Modul Praktikum Sistem Komunikasi
D-III Teknik Telekomunikasi INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO 2017
PERCOBAAN I PULSE CODE MODULATION (PCM) I.
Dasar Teori Pulse Code Modulation (PCM) merupakan salah satu teknik pulse modulation. Pada sistem PCM aplitudo dari gelombang yang dicuplik pada suatu waktu tertentu yang direpresetasikan dengan sebuah kode biner. Sinyal analog yang disampling harus sesuai dengan kreteria Nyquist. Secara garis besar ada tiga tahap untuk mengubah sinyal analog ke sinyal digital.
Gambar 1. Proses A/D converter
Sampling (pencuplikan) adalah proses pengambilan sampel-sampel dari sebuah sinyal kontinyu yang dilakukan dengan cara mengukur amplitudonya secara periodik di waktu-waktu tertentu. Kuantisasi adalah proses merepresentasikan sampel-sampel amplitudo yang didapatkan menjadi nilainilai (atau ‘tingkattingkat’) diskrit. Enkoding (penyandian) mengubah tingkattingkat diskrit ini menjadi sekumpulan kode sandi digital. II. Praktikum 1. Percobaan pertama Pra percobaan Sebelum memulai praktikum, pertama siapkan : a. Modul Scientech 2153 b. Oscilloscope c. Kabel power d. Probe oscilloscope e. Banana cable
Laboratorium switching
Page 1
Percobaan a. Atur posisi toggle switch TDM pada 320 KHz. b. Atur tegangan keluaran pada sumber DC I dan DC II, putar ke kanan hingga mencapai nilai maksimum. c. Atur posisi toggle switch Pseudo random sync code generator pada posisi OFF. d. Atur toggle switch error check code generator pada posisi 0 di switch A dan B. e. Koneksikan DC I ke CH I dan DC II ke CH II. f. Atur tegangan keluaran DC I hingga mencapai nilai +3 volts. Sedangkan, tegangan keluaran DC II mencapai nilai -2 volts. g. Lihat keluaran TX clock dengan menggunakan Oscilloscope CH 1. Kemudian gunakan Oscilloscope CH 2 untuk melihat sinyal output dari PCM timing logic block. 2. Percobaan kedua Pra percobaan Sebelum memulai praktikum, pertama siapkan : a. Modul Scientech 2153 b. Oscilloscope c. Kabel power d. Probe oscilloscope e. Banana cable
Laboratorium switching
Page 2
Percobaan a. Atur posisi toggle switch TDM pada 320 KHz pada modul Scientech 2153 dan 2154. b. Atur posisi toggle switch Pseudo random sync code generator pada posisi OFF pada modul Scientech 2153 dan 2154. c. Atur toggle switch error check code generator pada posisi 0 di switch A dan B modul Scientech 2153 dan 2154. d. Koneksikan function generator gelombang sinus 2 KHz ke CH I. e. Koneksikan function generator gelombang sinus 4 KHz ke CH II f. Koneksikan kedua modul seperti gambar di atas. g. Kemudian gunakan oscilloscope CH 1 untuk melihat keluaran dari CH I unity gain buffer amplifier pada transmitter dan CH 2 untuk melihat sinyal keluaran lowpass filter pada receiver. h. Amati kedua sinyal pada channel 1 dan 2. i. Lalu lihat sinyal pada output TX clock dan RX clock. Ubahlah amplitude dari sinyal input. 3. Percobaan kedua Pra percobaan Sebelum memulai praktikum, pertama siapkan : a. Modul Scientech 2153 b. Oscilloscope c. Kabel power d. Probe oscilloscope e. Banana cable Percobaan a. Atur posisi toggle switch TDM pada 320 KHz. b. Atur tegangan keluaran pada sumber DC I dan DC II, putar ke kanan hingga mencapai nilai maksimum.
Laboratorium switching
Page 3
c. Atur posisi toggle switch Pseudo random sync code generator pada posisi OFF. d. Atur toggle switch error check code generator pada posisi 0 di switch A dan B. e. Koneksikan function generator gelombang sinus 2 KHz ke CH I. f. Kemudian gunakan oscilloscope CH 1 untuk melihat keluaran dari CH I sampling signal dan CH 2 untuk melihat sinyal masukan pada sample and hold block. g. Setelah mendaptkan kedua signal tersebut, matikan modul Scientech. h. Koneksikan function generator gelombang sinus 4 KHz ke CH II. i. Kemudian gunakan oscilloscope CH 1 untuk melihat keluaran dari CH II sampling signal dan CH 2 untuk melihat sinyal masukan pada sample and hold block.
Laboratorium switching
Page 4
PERCOBAAN IV PULSE ANALOG MODULATION (PAM) III.
Dasar Teori Hampir keseluruhan sistem modulasi digital menggunakan pulse modulation. Ada beberapa jenis sistem modulasi, diantaranya Pulse Amplitude Modulation (PAM), Pulse Width Modulation (PWM), dan Pulse Code Modulation (PCM). Amplitudo dari pulse pada PAM bervariasi sesuai dengan sinyal termodulasi. Pada dasarnya PAM berupa sinyal analog namun PAM digunakan untuk membuat/membentuk sistem komunikasi maupun modulasi digital.
Input dari PAM adalah sinyal analog sebagai sumber informasi kemudian disampling pada interval waktu yang telah ditetapkan. Sampling merupakan proses pengambilan/pencuplikan secara spontan pada sumber informasi yang masih berupa sinyal analog. Sinyal yang dicuplik terdiri dari deretan pulse dimana setiap pulse berkoresponden dengan amplitude sinyal pada waktu yang sama.
Multiplexing adalah suatu proses pengkombiasian sinyal dari sumber informasi yang berbeda sehingga dapat ditransmisikan pada satu kanal yang sama. ada dua jenis multiplexing yakni Frequency Division Multiplexing Laboratorium switching
Page 5
(FDM) dan Time Division Multiplexing (TDM). TDM sendiri merupakan proses kombinasi sample dari sinyal informasi yang berbeda, pada domain waktu sihingga dapat di transmisikan pada satu kanal yang sama.
IV. Praktikum 4. Percobaan pertama Pra percobaan Sebelum memulai praktikum, pertama siapkan : a. Modul Scientech 2152 b. Oscilloscope c. Kabel power d. Probe oscilloscope e. Banana cable Percobaan h. Koneksikan semua peralatan (Modul Scientech 2152 dan Oscilloscope) dengan kabel power. i. Nyalakan Modul Scientech 2152 dan Oscilloscope. Laboratorium switching
Page 6
j. Lihat sinyal keluaran dari TP 12 dan TP 13. Bandingkan keduanya. k. Setelah itu, amati sinyal keluaran dari TP 12 dan TP 14. l. Amati sinyal keluaran dari TP 12 dan TP 15. m.Amati sinyal keluaran dari TP 12 dan TP 16. n. Amati sinyal keluaran dari TP 12 dan TP 17. o. Kemudian, lihat kembali sinyal keluaran dari TP 12 dan TP 13 saat tombol Sampling Frequency Selector ditekan. 5. Percobaan kedua Pra percobaan Sebelum memulai praktikum, pertama siapkan : f. Modul Scientech 2152 g. Oscilloscope h. Kabel power i.
Probe oscilloscope
j. Banana cable Percobaan j.
Koneksikan semua peralatan (Modul Oscilloscope) dengan kabel power.
Scientech
2152
dan
k. Nyalakan Modul Scientech 2152 dan Oscilloscope. l.
Atur keluaran signal generator DC hingga mendapatkan nilai 7volts. Koneksikan signal generator DC sebagai input CH 1.
m. Lihat sinyal keluaran di TP 12. n. Setelah itu, lihat sinyal keluaran di TP 14 dan TP 27 pada saat yang bersamaan. o. Kemudian koneksikan DC level ke CH 1, Tx clock ke Rx clock, Tx Sync ke CH 0, Tx O/P ke Rx I/P. p. Putar Delay Adjust Control hingga mendapatkan nilai minimum. q. Lihat hasil sinyal keluran pada TP 27 dan TP 37 pada saat yang bersamaan. r. Lihat hasil sinyal keluran pada TP 37 dan TP 43 pada saat yang bersamaan. s. Lihat hasil sinyal keluran pada TP 37 dan TP 44 pada saat yang bersamaan. t. Putar Delay Adjust Control hingga mendapatkan nilai maksimum.
Laboratorium switching
Page 7
u. Lihat hasil sinyal keluran pada TP 27 dan TP 37 pada saat yang bersamaan. v. Lihat hasil sinyal keluran pada TP 37 dan TP 43 pada saat yang bersamaan. Lihat hasil sinyal keluran pada TP 37 dan TP 44 pada saat yang bersamaan.
Laboratorium switching
Page 8
V.
Data Percobaan(Percobaan 1) Amp
Amp
Amp
Amp
Amp
Laboratorium switching
TP 12
TP 13
TP 14
TP 15
TP 16
Page 9
Amp
(Percobaan 2) v Amp
Amp
Amp
Amp
Laboratorium switching
TP 17
TP 12
TP 14
TP 27
TP 37
10
Page Amp
Amp
Laboratorium switching
TP 43
TP 44
11