LAPORAN PRAKTIKUM MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN
PENGENALAN ALAT PENGERING (CABINET DRYER)
Oleh: Reni Rahmawati NIM A1H008003
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS PERTANIAN PURWOKERTO 2009 I. PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pengeringan dengan memanfaatkan panas matahari adalah cara pengeringan tradisional yang masih sering digunakan pada saat ini. Metode pengeringan ini selain sederhana juga tidak memerlukan biaya yang cukup banyak, tetapi pengeringan ini sangat bergantung paa matahari sehinga waktu pengeringannya tidak dapat kita tentukan, kadar air serta kebersihannya tidak dapat dikontrol. Mengetahui mekanisme kerja dan bagian- bagian alat pengering sangat diperlukan, karena ketika mengalami masa panen kuantitas produk meningkat sehingga diperlukan roses pengawetan agar stok yang melimpah tersebut tidak terbuang dengan sia-sia. B.
Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah: •
Mengetahui bagian-bagian dari pengering dan fungsinya.
•
Mengetahui prinsip kerja alat pengering.
I.
TINJAUAN PUSTAKA
Proses pengeringan adalah proses penguapan kandungan air suatu bahan. Pada bahan pangan terdapat tiga jenis kadar air yaitu kadar air permukaan, kadar air antar sel dan kadar air dalam sel. Kadar air permukaan akan menguap terlebih dahulu, kemudian terjadi aliran air dalam sel menuju ke permukaan. Kadar air dalam sel adalah jumlah cairan sel dalam bahan pangan dan akan mengalir keluar setelah prosentase kadar air dalanm sel menjadi lebih rendah. Proses ini terjadi secara osmosis,
sehingga
akan
dimungkinkan
terjadinya
lisis.
Untuk
mengatasi
kemungkinan ini maka proses pengeringan tidak boleh berlangsung secara terus menerus agar kadar air seimbang. Untuk mencapai keseimbnagnn tersebut, bahan yang dikeringkan tidak diberi udara panas melainkan dialiri udara biasa dalam waktu tertentu. Proses ini disebut dengan tempering periode atau waktu istirahat (Muyoto Hardjosentono dkk. Mesin- Mesin Pertanian: 168) Secara umum pengering memilki tiga bagian utama yait: a. Penukar panas atau tungku Penukar panas adalah suatu unit yang mengambil udara dingin dari lingkungan dan memanaskannya ketika udara tersebut melewati unit ini. Terdapat dua tipe penukar panas yakni tipe langsung dan tak langsung. Tipe langsung mengambil udara melewatai pembakar dan gas yang terbakar tersebut langsung melewati bahan yang akan dikeringkan. Pada tipe tak langsung, nyala api dan gas yang mengalir si sekitar tabung udara dan keluar melaui satu lubang ventilasi. Udara panas dihembuskan ke dalam bahan melaui tabung. b. Pembakar Pembakar minyak dan panas digunakan dalam alat penukar panas. Ada dua tipe pembakar minyak yaitu atomisasi tekanan dan tipe pot. Pada pembkara atomisasi dengan tekanan minyak dipompa di bawah tekanan dari laju pembakaran oleh sebuah nosel dengan ukuran yang dinginkan. Pada pembakar tipe pot, minyak mengalir ke dalam pot bundar. Udara dialirkan dengan menggunakan kipas biasa atu kipas tambahan, yang juga akan membantu atomisasi bahan bakar. Pembakar dengan gas alam atau minyak tanah cair
merupakan pembakaran bertekanan rendah dan bekerja denga tekanan gas 1 sampai 30 pon. Beberapa tipe dapat bekerja pada telanan dampai serndah 4 ons. c. Kipas kipas digunakan untuk mengalirkan udara panas dari ruang pembakaran. Kipas dirancang untuk menghasikan aliran udara dibawah tekana statik yang ada, sehingga mampu mengangkut lengas udara ke luar dari produk yang dikeringkan. Prinsip kerja kipas didasarkan pada hukum tentang kipas. Hukum kipas berikut berlaku untuk semua jenis kipas. –
Kapasitas udara dalam kaki3/ menit bervariasi dengan kecepatan kipas ( dua kali kecepatan akan menghasilkan dua kali volume udara)
–
Tekanan yag dikembangkan bervariasi dengan kuadrat kecepatan kipas ( dua kali kecepatan menghailkan empat kali tekanan).
–
Daya kuda yang diperlukan bervariasi dengan pangkat tyiga kecepatan kipas (dua kali kecepatan akan menghasilkan kebutuhan sebesar delapan kali tenaga). (Harris dan Lambert, Mesin dan Peralatan Usaha Tani: 655)
I.
METODOLOGI
A.
Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah pengering tipe rak. B.
Prosedur Kerja
Langkah kerja praktikum ini yakni, 1.
Mengamati dan menggambar alat pengering yang digunakan.
2.
Menyebutkan bagian utama disertai fungsi dari bagian-bagian tersebut.
3.
Menguraikan prinsip kerja cabinet dryer.