In Depend En Sib

  • November 2019
  • PDF

This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA


Overview

Download & View In Depend En Sib as PDF for free.

More details

  • Words: 773
  • Pages: 3
* * * *

home about sib email sib advertising

usxii print this post print this post pelajaran krisis sampel negatif, penyakit misterius di magelang sudah 10 tewas jul 28 calon independen, siapa takut! tajuk rencana add comments <#respond> polemik dimungkinkannya calon independen dalam pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah kini terus berkembang. pangkalnya adalah putusan mahkamah konstitusi (mk) no 5/puu-v/2007 yang berbunyi…adalah wajar apabila dibuka partisipasi dengan mekanisme lain di luar partai politik untuk penyelenggaraan demokrasi yaitu dengan membuka pencalonan secara perseorangan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah. sebetulnya tidak ada yang perlu dirisaukan dengan keluarnya putusan mk tersebut, termasuk oleh elit partai politik. jika kemudian para elit partai merasa dikangkangi oleh putusan mk tersebut, jelas itu menandakan bahwa dirinya belumlah siap berdemokrasi dan tidak memiliki konstituen yang kuat. toh partai politik atau gabungan partai politik masih leluasa untuk mengajukan pasangan calon yang bakal diusung dalam penyelenggaraan pilkada. jika selama ini aturan yang berlaku sebagaimana diamanahkan oleh uu no 32 tahun 2004 bahwa pasangan calon yang maju dalam pilkada haruslah didukung oleh partai politik atau gabungan partai politik. jelas, posisi parpol tidak lagi begitu strategis. karena parpol adalah satu-satunya jalur menuju perebutan kursi kepala daerah, maka tak jarang parpol menjadi “gadis cantik” yang diperebutkan oleh sejumlah bakal kandidat. jika persaingan merebut dukungan parpol dilakukan dengan jujur, fair, demokratis, tentu tidak ada persoalan. tetapi jika “sianak gadis” bersifat “matre” maka itulah awal malapetaka politik. sebagaimana disinyalir selama ini, bahwa diberbagai daerah praktik jual-beli partai untuk dan untuk dukungan pasangan calon, banyak terjadi. oleh karena itu, elit parpol tidak perlu risau. jika pasangan yang diusung oleh parpol atau gabungan parpol lebih diterima masyarakat, maka itulah yang bakal terpilih. sebab tidak ada jaminan pasangan calon yang maju dari independen akan menang. biarlah seluruh pasangan calon yang bakal bertarung terus berupaya merebut simpati rakyat. demokrasi kita masih berada di era transisi. kita masih mencari formulasi yang pas dan tepat. jadi, kemunculan calon independen harus dijadikan sebagai bahagian dari pematangan demokrasi kita, khususnya ditingkat lokal. karena itu, biarlah dulu model seperti ini kita

jalankan, tanpa perlu dikebiri. toh nanti bisa dievaluasi. calon independen diperlukan agar keseimbangan politik dari dominasi parpol. harapan kita adalah agar lahir pemimpin yang merakyat, reformatif, dan siap mengabdi pada kepentingan rakyat. oleh karena itu, pilkada lebih akomodatif. pilkada harus menjadi ajang politik rakyat. dalam pilkada, rakyat yang berkuasa dan berpesta. karena itu, keinginan rakyat harus didengar dan dijalankan, bila perlu termasuk dengan membuka ruang bagi munculnya calon independen. dengan demikian, demokrasi kita akan semakin bermakna. terbukanya kran calon independen akan semakin memperketat persaingan menjadi kepala daerah dan wakil kepala daerah. kita berharap, persaingan yang ketat ini akan menghasilkan kepala daerah yang benar-benar dicintai oleh rakyat banyak. kepala daerah yang benar-benar dikenal oleh masyarakat. karena itu, jika satu pasangan calon ingin menang dalam pilkada, maka tidak ada pilihan lain selain mendekat dengan masyarakat. apakah ia maju lewat jalur partai politik atau jalur independen, kata kunci tetap ditangan rakyat. rakyat adalah penentunya. yang kita butuhkan adalah bahwa lewat mekanisme demokrasi yang terus mengalami perbaikan, ada keinginan bersama untuk berubah. segala macam pemasungan demokrasi, termasuk oleh dominasi parpol harus disingkirkan. biarlah parpol menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. biarlah seluruh anak bangsa yang ingin mengabdikan dirinya sebagai pejabat publik tidak terhalang oleh karena keinginan segelintir elit parpol. adanya putusan mk tersebut harus kita syukuri sebagai lompatan besar dalam pembaharuan demokrasi kita. biarlah kesempatan ini dipakai seluas-luasnya oleh mereka-mereka yang cinta demokrasi, cinta pengabdian kepada rakyat. (*) stmik & amik logika leave a reply you must be logged in to post a comment. hariansib.com webhosting by stmiklogika.com webmaster by stmik & amik logika kategori * * * * * *

<javascript:void(null)>

berita utama daerah ekonomi & keuangan kriminal luar negeri marsipature hutanabe * medan kita * olah raga * parawisata

* * * * * *

pembaca menulis pendidikan rubrik sekolah sib polling tajuk rencana taut

* * * *

<javascript:void(null)>

stmik & amik logika hariansib photo login daftar recent comments:

<javascript:void(null)>

* edison : saat saya bertugas di tebing tinggi, tahun 1987, kasus banjir akibat meluapnya sungai... * edison : prihatin. prihatin dan memilukan, itulah kesan yang timbul setelah membaca berita ini.... * tobing : dengan hormat, kepada pak kapolres mohon sesegera mungkin tersangka pemerkosa di proses... * pontas : impor makanan cina yang terbukti mengandung formalin masih belum dilarang pemerintah.... * pontas : bapak anggota dewan yth! kami sbg warga senang dengan temuan bapak di daerah sumut,... ------------------------------------------------------------------------

Related Documents

In Depend En Sib
November 2019 29
In Depend En Cia
June 2020 14
In Depend En Cia
June 2020 15
In Depend En Rep
November 2019 17
In Depend En Cia
June 2020 16
In Depend En Cia
June 2020 14