Bab 4(modul3) Fisika.docx

  • Uploaded by: Fikri Wahyudi
  • 0
  • 0
  • April 2020
  • PDF

This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA


Overview

Download & View Bab 4(modul3) Fisika.docx as PDF for free.

More details

  • Words: 2,830
  • Pages: 24
BAB 4 MODULUS ELASTISITAS 4.1 TUJUAN 1. Menentukan modulus elastisitas (modulus young (E)) berbagai kayu dengan pelenturan. 2. Mengidentifikasi hal – hal yang mempengaruhi nilai pelenturan 3. Mengetahui hubungan modulus eastisitas dengan kekakuan atau kelenturan bahan.

4.2 TEORI DASAR Modulus elastisitas (E) merupakan pengukuran kemampuan kayu untuk menahan perubahan bentuk atau lentur yang terjadi sampai dengan batas elastisnya. Semakin besar bebannya maka semakin tinggi tegangan yang timbul dan semkain besar perubahan bentuk yang terjadi sampai batas elastisnya. Dilingkungan sekitar kita banyak sekali penerapan ilmu fisika. Contoh yang sangat nyata yaitu mengenai elastisitas suatu benda. Kita selama ini mungkin kurang menyadari bahwa ternyata kayu memiliki modulus elastisitas. Modulus elastisitas kayu dapat dihitung melalui pemberian beban sebagai tegangan yang diberikan pada kayu dan mengamati penunjuk oleh garis rambut sebagai regangan. Elastis adalah kemamouan sebuah benda untuk kembali ke bentuk semula ketika gaya yang diberikan pada benda tersebut dihilangkan. Suatu benda dikatakan elastis apabila benda tersebut setelah di beri gaya dapat kembali ke bentuk semula. Setiap benda elastis memiliki batas elastis yang apabila sudah melampaui batas maka akan menyebabkan kerusakan pada benda tersebut. Jika sebuah gaya diberikan pada sebuah benda elastis, maka bentuk bentuk benda tersebut berubah. Hal ini berbeda dengan benda plastis, benda dikatakan plastis bila suatu benda di beri gaya (F) kemudian gaya tersebut berhenti bekerja maka bentuk benda tersebut tidak kembali lagi ke keadaan awal, dengan kata lain benda tersebutmengalami pertambahan panjang. Tegangan dibutuhkan untuk menghasilkan regangan tertentu pada keadaan bahan yang ditean. Perbandingan antara tegangan dan regangan, atau tegangan persatuan regangan disebut Modulus elastisitas bahan. 𝐸=

𝜎 𝑒

Keterangan : E : Modulus elastisitas (𝑁/π‘š2 ) 𝜎 : Tegangan (𝑁/π‘š2 ) 𝑒 : Regangan (%)

𝜎=

𝐹 𝐴

Keterangan : 𝜎 : Tegangan (𝑁/π‘š2 ) F : Gaya (N) A : Luas penmpang (π‘š2 ) 𝑒=

βˆ†π‘™ 𝑙1 βˆ’ 𝑙0 = Γ— 100% 𝑙0 𝑙0

Keterangan : 𝑒 : Regangan (%) 𝑙0 : Panjang awal benda (m) 𝑙1 : Panjang akhir benda (m) Batang R diletakkan di atas tumpuan benda T dan kait K dipasang ditengah – tengah. Pada K diberi beban – beban B yang di ubah – ubah besarnya. Pada K terdapat garis rambut G, di belakang G ditempatkan skala S dengan disampingnya. Bila B ditambah/dikurang, maka G akan turun atau naik kedudukan G dapat dibaca pada skala S. Untuk mengurangi kesalahan paralaks, maka pembacaan harus diusahakan supaya berimpit dengan bayangannya pada cermin. Pelenturan f (Pada penambahan beban ) 𝑓=

𝐡𝐿3 𝐡𝐿3 = 48 𝐸 𝐼 4 𝐸 𝑏 β„Ž3

Dimana : E : modulus elastisitas B : lebar batang H : tebal batang L : panjang dari tumpuan satu ke tumpuan lainnya I : momen inersia linier barang terhadap garis netral B : beban

4.3 Metodologi Praktikum 4.3.1 Skema Proses Pada Batang Kecil

Pada Batang Sedang

Pada batang Besar

Menyiapkan Alat dan Bahan

MENYIAPKAN ALAT DAN BAHAN

MENYIAPKAN ALAT DAN BAHAN

TATACARA PRAKTIKUM

TATACARA PRAKTIKUM

TATACARA PRAKTIKUM

ANALISA

ANALISA

ANALISA

KESIMPULAN

KESIMPULAN

KESIMPULAN

Gambar skema proses praktikum

4.3.2 Penjelasan Skema Praktikum 1. Pertama menyiapkan alat dan bahan 2. Setelah alat dan bahan terkumpul kemudian lakukan tatacara praktikum dibawah ini : 1. Siapkan 3 batang kayu (kecil , sedang, besar), satu set modulus elastisitas (jangka sorong, skala cermin, beban, kait dengan tumpuan, garis rambut dan meteran) dan 4 Kg beban tambahan. 2. Ukuran ke-3 batang tersebut dengan meteran dan jangka sorog untuk mencari panjang , lebar, dan tinggi atau tebalnya sebanyak 5 kali pengukuran sampai batas ketelitiannya tercapai. 3. Hitung panjang tumpuan yang diperlukan yang diperlukan untuk setiap batang kayu dengan ketentuan : Batang kayu 15% Batang kayu 10% Batang kecil 5%

4. Kemudian susun alat dan bahan pengujian elastisitas 5. Beri beban mulai dari 0 Kg hingga 4 Kg pada batang pertama yang telah diukur. 6. Amati dan lihat perubahan yang terjadi pada skala setelah dilakukan penambahan beban. 7. Catat hasil percobaan tersebut. 8. Lakukan hal yang sama untuk 2 batang kayu yang lainnya. 9. Lakukan perhitungan tegangan, regangan, modulus elastis, dan pelenturan setiap kau untuk setiap penambahan beban.

2. Setelah melakukan praktikum di dapat analisa yaitu pada percobaan yang dilakukan ternyata tingkat keelastisan batang kayu berbeda – beda. Hal ini karena luas penampangtiap batang berbeda – beda. Faktor yang mempengaruhi yaitu panjang, lebar, dan ketebalan batang tersebut. Semakin kecil luas permukaan suatu benda, maka nilai keelastisannya akan tinggi.

3. Dan pada akhirnya didapat kesimpulan yaitu : 1. Untuk menentukan nilai modulus yang menggunakan rumus 𝐸 =

𝜎 πœ€

2. Hal-hal yang mempengaruhi nilai ketentuan suatu benda adalah beban tambahan, panjang benda, bebas benda, dan tebal tersebut. 3. Nilai kelenturan suatu benda berbanding terbalik dengan nilai modulus elastis tinggi maka nilai kelenturan suatu benda akan kecil.

4.3 Alat dan Bahan 4.4 .1 Alat 1.

Meja M

(1 buah)

2.

Tumpuan T

(1 buah)

3.

Kait dengan tumpuan K

(1 buah)

4.

Beban B

(8 buah)

5.

Skala dengan cermin S

(1 buah)

6.

Garis rambut G

(1 buah)

7.

Meteran panjang dan jangka sorong

(1 buah)

4.4.2 Bahan Batang R dengan ukuran berbeda yang akan diukur elastisitasnya yang terdiri dari : Batang ukuran kecil Batang ukuran sedang Batang ukuran besar 4.5 Pengumpulan dan Pengolahan Data 4.5.1 Pengumpulan Data Batang 1 Pengukuran : kecil Panjnag tumpuan , Lo = 0,94335 m 4.1 tabel data pengamatan batang 1

Daerah

Panjang

Lebar

Tebal

pengukuran

batang (m)

batang

(m)

batang Luas penampang (m)

(m) I

0,993 m

0,0101 m

0,01009 m

0,000101909 m

II

0,993 m

0,0101 m

0,01009 m

0,000101909 m

III

0,993 m

0,0109 m

0,0101 m

0,0001009 m

IV

0,993 m

0,0109 m

0,0101 m

0,0001009 m

V

0,993 m

0,0109 m

0,01005 m

0,000109545 m

Rata-rata

0,993 m

0,01058 m 0,010086 m

0,0001030308 m

4.2 Tabel data pengamatan batang 1

Jumlah beban

Kedudukan

(Kg)

G Pada

Pada

Rata – rata

penambahan pengurangan 0,0

0 mm

0 mm

0 mm

0,5

6 mm

5 mm

5,5 mm

1,0

12 mm

11 mm

11,5 mm

1,5

19 mm

17 mm

18 mm

2,0

25 mm

23 mm

24 mm

2,5

32 mm

36 mm

34 mm

3,0

38 mm

42 mm

40 mm

3,5

46 mm

48 mm

47 mm

4,0

52 mm

54 mm

53 mm

Batang 2 Pengukuran : sedang Panjang tumpuan, Lo = 0,9009 m 4.3 tabel data pengamatan batang 2

Daerah

Panjang

Lebar batang (m)

pengukuran

batang (m)

I

1,001 m

II

Tebal batang Luas

penampang

(m)

(m)

0,02007 m

0,00809 m

0,0001623663 m

1,001 m

0,02005 m

0,00807 m

0,0001618035 m

III

1,001 m

0,02005 m

0,00808 m

0,000162004 m

IV

1,001 m

0,02007 m

0,00808 m

0,0001621656 m

V

1,001 m

0,02005 m

0,00807 m

0,0001618035 m

Rata-rata

1,001 m

0,020058 m

0,008078 m

0,00016202858 m

4.4 Tabel data pengamatan batang 2

Jumlah

Kedudukan

beban (Kg)

G Pada

Pada

Rata – rata

penambahan pengurangan 0,0

0 mm

0 mm

0 mm

0,5

4 mm

4 mm

4 mm

1,0

8 mm

9 mm

8,5 mm

1,5

13 mm

12 mm

12,5 mm

2,0

18 mm

16 mm

17 mm

2,5

23 mm

21 mm

22 mm

3,0

27 mm

25 mm

26 mm

3,5

32 mm

30 mm

31 mm

4,0

37 mm

35 mm

36 mm

Batang 3 Pengukuran : besar Panjang tumpuan, Lo = 0,85119 m 4.6 tabel data pengamatan batang 3

Daerah

Panjang

Lebar

Tebal batang Luas penampang (m)

pengukuran

batang (m)

batang (m)

(m)

I

1,002 m

0,01609 m

0,01605 m

0,0002582445 m

II

1,001 m

0,0161 m

0,01606 m

0,000258566 m

III

1,001 m

0,01606 m

0,01606 m

0,0002579236 m

IV

1,002 m

0,0161 m

0,01606 m

0,00025866 m

V

1,001 m

0,0161 m

0,01606 m

0,00025866 m

Rata-rata

1,0014 m

0,01609 m

0,016058 m

0,00025841082 m

4.7 Tabel data pengamatan batang 3

Jumlah

Kedudukan

beban (Kg)

G Pada

Pada

Rata – rata

penambahan pengurangan 0,0

0 mm

0 mm

0 mm

0,5

1 mm

1 mm

1 mm

1,0

2 mm

2 mm

2 mm

1,5

3 mm

3 mm

3 mm

2,0

4 mm

4 mm

4 mm

2,5

5 mm

5 mm

5 mm

3,0

6 mm

9 mm

7,5 mm

3,5

7 mm

10 mm

8,5 mm

4,0

8 mm

11 mm

9,5 mm

4.5.2 Pengolahan Data (1) Pada batang kecil ο‚·

Panjang Tumpuan

Lo = 𝑃̅ βˆ’ (π‘₯ % 𝑃̅) Lo = 0,993 – (5 % 0,933) = 0,94

ο‚·

Luas Penampang

Μ… 𝐴̅ = 𝐡̅ . 𝐻 𝐴1Μ… = 0,0109.0,0109 = 0,000101 𝐴̅2 = 0,0109.0,0101 = 0,000101 𝐴̅3 = 0,0109.0,0101 = 0,0001009 𝐴̅4 = 0,0109.0,0101 = 0,0001009 𝐴̅5 = 0,0109.0,01005 = 0,00109545

ο‚·

Regangan 𝑒=

𝑒1 =

βˆ†π‘™ 𝑙0 0 0,94

=0

𝑒2 =

0,0055 0,94

= 0,00585

𝑒3 =

0,0115 0,94

= 0,012 0,018 0,94

𝑒4 =

= 0,012 0,024 0,94

𝑒5 =

= 0,025 0,034 0,94

𝑒6 =

= 0,036 0,04 0,94

𝑒7 =

= 0,042 𝑒8 =

0,047 0,94

= 0,045 𝑒9 =

0,053 0,94

= 0,05

ο‚·

Tegangan 𝜎=

𝜎1 =

𝐹 π‘š. 𝑔 = 𝐴 𝐴

0 . 9,81 =0 0,0001030308

𝜎2 =

0,5 . 9,81 = 476 𝑁/π‘š2 0,0001030308

𝜎3 =

1,0 . 9,81 = 952 𝑁/π‘š2 0,0001030308

ο‚·

𝜎4 =

1,5 . 9,81 = 142 𝑁/π‘š2 0,0001030308

𝜎5 =

2,0 . 9,81 = 1904 𝑁/π‘š2 0,0001030308

𝜎6 =

2,5 . 9,81 = 2380 𝑁/π‘š2 0,0001030308

𝜎7 =

3,0 . 9,81 = 2856 𝑁/π‘š2 0,0001030308

𝜎8 =

3,5 . 9,81 = 3332 𝑁/π‘š2 0,0001030308

𝜎9 =

4,0 . 9,81 = 3808 𝑁/π‘š2 0,0001030308

Modulus elastisitas ∈=

Οƒ e

0

∈1 = 0 =0 ∈2 =

47607,12

∈3 =

95214,25

∈4 =

1428221,4

∈5 =

190428,5

∈6 =

238035,6

0,00585

0,012191

=8,13796 N/m2

=7810208 N/m2

0,019081

0,025441

0,036042

=7485006 N/m2

=7485103 N/m2

=6604395 N/m2

ο‚·

∈7 =

285642,2

∈8 =

333249,9

∈9 =

380857

0,049822

0,049822

0,056183

=6736538 N/m2

=6688810 N/m2

=6778865 N/m2

Pelenturan 𝑏 𝑙0 3 𝑓= 4 ∈ 𝑏 β„Ž3 4 . 905(0,94)3 𝑓1 = 4 . 8,13796 . 0,01058 (0,010086)3

=

4,074 = 134,8 0,03

9,81(0,94)3 𝑓2 = 4 . 7810208 . 0,01058 (0,010086)3

=

8,148 = 24,69 0,33

𝑓3 =

=

12,22 = 38,1875 0,32

𝑓4 =

=

14,715(0,94)3 4 . 7485006 . 0,01058 (0,010086)3

19,62(0,94)3 4 . 7485103 . 0,01058 (0,010086)3

16,29 = 50,90 0,32

25,525(0,94)3 𝑓5 = 4 . 6604395 . 0,01058 (0,010086)3

=

20,37 = 72,75 0,28

29,43(0,94)3 𝑓6 = 4 . 6736538 . 0,01058 (0,010086)3

=

24,24 = 84,27 0,29

𝑓7 =

=

34,335(0,94)3 4 . 66888 . 0,01058 (0,010086)3

28,51 = 9831,03 0,0029

39,24(0,94)3 𝑓8 = 4 . 6778865 . 0,01058 (0,010086)3

=

32,59 = 112,37 0,29

Grafik B vs f 120 100

f

80 60 40 20 0 0

0.5

1

1.5

2

2.5

3

3.5

4

6

7

8

9

B

Chart Title 4000 3500 3000

𝜎

2500 2000 1500 1000 500 0 1

2

3

4

5

e

(2) Pada batang sedang ο‚·

Panjang Tumpuan Lo = 𝑃̅ βˆ’ (π‘₯ % 𝑃̅) Lo = 1,001 – (10 % 0,933) = 0,9009

ο‚·

Luas Penampang Μ… 𝐴̅ = 𝐡̅ . 𝐻 𝐴1Μ… = 0,02007 . 0,00809 = 0,0001623663 m

𝐴̅2 = 0,02007 . 0,00807 = 0,0001618035 m 𝐴̅3 = 0,02005 . 0,00808 = 0,000162004 m

𝐴̅4 = 0,02007 . 0,00808 = 0,0001621656 m 𝐴̅5 = 0,02007 . 0,00808 = 0,0001621656 m ο‚·

Regangan 𝑒=

βˆ†π‘™ 𝑙0

𝑒1 =

0 0,9009

=0

𝑒2 =

0,004 0,9009

= 0,00444

𝑒3 =

0,0085 0,9009

= 0,009435

𝑒4 =

0,0125 0,9009

= 0,001387

𝑒5 =

0,012 0,9009

= 0,001332

𝑒6 =

0,022 0,9009

= 0,002442 𝑒7 =

0,026 0,9009

= 0,02886

𝑒8 =

0,031 0,9009

= 0,003441

𝑒9 =

0,036 0,9009

= 0,003996

ο‚·

Tegangan 𝜎=

𝐹 π‘š. 𝑔 = 𝐴 𝐴

𝜎1 =

0 . 9,81 =0 0,0001620

𝜎2 =

0,5 . 9,81 = 30,27 𝑁/π‘š2 0,0001620

𝜎3 =

1,0 . 9,81 = 60,55 𝑁/π‘š2 0,0001620

ο‚·

𝜎4 =

1,5 . 9,81 = 91,04 𝑁/ π‘š2 0,0001620

𝜎5 =

2,0 . 9,81 = 12,11 𝑁/π‘š2 0,0001620

𝜎6 =

2,5 . 9,81 = 15,13 𝑁/π‘š2 0,0001620

𝜎7 =

3,0 . 9,81 = 181,6 𝑁/π‘š2 0,0001620

𝜎8 =

3,5 . 9,81 = 211,9 𝑁/π‘š2 0,0001620

𝜎9 =

4,0 . 9,81 = 242,2 𝑁/π‘š2 0,0001620

Modulus elastisitas ∈=

Οƒ e

0

∈1 = 0 =0 30,27

∈2 =

0,04444

∈3 =

0,09435

∈4 =

0,01387

∈5 =

0,0133

∈6 =

60,55

91,04

12,4

15,13 0,024

=6817,56 N/m2

=6441,48 N/m2

=70030,76 N/m2

=9315,38 N/m2

=6304,1 N/m2

ο‚·

181,6

∈7 =

0,05772

∈8 =

0,034

∈9 =

0,03996

24,9

=31859,64 N/m2

=62323,52 N/m2

242,2

=62102,56 N/m2

Pelenturan 𝑏 𝑙0 3 𝑓= 4 ∈ 𝑏 β„Ž3

𝑓1 =

=

4 . 905(0,9009)3 4 . 6817,56 . 0,20 (0,0080)3

3,586 = 1328,1 0,0027

9.81(0,9009)3 𝑓2 = 4 . 6441,48 . 0,20 (0,0080)3

=

7,172 = 2758 0,0026

14,75(0,9009)3 𝑓3 = 4 . 70030,76 . 0,20 (0,0080)3

=

10,78 = 539 0,02

19,62(0,9009)3 𝑓4 = 4 . 9315,38 . 0,20 (0,0080)3

=

14,34 = 3773 0,0038

𝑓5 =

=

24,52(0,9009)3 4 . 6304,1 . 0,20 (0,0080)3

17,92 = 7168 0,0025

29,43(0,9009)3 𝑓6 = 4 . 31859,64 . 0,20 (0,0080)3

=

21,51 = 2151 0,01

34,33(0,9009)3 𝑓7 = 4 . 62323,52 . 0,20 (0,0080)3

=

25,09 = 1254 0,02

39,24(0,9009)3 𝑓8 = 4 . 62102,56 . 0,20 (0,0080)3

=

28,68 = 1434 0,02

Grafik B vs f 10000 8000 6000 4000 2000 0 1

2

3

4

5

Series1

Gambar 4.3 Grafik B vs F

6 Series2

7

8

9

Grafik 𝜎 vs e 10000 5000 0 1

2

3

4

5

Series1

6

7

Series2

Gambar 4.4 Grafik 𝜎 vs e

(3) Pada batang besar ο‚·

Panjang tumpuan 𝐿𝑂 = 𝑃 βˆ’ ( 𝑋%𝑃) 1,0014 βˆ’ (0,15 π‘₯ 1,0014) = 0,85 𝐴1 = 0,01609 π‘₯ 0,01605 = 0,000258 οƒ  2,58 π‘₯ 10βˆ’4 𝐴2 = 0,0161 π‘₯ 0,01606 = 0,000256 οƒ  2,56 π‘₯ 10βˆ’4 𝐴3 = 0,0161 π‘₯ 0,01606 = 0,000257 οƒ  2,57π‘₯ 10βˆ’4 𝐴4 = 0,0161 π‘₯ 0,01606 = 0,000258 οƒ  2,58π‘₯ 10βˆ’4 𝐴5 = 0,0161 π‘₯ 0,01606 = 0,000257 οƒ  2,57π‘₯ 10βˆ’4

ο‚·

Regangan 𝑒= 𝑒1 =

βˆ†π‘™ 𝑙0 1 π‘₯ 10βˆ’3 = 1,17 π‘₯ 10βˆ’3 = 1,17% 0,851

2 π‘₯ 10βˆ’3 𝑒2 = = 2,35 π‘₯ 10βˆ’3 = 2,35% 0,851 𝑒3 =

3 π‘₯ 10βˆ’3 = 3,52 π‘₯ 10βˆ’3 = 3,52% 0,851

8

9

4 π‘₯ 10βˆ’3 𝑒4 = = 4,70 π‘₯ 10βˆ’3 = 4,70% 0,851 𝑒5 =

5 π‘₯ 10βˆ’3 = 5,87π‘₯ 10βˆ’3 = 5,87% 0,851

𝑒6 =

7,5 π‘₯ 10βˆ’3 = 8,81 π‘₯ 10βˆ’3 = 8,81% 0,851

8,5 π‘₯ 10βˆ’3 𝑒7 = = 9,98 π‘₯ 10βˆ’3 = 9,98% 0,851 𝑒8 =

ο‚·

9,5 π‘₯ 10βˆ’3 = 0,01 π‘₯ 10βˆ’3 = 1% 0,851

Tegangan 𝜎=

𝐹 𝐴

𝜎1 =

0,5 π‘₯ 9,81 = 18,89 𝑁/π‘š2 25,84 π‘₯ 10βˆ’4

𝜎2 =

1,0 π‘₯ 9,81 = 3795 𝑁/π‘š2 βˆ’4 25,84 π‘₯ 10

𝜎3 =

1,5 π‘₯ 9,81 = 5694 𝑁/π‘š2 25,84 π‘₯ 10βˆ’4

𝜎4 =

2,0 π‘₯ 9,81 = 7592 𝑁/π‘š2 25,84 π‘₯ 10βˆ’4

𝜎5 =

2,5 π‘₯ 9,81 = 9491 𝑁/π‘š2 25,84 π‘₯ 10βˆ’4

𝜎6 =

3,0 π‘₯ 9,81 = 11,38 𝑁/π‘š2 25,84 π‘₯ 10βˆ’4

𝜎7 =

3,5 π‘₯ 9,81 = 13,28 𝑁/π‘š2 25,84 π‘₯ 10βˆ’4

𝜎8 =

ο‚·

ο‚·

4,0 π‘₯ 9,81 = 15,18 𝑁/π‘š2 βˆ’4 25,84 π‘₯ 10

Modulus elastisitas Οƒ ∈= e

∈=

1898 =16222 N/m2 0,00117

∈=

3799 =1616595 N/m2 0,00235

∈=

5694 =1617613 N/m2 0,00352

∈=

7592 =16153191 N/m2 0,00470

∈=

9491 =1616865 N/m2 0,00587

∈=

438 =129171 N/m2 0,00881

∈=

1328 =133066 N/m2 0,00998

∈=

1518 =151800 N/m2 0,01

Pelenturan 𝑏 𝑙0 3 𝑓= 4 ∈ 𝑏 β„Ž3

4,905. (0,85)3 3,012 𝑓= = = 66,93 3 4.162222.0,0164. (0,016050) 0,045 9,81. (0,85)3 6,024 𝑓= = = 13,35 4.1616595.0,0169. (0,016050)3 0,451

𝑓=

14,71. (0,85)3 9,033 = = 19,98 3 4.1617613.0,0169. (0,016050) 0,452

𝑓=

19,62. (0,85)3 12,04 = = 54,30 3 4.16153191.0,0169. (0,016050) 4,5

24,575. (0,85)3 15,06 𝑓= = = 33,46 3 4.1616865.0,0169. (0,016050) 0,45 29,43. (0,85)3 18,07 𝑓= = = 602,3 4.129171.0,0169. (0,016050)3 0,03

𝑓=

34,335. (0,85)3 21,08 = = 702,6 3 4.133066.0,0169. (0,016050) 0,07

𝑓=

39,24. (0,85)3 24,09 = = 602,2 3 4.151800.0,0164. (0,016050) 0,04

B vs f 800 700 600 500

400 300 200 100 0 0

0.5

1

1.5

2

2.5

3

3.5

4

6

7

8

9

𝜎 vs e 10000 9000 8000 7000 6000 5000 4000 3000 2000 1000 0 1

2

3

4

5

4.6 Analisa Dapat dianalisa bahwa setelah dilakukannya praktikum di dapat bahwa setiap tingkat keelastisan batang kayu berbeda – beda. Hal ini terjadi karena luas penampang setiap batang berbeda – beda. Faktor yang mempengaruhi keelastisitasan suatu benda adalah panjang, lebar, dan ketebalan dari batang tersebut. Semakin kecil luas permukaan suatu benda, maka nilai keelastisannya pun akan semakin tinggi.

4.7 Kesimpulan 1. Untuk menentukan nilai modulus elastisitas berbagai kayu dengan pelenturan, dapat ditentukan dengan menggunakan rumus ∈ =

𝜎 𝑒

2. Dapat diidentifikasi bahwa hal-hal yang mempengaruhi nilai pelenturan suatu benda adalah dari beban tambahan, panjang benda, lebar benda dan tebal benda tersebut. 3. Dapat diketahui bahwa hubungan modulus elastisitas dengan kekakuan atau kelenturan suatu bahan adalah jika semakin elastis suatu bahan, maka semakin tinggi kekuatan elastisitas dan nilainya. Jika semakin tidak elastis bahan tersebut, maka semakin rendah kekuatan elastisitas dan nilainya.

Related Documents

Bab
April 2020 88
Bab
June 2020 76
Bab
July 2020 76
Bab
May 2020 82
Bab I - Bab Iii.docx
December 2019 87
Bab I - Bab Ii.docx
April 2020 72

More Documents from "Putri Putry"

Diagram Fase.docx
June 2020 12
Pbt Tugas.docx
April 2020 17
Modul 2 Fisika.docx
April 2020 7
Etika Fikri.docx
April 2020 20