Ppt.pptx

  • Uploaded by: marhawanti
  • 0
  • 0
  • December 2019
  • PDF

This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA


Overview

Download & View Ppt.pptx as PDF for free.

More details

  • Words: 659
  • Pages: 15
LAPORAN PENDAHULUAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN NON HEMORAGIC STROKE BRAIN CENTER HCU

Latar Belakang Stroke merupakan gejala kerusakan atau serangan otak secara mendadak yang disebabkan oleh iskemik maupun hemoragik di otak. Gejala ini berlangsung 24 jam atau lebih pada umumnya terjadi akibat berkurangnya aliran darah ke otak, yang menyebabkan cacat atau kematian (Widjaja, 2012). Menurut WHO setiap tahun 15 juta orang di seluruh dunia mengalami stroke. Sekitar 5 juta menderita kelumpuhan permanen. Dikawasan Asia Tenggara terdapat 4,4 juta orang mengalami stroke

Anatomi Dan Fisiologi Otak terdiri dari sel-sel otak yang disebut neuron, sel-sel penunjang yang dikenal sebagai sel glia, cairan serebrospinal, dan pembuluh darah. Otak mendapat darah dari arteri. Yang pertama adalah arteri karotis interna yang terdiri dari arteri karotis (kanan dan kiri), yang menyalurkan darah ke bagian depan otak disebut sebagai sirkulasi arteri serebrum anterior. Yang kedua adalah vertebrobasiler, yang memasok darah ke bagian belakang otak disebut sebagai sirkulasi arteri serebrum posterior. Selanjutnya sirkulasi arteri serebrum anterior bertemu dengan sirkulasi arteri

Defenisi Stroke non hemoragik merupakan proses terjadinya iskemia akibat emboli dan thrombosis serebral biasanya terjadi setelah lama beristirahat, baru bangun tidur atau di pagi hari dan tidak terjadi perdarahan. Namun terjadi iskemia yang menimbulkan hipoksia dan selanjutnya dapat timbul edema sekunder.

Klasifikasi • Transient Ischemic Attack (TIA) • Reversible Iscemic Neurological Deficit (RIND) • Stroke in Evolution (Progressing Stroke) • Stroke in Resolution Stroke in resolution • Completed Stroke (infark serebri) • Stroke trombotik • Stroke embolik

Etiologi • Trombosis • Embolisme cerebral Emboli serebral • Iskemia

Patofisiologi Infark serebral adalah berkurangnya suplai darah ke area tertentu di otak. Luasnya infark hergantung pada faktor-faktor seperti lokasi dan besarnya pembuluh darah dan adekuatnya sirkulasi kolateral terhadap area yang disuplai oleh pembuluh darah yang tersumbat. Suplai darah ke otak dapat berubah (makin lambat atau cepat) pada gangguan lokal (trombus, emboli, perdarahan, dan spasme vaskular) atau karena gangguan umum (hipoksia karena gangguan pada dan jantung).

Suplai darah ke otak dapat berubah pada gangguan fokal (thrombus, emboli, perdarahan dan spasme vaskuler) atau oleh karena gangguan umum (Hypoksia karena gangguan paru dan jantung). Arterosklerosis sering/cenderung sebagai faktor penting terhadap otak. Thrombus dapat berasal dari flak arterosklerotik atau darah dapat beku pada area yang stenosis, dimana aliran darah akan lambat atau terjadi turbulensi.

Manifestasi Klinis • Umumnya terjadi mendadak, ada nyeri kepala. • Parasthesia, paresis, Plegia sebagian badan. • Stroke adalah penyakit motor neuron atas dan mengakibatkan kehilangan control volunter terhadap gerakan motorik. Di awal tahapan stroke, gambaran klinis yang muncul biasanya adalah paralysis dan hilang atau menurunnya refleks tendon dalam. • Dysphagia • Kehilangan komunikasi • Gangguan persepsi • Perubahan kemampuan kognitif dan efek psikologis • Disfungsi Kandung Kemih

• • • • • •

Defisit lapang penglihatan Defisit Motorik Defisit sensori Defisit verbal Defisit kognitif Defisit Emosional

Pemeriksaan Diagnostik • • • • • • •

Angiografi serebral Lumbal pungsi Ct-Scan MRI USG EEG Pemeriksaan laboratorium : lumbal pungsi, pemeriksaan darah rutin, pemeriksaan kimia darah dan pemeriksaan darah lengkap

Penatalaksanaan • Phase akut : pertahankan fungsi vital, pencegahan peningkatan TIK, mengurangi edema serebral dan mengatur posisi lateral atau semi telungkup • Phase kronik : pencegahan spatik paralis, program fisioterapi, penanganan masalah psikososial

Komplikasi • infeksi pernafasan, nyeri pada daerah tertekan, konstipasi, nyeri punggung, dislokasi sendi, deformitas, terjatuh, epilepsy, sakit kepala,

Hidrosefalus

Konsep Dasar keperawatan • • • • • • • • • • • •

Identitas Klien Keluhan utama Riwayat penyakit sekarang Riwayat penyakit dahulu Riwayat penyakit keluarga Pengkajian psikososiospiritual Pemeriksaan Fisik Pengkajian Tingkat Kesadaran Pengkajian Fungsi Serebral Pengkajian Saraf Kranial Pengkajian Sistem Motorik Pengkajian Sistem Sensorik

Diagnosa Keperawatan • Ketidakefektifan Perfusi jaringan serebral berhubungan dengan aliran darah ke otak terhambat • Gangguan komunikasi verbal berhubungan dengan penurunan sirkulasi ke otak. • Defisit perawatan diri: makan, mandi, berpakaian, toileting berhubungan kerusakan neurovaskuler. • Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan kerusakan neurovaskuler • Resiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan immobilisasi fisik • Resiko Aspirasi berhubungan dengan penurunan kesadaran. • Resiko injuri berhubungan dengan penurunan kesadaran pola nafas tidak efektif berhubungan dengan penurunan kesadaran

More Documents from "marhawanti"