Perawat Indonesia.docx

  • Uploaded by: Rurri Hairurrifah
  • 0
  • 0
  • April 2020
  • PDF

This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA


Overview

Download & View Perawat Indonesia.docx as PDF for free.

More details

  • Words: 9,485
  • Pages: 42
PERAWAT INDONESIA sharing perawat

Selasa, 03 April 2012 makalah personal hygine

MAKALAH ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PERSONAL HYGIENE Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Gerontik

Ganda Ardiansyah,S.Kep.Ns. Disusun Oleh : 1. Risa Ernawati (09110087) 2. Ririn Kristika Dewi (09110086)

3. Agus Rianto (09110051)

SEKOLAH TINGGI ILMU KEPERAWATAN SATRIA BHAKTI NGANJUK 2012 KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Makalah Gerontik Personal Hygiene” yang telah disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Satria Bhakti Nganjuk. Dalam penyusunan makalah ini tidak lepas dari berbagai pihak yang telah membantu terselesaikannya makalah ini.Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih atas semua bantuan yang telah diberikan dalam penyusunan makalah ini.Ucapan terima kasih secara khusus penulis sampaikan kepada: 1. dr.H.Nur Achmad Tjiptoprajitno.M.Sc Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Satria Bhakti Nganjuk. 2. Rahayu Budi Utami,S.Kep.Ners., M.Kes, selaku ketua Progranm Studi S-1 Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Satria Bhakti Nganjuk.

3. Ganda Ardiansyah,S.Kep.Ns Selaku Dosen Mata kuliah Gerontik Stikes Satria Bhakti Nganjuk. 4. Orang tua tercinta yang tiada henti memberi kasih sayang dan tidak pernah letih mendo’akan setiap langkah kami. Pada makalah ini penulis menyadari masih jauh dari kesempurnaan.Untuk itu,segala kritik dan saran yang bersifat konstruktif penulis terima dengan senang hati demi kesempurnaan Makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi siapa saja, khususnya para mahasiswa serta seluruh pembaca. Nganjuk,21 Maret 2012

Penulis BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Pemeliharaan kebersihan diri sangat menentukan status kesehatan, di mana individu secara sadar dan atas inisiatif pribadi menjaga kesehatan dan mencegah terjadinya penyakit. Upaya ini lebih menguntungkan bagi individu karena lebih hemat biaya, tenaga dan waktu dalam mewujudkan kesejahteraan dan kesehatan. Upaya pemeliharaan kebersihan diri mencakup tentang kebersihan rambut, mata, telinga, gigi, mulut, kulit, kuku, serta kebersihan dalam berpakaian. Dalam upaya pemeliharaan kebersihan diri ini, pengetahuan keluarga akan pentingnya kebersihan diri tersebut sangat diperlukan. Karena pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang (Notoatmodjo,1997). Hardywinoto (2005) mengatakan yang dimaksud dengan kelompok lanjut usia adalah kelompok penduduk yang berusia 60 tahun ke atas. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas perawatan diri adalah: faktor yang ditentukan oleh keadaan masa lalu, situasi lingkungan, lingkungan dimana kita tinggal serta faktor-faktor pribadi (Steven et al,2002). Lansia perlu mendapatkan perhatian dengan mengupayakan agar mereka tidak terlalu tergantung kepada orang lain dan mampu mengurus diri sendiri (mandiri), menjaga kesehatan diri, yang tentunya merupakan kewajiban dari keluarga dan lingkungannya (Siburia,2002). Sejalan dengan kemunduran fisiknya lansia membutuhkan pertolongan dari keluarga untuk memenuhi kebersihan diri. B. Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan Personal Hygiene? 2. Apa tujuan dari Personal Hygiene? 3. Apa saja macam-macam dari Personal Hygiene? 4. Apa saja tanda dan gejala dari Personal Hygiene? 5. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi Personal Hygiene? 6. Apa saja masalah Personal Hygiene pada lansia?

7. Apa saja dampak yang sering timbul pada masalah Personal Hygiene? 8. Bagaimana asuahan keperawatan klien dengan masalah Personal Hygiene? C. Tujuan Masalah 1. Untuk mengetahui definisi dari Personal Hygiene. 2. Untuk mengetahui tujuan dari Personal Hygiene. 3. Untuk mengetahui macam-macam dari Personal Hygiene. 4. Untuk mengetahui tanda dan gejala dari Personal Hygiene. 5. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Personal Hygiene. 6. Untuk mengetahui masalah Personal Hygiene pada lansia. 7. Untuk mengetahui dampak yang sering timbul pada masalah Personal Hygiene. 8. Untuk mengetahui asuahan keperawatan klien dengan masalah Personal Hygiene. BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Kebersihan diri adalah upaya individu dalam memelihara kebersihan diri yang meliputi kebersihan rambut, gigi dan mulut, mata, telinga, kuku, kulit, dan kebersihan dalam berpakaian dalam meningkatkan kesehatan yang optimal (Effendy, 1997).

B. Tujuan Personal Hygiene Tujuan dari personal hygiene adalah (Tarwoto, 2004): 1. Meningkatkan derajat kesehatan seseorang 2. Memelihara kebersihan diri seseorang 3. Memperbaiki personal hygiene yang kurang

4. Mencegah penyakit 5. Menciptakan keindahan 6. Meningkatkan rasa percaya diri C. Macam-macam Personal Hygiene 1. Perawatan Rambut Penampilan dan kesejahteraan seseorang sering kali tergantung dari cara penampilan dan perasaan mengenai rambutnya. Penyakit atau ketidakmampuan mencegah seseorang untuk memelihara perawatan rambut sehari-sehari. Menyikat, menyisir dan bersampo adalah cara-cara dasar hygienis untuk semua usia. Pertumbuhan, distribusi pola rambut dapat menjadi indikator status kesehatan umum, perubahan hormonal, stress emosional maupun fisik, penuaan, infeksi dan penyakit tertentu atau obat obatan dapat mempengaruhi karakteristik rambut. Rambut normal adalah bersih, bercahaya, dan tidak Kusut, untuk kulit kepala harus bebas dari lesi kehilangan disebabkan karena praktik perawatan yang tidak tepat atau penggunaan medikasi kemoterapi. Potter dan Perri (2005), menjelaskan mengenai masalah rambut dan kulit kepala yang sering terjadi yaitu: 1. Ketombe 2. Pediculosis (kutu) 3. pediculosis capitis (kutu kepala) 4. pediculosis corporis (kutu badan) 5. pediculosis pubis (kuku kepiting) 6. kehilangan rambut (alopesia) 2. Perawatan Mata, Telinga dan Hidung Perhatian khusus diberikan untuk membersihkan mata, telinga dan hidung secara normal tidak ada perawatan khusus yang diperlukan untuk mata karena secara terus-menerus dibersihkan air mata, dan kelopak mata, dan bulu mata mencegah partikel asing. Seseorang hanya memerlukan untuk memindahkan sekresi kering yang terkumpul kepada kantus sebelah, dalam bulu mata hygiene

telinga mempunyai implikasi ketajaman pendengaran sebasea lilin atau benda asing berkumpul pada kanal telinga luar yang mengganggu konduksi suara. Khususnya pada lansia rentan masalah. Hidung memberikan temperatur dan kelembaban udara yang pernafasan dihirup serta mencegah masuknya partikel asing ke dalam sistem kumulasi sekresi yang mengeras di dalam nares dapat merusak sensasi olfaktori dan pernafasan (Potter dan Perry, 2005). 3. Perawatan Kulit Kondisi kulit tergantung pada praktek hygiene dan paparan iritan lingkungan, sejalan dengan usia, kulit kehilangan layak kenyal dan kelembaban, pada kelenjar sebasea dan keringat menjadi kurang aktif. Epitalium menipis dan serabut kolagen elastik, menyusut sehingga kulit mudah pecah. Perubahan ini merupakan peringatan ketika bergerak dan mengatur posisi pada lansia. Khas kulit lansia adalah kering dan berkerut, masalah kulit yang umum yaitu kulit kering, jerawat, hirsutisme dan suam. Kulit tujuan dari membersihkan kulit dengan mandi yaitu; membersihkan kulit, stimulasi sirkulasi, citra diri, pengurangan bau badan dan peningkatan rentang gerak. Tipe mandi yang terapeutik terdiri dari mandi bak mandi air panas, mandi bak air hangat, mandi bak air dingin, berendam dan rendam dJuduk (Potter dan Perry, 2005). 4. Perawatan Kaki, Tangan dan Kuku Kaki dan kuku sering kali memerlukan perawatan khusus untuk mencegah infeksi, bau dan cedera pada jaringan. Perawatan dapat digabungkan pada saat mandi atau pada waktu yang terpisah. Masalah yang timbul bukan karena perawatan yang salah atau kurang terhadap kaki dan tangan seperti menggigit kuku atau memotong yang tidak tepat. Pemaparan dengan zat-zat kimia yang tajam dan pemakaian sepatu yang tidak pas. Ketidaknyamanan dapat mengarah pada stres fisik dan emosional (Potter dan Perry, 2005). D. Tanda dan Gejala Menurut Depkes (2000: 20) Tanda dan gejala klien dengan defisit perawatan diri adalah: a) Fisik Badan bau, pakaian kotor, Rambut dan kulit kotor, Kuku panjang dan kotor, Gigi kotor disertai mulut bau, Penampilan tidak rapi

b) Psikologis Malas, tidak ada inisiatif, Menarik diri, isolasi diri, Merasa tak berdaya, rendah diri dan merasa hina. c) Sosial Interaksi kurang,Kegiatan kurang, Tidak mampu berperilaku sesuai norma, Cara makan tidak teratur BAK dan BAB di sembarang tempat, gosok gigi dan mandi tidak mampu mandiri.

E. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Personal Hygiene Ada beberapa faktor yang mempengaruhi personal hygiene pada lansia adalah : 1. Faktor Pengetahuan Menurut Purwanto (1999) dalam Friedman (1998), domain kognitif berkaitan dengan pengetahuan yang bersifat intelektual (cara berpikir, berabstraks, analisa, memecahkan masalah dan lain-lain). Yang meliputi pengetahuan (knowledge), pemahaman (comperehension), penerapan (aplication), analisa (analysis), sintesis (synthesis) dan evaluasi (evaluation). Individu dengan pengetahuan tentang pentingnya kebersihan diri akan selalu menjaga kebersihan dirinya untuk mencegah dari kondisi / keadaan sakit (Notoatmodjo, 1998). 2. Kondisi Fisik Lansia dan Psikis Lansia Semakin lanjut usia seseorang, maka akan mengalami kemunduran terutama di bidang kemampuan fisik, yang dapat mengakibatkan penurunan peranan-peranan sosialnya. Hal ini mengakibatkan timbulnya gangguan di dalam mencukupi kebutuhan hidupnya. Sehingga dapat meningkatkan bantuan orang lain (Nugroho, 2000). Menurut Zainudin (2002) penurunan kondisi psikis pada lansia bisa disebabkan karena Demensia di mana lansia mengalami kemunduran daya ingat dan hal ini dapat mempengaruhi ADL (Activity of Daily Living yaitu kemampuan seseorang untuk mengurus dirinya sendiri), dimulai dari bangun tidur, mandi berpakaian dan seterusnya.

3. Faktor Ekonomi Menurut Geismer dan La Sorte (1964) dalam Friedman (1998), besar pendapatan keluarga akan mempengaruhi kemampuan keluarga untuk menyediakan fasilitas dan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan untuk menunjang hidup dan kelangsungan hidup keluarga. 4. Faktor Budaya Kebudayaan dan nilai pribadi mempengaruhi kemampuan perawatan hygiene. Seorang dari latar belakang kebudayaan berbeda memiliki praktik perawatan diri yang berbeda. Keyakinan yang didasari kultur sering menentukan definisi tentang kesehatan dan perawatan diri (Potter dan Ferry, 2005). 5. Faktor Lingkungan Lingkungan mencakup semua faktor fisik dan psikososial yang mempengaruhi atau berakibat terhadap kehidupan dan kelangsungan hidup lingkungan berpengaruh terhadap kemampuan untuk meningkatkan dan mempertahankan status fungsional, dan meningkatkan kesejahteraan (Potter dan Ferry, 2005) 6. Faktor Citra Tubuh Citra tubuh merupakan konsep subjektif seseorang tentang penampilan fisiknya. Personal hygiene yang baik akan mempengaruhi terhadap peningkatan citra tubuh individu (Stuart & Sundeen, 1999 dalam Setiadi 2005) 7. Faktor Peran Keluarga Keluarga secara kuat mempengaruhi perilaku sehat setiap anggotanya begitu juga status kesehatan dari setiap individu mempengaruhi bagaimana fungsi unit keluarga dan kemampuan untuk mencapai tujuan. Pada saat kepuasan keluarga terpenuhi tujuannya melalui fungsi yang adekuat, anggota keluarga tersebut cenderung untuk merasa positif mengenai diri mereka sendiri dan keluarga mereka (Potter dan Ferry, 2005). F. Masalah Personal Hygiene Pada Lansia

Menurut Siburian (2002) menurunnya fungsi fisiologis dan kesehatan pada lansia terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang kebersihan lansia yaitu : 1. Mandi : pada lansia saat memasuki kamar mandi hendaknya tubuhnya kuat oleh pengasuhnya. Jika merasa oyong waktu sedang mandi, segera dibaringkan tanpa bantal. 2. Kebersihan mulut : lansia yang tak mandiri perlu dibantu dalam membersihkan giginya. Jika ada gigi palsu hendaknya dibersihkan setelah habis makan dengan sikat gigi, dan untuk menghilangkan baunya maka gigi palsu direndam dalam air hangat yang telah dibubuhi oleh pembersih mulut beberapa tetes selama 5-10 menit kemudian bilas kembali sampai bersih. 3. Cuci Rambut dan kulit : kulit dan rambut pada lansia mulai mengering. Karena itu sehabis mandi kulit perlu diolesi dengan krim dan rambut perlu mendapat hair conditioner. Sehabis mandi, rambut segera dikeringkan. 4. Kuku : pada waktu menggunting kuku harus hati-hati agar tidak terjadi karena luka pada lansia, khususnya penderita diabetes melitus Lebih sukar sembuh. 5. Pakaian : pakaian lansia hendaknya terbuat dari bahan yang lunak, harus dijaga agar tetap rapi karena banyak lansia yang tidak peduli lagi terhadap pakaiannya. Warna pakaian hendaknya cerah tapi lembut, jangan memakai warna yang mencolok karena ini hanya cocok bagi anak muda, jangan pula dipilih warna hitam, karena memberi kesan sedih.

G. Dampak yang Sering Timbul pada Masalah Personal Hygiene 1. Dampak Fisik Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik. Gangguan fisik yang sering terjadi adalah gangguan integritas kulit, gangguan membrane mukosa mulut, infeksi pada mata dan telinga, dan gangguan fisik pada kuku.

2. Dampak Psikososial Masalah social yang berhubungan dengan Personal Hygieneadalah gangguan kebutuhan rasa nyaman, kebutuhan dicintai dan mencintai, kebutuhan harga diri, aktualisasi diri dan gangguan interaksi sosial. H. Asuahan Keperawatan Klien dengan Masalah Personal Hygiene 1) Pengkajian a. Riwayat Keperawatan Tanyakan tentang pola kebersiahan individu sehari-hari, sarana dan prasarana yang dimiliki, serta factor-faktor yang mempengaruhi hygiene personal individu baik factor pendukung maupun factor pencetus. b. Pemeriksaan Fisik Pada pemeriksaan fisik, kaji hygiene personal individu, mulai dari ekstermitas atas sampai bawah: a. Rambut : Amati kondisi rambut (warna, tekstur, kualitas), apakah tampak kusam? Apakah ditemukan kerontokan? b. Kepala : Amati dengan seksama kebersihan kulit kepala. Perhatikan adanya ketombe, kebotakan, atau tanda-tanda kemerahan. c. Mata : Amati adanya tanda-tanda ikterus., konjungtiva pucat, secret pada kelopak mata, kemerahan dan gatal-gatal pada kelopak mata. d. Hidung : Amati kondisi kebersihan hidung, kaji adanya sinusitis, perdarahan hidung, tanda-tanda pilek yang tak kunjung sembuh, tanda-tanda alergi, atau perubahan pada daya penciuman. e. Mulut : Amati kondisi mulut dan amati kelembapanya. Perhatikan adanya lesi, tanda-tanda radang gusi atau sariawan, kekeringan atau pecah-pecah. f. Gigi : Amati kondisi dan kebersihan gigi. Perhatikan adanya tanda-tanda karang gigi, karies, gigi pecah-pecah, tidak lengkap atau gigi palsu. g. Telinga : Amati kondisi dan kebersihan telinga. Perhatikan adanya serumen atau kotoran pada telinga, lesi, infeksi, atau perubahan pada daya pendengaran. h. Kulit : Amati kondisi kulit (tekstur, turgor, kelembapan) dan kebersihannya. Perhatikan adanya perubahan warna kulit, stria, kulit keriput, lesi, atau pruritus.

i. Kuku tangan&kaki :Amati bentuk dan kebersihan kuku. Perhatikan adanya kelainan atau luka. j. Genetalia :Amati kondisi dan kebersihan genetalia berikut area perineum.Perhatikan pola rambut pubis. Pada laki-laki perhatikan kondisi skrotum dan testisnya. k. Hygiene personal secara umum : Amati kondisi dan kebersihan kulit secara umum. Perhatikan adanya kelainan kulit atu bentuk tubuh.

2) Diagnosa Keperawatan dan Intervensi a. Kurangnya perawatan diri:mandi/hygiene s.d gangguan kognitif, kurangnya motivasi, gangguan penglihatan. b. Gangguan integritas kulit s.d immobility, gangguan sirkulasi vena dan arteri. c. Gangguan Body Image b.d. penampilan fisik. halitosis, tidak adanya gigi. d. Resiko tinggi infeksi b.d trauma mukosa mulut.  Intervensi a. Kurangnya perawatan diri:mandi/hygiene s.d gangguan kognitif, kurangnya motivasi, gangguan penglihatan. 1. Observasi Kesehatan kulit klien yang merupakan perlindungan bagi tubuh: a) Cegah kulit dari iritasi dan injury b) Kuku tajam, cincin yang dapat membuat luka kecil perlu dihindari c) Hindarkan penggunaan handuk yang kasar serta menggosok badan secara kasar yg dapat menyebabkan kerusakan jaringan. 2. Observasi tubuh terhadap bau yang disebabkan oleh bakteri dikulit: a. Anjurkan klien untuk mandi atau seka kurang lebih 2x/hari. b. Anjurkan klien setelah mandi kulit klien dikeringkan secara hati-hati terutama diarea bawah payudara, axilla, sela paha diantara jari kaki. c. Anjurkan klien untuk memakai lotion setelah mandi.

b. Resiko gangguan integritas kulit s.d immobility, gangguan sirkulasi vena dan arteri. Intervensi 1. Anjurkan klien untuk memakai lotion setelah mandi 2. Anjurkan klien untuk miring kanan miring kiri saat tidur untuk menghindari gangguan integritas kulit berlebih. 3. Jika klien merasa gatal-gatal ,anjurkan klien agar tidak menggaruk secara berlebihan untuk mengurangi luka berlebih. c. Gangguan Body Image b.d. penampilan fisik. Halitosis(Bau mulut), tidak adanya gigi. Intervensi 1. Dorong klien untuk mengungkapkan perasaannya tentang ganguan body image saat ini. 2. Observasi tentang kebiasaan klien saat menyikat gigi 3. Anjurkan klien untuk memakai gigi palsu untuk meningkatkan body image klien. 4. Berikan pengertian pada klien bahwa keaadan tersebut sangat fisiologis dan semua orang akan mengalami hal tersebut. d. Resiko tinggi infeksi b.d trauma mukosa mulut. Intervensi 1. Anjurkan klien untuk oral hygiene: a. Gosok gigi setelah makan b. Irigasi diperlukan untuk cleaning mencegah pleque. c. Pilihlah sikat gigi yang lunak untuk menghindari luka pada daerah mulut

d. Klien yg infeksi oral - Jangan gunakan gigi palsu - Beriobat kumur–kumur (betadine kumur) - Gunakan liquid topikal antibiotik BAB III KESIMPULAN Dari pembahasan di atas kami dapat menyimpulkan bahwa kebersihan diri adalah upaya individu dalam memelihara kebersihan diri yang meliputi kebersihan rambut, gigi dan mulut, mata, telinga, kuku, kulit, dan kebersihan dalam berpakaian dalam meningkatkan kesehatan yang optimal (Effendy, 1997).

Tujuan dari personal hygiene adalah (Tarwoto, 2004):Meningkatkan derajat kesehatan seseorang, Memelihara kebersihan diri seseorang, Memperbaiki personal hygiene yang kurang, Mencegah penyakit, Menciptakan keindahan, Meningkatkan rasa percaya diri. Menurut Siburian (2002) menurunnya fungsi fisiologis dan kesehatan pada lansia terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang kebersihan lansia yaitu : Mandi ,Kebersihan mulut, Cuci Rambut dan kulit, Kuku, Pakaian. Maka dari itu akan timbul suatu dampak sebagai berikut:

1. Dampak Fisik Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik. Gangguan fisik yang sering terjadi adalah gangguan integritas kulit, gangguan membrane mukosa mulut, infeksi pada mata dan telinga, dan gangguan fisik pada kuku. 2. Dampak Psikososial Masalah social yang berhubungan dengan Personal Hygieneadalah gangguan kebutuhan rasa nyaman, kebutuhan dicintai dan mencintai, kebutuhan harga diri, aktualisasi diri dan gangguan interaksi sosial.

MAKALAH Rabu, 20 Maret 2013

MAKALAH PERSONAL HYGIENE BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat pentingdan harus diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis seseorang. Kebersihan itu sendiri sangat berpengaruh diantaranya kebudayaan, ocial,keluarga, pendidikan. Persepsi seseorang terhadap kesehatan,serta perkembangan ( dalam Tarwoto & Wartonah 2006). Praktik hygiene sama dengan peningkatan kesehatan. Dengan implementasi tindakan hygiene pasien, atau membantu anggota keluarga untuk melakukan tindakan itu dalam lingkungan rumah sakit, perawat menambah tingkat kesembuhan pasien. Dengan mengajarkan cara hygiene pada pasien, pasien akan berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan dan partisipan dalam perawatan diri ketika memungkinkan (dalam Perry & Potter, 2005). Jika seseorang sakit,biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan.Hal initerjadi karena kita menganggap masalah kebersihan adalah masalahsepele,padahal jika hal tersebut dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatansecara umum (dalam Tarwoto & Wartonah 2006). 1.2 Tujuan 1.2.1 Bagaimanakah konsep personal Hygiene 1.2.2 Apa faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene 1.2.3 Apa macam-macam personal hygiene ? 1.2.4 Apa jenis-jenis personal hygiene ? 1.2.5 Apa tujuan personal hygiene ? 1.2.6 Apa dampak yang sering muncul ? 1.2.7 Bagaimana pengkajian personal hygiene ? 1.2.8 Bagaimana peengkajian status personal hygiene ? 1.2.9 Bagaimana Intervensi personal hygiene ? 1.2.10 Bagaimana Evaluasi personal hygiene ? 1.3 Rumusan Masalah Untuk mempelajari dan memahami personal hygiene 1.4 Manfaat a. Pembaca dapat memahami personal hygiene b. Pembaca dapat memahami dan mengetahui jenis-jenis personal hygiene c. Pembaca dapat mengetahui dan melaksanakan prosedur personal hygiene

BAB II PEMBAHASAN

a.

b.

c.

d.

2.1 Konsep personal Hygiene 2.1.1 Pengertian personal hygiene Personal Hygiene berasal dari bahasaYunani yaitu personal yang artinya perorangan dan hygiene berarti sehat. Kebersihanseseorang adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihandan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis. Menurut beberapa ahli : Sjarifuddin Personal hygiene adalah kesehatan pada seseorang atau perseorangan. Sjarifudin. 1979 (dalam Basyar.2005) Efendy Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan halyang sangat penting dan harus diperhatikan karena kebersihanakan mempengaruhi kesehatan dan psikis seseorang. Kebersihanitu sendiri dangat dipengaruhi oleh nilai individu dan kebiasaan.Hal-hal yang sangat berpengaruh itu di antaranya kebudayaan,sosial, keluarga, pendidikan, persepsi seseorang terhadap kesehatan, serta tingkat perkembangan. (dalam Astutiningsih, 2006) Depkes Perawatan diri adalah salah satu kemampuan dasar manusia dalammemenuhi kebutuhannya guna memepertahankan kehidupannya,kesehatan dan kesejahteraan sesuai dengan kondisi kesehatannya, kliendinyatakan terganggu keperawatan dirinya jika tidak dapat melakukan perawatan diri ( Depkes 2000). Nurjannah

Defisit perawatan diri adalah gangguankemampuan untuk melakukan aktifitas perawatan diri (mandi, berhias,makan, toileting) e. Poter. Perry Menurut Poter. Perry (2005), Personal hygiene adalah suatutindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis, kurang perawatan diri adalah kondisidimana seseorang tidak mampu melakukan perawatan kebersihan untuk dirinya (dalam Tarwoto dan Wartonah 2006 ) Jika seseorang sakit, biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan. Hal ini terjadi karena kita menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele, padahal jika hal tersebut dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatan secara umum. Karena itu hendaknya setiap orang selalu berusaha supayapersonal hygiennya dipelihara dan ditingkatkan. Kebersihan dankerapian sangat penting dan diperlukan agar seseorang disenangidan diterima dalam pergaulan, tetapi juga karena kebersihan diperlukan agar seseorang dapat hidup secara sehat. 2.1.2 Faktor yang mempengaruhi personal hygiene a. Citra tubuh Penampilan umum klien dapat menggambarkan pentinya hygiene pada orang tersebut. Citra tubuh merupakan konsep subjektif seseorang tentang penampilan fisiknya. Citra tubuh ini dapat sering berubah. Citra tubuh mempengaruhi cara mempertahankan hygiene. Jika seorang klien rapi sekali maka perawat mempertimbaagkan rincian kerapian ketika merencanakan keperawatan dan berkonsultasi pada klien sebelum membuat keputusan tentang bagaimana memberikan peraatan hygienis. Karena citra tubuh klien dapat berubah akibat pembedahan atau penyakit fisik maka perawat harus membuat suatu usaha ekstra untuk meningkatkan hygiene. b. Praktik social. Kelompok-kelompok social wadah seorang klien berhubungan dapat mempengaruhi praktik hygiene pribadi. Selama masa kanak-kanak, kanak-kanak mendapatkan praktik hygiene dari orang tua mereka. Kebiasaan keluarga, jumlah orang dirumah, dan ketersediaan air panas dan atau air mengalir hanya merupakan beberapa faktok yang mempengaruhi perawatan kebersihan. c. Status sosio-ekonomi sumber daya ekonomi seeorang mempengruhi jenis dan tingkat praktik kebersihan yang digunakan. Perawat hrus menentukan apakah klien dapat menyediakan bahan-bahan yang penting seperti deodorant, sampo, pasta gigi dan kometik. Perawat juga harus menentukan jika penggunaan produk-produk ini merupakan bagian dari kebiasaan social yang dipraktikkan oleh kelompok social klien. d. Pengetahuan Pengtahuan tentang pentingnya hygiene dan implikasinya bagi kesehatan mempengaruhi praktik hygiene. Kendati demikian, pengetahuan itu sendiri tidaklah cukup. Klien juga harus termotivasi untuk memelihara perawatan-diri. Seringkali, pembelajaran tentang penyakit atau kondisi mendorong klien untuk meningkatkan hygiene. Pembelajaran praktik tertentu yang diharapkan dan menguntungkan dalam mngurangi resiko kesehatan dapat memotifasi seeorang untuk memenuhi perawatan yang perlu. e. kebudayaan Kepercayaan kebudayaan klien dan nilai pribadi mempengaruhi perawatan hygiene. Orang dari latar kebudayaan yang berbeda mengikuti praktik keperawatan diri yang berbeda pula. Di asia kebersihan dipandang penting bagi kesehatan. Di Negara-negara eropa, bagaimanapun, hal ini biasa untuk mandi secara penuh hanya sekali dalam seminggu.

f.

Pilihan pribadi Setiap klien memiliki keinginan individu dan pilihan tentang kapan untuk mandi, bercukur, dan melakukan perawatan rambut .klien memilih produk yang berbeda (mis. Sabun, sampo, deodorant, dan pasta gigi) menurut pilihan pribadi. g. kondisi fisik. Orang yang menderita penyakit tertentu (mis. Kanker tahap lanjut) atau menjalani operasi sering kali kekurangan energi fisik atau ketangkasan untuk melakukan hygiene pribadi. 2.1.2 Tipe personal hygiene 2.1.2.1 Kesehatan Gigi dan Mulut Mulut beserta lidah dan gigi merupakan sebagian dari alat pencerna makanan. Mulut berupa suatu rongga yangdibatasi oleh jaringan lunak, dibagian belakang berhubungandengan tengggorokan dan didepan ditutup oleh bibir. Lidahterdapat didasar rongga mulut terdiri dari jaringan yang lunakdan ujung-ujung syaraf pengecap. Gigi terdiri dari jaringan kerasyang terdapat di rahang atas dan bawah yang tersusun rapidalam lengkungan (Depdikbud, 1986:33). Makanan sebelum masuk ke dalam perut, perludihaluskan, maka makanan tersebut dihaluskan oleh gigi dalam rongga mulut. Lidah berperan sebagai pencampur makanan,penempatan makanan agar dapat dikunyah dengan baik danberperan sebagai indera perasa dan pengecap. Penampilanwajah sebagian ditentukan oleh tata letak gigi. Disamping itu juga sebagai pembantu pengucapan kata-kata dengan jelas danterang (Soenarko, 1984: 28).Seperti halnya dengan bagian tubuh yang lain, makamulut dan gigi juga perlu perawatan yang teratur danseyogyanya sudah dilakukan sejak kecil. Untuk pertumbuhangigi yang sehat diperlukan sayur-sayuran yang cukup mineralseperti zat kapur, makanan dalam bentuk buahbuahan yangmengandung vitamin A atau C sangat baik untuk kesehatan gigidan mulut. Gosok gigi merupakan upaya atau cara yang terbaikuntuk perawatan gigi dan dilakukan paling sedikit dua kali dalamsehari yaitu pagi dan pada waktu akan tidur. Denganmenggosok gigi yang teratur dan benar maka plak yang adapada gigi akan hilang. Hindari kebiasaan menggigit benda-benda yang keras dan makan makanan yang dingin dan terlalupanas (Depdikbud, 1986: 30).Gigi yang sehat adalah gigi yang rapi, bersih, bercahaya,gigi tidak berlubang dan didukung oleh gusi yang kencang danberwarna merah muda. Pada kondisi normal, dari gigi dan mulut 2.1.2.2 Kesehatan Rambut dan kulit rambut Rambut berbentuk bulat panjang, makin ke ujung makinkecil dan ujungnya makin kecil. Pada bagian dalam berlubangdan berisi zat warna. Warna rambut setiap orang tidak samatergantung zat warna yang ada didalamnaya. Rambut dapattumbuh dari pembuluh darah yang ada disekitar rambut(Depdikbud, 1986:23). Rambut merupakan pelindung bagi kulit kepala dari sengatan matahari dan hawa dingin. Dalam kehidupan sehari-hari sering nampak pemakaian alat perlindungan lain sepertitopi, kain kerudung dan masih banyak lagi yang lain.Penampilan akan lebih rapi dan menarik apabila rambutdalam keadaan bersih dan sehat. Sebaliknya rambut yangdalam keadaan kotor, kusam dan tidak terawat akan terkesan jorok dan penampilan tidak menarik. Rambut dan kulit kepala harus selalu sehat dan bersih,sehingga perlu perawatan yang baik. Untuk perawatan rambutdapat ditempuh dengan berbagai cara namun demikian carayang dilakukan adalah cara pencucian rambut. Rambut adalah bagian tubuh yang paling banyak mengandung minyak. Karenaitu kotoran, debu, asap mudah melekat dengan demikian makapencucian rambut adalah suatu

keharusan. Pencucian rambutdengan shampoo dipandang cukup apabila dilakukan dua kalidalam seminggu (Depdikbud, 1986:12). Rambut yang sehat yaitu tidak mudah rontok dan patah,tidak terlalu berminyak dan terlalu kering serta tidak berketombedan berkutu. Tujuan bagi klien yang membutuhkan perawatan rambut dan kulit kepala meliputi sebagai berikut: 1. Pola kebersihan diri klien normal 2. Klien akan memiliki rambut dan kulit kepala bersih yang sehat 3. Klien akan mencapai rasa nyaman dan harga diri 4. Klien dapat mandiri dalam kebersihan diri sendiri 5. Klien akan berpartisipasi dalam praktik perawatan rambut. 2.1.2.3 Kesehatan kulit Kulit terletak diseluruh permukaan luar tubuh. Secara garis besar kulit dibedakan menjadi 2 bagian yaitu bagian luar yang disebut kulit ari dan bagian dalam yang disebut kulit jangat. Kulit ari berlapis-lapis dan secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok, yaitu lapisan luar yangdisebut lapisan tanduk dan lapisan dalam yang disebut lapisanmalpighi. Kulit jangat terletak disebelah bawah atau sebelahdalam dari kulit ari (Depdikbud, 1986:16).Kulit merupakan pelindung bagi tubuh dan jaringan dibawahnya. Perlindungan kulit terhadap segala rangsangan dariluar, dan perlindungan tubuh dari bahaya kuman penyakit. Sebagai pelindung kulitpun sebagai pelindung cairan-cairantubuh sehingga tubuh tidak kekeringan dari cairan. Melaluikulitlah rasa panas, dingin dan nyeri dapat dirasakan. Guna kulit yang lain sebagai alat pengeluaran ampas-amps berupa zatyang tidak terpakai melalui keringat yang keluar lewat poripori(Soenarko, 1984:4).Kulit yang baik akan dapat menjalankan fungsinyadengan baik sehingga perlu dirawat. Pada masa yang modernsekarang ini tersedia berbagai cara modern pula berbagai perawatan kulit. Namun cara paling utama bagi kulit, yaitupembersihan badan dengan cara mandi. Perawatan kulitdilakukan dengan cara mandi 2 kali sehari yaitu pagi dan sore.Tentu saja dengan air yang bersih. Perawatan kulit merupakankeharusan yang mendasar (Depdikbud, 1986:23).Kulit yang sehat yaitu kulit yang selalu bersih, halus, tidakada bercak-bercak merah, tidak kaku tetapi lentur (fleksibel) 2.1.2.4 Kesehatan Telinga Telinga dapat dibagi dalam tiga bagian yaitu bagianpaling luar, bagian tengah, dan daun telinga. Telinga bagian luar terdiri dari lubang telinga dan daun telinga. Telinga bagiantengah terdiri dari ruang yang terdiri dari tiga buah ruang tulangpendengaran. Ditelinga bagian dalam terdapat alatkeseimbangan tubuh yang terletak dalam rumah siput(Depdikbud, 1986 : 30).Telinga merupakan alat pendengaran, sehingga berbagaimacam bunyi- bunyi suara dapat didengar. Disamping sebagai alat pendengaran telinga juga dapat berguna sebagai alatkeseimbangan tubuh. Menjaga kesehatan telinga dapat dilakukan dengan pembersihan yang berguna untuk mencegah kerusakan dan infeksi telinga. Telinga yang sehat yaitu lubang telinga selalu bersih,untuk mendengar jelas dan telinga bagian luar selalu bersih. 2.1.2.5 Kesehatan Kuku Kuku terdapat di ujung jari bagian yang melekat pada kulit yang terdiri dari sel-sel yang masih hidup. Bentuk kuku bermacam-macam tergantung dari kegunaannya ada yangpipih, bulat panjang, tebal dan tumpul (Depdikbud, 1986:21).Guna kuku adalah sebagai pelindung jari, alatkecantikan, senjata , pengais dan pemegang (Depdikbud ,1986:22). Bila untuk keindahan bagi wanita karena kuku harusrelatif panjang, maka harus dirawat terutama dalam

halkebersihannya. Kuku jari tangan maupun kuku jari kaki harus selalu terjaga kebersihannya karena kuku yang kotor dapat menjadisarang kuman penyakit yang selanjutnya akan ditularkan kebagian tubuh yang lain. 2.1.2.6 Kesehatan Mata Perawatan Mata Pembersihan mata biasanya dilakukan selama mandi dan melibatkan pembersihan dengan washlap bersih yang dilembabkan kedalam air. Sabun yang menyebabkan panas dan iritasi biasanya dihindari. Perawat menyeka dari dalam ke luar kantus mata untuk mencegah sekresi dari pengeluaran ke dalam kantong lakrimal. Bagian yang terpisah dari washlap digunakan sekali waktu untuk mencegah penyebaran infeksi. Jika klien memiliki sekresi kering yang tidak dapat diangkat dengan mudah dengan menyeka, maka perawat dapat meletakkan kain yang lembab atau kapas pada margin kelopak mata pertama kali untuk melunakkan sekresi. Tekanan langsung jangan digunakan diatas bola mata karena dapat meyebabkan cedera serius. Klien yang tidak sadar memerlukan perawatan mata yang lebih sering. Sekresi bisa berkumpul sepanjang margin kelopak mata dan kantus sebelah dalam bila refleks berkedip tidak ada atau ketika mata tidak dapat menutup total. Mata dapat dibersihkan dengan kapas steril yang diberi pelembab normal salin steril. Air mata buatan bisa diperlukan, dan pesanan untuk itu harus diperoleh dai dokter. Tindakan pencegahan harus digunakan jika potongan kecil digunakan pada mata karena dapat meyebabkan cedera kornea. 2.1.2.7 Kesehatan Hidung Klien biasanya mengangkat sekresi hidung secara lembut dengan membersihkan ke dalam dengan tisu lembut. Hal ini menjadi hygiene harian yang diperlukan. Perawat mencegah klien jangan mengeluarkan kotoran dengan kasar karena mengakibatkan tekanan yang dapat mencenderai gendang telinga, mukosa hidung, dan bahkan struktur mata yang sensitif. Perdarahan hidung adalah tanda kunci dari pengeluaran yang kasar, iritasi mukosa, atau kekeringan. Jika klien tidak dapat membuang sekresi nasal, perawat membantu dengan menggunakan washlap basah atau aplikator kapas bertangkai yang dilembabkan dalam air atau salin. Aplikator seharusnya jangan dimasukkan melebihi panjang ujung kapas. Sekresi nasal yang berlebihan dapat juga dibuang dengan pengisap. Pengisap nasal merupakan kontraindikasi dalam pembedahan nasal atau otak. 2.1.3 Jenis personal hygiene Berdasarkan waktu pelaksanaannya Menurut Alimul (2006) personal hygiene berdasarkan waktu pelaksanaannyadibagi menjadi empat yaitu: a. Perawatan dini hari Merupakan personal hygiene yang dilakukan pada waktubangun tidur, untuk melakukan tindakan untuk tes yang terjadwal seperti dalam pengambilan bahan pemeriksaan (urine atau feses), memberikan pertolongan seperti menawarkan bedpan atau urinal jika pasien tidak mampu ambulasi, mempersiap kanpasien dalam melakukan sarapan atau makan pagi dengan melakukan tindakan personal hygiene, seperti mencuci muka, tangan, menjaga kebersihan mulut, b. Perawatan pagi hari merupakan personal hygiene yang dilakukan setelah melakukan sarapan atau makan pagi seperti melakukan pertolongan dalam pemenuhan kebutuhan eliminasi (BAB / BAK), mandi atau

mencuci rambut, melakukan perawatan kulit, melakukan pijatan pada punggung, membersihkan mulut, kuku, rambut, serta merapikan tempat tidur pasien. Hal ini sering disebut sebagai perawatan pagi yang lengkap. c. Perawatan siang hari Merupakan personal hygiene yang dilakukan setelahmelakukan berbagai tindakan pengobatan atau pemeriksaan dan setelah makan siangdimana pasien yang dirawat di rumah sakit seringkali menjalani banyak tes diagnostik yang melelahkan atau prosedur di pagi hari. Berbagai tindakan personal hygiene yang dapat dilakukan, antara lain mencuci muka dan tangan, membersihkanmulut, merapikan tempat tidur, dan melakukan pemeliharaan kebersihan lingkungankesehatan pasien. d. Perawatan menjelang tidur Merupakan personal hygiene yang dilakukanpada saat menjelang tidur agar pasien relaks sehingga dapat tidur atau istirahat dengantenang. Berbagai kegiatan yang dapat dilakukan, antara lain pemenuhan kebutuhaneliminasi (BAB / BAK), mencuci tangan dan muka, membersihkan mulut, danmemijat daerah punggung. 2.1.4 Tujuan Personal Hygiene 1. Tujuan perawatan personal hygiene adalah a. Menghilangkan minyak yang menumpuk , keringat , sel-sel kulit yang mati dan bakteri b. Menghilangkan bau badan yang berlebihan c. Memelihara integritas permukaan kulit d. Menstimulasi sirkulasi / peredaran darah e. Meningkatkan perasaan sembuh bagi klien f. Memberikan kesempatan pada perawatan untuk mengkaji kondisi kulit klien. g. Meningkatkan percaya diri seseorang h. Menciptakan keindahan i. Meningkatkan derajat kesehatan sesorang 2.1.5 Dampak yang sering ditimbulkan 1. Dampak Fisik Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik. Gangguan fisik yangsering terjadi adalah:Gangguan intergritas kulit,gangguan membranemukosa mulut, infeksi pada mata dan telinga,dan gangguan fisik padakuku. 2.Dampak Psikososial Masalah social yang berhubungan dengan personal hygiene adalah gangguan kebutuhan rasa nyaman, kebutuhan dicintai dan mencintai, kebutuhan harga diri, aktualisasi diri,dan gangguan interaksisosial. 2.2 Askep personal hygiene 2.2.1 Pengkajian 1 Pengkajian a. Riwayat keperawatan 1) Pola kebersihan tubuh 2) Perlengkapan personal hygiene yang dipakai 3) Faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene b. Pemeriksaan fisik 1) Rambut

a) b) c) d) 2) a) b) c) d) e) 3) a) b) c) d) 4) a) b) c) d) e) f) g) 5) a) b) c) d) 6) a) b) c) d) e) 7) a) b) c) d) 8) a) b) c) d) e)

Keadaan kesuburan rambut Keadaan rambut yang mudah rontok Keadaan rambut yang kusam Keadaan tekstur Kepala Botak/alopesia Ketombe Berkutu Adakah Eritema Kebersihan Mata Apakah sklera ikterik Apakah kunjungtiva pucat Kebersihan mata Apakah gatal/mata merah Hidung Adakah pilek Adakah elergi Adakah pendarahan Adakah perubahan penciuman Kebersihan hidung Bagaimana membran mukosa Adakah septum deviasi Mulut Keadaan mukosa mulut Kelembapannya Adakah lesi Kebersihan Gigi Adakah karang gigi Adakah karies Kelengkapan gigi Pertumbuhan Kebersihan Telinga Adakah kotoran Adakah lesi Bagaimana bentuk telinga Adakah infeksi Kulit Kebersihan Adakah lesi Keadaan turgor Warna kulit Suhu

f) Teksturnya g) Pertumbuhan bulu 9) Kuku tangan dan kaki a) Bentuknya bagaimana b) Warnanya c) Adakah lesi d) Pertumbuhannya 10) Genetalia a) Kebersihan b) Pertumbuhan rambut pubis c) Keadaan kulit d) Keadaan lubang uretra e) Keadaan skrotum, testis pada pria f) Cairan yang dikeluarkan 11) Tubuh secara umum a) Kebarsihan b) Normal c) Keadaan postur 2.2.2 Diagnosa keperawatan a. Gangguan integritas kulit Definisi : keadaan di mana kulit seseorang tidak utuh.Kemungkinan berhubungan dengan : 1) Bagian tubuh yang lama tertekan 2) Imobilitasi 3) Terpapar zat kimia Kemungkinan data yang ditemukan 1) Kerusakan jaringan kulit 2) Gangrene 3) Dekubitus 4) Kelemahan fisik Kondisi klinis kemungkinan terjadi pada : 1) Stroke 2) Fraktur femur 3) Koma 4) Trauma medulla spinalis Tujuan yang diharapkan 1) Pola kebersihan diri pasien normal 2) Keadaan kulit, rambut kepala bersih 3) Klien dapat mandiri dalam kebersihan diri sendiri b. Gangguan membrane mukosa mulut Definisi : kondisi dimana mukosa mulut pasien mengalami luka Kemungkinan berhubungan dengan : 1) Trauma oral 2) Pembatasan intake cairan 3) Pemberian kemoterapi dan radiasi pada kepala dan leher Kemungkinan data yang ditemukan

1) Iritasi atau luka pada mukosa mulut 2) Peradangan atau infeksi 3) Kesulitan dalam makan dan menelan 4) Keadaan mulut yang kotor Kondisi klinis kemungkinan terjadi pada 1) Stroke 2) Stomatitis 3) Koma Tujuan yang diharapkan 1) Keadaan mukosa mulut, lidah dalam keadaan utuh, warnamerah muda 2) Inflamasi tidak terjadi 3) Klien mengatakan rasa nyaman 4) Keadaan mulut bersih c. Kurangnya perawatan diri / kebersihan diri Definisi : kondisi dimana seseorang tidak mampu melakukan perawatan kebersihan untuk dirinya. Kemungkinan berhubungan dengan : a. Kelelahan fisik b. Penurunan kesadaran Kemungkinan data yang ditemukan. a. Badan kotor dan berbaub. b. Rambut kotor c. Kuku panjang dan kotor d. Bau mulut dan motor 2.3 Prosedur personal hygiene 2.3.1 Personal hygiene rambut sampai kaki a. Perawatan kulit kepala dan rambut Merupakan tindakan keperawatan pada pasien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan perawatan diri dengan cara mencuci dan menyisir rambut.Tujuannya adalah membersihkan kuman kuman yang ada pada kulit kepala ,menambaha rsa nyaman,membasmi kutu atau ketombe yang melekat pada kulit ,serta memperlancar system peredaran darah di bawah kulit. Alat dan Bahan 1.Handuk secukupnya 2.Perlak atau pengalas 3.Baskom berisi air hanagt 4.Sampo atau sabun dalam tempatnya 5.Kasa dan kapas 6.Sisir 7.Bengkok/nierbekken 8.Gayung 9.Ember kosong Menjaga kebersihan atau pemeliharaan rambut dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1. Pencucian Rambut Frekuensi pencucian rambut sangat tergantung pada hal – hal berikut: a. Tebal atau tipisnya rambut, semakin tebal harus semakin sering dicuci.

b. Lingkungan atau tempat tinggal seseorang, misalnya pada lingkungan yang berdebu orang tersebut harus sering mencuci rambutnya. c. Seseorang yang memakai minyak rambut harus sering mencuci rambutnya. Adapun cara – cara mencuci rambut adalah : Prosedur Kerja 1. Jelaskan prosedur pada pasien 2. Cuci tangan 3. Tutup jendela atau pasang sampiran 4. Kondisikan pasien dalam posisi tidur 5. Letakkan baskom di bawah tempat tidur tepat di bawah kepala pasien 6. Pasang perlak atau pengalas di bawah kepala dan sambungkan ke arah bagian baskom dengan pinggir di gulung 7. Tutup telinga dengan kapas 8. Tutup dada dengan handuk sampai ke leher 9. Kemudian,sisir rambut dan lakukan pencucian dengan air hangat ,selanjutnya gunakan sampo dan bilas dengan air hangat sambil di pijat 10. Setelah selesai keringkan 11. Cuci tangan b. Perawatan kulit seluruh tubuh Kulit memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga dan memelihara kesehatan tubuh. Cara membersihkan kulit secara keseluruhan umumnya dengan mandi, karena mandi berguna untuk menghilangkan kotoran yang melekat pada permukaan kulit, menghilangkan bau keringat, merangsang peredaran darah dan syaraf dan mengembalikan kesegaran tubuh. a. Cara merawat kulit Alat dan Bahan : a.Baskom cuci b.Sabu c.Air d.Agen pembersih e.Balutan f.Pelindung kulit g.Plester h.Sarng tangan Prosedur Kerja 1.Jelaskan prosedur pada pasien 2.Cuci tangan dan gunakan sarung tangan 3.Tutup pintu ruangan 4.Atur posisi pasien 5.Kaji ulang /kulit tertekan dengan memperhatikan warna ,kelembaban ,penampilan ,sekitar kulit,ukur diameter kulit,ukur kedalaman. 6.Cuci kulit sekitar luka dengan air hangat atau sabun cuci secara menyeluruh dengan air. 7.Perlahan lahan keringkan kulit secara menyeluruh. 8.Bersihakan luka secara menyeluruh dengan cairan normal atau larutan pembersih ,gunakan ,semprit irigasi luka pada luka yang dalam. 9.Setelah selesai berikan obat atau agen topical.

10.Catat hasil 11.Cuci tangan c. Memandikan Pasien di Tempat Tidur Tindakann keperawatan di lakukan pada pasien yang tidak mampu mandi secara sendiri dengan cara memandikan di tempat tidur.Tujuannya adalah menjaga kebersihan tubuh ,mengurangi infeksi akibat kulit kotor ,memperlancar sisitem peredaran darah , dan menambah kenyamanan pasien. Alat dan Bahan 1.Baskom mandi du buah,masing masing berisi air dingin dan hangat. 2.Pakaian pengganti 3.Kain penutup 4.Handuk,sarung tangan pengusap badan 5.Tempat untuk pakaian kotor 6.Sampiran 7.Sabun Prosedur Kerja 1. Jelaskan prosedur pada pasien 2. Cuci tangan 3. Atur posisi pasien 4. Lakukan tindakan memandikan pasien yang di awali dengan membentangkan handuk di bawah kepala ,kmudian bersihkan muka ,telinga ,dan leher dengan sarung tangan pengusap.Kerngkan dengan handuk. 5. Kain penutup di turunkan ,kedua tangan pasin di angkat dan di pindahkan handuk di atas dada pasien ,lalu bentangkan.Kemudian ,kembalikan kedua tangan ke posisi awal di atas handuk,lalu basahi kedua tangan dengan air bersih.Lalu keringkan dengan handuk. 6. Kedua tangan di angkat,handuk di pindahkan di sisi pasien,bersihkan daerah dada dan perut,lalu keringkan dengan handuk. 7. Miringkan pasien ke kiri,handuk di bentangkan di bawah punggung sampai glutea dan basahi punggung hingga glutea,lalu keringkan dengan handuk.Selanjutnya,miringkan pasien ke kanan dan lakukan hal yang sama.Kemudian,kembalikan pasien pada posisi telentang dan pasangkan pakaian dengan rapi. 8. Letakkan handuk di bawah lutut lalu bersihakan kaki .Kaki yang paling jauh di dahulukan dan di keringkan dengan handuk 9. Ambil handuk dan letakkan di bawah glutea.Pakaian bawah perut di buka ,lalu bersihakan daerah lipatan paha dan genetalia.Setelah selseai ,pasnag kembali pakaian dengan rapai 10. Cuci tangan. a. Memelihara kebersihan dan kesehatan mata Yang perlu dipersiapkan a. Air hangat b. Kapas c. Kain d. Sapu tangan yang bersih Prosedurnya : 1. Mata sebaiknya dibersihkan setiap hari.

2. Sewaktu – waktu sebaiknya dibersihkan dengan boor water 3% atau air yang sudah dimasak. Caranya ialah dengan menyapukan kapas mulai dari pinggir mata menuju ke arah tengah ( menuju hidung ). Lakukan hal ini berulang – ulang sampai mata terasa bersih 3. Jangan menggosok mata dengan tangan yang kotor, kain atau sapu tangan yang kotor atau sapu tangan orang lain. 4. Periksakan mata ke setahun sekali ke dokter spesialis atau petugas kesehatan terdekat. 5. Biasakan membaca pada tempat yang cukup terang dengan jarak mata dan obyek yang dibaca tidak kurang dari 30 cm. Membersihkan kacamata Membersihan Kacamata. Kacamata terbuat kaca yang diperkeras atau plastik yang tahan akan pengaruh untuk mencegah pecah. Namun, karena biaya , perawat harus hati-hati bila membersihkan kacamata dan harus melindungi dari kerusakan atau kehancuran lain ketika tidak digunakan. Kacamata harus diletakkan pada tempatnya dan di laci meja sebelah tempat tidur ketika tidak digunakan. Air hangat adalah cukup untuk membersihakn lensa kacamat. Kain yang lembut paling baik untuk mengeringkan sehingga mencegah goresan. Lensa plastik dapat tergores dengan mudah dan memerlukan larutan pembersih khusus dan tissue kering. Perawatan Lensa Kontak. Lensa kontak adalah kecil, bulat, transparan dan kadang-kadang berbentuk cakram berwarna yang pas diletakkan di atas kornea mata. Lensa mengambang pada lapisan air mata yang meminyaki mata. Lensa kontak dibentuk khusus untuk mengoreksi kesalahan rekraktif mata atau ketidaknormalan bentuk kornea. Lensa kontak relatif mudah digunakan dan dilepaskan. Ada tiga tipe lensa kontak: keras, lembut dan dapat ditembus gas yang kaku (RGP), juga dikenal sebagai lensa yang dapat ditembus oksigen. Bila lensa kontak dipakai klien, lensa mengakumulasi sekresi dan benda asing. Material ini memburuk dan kemudian mengiritasi mata, yang menyebabkan gangguan penglihatan dan risiko infeksi. Setelah dilepas, lensa kontak harus dibersihkan dan didesinfeksi dengan teliti. Lensa kontak memberikan beberapa keuntungan dibandingkan kacamata. 1. Meningkatkan kejelasan penglihatan 2. Lebih aman dari kacamata selama aktivitas tertentu 3. Memperhalus secara optik permukaan yang tidak rata dari mata 4. Memberikan penampilan yang lebih atraktif untuk pemakai. b. Perawatan Lensa kontak Prosedur perawatan lensa kontak 1. Inspeksi mata atau Tanya pada klien apakah kontak lensa di gunakan 2. Kaji kemampauan klien untuk memanipulasi dan memegang kontak lensa 3. Setelah lensa di lepas ,inspeksi mata terhadap tanda tanda iritasi kornea,air mata yang berlebihan ,kemerahan,rasa perih terbakar. 4. Persiapakn peralatan dan bahan yang di perlukan untuk melepasklan lensa : a.Tempatnya penyimpanan lensa kontak di beri label dengan nama klien b.Mangkuk pengisap lensa c.Lrutan saline steril d.Handuk mandi 5. Persiapkan peralatan dan bahan untuk pembersihan dan insersi a.Lensa di dalam tempat penyimpanna yang bersih,di beri label nama klien b.Peralatan desinfektan termal c.Pembersih sunfaktan

d.Larutan pembilas e.Desinfektan lensa steril dan larutan enzim f.Larutan pembasah steril untuk lensa keras g.Bola kapas atau kapas bertangkai h.Handuk mandi i.Gelas berisi air hangat 6. Diskusikan prosedur dengan klien 7. Atur posisi klien yang telentang atau duduk di tempat tidur atau kursi 8.Melepas lensa lunak a.Cuci tangan b.Letakkan handuk di bawah wajah klien c.Tanbahkan beberapa tetes salin steril ke mata klien d.Minta klien untuk memandang lurus ke depan e.Manggunakan jari tengah ,tarik kelopak mata bagian bawah f.Dengan telapak jari telunjuk pada tanagn yang sama ,geser lensa keluar kornea ke arah bagian putih mata g.Tarik kelopak mata bagian atas ke bawah secara lembut dengan ibu jari pada tangan yang lain dan tekan lensa sedikit di antara ibu jari dan jari telunjuk h.Ambil lensa secara perlahan dan angkat keluar tanpa membuat ujung – ujung lensa berhimpitan i.Jika ujung –ujung lensa menempel ,letakkan lensa di telapak tangan dan rendam keseluruhan dengan salin steril .Secara lembut balikkan lensa dengan ibu jari telunjuk dengan gerakan ke depan ke belakng.Jika gosokan tidak memisahkan ujung –ujung lensa maka lensa dapat di rendam dalam larutan steril. j.Bersihkan dan bilas lensa .Letakkan lensa ke dalam kontak tempat penyimpanan yang sesuai.R untuk lena kanan L untuk lensa kiri .Pastikan lensa berada di tengah k.Ulangi langakah 8c-8j untuk lensa yang lain.Amankan penutup pada penyimpanan. l.Kembalikan handuk dan cuci tangan 9. Melepas lensa kaku a.Cuci tangan b.Letakkan handuk di bawah wajah klien c.Pastikan lensa berada pada posisi tepat di atas kornea.Jika tidak ,minta klien tutup mata ,letakkan jari telunjuk dan jari tengah dari satu tangan di belakang lensa ,secara perlahan tapi kuat pijat lensa kembali ke tempatnya. d.Letakkan jari telunjuk pada pojok luar mata dan tarik kulit secara lembut ke belakang arah telinga e.Minta klien berkedip .Jangan melepas tekanan pada kelopak sampai selesai. f.Jika lensa gagal keluar ,secara lembut tarik kelopak mata melebihi ujung lensa .Tekan kelopak mata ke bawah berlawanan dengan ujung bawah lensa. g.Biarkan kelopak mata menutup sedikit dan pegang lensa saat naik dari mata.Mangkuk pengisap dapat di gunakan untuk klien gelisah atau tidak sadar. h.Letakkan lensa di tangan anda. i.Bersihkan dan bilas lensa.Letakkan lensa di dalam kotak tempat penyimpanan yang sesuai . R untuk lena kanan L untuk lensa kiri.Letakkan lensa di tengah tempat penyimpanan ,sisi konveks di bawah. j.Ulangi langkah 8c-8j untuk lensa yang lain.Amankan penutup atas kotak penyimpanan.

k.Kembalikan handuk dan cuci tangan 10.Membersihkan dan mendesenfeksi lensa kontak a.Cuci tangan b.Susun peralatan di samping tempat tidur c.Letakkan handuk di atas area kerja d.Buka tempat lensa hati –hati e.Berikan 1 – 2 tetes larutan pembersih pada lensa. f.Gosok lensa dengan lembut selama 20-30 detik . g.Pegan lensa di ats mangkuk nirbekken lalu bilas dengan larutan pembilas. h.Letakkan lensa di kotak penyimpanan. 11.Memasukaka lensa kaku a.Cui tangan b.Letakkan handuk di dada klien c.Uahakan mengangkat lensa lurus ke atas d.Bilas dengan air e.Bashi lensa f.Letakkan lensa pada tangan dominan g.Melihat lurus ke depan dengan mata terbuka lebar ,lalu letakkan lensa secara lembut . h.Ulangi langkah 10c-10i untuk mata kiri . i.Bantu klien dalam possisi nyaman j.Buang peralatan yang kotor.Cuci tangan 12. Memasukkan lensa lunak a.Cuci tangan b.letakkan handuk di atas dada klien c.Angkat lensa kanan dan bilas d.Gunakan jari tengah e.Mata lurus ke depan ,lalu masukkan dengan lembut pad kornea f.Berkedip beberapa kali g.Ulangi langkah 12c-12k untuk mata yang lain h.Bantu klien pada posisi nyaman i.Buang peralatan yang kotor , lalu cuci tangan . 13.Tanya klien ,apakah lensa suadah nyaman 14.Catat laporan c. Perawatan kuku kaki dan tangan Merupakan tindakan keperawatan pada pasien yang tidak mampu merawat kuku sendiri.Tujuannya adalah menjaga kebersihan kuku dan mencegah timbulnya luka atau infeksi akibat garukan dari kuku. Alat dan bahan 1. Alat pemotong kuku 2. Handuk 3. Baskom berisi air hangat 4. Bengkok/nierbekken 5. Sabun 6. Kapas 7. Sikat kuku

Prosedur kerja 1. Jelaskan prosedur pada pasien 2. Cuci tangan 3. Atur posisi pasien dengan duduk atau tidur 4. Tentukan kuku yang akan di potong 5. Rendamlah kuku denga air hangat kurang lebih 2 menit dan lakukan sikat dengan beri sabun bila kotor. 6. Keringkan dengan handuk 7. Letakkan tangan di atas bengkok /nierbekken dan lakukan pemotongan kuku. 8. Cuci tangan d. Perawatan genetalia 1. Alat dan Bahan a. Baskom b. Sabun dan tempatnya c. Dua atau tiga waslap d. Handuk mandi e. Selimut mandi f. Alas tahan air atau bedpan g. Tisu toilet h. Sarung tangan pakai 2. Prosedur Kerja 1. Identifikasi pasien berisiko untuk perkembangan infeksi genitalia ,atau saluran slauran reproduksi (misalnya keberdaan kateter yang tetap ,inkontensia fekal atau insisi bedah). 2. Jekaskan prosedur dan tujuan pada pasien 3. Persiapkan alat dan bahan Bahan bahan tanbahan bila perawatan perinium di berikan selama waktu di luar mandi : a. Bola kapas atau lidi kapas b. Botol larutan atau tempat yang di isi air dengan air hangat atau larutan pembersih yang di respkan c. Kanting tahan air 4. Atur peralatan di sampinh tempat tidur 5. Cuci tangan 6. Tutup pintu kamar dan tutup jendela untuk menjaga privasi pasien.Tinggikan tempat tidur sampai posisi kerja yang nyaman. 7. Turunkan penghalang tempat tidur dan bantu pasien pada posisis miring ,letakkan handuk sepanjang sisi badan pasien dan pertahankan pasien agar tertutup dengan selimut mandi semaksimal mungkin. 8. Kenakan sarung tangan sekali pakai 9. Jika ada feses ,ambil popok atau tisu toilet dan bersihkan dengan usapan sekali buang.Bersihkan bokong dan anus depan ke belakang .Bersihkan dan bilas dengan teliti.Keringkan secara lengkap.Pindahkan dan buang popok dag anti dengan yang baru. 10. Berikan perawatan genitilia a. Perawatn pada wanita 1. Ganti sarung tangan jika sudah kotor

2. Letakkan popok tahan air di bawah bokong pasien dengan posisi pasien supine(tambahan :letakkan pispot di bawah pasien. 3. Bantu pasien dengan posisi dorsal rekumben 4. Lipat linen tempat tidur paling atas ke arah kaki tempat tidur dan angkat baju pasien sampai daerah genitalia 5. Bungkus pasien secara “DIAMOND” dengan menempatkan selimut mandi dengan satu ujung di antara dua kaki ,satu ujung arah masing masing sisi tempat tidur ,dan satu ujung di atas dada. 6. Naikkan penghalang tempat tidur.Isi baskom dengan air hangat 7. Turunkan penghalang dan bantu pasien memfleksi lututnya dan pisahkan dua kaki terbuka. 8. Lipat ujung bawah selimut mandi di antara ke dua tungkai pasien ke arah abdomen 9. Bersihkan dan keringkan paha atas pasien . 10. Bersihaka labia mayora 11. Pisahkan labia dengan tangan tidak dominan untuk membuka meatus uretra dan orifisium vagina. 12. Jika pasien di atas pispot,siram air hangat di atas daerah perineum. 13. Keringkan daerah perineum secara merata 14. Lipat ujung bawah selimut mandi kembali di antara kaki pasien dan di atas perineum.Minta pasien untuk menurunkan kaki da memeproleh posisi nyaman. b. Perawatan pada pria a. Ganti sarung tangan jika sudah kotor b. Turunkan penghalang ,turunkan ujung atas selimut mandi di bawah perineum pasien.Secara lembut angkat penis dan letakkan handuk mandi di bawahnya. c. Secara lenbut raih tungkai penis.Jika pasien ereksi tangguhakan prosedur d. Cuci kepala penis pertama pada meatus urethra e. Kembalikan kulit luar ke posisi semula f. Cuci tangkai penis dengan usapan lembut tetapi tegas ke arah.Beri perhatian khusus pada permukaan bawah penis. g. Bilas dan keringkan secara erata instruksikan pasien untuk membuka kaki sedikit. h. Secara lembut bersihkan skrotum. i. Lipat kembali selimut mandi di atas perineum dan bantu pasien kembali ke posisis yang nyaman 1. Jika pasien mengalami inkontensia feses atau uirn gunakan lapisan tipis pelindung kulit yang berisi petrolatum atau oksida pada anus dsan pada kulit 2. Buka sarung tangan sekali pakai dan buang pada tempat sampah 3. Bantu pasien memperoleh posisi yan nyaman dan tutup dengan selimut 4. Angkat selimut andi dan buang semua linen tempat tidur yang kotor. 5. Tinggikan penghalang dan turunkan posisi ke tempat tidur pada ketinngia yang sesuai 6. Cuci tangan 7. Inspeksi permukaan genitalia eksternal dan kulit sekitar terhadap kemerahan,bengkak,kotoran,atau iritasi setelah pembersihan 8. Jika kateter yang tetap berada pada tempatnya. 9. Catat prosedur dan segala temuan yang tidak normal e. Perawatan hidung Yang perlu dipersiapkan : 1. Cutton bath 2. Wash lap

3. Kapas Prosedurnya : 1. Klien biasanya mengangkat sekresi hidung secara lembut dengan membersihkan ke dalam dengan tisu lembut. Hal ini menjadi hygiene harian yang diperlukan. Perawat mencegah klien jangan mengeluarkan kotoran dengan kasar karena mengakibatkan tekanan yang dapat mencenderai gendang telinga, mukosa hidung, dan bahkan struktur mata yang sensitif. Perdarahan hidung adalah tanda kunci dari pengeluaran yang kasar, iritasi mukosa, atau kekeringan. 2. Jika klien tidak dapat membuang sekresi nasal, perawat membantu dengan menggunakan washlap basah atau aplikator kapas bertangkai yang dilembabkan dalam air atau salin. Aplikator seharusnya jangan dimasukkan melebihi panjang ujung kapas. Sekresi nasal yang berlebihan dapat juga dibuang dengan pengisap. Pengisap nasal merupakan kontraindikasi dalam pembedahan nasal atau otak. f. Perawatan telinga Yang perlu dipersiapkan : 1. Cutton Bath 2. Washlap 3. Water pik 4. Hidrogen proksida Prosedurnya : 1. Perawat membersihkan telinga klien merupakan bagian rutin dalam kegiatan mandi di tempat tidur. Pembersihan berakhir dengan washlap yang dilembabkan, dirotasikan ke kanal telinga dengan lembut, kerja terbaik untuk pembersihan. 2. Ketika serumen tampak, penarikan kembali ke bawah secara lembutpada jalan masuk kanal telinga dapat menyebabkan lilin melonggar dan keluar. 3. Perawat menginstruksi klien untuk tidak pernah menggunakan benda tajam seperti peniti dan tusuk gigi untuk mengeluarkan lilin telinga. Penggunaan benda itu dapat menyebabkan trauma pada kanal telinga dan ruptur membran timpani. Penggunaan aplikator kapas bertangkai juga harus dihindari karena akan menyebabkan lilin terjepit dalam kanal. 4. Anak-anak dan lasia umumnya mempunyai serumen yang keras. Serumen yang berlebihan atau terjepit biasanya dapat dipindahkan hanya dengan irigasi. Prosedur pertama yaitu pemasukan tiga tetes gliserin pada waktu tidur untuk melembutkan lilin, dan tiga tetes hidrogen peroksida dua kali sehari untuk melunakkan lilin (Phipps, dkk, 1995). 5. Kemdian pemasukan kira-kira 250 ml air hangat (37o C) ke kanal telinga luar yang akan membersihkan lilin yang telah lunak secara mekanis. Air dingin atau panas dapat menyebabkan normal atau muntah. 6. Klien dapat duduk atau berbaring di samping telinga yang terkena menghadap ke sebelah atas. Perawat meletakkan mangkok piala ginjal di bawah telinga yang terkena untuk menangkap larutan irigasi. Water Pik atau pentolan spuit irigasi dapat digunakan mengirigasi ke dalam kanal telinga. Ujung spuit atauWater Pik seharusnya tidak mengoklusi kanal telinga untuk menghindari penggunaan tekanan terhadap membran timpani. Irigasi ringan diarahkan pada atas kanal yang melunakkan serumen dari samping kanal telinga. Setelah kanal bersih, perawat menyeka setiap pelembab dari telinga klien dan memeriksa kanal dari serumen yang masih tertinggal g. Oral hygiene Hygiene mulut

Pasien immobilisasi terlalu lemah untuk melakukan perawatan mulut, sebagai akibatnya mulut menjadi terlalu kering atau teriritasi dan menimbulkanbau tidak enak. Masalah ini dapat meningkat akibat penyakit atau medikasi yangdigunakan pasien. Perawatan mulut harus dilakukan setiap hari dan bergantung terhadap keadaan mulut pasien. Gigi dan mulut merupakan bagian penting yang harus dipertahankan kebersihannya sebab melalui organ ini berbagai kuman dapat masuk. Hygiene mulut membantu mempertahankan status kesehatan mulut, gigi, gusi, danbibir, menggosok membersihkan gigi dari partikel – partikel makanan, plak, bakteri,memasase gusi, dan mengurangi ketidaknyamanan yang dihasilkan dari bau dan rasayang tidak nyaman.Beberapa penyakit yang mungkin muncul akibat perawatan gigi dan mulutyang buruk adalah karies, gingivitis (radang gusi), dan sariawan. Hygiene mulut yangbaik memberikan rasa sehat dan selanjutnya menstimulasi nafsu makan. Tujuan perawatan hygiene Mulut pasien adalah pasien akan memiliki mukosa mulut utuhyang terhidrasi baik serta untuk mencegah penyebaran penyakit yang ditularkanmelalui mulut (misalnya tifus, hepatitis), mencegah penyakit mulut dan gigi,meningkatkan daya tahan tubuh, mencapai rasa nyaman, memahami praktik hygiene mulut dan mampu melakukan sendiri perawatan hygiene mulut dengan benar b. Perawatan Gigi Menggosok gigi adalah cara yang umum dianjurkan untuk membersihkan deposit lunak pada permukaan gigi dan gusi. Alat dan bahan 1. Handuk dan kain pengalas 2. Gelas kumur berisi: a. Air masak/NaCl b. Obat kumur c. Borax gliserin 3. Spatel lidah yang telah dibungkus dengan kain kasa 4. Kapas lidi 5. Bengkok 6. Kain kasa 7. Pinset atau arteri klem 8. Sikat gigi dan pasta gigi D. Prosedur kerja 1. Untuk pasien tidak sadar 1. Jelaskan prosedur pada klien/keluarga klien 2. Cuci tangan 3. Atur posisi dengan posisi tidur miring kanan/kiri 4. Pasang handuk dibawah dagu/pipi klien 5. Ambil pinset dan bungkus dengan kain kasa yang dibasahi dengan air hangat/masak 6. Gunakan tong spatel (sudip lidah) untuk membuka mulut pada saat membersihkan gigi/mulut 7. Lakukan pembersihan dimulai dari diding rogga mulut, gusi, gigi, dan lidah/ 8. Keringkan dengan kasa steril yang kering 9. seeleh bersih, oleskan dengan Borax gliserin 10. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.

Untuk pasien sadar, tetapi tidak mampu melakukan sendiri 1. Jelaskan prosedur pada klien 2. Cuci tangan 3. Atur posisi dengan duduk 4. Pasang handuk dibawah dagu 5. Ambil pinset dan bungkus dengan kain kasa yang dibasahi dengan air hangat/masak 6. Kemudian bersihkan pada daerah mulut mulai rongga mulut, gisi, gigi dan lidah, lalu bilas dengan larutan NaCl. 7. Setelah bersih oleskan dengan borax gliserin 8. Untuk perawatan gigi lakukan penyikatan dengan gerakan naik turun 9. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan. 2. Pembersihan gigi palsu a. Alat dan bahan 1. Sikat gigi bebulu lembut 2. Sikat gigi untuk gigi palsu 3. Nirbekken 4. Detrifikasi gigi palsu atau pasta gigi 5. Gelas air 6. Kasa tunggal 4x4 7. Waslap 8. Cangkir plastik gigi palsu 9. Sarung tanga sekali pakai h. Prosedur perawatan gigi palsu 1. Jelaskan prosedur pada pasien yang akan di lakukan perawata gigi palsu 2. Cuci tangan 3. Isi mangkok piala ginjal setengah dengan air biasa atau letakkan waslap pada westafel dan nyalakan air sampai terisi kurang lebih 2.5 cm 4. Kenakan sarung tangan sekali pakai 5. Minta pasien untuk membuka gigi palsunya. 6. Gunakan detrifikasi pada gigi palsu dan sikat permukaan gigi palsu.Pegang gigi palsu di dekat air.Pegang sikat secara horizontal dan gunakan gerakan ke belakang dan ke depan untuk membersihkn permukaan penggigit pada permukaan gigi sebelah luar.Pegang sikat secara vertikal dan gunakan gosokan pendek untuk membersihkan permukaan dalam gigi. Pegang sikat secara horizontal dan gunakan gerakan ke belakang dan ke depan untuk membersihkn permukaan penggigit pada permukaan dalam gigi. 7. Bilas gigi palsu dengan air biasa 8. Kembalikan gigi paslu pada paisen atau simpan dalam air biasa di dalam cangkir plastik 9. Kosongkan mangkok nirbekken dan tambahkan air dingin.Berikan pasta gigi pasa sikat gigi lembut,dan sikat gusi ,langit langit dan lidah dengan lembut 10. Minta pasien untuk berkumur 11. Masukan kembali gigi palsu jika pasien menginginkan. 12. Buang srung tangan pada tempat sampah.Bersihkan dan simpan baha bahan .Cuci tngan 13. Tanyakan pada pasien jika gigi palsu terasa nyaman 14. Catat prosedur pada flowsheet atau catatn perawat.

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Personal Hygiene berasal dari bahasaYunani yaitu personalyang artinya perorangan dan hygiene berarti sehat. Kebersihanseseorang adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihandan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis. Perawatan diri adalah salah satu kemampuan dasar manusia dalammemenuhi kebutuhannya guna memepertahankan kehidupannya,kesehatan dan kesejahteraan sesuai dengan kondisi kesehatannya, klien dinyatakan terganggu keperawatan dirinya jika tidak dapat melakukan perawatan diri. Macam personal hygiene adalah perawatan yang mencakup seluruh bagian tubuh. Jenis-jenisnya yaitu, perawatan pagi hari, siang hari, menjelang tidur, dan dini hari.

DAFTAR PUSTAKA Bouwhuizen, M, 1999.Ilmu Keperawatan.EGC: Jakarta Aziz Alimul Hidayat , 2002. Pengantar Dokumentasi Proses Keperawatan. EGC : Jakarta Dasaryandi, kikirizky.2012.kebersihan diri.http://kikirizkydasaryandi.blogspot.com/2011/06/sapkebersihan-diri.html. Diakses tanggal 7 Maret 2012, Pukul 12.45 Agus, Ahmad.2012. kebersihan diri.http://tutorialkuliah.blogspot.com/2009/09/sap-upaya-kebersihandiri.html. Diakses tanggal 6 Maret 2012, Pukul 12.00 Murti, Sari. 2012. http://www.pdfcoke.com/doc/45033613/Kebersihan-Diri-Dan-Lingkungan. Diakses tanggal 6 Maret 2012, Puku 12.15

#1. Mengurangi resiko diare dan sakit perut.

Foto : jellygamatqncasli.com

Tangan merupakan salah satu anggota tubuh yang rawan dimasuki kuman. Bisa dibilang, tangan ini adalah jembatan yang memberi jalan kuman untuk masuk ke mulut, hidung dan anggota tubuh lain dengan mudah. Kuman itu banyak macamnya, mulai dari kuman penyebab sakit perut hingga diare. Nah, dengan cuci tangan kamu bisa mengurangi masuknya kuman-kuman tadi

#2. Menghilangkan kuman dan bakteri.

Foto : sainsgen.blogspot.co.id

Fungsi cuci tangan banyak banget loh. Selain bisa mengurangi resiko sakit perut atau diare, kegiatan tersebut juga bisa menghilangkan kuman dan bakteri. Dan sebaik-baiknya cuci tangan adalah mencuci dengan menggunakan sabun. Kadang kita merasa malas dan cuma membilas tangan dengan air. Padahal air saja nggak cukup,

karena kuman masih menempel di sela-sela jari. Menggunakan sabun yang memiliki zat anti bakteri tentu bisa membunuh kuman lebih baik daripada air biasa.

#3. Mencegah infeksi mata.

Foto : ibupedia.com

Apa hubungannya cuci tangan dan mata? Tentu ada hubungannya. Secara sadar atau nggak kamu pasti pernah usap-usap mata. Iya kan?

Nah, penyebaran bakteri akan sangat mudah ketika kamu usap-usap mata dan mengakibatkan infeksi mata seperti trachoma. Kalau setelah diusap dan mata jadi merah, mungkin itu gejala yang diakibatkan karena kuma yang menempel di tangan yang kotor. Cuci tangan terbukti efektif sekali buat mencegah mata merah terutama untuk orang yang menggunakan lensa kontak. Makanya, ayo rajin cuci tangan pakai sabun ya.

#4. Mencegah infeksi saluran pernafasan.

Foto : Mercusuarnews.com

Tau kah kamu?

Virus patogen yang jadi penyebab utama seseorang mengalami Infeksi Saluran Pernafasan Akut alias ISPA, ternyata paling banyak ditemukan pada jari dan telapak tangan. Kita sering mengira hanya dengan menggunakan masker atau tisu, virus tersebut nggak akan mudah masuk. Tapi gimana jadinya kalau nggak ada masker sama tisu? Mau pake tangan? Justru patogen kan banyak ditemukan di tangan. Nah, solusinya cuci tangan sampai bersih bisa menurunkan resiko sakit pernafasan. ITU!

#5. Mencegah penularan penyakit.

Foto : Kabarikami.com

Salah satu cara penularan penyakit yang paling mudah adalah berjabat tangan dengan orang yang sedang sakit. Nah, kalau Ibumu menyuruh langsung cuci tangan setelah menjenguk orang sakit, kamu dianjurkan untuk segera melakukannya. Jangan lupa pakai sabun. Kamu nggak mau kan jadi ikutan sakit? *** Ketika kamu sudah sadar bahwa cuci tangan itu penting, kamu juga berhak loh mengingatkan orang-orang tersayang pentingnya mencuci tangan. Misalnya saja dengan

ikut BerbagiTanganSehat dan menyehatkan anak-anak Indonesia bersama Lifebuoy di Hari Mencuci Tangan Sedunia atau Global Handwashing Day. Wah, manfaat yang kamu dapat nggak sekadar untuk kesehatan diri sendiri, tapi juga bisa membantu mengedukasi anak-anak di seluruh Indonesia tentang pentingnya cuci tangan dengan sabun. Kamu bisa meramaikan kampanye sehat ini melalui sosial media loh. Caranya mudah, tinggal posting di media sosial kamu dengan hashtag#BerbagiTanganSehat. Setiap unggahan post, Lifebuoy akan mengajari 5 anak di Indonesia untuk hidup sehat dengan mencuci tangan pakai sabun. Yuk ramaikan kampanye sehat ini melalui Facebook untuk menjadi bagian dari gerakan#BerbagiTanganSehat tahun ini. Mari ramaikan bersama keluarga, sahabat ataupun pasanganmu ya!

Related Documents

Jadwal Perawat
August 2019 52
Perawat Indonesia.docx
April 2020 17
Tupoksi Perawat
August 2019 45
Perawat Werry.docx
April 2020 21
Perawat Gigi.docx
April 2020 19
Skb Perawat .pdf
December 2019 19

More Documents from "Ajenk Paramita"

Surat Peminjaman Alat.docx
December 2019 31
Laporan Keluarga.docx
December 2019 28
Sap Hipertensi.docx
December 2019 20
Makalah.docx
December 2019 12