Jbptunikompp-gdl-uminarinaw-17979-1-teori.pdf

  • Uploaded by: YosuaSimanjuntak
  • 0
  • 0
  • December 2019
  • PDF

This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA


Overview

Download & View Jbptunikompp-gdl-uminarinaw-17979-1-teori.pdf as PDF for free.

More details

  • Words: 756
  • Pages: 14
TEORI – TEORI ETIKA 1. 2. 3 3. 4.

DEONTOLOGI TELEOLOGI (UTILITARIASME dan EGOISME) HAK KEUTAMAAN

TEORI DEONTOLOGI z z z

BERASAL DARI BAHASA YUNANI DEON=KEWAJIBAN Kewajiban manusia untuk bertindak secara baik. Suatu tindakan dikatakan BAIK/ BERMORAL karena tindakan tersebut dilaksanakan berdasarkan KEWAJIBAN yang harus dilaksanakan BUKAN pada TUJUAN atau AKIBATdari tindakan tersebut.

ETIKA TELEOLOGI Mengukur baik – buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai d d dengan tindakan d k itu, atau z Suatu TINDAKAN dinilai BAIK/BERMORAL kalau yang di AKIBAT kan BAIK atau BERGUNA z Permasalahan dalam Etika Teleologi : 1. Bagaimana menilai akibat atau tujuan baik dari suatu tindakan ? 2. Untuk siapa ? z Mendorong M d munculnya l TEORI EGOISME ETIS d dan TEORI UTILITARIANISME z

EGOISME ETIS ™ Inti pandangan EGOISME : Tindakan dari setiap orang pada dasarnya adalah untuk mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya sendiri. ™ Bahasa ARISTOTELES : tujuan hidup & tindakan setiap manusia adalah untuk mengejar kebahagiaannya. ™ EGOISME dianggap BERMORAL atau ETIS, karena : kebahagiaan dan kepentingan pribadi dalam bentuk hidup hak dan keamanan secara moral dianggap baik hidup, dan pantas untuk diupayakan dan dipertahankan.

EGOISME HEDONISTIS ™ Hedonistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi

diterjemahkan semata-mata semata mata sebagai kenikmatan fisik yang bersifat vulgar. ™ Atau At mengartikan tik tindakan ti d k bermoral b l sebagai b i sebagai b i ti tindakan d k yang

mendatangkan kenikmatan dan menghindari penderitaan. ™ Atau mencapai suatu tujuan dengan menghalalkan segala cara

(mengorbankan hak dan kepentingan orang lain) untuk mendapatkan kenikmatan lahiriah.

ETIKA UTILITALIARISME dalam BISNIS

the greatest happiness of the greatest number

z z z

z

Berasal dari kata ‘utilis’ : manfaat. Dik b Dikembangkan k oleh l h Jeremy J BENTHAM (1748 (1748-1832) 1832) dengan d melihat permasalahan pada kebijaksanaan publik saat itu. Disebut eb jjuga ga sebagai ebaga teori eo ‘konsekuensialisme’, o e e a e , kualitas a a moral ditentukan oleh konsekuensi atau akibat yang dibawakannya. P b t yang b Perbuatan bermaksud k db baik ik ttapii tid tidak k menghasilkan h ilk apa-apa, tdk disebut baik.

3 PRINSIP UTILITARIANISME (1)

(2)

(3)

Suatu kebijaksanaan atau tindakan adalah baik dan tepat secara y jjika kebijaksanaan j atau tindakan tersebut moral jjika dan hanya mendatangkan manfaat atau keuntungan, Diantara kebijaksanaan atau tindakan yang sama baiknya, kebijaksanaan atau tindakan yang mempunyai manfaat terbesar adalah d l h ti tindakan d k yang paling li b baik, ik Diantara kebijaksanaan atau tindakan yang sama-sama mendatangkan manfaat terbesar, kebijaksanaan atau tindakan yang mempunyai manfaat bagi orang banyak banyak.

Kekurangan etika utilitarianisme antara lain adalah : 1.

2 2.

3.

Konsep “Manfaat” yang begitu luas sehingga pada prakteknya malah menimbulkan masalah. masalah Contoh : Masuknya industrialisasi di daerah pedesaan, “Kasus Riady Connection”, Kasus Impor Beras Hanya memperhatikan nilai suatu tindakan sejauh berkaitan dengan akibatnya. Padahal sangat mungkin terjadi suatu tindakan pada dasarnya tidak baik tetapi ternyata mendatangkan g atau manfaat keuntungan Tidak menghargai kemauan atau motivasi baik seseorang.

4.

Secara khusus sulit untuk menilai (mengkuantifikasi) variabel moral. Contohnya : polusi udara, hilangnya air bersih, kenyamanan dsbnya.

KRITERIA & PRINSIP ETIKA UTILITARIANISME 3 KRITERIA (1) MANFAAT, kebijaksanaan atau tindakan yang baik adalah yang menghasilkan hal yang baik. Demikian pula sebaliknya

((2))

MANFAAT TERBESAR,, kebijaksanaan j atau tindakan yyang g baik

adalah yang mendatangkan lebih banyak manfaat daripada kerugian. Sekalipun dalam keadaan rugi, diusahakan menyebabkan kerugian terkecil. (3)

BAGI SEBANYAK MUNGKIN ORANG, kebijaksanaan atau

tindakan yang baik secara moral apabila memberikan manfaat bagi sebanyak mungkin orang. Sekalipun dalam keadaan rugi, diusahakan menyebabkan kerugian sekecil mungkin bagi sedikit orang

TEORI HAK z z z z

Merupakan suatu aspek dari Teori deontologi, deontologi karena hak dan kewajiban tidak dapat dipisahkan Hak didasarkan atas martabat manusia yang sama dan sederajat d j Karenanya manusia sec individu, siapapun itu tdk pernah boleh dikorbankan demi tercapainya tujuan yang lain Banyak diterapkan pada individu karyawan

Contoh : a) Karyawan berhak mendapat gaji dan lingkungan serta jaminan kerja yang layak b) Karyawan wanita berhak digaji sama dengan karyawan pria c) K Konsumen b berhak h k atas t produk d k yang aman d dan sehat sesuai dengan harapannya ketika ia membelinya

TEORI KEUTAMAAN (Virtue Theory) z z

z

Dilandaskan pada pertanyaan ‘what what kind of person should she/he be?’ Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan itu adil, jujur ataukah t k h murah hh hati, ti ttetapi t i dit ditekankan k k apakah k h seseorang melakukan perbuatan adil, jujur atau murah hati Keutamaan didefinisikan sebaga disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia g laku baik secara moral. bertingkah

More Documents from "YosuaSimanjuntak"