Sap Tb Kel 3.docx

  • Uploaded by: Anonymous EQVxwWa
  • 0
  • 0
  • June 2020
  • PDF

This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA


Overview

Download & View Sap Tb Kel 3.docx as PDF for free.

More details

  • Words: 1,535
  • Pages: 11
SATUAN ACARA PENYULUHAN TB PARU

Oleh Kelompok III:

Aprilia P, S.Kep Bambang Hirawan, S.Kep. Eric Ismail Saleh, S.Kep. Galih Amrily, S.Kep. Nurdianto, S.Kep. Rika Rafika, S.Kep. Sherli Anggelia Sulistiowaty, S.Kep Sutanto, S.Kep. Tsalis Nurhidayati, S.Kep.

NPM 16350158 NPM 16350160 NPM 16350236 NPM 16350165 NPM 16350175 NPM 16350236 NPM 16350180 NPM 16350184 NPM 16350185 NPM 16350187

PROFESI NERS PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS MALAHAYATI BANDAR LAMPUNG TAHUN 2016-2017

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan

: TB Paru

Sasaran

: Keluarga Pasien

Hari/tanggal

: Sabtu, 29 Juli 2017

Waktu Pertemuan

: 25 Menit

Tempat

: Ruang Paru RSUD Jen. A. Yani Metro

A. Latar Belakang Penyakit TB PARU merupakan jenis penyakit yang dapat menular. Untuk itu perlu dilakukan penyuluhan tentang penyakit ini sehingga masyarakat dapat memahami tentang penyakit TB paru. Setelah dilakukan pengkajian terhadap klien, maka dapat diketahui bahwa klien dan keluarga belum banyak mengerti tentang masalah TB PARU. Klien dan keluarga mengatakan ingin sekali mengetahui lebih mendalam tentang hal ini. Oleh karena itu, penyuluhan tentang penyakit ini sangat dibutuhkan. B. Tujuan 1. Tujuan Instruksional Umum (TIU) Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan pada klien dan keluarga diharapkan klien dan keluarga dapat mengetahui tentang TB PARU.

2. Tujuan Instruksional Khusus Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan klien dan keluarga dapat: a. Menjelaskan pengertian dari TB paru. b. Menjelaskan penyebab TB paru. c. Menjelaskan tanda dan gejala TB paru. d. Menjelaskan komplikasi TB paru.

e. Menjelaskan cara pencegahan penularan TB paru f. Menjelaskan cara perawatan penderita TB paru g. Menjelaskan pengobatan bagi penderita TB paru h. Menjelaskan diit bagi penderita TB paru C. Materi Penyuluhan 1. Pengertian dari TB paru. 2. Penyebab TB paru. 3. Tanda dan gejala TB paru. 4. Komplikasi TB paru. 5. Pencegahan penularan TB paru 6. Perawatan penderita TB paru 7. Pengobatan bagi penderita TB paru 8. Diit bagi penderita TB paru D. Metode 1. Ceramah 2. Tanya jawab 3. Demonstrasi E. Media 1. Leaflet 2. LCD

F. Struktur Organisasi 1. Penyaji

: Nurdianto, S.Kep.

2. Moderator

: Eric Ismail Saleh, S.Kep.

3. Notulen

: Aprilia, S.Kep.

4. Fasilitator

: Rika Rafika, S.Kep.

5. Operator

: Galih Amrily, S.Kep.

F. Kegiatan Penyuluhan No Kegiatan mahasiswa 1 Pendahuluan

Kegiatan peserta 5 menit



Memberi salam



Menjawab salam



Memberi pertanyaan apersepsi



Menjawab



Mengkonsumsikan pokok bahasan



Menyimak



Mengkomunikasikan tujuan



Menyimak



Menyimak



Memperhatikan



Bertanya



Memperhatikan



Memperhatikan

2 Kegiatan Inti 

15 menit

Memberikan penjelasan tentang materi penyuluhan



Mendemonstrasikan cara penggunaan masker dan 6 langkah cuci tangan



Memberikan kesempatan klien dan keluarga untuk bertanya



Menjawab pertanyaan keluarga

3 Penutup 

5 menit Menyimpulkan materi penyuluhan bersama keluarga



Memberikan evaluasi secara lisan



Menjawab



Memberikan salam penutup



Menjawab salam

G. Evaluasi 1. Prosedur

: Akhir penyuluhan

2. Waktu

: 5 menit

3. Bentuk soal

: Tanya jawab

4. Jumlah soal

: 3 soal

5. Jenis soal

: 1. Apakah yang dimaksud dengan TB Paru? 2. Apa penyebab TB Paru? 3. Bagaimana tanda dan gejala TB Paru?

4. bagaimana cara menggunakan masker 5. bagaimana cara/langkah cuci tangan

TB PARU

1. Pengertian TB

Paru

adalah

penyakit

menular

yang

disebabkan

oleh

kuman

Mycobakterium Tuberculosis, kuman tersebut dapat menyerang bagian-bagian tubuh kita seperti paru-paru, tulang, sendi, selaput otak, dll. 2. Penyebab Penyakit TB Paru disebabkan oleh kuman TB Mycrobacterium tuberculose yang biasanya masuk ke dalam tubuh melalui udara dan ditularkan melalui batuk, bersin. 3. Tanda dan Gejala 1. Batuk Berdahak atau tidak, yang terjadi selama 4 minggu atau lebih 2. Pernah mengeluarkan dahak bercampur darah 3. Keluar keringat dingin pada malam hari (tanpa ada kegiatan) 4. Rasa nyeri pada dada dan sesak nafas 5. Nafsu makan berkurang 6. Demam pada malam hari  1 bulan 7. Berat badan turun 4. Akibat Lanjut TB Paru Penyakit TB Paru bila tidak diobati secara teratur maka dapat memberikan akibat sebagai berikut: 1. Kanker paru 2. Gangguan sendi 3. Dapat menyebabkan kematian

5. Tindakan Yang Harus Dilakukan Keluarga Terhadap Penderita TB Paru a. Membuang ludah/dahak pada wadah tertutup yang telah disediakan, misal: kaleng yang telah diisi dengan cairan Lysol/pasir. b. Menutup mulut bila batuk menggunakan sapu tangan c. Memeriksa anggota keluarga lainnya apakah terkena penularan TB Paru di rumah d. Makan-makanan yang bergizi seperti telur, daging, susu, dan nasi. e. Memperhatikan rumah terutama kebersihan lantai dan jendela cahaya yang dapat masuk ke dalam rumah. f. Untuk bayi diberikan imuniasi BCG 6. Perawatan Pasien TB Paru a. Mengawasi anggota keluarga yang sakit untuk menelan obat secara teratur sesuai dengan anjuran dokter b. Mengetahui adanya gejala samping obat dan merujuk bila diperlukan c. Memberikan waktu istirahat kepada anggota keluarga yang sakit minimal sehari 8 jam d. Mengingatkan (membawa anggota keluarga yang sakit untuk pemeriksaan dahak ulang bulan ke 2, 5, 6) setelah program pengobatan e. Memodifikasi lingkungan (cahaya yang cukup dapat masuk ke dalam rumah. 7. Pengobatan Penyakit TB PARU dapat disembuhkan dalam waktu 6 bulan asalkan pasien makan obat secara teratur sesuai anjuran dokter, karena jika pengobatan tidak dilakukan secara teratur proses penyembuhan penyakit TB Paru akan terahambat. 8. DIIT Bagi Penderita Tinggi karbohidrat seperti nasi, kentang, roti, dan jagung. Tinggi protein seperti telur, tempe,dan ikan

9. Pengobatan Pengobatan TB Paru dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap awal (intensif, 2 bulan) dan tahap lanjutan. Lama pengobatan 6-8 bulan, tergantung berat ringannya penyakit. Penderita harus minum obat secara lengkap dan teratur sesuai jadwal berobat sampai dinyatakan sembuh. Petugas kesehatan akan melakukan tiga kali pemeriksaan ulang dahak untuk mengetahui perkembangan kemajuan pengobatan, yaitu pada akhir pengobatan tahap awal, sebulan sebelum akhir pengobatan dan pada akhir pengobatan. Penderita TB paru tidak boleh putus obat karena akan menghambat penyembuhan. Pengobatan Bisa Didapatkan di: Puskesmas, Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru (BP4), Rumah Sakit, klinik dan dokter praktek swasta. Di Puskesmas, penderita bisa mendapatkan pengobatan TBC secara cuma-cuma (GRATIS). Pencegahan TB Paru Berulang  Menelan obat secara teratur sampai tuntas sesuai jadwal dan aturan yang diberikan oleh dokter.  Tidak membuang dahak di sembarang tempat, tetapi dibuang pada tempat khusus dan tertutup. Misalnya: dengan menggunakan wadah/ kaleng bertutup yang sudah diberi air sabun. Buanglah dahak ke lubang WC atau timbun ke dalam tanah di tempat yang jauh dari keramaian.  Selalu menutup mulut dengan tisu/saputangan jika batuk, bersin atau tertawa. Simpan tisu/saputangan dalam tempat tertutup dan buang di tempat sampah.  Beraktivitaslah seperti biasa, seperti: sekolah, bermain, dan bekerja. Selama pasien TB menelan obat dengan benar, maka risiko menularkan akan hilang.  Menjemur alat tidur.  Membuka pintu dan jendela setiap pagi agar udara dan sinar matahari masuk. Sinar matahari langsung dapat mematikan kuman TB.  Makan makanan bergizi.

 Tidak merokok dan minum minuman keras.  Olahraga secara teratur.  Mencuci pakaian hingga bersih.  Buang air besar di jamban/ WC.  Mencuci tangan hingga bersih di air yang mengalir setelah selesai buang air besar, sebelum dan sesudah makan.  Beristirahat cukup.  Jangan tukar menukar peralatan mandi 10.

Berikut langkah-langkah penggunaan masker biasa/bedah yang benar dikutip dari San Fransisco Department of Public Health: 1. Sebelum menyentuh masker, cuci tangan Anda dengan air dan sabun atau hand sanitizer 2. Ambil sebuah masker dan pastikan tidak ada noda kotoran atau lubang/sobekan pada setiap sisi masker. 3. Tentukan sisi atas masker yang ditandai dengan adanya kawat hidung (nose piece) dan tempatkan pada bagian atas. 4. Tentukan yang mana sisi luar dan sisi dalam masker, sisi luar biasanya ditandai dengan bagian yang berwarna dan memiliki permukaan yang lebih kasar serta arah lipatan menghadap ke bawah, sedangkan sisi dalam biasanya berwarna putih dan memiliki permukaan yang lebih halus. 5. Ikuti instruksi di bawah ini untuk berbagai tipe masker yang digunakan: 

Masker dengan karet telinga: gantung masker dengan melingkarkan karet pada setiap telinga.



Masker dengan tali pengikat: Letakkan sisi atas masker pada batas atas hidung dan ikatkan tali bagian atas pada belakang atas kepala Anda.

6. Tempelkan dan bentuk kawat hidung (nose piece) mengikuti lekuk hidung Anda. 7. Jika menggunakan masker dengan tali pengikat, ikatkan tali bagian bawah pada belakang leher. 8. Tarik bagian bawah masker sampai menutupi seluruh mulut dan dagu Anda. 11.

6 langkah cuci tangan: 1. Gosok tangan dengan posisi telapak tangan pada telapak tangan 2. Telapak kanan di atas punggung tangan kiri dengan jari-jari saling menjalin dan sebaliknya 3. Telapak pada telapak dengan jari-jari saling menjalin 4. Punggung jari-jari pada telapak tangan berlawanan dengan jari-jari saling mengunci 5. Gosok memutar dengan ibu jari tangan kanan mengunci pada telapak kiri dan sebaliknya 6. Gosok memutar, kearah belakang dan kearah depan dengan jari-jari tangan kanan mengunci pada telapak tangan kiri dan sebaliknya.

12.

Cara Batuk yang Baik dan Benar Hal-hal perlu anda perlukan: 

Lengan baju



Tissue



Sabun dan air



Gel pembersih tangan

Langkah 1 Sedikit berpaling dari orang yang ada disekitar anda dan tutup hidung dan mulut anda dengan menggunakan tissue atau saputangan atau lengan dalam baju anda setiap kali anda merasakan dorongan untuk batuk atau bersin.

Langkah 2 Segera buang tissue yang sudah dipakai ke dalam tempat sampah Langkah 3 Tinggalkan ruangan/tempat anda berada dengan sopan dan mengambil kesempatan untuk pergi cuci tangan di kamar kecil terdekat atau menggunakan gel pembersih tangan. Langkah 4 Gunakan masker

DAFTAR PUSTAKA Asih, Niluh Gede Yasmin, dan Effendy, Christantie. (2004). Keperawatan Medical Bedah: Klien Dengan Gangguan Sistem Parnapasan. Jakarta: EGC Mansjoer, Arif. dkk. (2001). Kapita Selekta Kedokteran Jilid I. Jakarta: Media Aesculapius.

Related Documents

Sap Tb Kel 3.docx
June 2020 11
Sap Tb Paru.docx
May 2020 12
Sap Herlina Tb Paru.docx
November 2019 35
Sap Tb Paru.docx
July 2020 11
Sap Tb Paru New.docx
December 2019 30
Proposal Sap Tb Paru.docx
November 2019 14

More Documents from "Yuni Ariani Yuni"

Bab I Kompre.docx
April 2020 11
00.cover (1).docx
June 2020 19
Jan 2014.xls
October 2019 14