Tingkat Pertumbuhan An Nasional Tahun 2005-2007

  • November 2019
  • PDF

This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA


Overview

Download & View Tingkat Pertumbuhan An Nasional Tahun 2005-2007 as PDF for free.

More details

  • Words: 1,752
  • Pages: 12
1 DAFTAR ISI hlm Daftar isi ……………………………………………………………………………… …………. 1 Latar Belakang ……………………………………………………………………… ………… 2 Pokok Masalah ……………………………………………………………………… ………… 3 Teori Yang terkait ………………………………………………………………… ……….... 3 Pembahasan ………………………………………………………………………… …………. 4 Kesimpulan …………………………………………………………………………… ……….. 6 Saran …………………………………………………………………………………… …………. 6 Lampiran-lampiran ……………………………………………………………… ………… 7 Daftar Pustaka ……………………………………………………………………… ………... 10

2

LATAR BELAKANG Perekonomian merupakan salah satu faktor terpenting dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Setiap individu dalam suatu negara pasti tidak akan lepas dari yang bernama ekonomi. Individuindividu tersebut bekerja setiap hari guna memperoleh pendapatan untuk memmenuhi kehidupan mereka sehari-hari. Begitu pula dengan perusahaan-perusahaan

yang

menjalankan

operasinya

guna

memperoleh keuntungan yang telah ditargetkan. ]Semua kegiatan perekonomian sangat tergantung pada sumber daya manusia yang kreatif, yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi SDM-SDM yang sangat melimpah di Indonesia. Seakan pentingnya ekonomi dalam kehidupan manusia membuat mereka berfikir keras bagaimana agar dapat menghidupi mereka, diantaranya dengan membuat rumah produksi yang dapat dikelola dengan mudah dan dapat mengurangi pengangguran yang ada di negeri kita, dengan home industri ini tidak hanya masyarakat sekitar saja yang dapat merasakan keuntungan darinya, tapi juga pemerintah yang dapat menambah devisa negara. Sektor perekonomian tidak hanya sebatas pada home industri, ada juga bidang perdagangan dan komunikasi, jasa, pertanian, perhotelan, pertambangan dan lain-lain yang juga akan menambah kas negara.

3 Namun tidak semua sektor perekonomian yang ada di Indonesia mampu memberikan kontribusi yang maksimal untuk menambah pendapatan negara. Begitu pula wilayah-wilayah yang ada di Indonesia yang

tidak

semuanya

mampu

menggerakan

sektor-sektor

perekonomian yang produktif guna menambah devisa negara. POKOK MASALAH Negara kita adalah negara yang paling banyak mengandung sumberdaya alam dan sumberdaya manusia

yang semuanya bisa

dikatakan produktif. Kita dapat menyaksikan betapa luasnya lautan di Indonesia yang luasnya bermil-mil, di dalamnya terkandung banyak sekali SDA yang seharusnya dapat dimanfaatkan dengan baik. Lihat pula pulau-pulau di Indonesia yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan. Di dalamnya terkandung banyak SDA, diantaranya gas alam yang “membanjiri” pulau jawa dan irian, logam mulia yang melimpah di wilayah timurdan barat Indonesia. Jumlah

pendapatan

nasional

yang

terus

bertambah

setiap

tahunnya, seharusnya mampu mengatasi angka kemiskinan yang telah menjadi masalah yang seolah-olah tidak dpat teratasi dengan baik. Begitu pula dengan angka pengangguran yang setiap tahunnya bertambah seiring dengan berambahnya pendapatan nasional Negara kita. Satu hal yang menjadi pokok masalah dari paper ini adalah distribusi pendapatan yang tidak merata di setiap wilayah, yang mengakibatkan angka pengangguran dan kemiskinan terus meningkat. TEORI YANG TERKAIT Pada bagian ini kami ingin menguraikan teori yang terkait dengan pokok masalah yang telah diuraikan di atas. Teori yang digunakan adalah tingkat pengangguran berdasarkan pertumbuhan ekonomi, perhitungan PDB dan masalah kesejahteraan sosial.

4 berdasarkan teori bahwa suatu negara dapat dikatakan mencapai tingkat

penggunaan

tenaga

kerja

penuh

apabila

tingkat

penganggurannya di bawah 4%. Alat ukur yang disepakati tentang tingkat kemakmuran adalah output nasional per kapita, nilai output per kapita diperoleh dengan membagi besarnya output nasional dengan jumlah penduduk pada tahun yang bersangkutan. Jika angka output per kapita makin besar, tingkat kemakmuran dianggap makin tinggi. sebuah negara dikatakan miskin jika PDB perkapitanya lebih kecil daripada US$450,00, dan dari hasil PDB perkapita pada tahun 2005 yang hanya Rp 12.471,-, maka bisa dikatakan negara kita termasuk negara miskin.

PEMBAHASAN Salah satu indikator telah terjadinya alokasi yang efisien secara makro

adalah

nilai

output

nasional

yang

dihasilkan

sebuah

perekonomian pada suatu periode tertentu. Sebab besarnya output nasional

dapat

menunjukan

beberapa

hal

penting

dalam

perekonomian1, diantaranya besarnya output nasional merupakan gambaran awal tentang prodiktivitas dan tingkat kemakmuran suatu negara. Alat ukur yang disepakati tentang tingkat kemakmuran adalah output nasional per kapita, nilai output per kapita diperoleh dengan membagi besarnya output nasional dengan jumlah penduduk pada tahun yang bersangkutan. Jika angka output per kapita makin besar, tingkat kemakmuran dianggap makin tinggi.

1

Pratama rahardja, Mandala manurung,teori ekonomi makro suatu pengantar.rajawali pers. Jakarta :2005. Hlm 11

5 Pada bab pembahasan ini kita akan mengkaji dan menganalisa seberapa jauh pengaruh PDB terhadap tingkat kesejahteraan dan penggunaan tenaga kerja. PERHITUNGAN PDB DAN ANALISA KEMAKMURAN TAHUN 2005-2007 Untuk melihat seberapa jauh tingkat kesejahtaraan negara Indonesia dalam hal ini pengentasan kemiskinan dang pengangguran. Pada

tahun

2005

Pendapatan

Domestik

Bruto(PDB)

Indonesia

mencapai angka Rp 2.729,7 triliun, angka ini meningkat 5.6% dari sebelumnya tahun 2004 Rp 2.273,1 triliun.2 Sedangkan jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2005 mencapai angka 218,868,7913. Dari data diatas kita dapat mengetahui berapa PDB perkapita pada tahun 2005, yakni:

juta atau sekitar US$1.633,0.

Apabila kita berpatokan pada buku yang ditulis oleh Pratama Rahardja dan Mandala manurung, yang di sana dituliskan, berdasarkan standar pada tahun 1992, sebuah negara dikatakan miskin jika PDB perkapitanya lebih kecil daripada US$450,00, dan dari hasil PDB perkapita pada tahun 2005 yang hanya Rp 12.471,8 juta, maka bisa dikatakan negara kita termasuk negara yang kaya, karena telah melebihi angka US$400. Pada tahun 2006 kita mendapati data PDB Indonesia mencapai Rp 3.338,2 triliun. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 5.5%. sedangkan jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2006 sebesar diperkirakan tidak jauh berbeda dengan tahun 2005-kami mengambil sampel tahun 2005 karena belum menemukan data penduduk Indonesia pada tahun 2006- 218,868,791. Dari data diatas dapat kita ketahui 2 3

berapa

PDB

perkapita

Negara

kita

yakni

BPS. Berita Resmi Statistik No 9 / IX / 15 Februari 2006. lihat juga di www.bps.go.id/realese http://www.datastatistik-indonesia.com/component/option.com_tabel/kat.10/Intermid.945/

sebesar

6 atau lebih besar dibandingkan pada tahun 2005 yang hanya sebesar Rp 12.471,8 juta. Sedangkan

pada

tahun

2007

Pendapatan

Domestik

Bruto

mencapai angka 3.957,4, dan angka penduduk Indonesia pada tahun yang sama lebih dari 218,868,791. Maka dapat kita ketahui bahwa PDB per-kapita atas dasar harga berlaku pada tahun 2007 mencapai Rp 17.6 juta (US$ 1.946,1), lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2006 sebesar Rp 15,0 juta (US$ 1.662,6). Pertumbuhan Ekonomi Dan Penggunaan Tenaga Kerja Pendapatan

nasional

juga

berhubungan

dengan

tingkat

pengangguran, suatu negara dapat dikatakan mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh apabila tingkat penganggurannya di bawah 4%. Berdasarkan data yang kami peroleh dari Departemen Tenaga Kerja Dan Transmigrasi (Depnakertrans), pada tahun 2005 jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 10,854,254, dan jumlah angkatan kerja pada tahun yang sama berjumlah 105,802,372. Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan membagi jumlah pengangguran dengan angkatan kerja pada tahun yang sama4. Dari data di atas kita dapat menghitung berapa tingkat pengangguran pada tahun 2005

. berdasarkan teori bahwa suatu

negara dapat dikatakan mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh apabila tingkat penganggurannya di bawah 4%. Dari hasil tingkat pengangguran yang kita peroleh pada tahun 2005 maka wajar jika pendapatan perkapita negara kita masih sangat rendah karena pemerintah tidak dapat mengoptimalkan SDM dengan menyediakan lapangan kerja baru.

4

Sadono Sukirno,pengantar teori makro ekonomi.rajawali pers. Jakarta 2005.hlm 20

7 Pada tahun 2006 angka angkatan kerja menurut pulau dan jenis kelamin mencapai

106,281,795,L sementara jumlah pengangguran

terbuka menurut pulau dan jenis kelamin pada tahun yang sama sebesar

11.104.693

tingkat

pengangguran

mencapai

10,44%5.

Persentase ini naik sebesar 0,19% dari tahun sebelumnya. Hal ini menandakan bahwa bertambahnya angka PDB Indonesia belum dapat mengentaskan pengangguran. Sedangkan pada tahun 2007 kita akan mendapati tingkat pengangguran sebesar 9,59%6 atau turun sekitar 0,85% dari tahun sebelumnya. Hal ini menandakan ada penurunan jumlah penganggur terbuka di Indonesia. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan di atas kita mengetahui tingkat pendapatan Nasional berdasarkan output produk setiap tahunnya mengalami peningkatan yang cukup signifikan, begitu pula dengan pendapatan

perkapita

yang

mengalami

peningkatan

yang

bida

dikatakan cukup lumayan setiap tahunnya. Namun meningkatnya PDB tidak diimbangi dengan menurunnya tingkat pengangguran pada tahun 2005 dan 2006 yang justru naik sebesar 0,19%. Sedangkan pada tahun 2007 keadaan sebaliknya justru terjadi, tingkat pengangguran menurun sebesar 0,85%. SARAN Pada bagian ini kami ingin memberikan sedikit saran agar PDB dapat seimbang dengan tingkat pengangguran, agar tidak ada lagi kesenjangan sosial yang dapat mengakibatkan tingkat meningkat.

Langkah

5 6

%

pengentasan

pengangguran

kriminalitas

adalah

dengan

8 membuka lapangan kerja baru dengan mengundang investor dari dalam maupun luar negeri. Lampiran-lampiran Laju Pertumbuhan Tahun 2005-2007 Menurut Lapangan Usaha n

Lapangan usaha

2005

2006

2007

365.6

430,5

547,2

2

Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan Pertambangan dan

285,1

354,8

440,8

3 4 5 6

Penggalian Industri Pengolahan Listrik, Gas dan Air Bersih Konstruks Perdagangan, Hotel dan

766.0 25.0 173.4 429.4

936,4 30,4 249,1 496,3

1.068,8 34,8 305,2 540,8

7

Restoran Pengakutan

dan

181.0

230,9

265,3

8

komunikasi Keuangan, Real estat dan

278.1

271,6

305,2

275.6 2.729,7

338,4 3.338,2

399,3 3.957,4

o 1

9

Jasa Persh. Jasa jasa PDB

Sumber : Berita Resmi Statistik 2005-2007 Angkatan Kerja Menurut Pulau dan Jenis Kelamin Tahun 2005 Pulau Sumatera Jawa Kalimantan Sulawesi Lainnya Jumlah

Laki-laki

Perempua Jumlah n 13,274,94 8,001,503 21,276,447 4 39,972,63 23,374,94 63,347,583 5 8 3,629,363 2,136,957 5,766,320 4,598,976 2,501,857 7,100,833 4,745,966 3,565,223 8,311,189 66,221,8 39,580,4 105,802,3 84 88 72 Sumber: BPS/Sakernas 20057

Angkatan Kerja Menurut Pulau dan Jenis Kelamin Tahun 2006

7

http://www.nakertrans.go.id/pusdatin.html.3.3.pnaker

9 Pulau Sumatera Jawa Kalimantan Sulawesi Lainnya JUMLAH

Laki-laki

Perempu Jumlah an 7,917,050 21,182,579

13,265,52 9 41,334,07 22,888,50 64,222,571 1 0 3,706,742 2,108,693 5,815,435 4,582,451 2,172,047 6,754,498 4,783,765 3,522,947 8,306,712 67,672,5 38,609,2 106,281,7 58 37 95 Sumber : BPS/Sakernas 20068

Angkatan Kerja Menurut Pulau dan Jenis Kelamin Tahun 2007 (Agustus) Pulau Sumatera Jawa Kalimantan Sulawesi Lainnya JUMLAH

Laki-laki 13,550,46 3 41,812,52 9 3,834,473 4,693,620 4,828,784 68,719,8 69 Sumber

Perempu Jumlah an 8,115,038 21,665,501 25,426,13 67,238,659 0 2,299,712 6,134,185 2,655,128 7,348,748 2,725,464 7,554,248 41,221,4 109,941,3 72 41 : BPS/Sakernas 2007 (Agustus)9

Penganggur Terbuka Menurut Pulau Dan Jenis Kelamin, Tahun 2005 Pulau

Laki-laki

Sumatera

980,987

Jawa

3,730,08 3 211,124

Kalimant an Sulawesi Lainnya JUMLAH 8 9

Perempu an 1,165,97 9 3,133,42 9 216,589

302,796 552,797 258,307 302,163 5,483,2 5,370,95 97 7

Jumlah 2,146,966 6,863,512 427,713 855,593 560,470 10,854,2 54

http://www.nakertrans.go.id/pusdatin.html.3.37.pnaker http://www.nakertrans.go.id/pusdatin.html.3.40.pnaker

10

Sumber : BPS/Sakernas

10

Penganggur Terbuka Menurut Pulau Dan Jenis Kelamin, Tahun 2006 Pulau

LakiPerempu Jumlah laki an Sumatera 1.118.24 1.392.835 2.511.075 0 Jawa 3.872.23 2.936.069 6.808.304 5 Kalimantan 254.571 225.324 479.895 Sulawesi 281.283 441.607 722.890 Lainnya 281.902 300.627 582.529 Jumlah 4.689.9 3.903.62 11.104.6 91 7 93 Sumber:BPS/Sakernas 2006 11 Penganggur Terbuka Menurut Pulau dan Jenis Kelamin Tahun 2007 Pulau Sumatera Jawa Kalimant an Sulawesi Lainnya JUMLAH

Laki-laki 976,698 4,010,43 1 255,719

Perempu an 1,086,18 1 2,726,17 5 233,559

280,314 440,849 270,251 267,740 5,793,4 4,754,50 13 4 12 Sumber : BPS/Sakernas 2007

Jumlah 2,062,879 6,736,606 489,278 721,163 537,991 10,547,9 17

10

http://www.nakertrans.go.id/pusdatin.html,8,269,pnaker

11

http://www.nakertrans.go.id/pusdatin.html,8,165,pnaker http://www.nakertrans.go.id/pusdatin.html,8,77,,pnaker

12

11

Daftar Pustaka

BPS, Berita Resmi Statistik : pertumbuhan Pendapatan Nasional tahun 2005 No. 09 / IX / 15 Februari 2006. Jakarta BPS, Berita Resmi Statistik: Pertumbuhan Perekonomian Nasional tahun 2006 No. 10/02/Th. X, 16 Februari 2007. Jakarta BPS, Berita Resmi Statistik : pertumbuhan Pendapatan Nasional tahun 2007 No. 10/02/Th. XI, 15 Februari 2008. Jakarta Partadiredja, Ace. Perhitungan PEndapatan Nasional. LP3ES, Jakarta 1985 Rahardja,Pratama, dan Mandala Manurung. Teori Ekonomi Makrosuatu pengantar. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi UI. Jakarta: 2005 Sukirno, sadono. Pengantar Teori Ekonomi Makro. Rajawali Pers. Jakarta: 1995

12 http://www.nakertrans.go.id/pusdatin.html,8,169,pnaker http://www.datastatistikindonesia.com/proyeksi/index.php?option=com_proyeksi&task=show&I temid=941

Related Documents