBER PEMBIAYA AN
-
22
No.
UPAYA KESEHAT AN
11
KUSTA
KEGIATAN
TUJUAN
pemeriksaan lanjuatanb rujuk ke Puskesmas rujukan Kusta -
-
Mengetahui tingkat cacat kusta pada penderita Mencegah terjadinya cacat kusta/bertamba hnya cacat kusta yang sudah ada Memberikan terapi sesuai standart untuk tingkat cacat.
SASARAN
Penderita Kusta
TARGET SASARAN
100%
PENANGGU NG JWB
PJ Program Kusta
KEBUTUHAN SUMBER DAYA
Kapas, kaca pembesar, buku catatan, MDT Kusta, Buku Penderita
MITRA KERJA
WAKTU PELAKSANAA N
Lintas Program dan Lintas Sektor
Januari s/d Desember 2020
KEBUTUHAN ANGGARAN
- tranpor driver 4 bln x 30.000 =120.000 transport petugas 4 bln x 30 000 = 120.000
INDIKATOR KINERJA
SUMBER PEMBIAYA AN
- Kondisi penderita mengalami perubahan setelahdi rujuk - Tidak terjadi cacat/cacat tambahan - Penderita mendapat terapi sesuai tingkat cacat yang dialami.
23
BAB VI PENUTUP
6.1. KESIMPULAN Dari hasil pembahasan di depan, prioritas utama dari masalah yang harus di atasi adalah mengubah perilaku atau kebiasaan masyarakat agar tidak mengucilkan penderita kusta sehingga penderita kusta mau melaksanakan pengobatan. Demikian telah diuraikan Perencanaan Usulan Kegiatan Program Kusta tahun 2020 dimana sumberdana yang digunakan selain dari Dana BOK (Bantuan Operasional Kesehatan), Kapitasi Puskesmas Panji adalah dana APBD Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo. Perencanaan kegiatan penyusunan Perencanaan Usulan Kegiatan Program Kusta tahun 2019 ini dibuat dan disusun oleh programer Kusta yang akan menjadi panduan dalam melaksanakan kegiatan di lapangan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi serta kemampuan masing-masing petugas. Namun demikian masih ada beberapa kegiatan yang masih belum maksimal mencapai target yang ditentukan disebabkan keterbatasan anggaran, tetapi bukan berarti menghambat pelaksanaan kegiatan akan tetapi lebih memacu petugas untuk bekerja lebih baik lagi.
6.2. SARAN Untuk meningkatkan capaian hasil kegiatan tahun 2019, khususnya pada kegiatan /program belum mencapai target, diperlukan perencanaan yang matang dan dukungan serta komitmen dari berbagai pihak. Dukungan berupa ketersediaan dana baik dari BOK,KAPITASI, APBD, serta sumber lainya yang sah sangat diperlukan. Sedangkan dukungan ketersediaan sumber daya kesehatan juga diperlukan untuk mendukung dan meningkatkan kualitas kerja program. Selain itu diperlukan koordinasi yang terpadu dan berkesinambungan baik dari lintas sektor maupun lintas program dalam bentuk komitmen terhadap peningkatan pelayanan kesehatan sesuai
dengan
visi,
misi,
UPTD
Puskesmas
Klanpokan
17
17