Makalah Penelitian Kuantitatif.docx

  • Uploaded by: iyra
  • 0
  • 0
  • December 2019
  • PDF

This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA


Overview

Download & View Makalah Penelitian Kuantitatif.docx as PDF for free.

More details

  • Words: 1,908
  • Pages: 12
MAKALAH PENELITIAN KUANTITATIF Dosen Pengampu, Dr. Zulkifli Zam Zam, S.Si., M.Sc

OLEH

NASHIROH AMAL 03291511059 B/VII

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS KHAIRUN TERNATE 2019

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan dan rahmatNya kepada penulis sehingga penulis bisa menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Sholawat beriringan salam penulis do’akan kepada Allah SWT agar senantiasa tercurahkan buat tambatan hati pautan cinta kasih yakninya Nabi Muhammad SAW. Penulis menyadari dalam penulisan makalah ini banyak terdapat kekurangan karena penulis masih dalam tahap pembelajaran. Namun, penulis tetap berharap agar makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca. Kritik dan saran dari penulisan makalah ini sangat penulis harapkan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada makalah penulis berikutnya. Untuk itu penulis ucapkan terima kasih.

Ternate, 16 Januari 2019

Penulis

DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang.................................................................................... B. Ruang Lingkup Kajian......................................................................... C. Faktor Penelitian.................................................................................

BAB II PEMBAHASAN A. Uraian Teoritik Variabel Penelitian..................................................... B. Kajian Materi Dan Obyek Penelitian................................................... C. Hasil-Hasil Temuan.............................................................................

BAB III KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian ilmiah pada hakikatnya merupakan penerapan metode ilmiah dalam kegiatan keilmuan. Penelitian merupakan kegiatan menguji hipotesis, yaitu menguji kecocokan antara teori dengan fakta empirik di dunia nyata. Hubungan nyata ini lazim dibaca dan dipaparkan dengan bersandar kepada variabel, sedangkan hubungan nyata lazim dibaca dengan memperhatikan data tentang variabel itu. Penelitian ilmiah yang mengukur variabel dalam penelitiannya adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantutatif dilaksanakan untuk menjelaskan, menguji hubunganhubungan antar fenomena, menentukan kausalitas dari variabel-variabel. Pendekatan penelitian semacam ini bermaslahat untuk menguji teori. Hal ini dilakukan melalui pengujian validitas hubungan variabel-variabel dalam rangka menguji atau mengubah teori. Hal ini tentulah sangat menarik untuk diulas. Oleh karena itu, tulisan ini hadir karena penulis menyadari bahwa pengetahuan tentang variabel dan hipotesis penelitian sangat penting untuk dimiliki para mahasiswa. Sehingga penulis merasa bahwa tugas mata kuliah metode penelitian menjadi salah satu latar belakang yang sangat besar pengaruhnya terhadap hadirnya tulisan ini.

Metode penelitian kuantitatif

merupakan salah satu jenis penelitian yang

spesifikasinya adalah sistematis, terencana, dan terstruktur dengan jelas sejak awal hingga pembuatan desain penelitiannya. Definisi lain menyebutkan penelitian kuantitatif adalah penelitian yang banyak menuntut penggunaan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Demikian pula pada tahap kesimpulan penelitian akan lebih baik bila disertai dengan gambar, table, grafik, atau tampilan lainnya.

Menurut Sugiyono, metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitianyang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random,pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan

(Sugiyono, 2015). Metode kuantitatif sering juga disebut metode tradisional, positivistik, ilmiah/scientific dan metode discovery. Metode kuantitatif dinamakan metode tradisional, karena metode ini sudah cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian. Metode ini disebut sebagai metode positivistik karena berlandaskan pada filsafat positivisme.

Metode ini disebut sebagai metode ilmiah (scientific) karena metode ini telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkrit, empiris, obyektif, terukur, rasional dan sistematis. Metode ini juga disebut metode discovery karena dengan metode ini dapat ditemukan dan dikembangkan berbagai iptek baru. Metode ini disebut metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. B. Ruang Lingkup Kajian Penelitian kuantitatif bertolak dari studi pendahuluan dari obyek yang diteliti. Masalah harus digali melalui studi pendahuluan melalui fakta-fakta empiris, sehingga peneliti harus menguasai teori melalui membaca berbagai refrensi. Selanjutnya masalah dirumuskan secara spesifik. Untuk menjawab masalah yang bersifat sementara (hipotesis) maka, peneliti dapat membaca refrensi teoritis yang relevan. Kemudian untuk menguji hipotesis peneliti dapat memilih metode/strategi/pendekatan/desain penelitian yang sesuai. Setelah metode penelitian yang sesuai dipilih maka peneliti dapat menyusun instrumen penelitian.

Dan

hendaknya

instrumen

penelitian

terlebih

dahulu

diuji

validitas

dan

realiabilitasnya. Pengumpulan data pada penelitian kuantitatif dilakukan pada objek tertentu baik populasi maupun sampel. Jika peneliti akan membuat generalisasi terhadap temuanya, maka sampel yang diambil harus respensif (mewakili). Setelah data terkumpul, selanjutnya dianalisi untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis.

Dalam analisis akan ditemukan apakah hipotesis ditolak atau diterima atau apakah penemuan itu sesuai dengan hipotesis yang dajukan atau tidak. Kesimpulanya berdasarkan metode penelitian kuantitatif maka penelitian ini bersifat linear, dimana langkah-langkahnya

jelas,

mulai

dari

rumusan

masalah,

pengumpulan data, analis data, serta kesimpulan dan saran.

berteoti,

berhipotesis,

C. Faktor Penelitian Manusia sebagai makhluk rasional sebenarnya sudah dibekali dengan hasrat ingin tahu, keingintahuan manusia ini sudah dapat disaksikan sejak seseorang masih kanakkanak dan akan terus berkembang secara ainamis mengukuti fase-fase perkembangan kejiwaan orang tersebut. Hasrat ingin tahu manusia akan terpuaskan bila ia sudah memperoleh perigetahuan mengenai apa yang dipertanyakan. Tetapi sudah menjadi manusia, yang mana setelah memperoleh pengetahuan mengenai suatu masalah maka akan disusul oleh kecenderungan ingin lebih tahu lagi. Begitu seterusnya. Dengan demikian dapat dikatakan, bahwa manusia tidak akan p.rnuh mencapai kepuasan mutlak untuk menerima realita untuk dihadapinya'sebagii titik terminasi yang mantap. Untuk mendukung dan menyalurkan keingintahuannnya, maka manusia akan cenderung mengadakan penelitian.

BAB II PEMBAHASAN

A. Uraian Teoritik Variabel Penelitian Segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh sebuah informasi tentang has tersebut, kemudian dubuat suatu kesimpulan adalah disebut dengan variabel penelitian. Secara teoritis variabel diartikan sebagai atribut seseorang, atau obyek, yang mempunyai variasi antara satu orang dengan orang yang lain atau satu obyek dengan obyek yang lain (Hatch dan Farhady, 1981). Variabel juga diartikan atribut dari bidang keilmuan atau kegiatan tertentu. Menurut hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain maka macammacam variabel dalam penelitian dapat dibedakan menjadi : a. Variabel independen Variabel ini sering disebut sebagai variabel stimulus, prediktor, antecedent. Dalam bahasa indonesia sering di sebut variabel bebas .Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi sebab perubahanya atau timbilnya variabel dependen (terikat).

b. Variabel Dependen Sering disebut dengan variabel output, kriteria, konsekuen. Dalam bahasa indonesia sering disebut sebagai variabel terikat . Variabel terikat merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabal bebas.

c. Variabel moderator Variabel moderator adalah variabel yang mempengaruhi ( memperkuat dan memper lemah ) hubungan antara variabel independen dengan ependen . Variabel ini di sebut juga variabel independen ke dua .Contoh dari variabel moderator adalah hubungan perilaku suami dan istri akan semangkin baik kalau mempunyai anak, dan akan menjadi renggang kalau ada fihak ke tiga ikut mencampuri

d. Variabel Intervening Dalam hal ini Tuckman(1988) menyatakan variabel intervening adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen dan dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan di ukur. Contohnya berupa gaya hidup seseorang.

e. Variabel Kontrol Merupakan variabel yang di kendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variabel independen terhadap dependen tidak di penggaruhi oleh faktor luar yang tidak di teliti. Variabel kontrol sering di gunakan oeh peneliti bila akan melakukan penelitian yang bersifat membandingkan. Contohnya : penggaruh jenis pendidikan terhadap keterampilan dan mengetik. Untuk dapat menentukan kedudukan variabel independen, dan dependan, moderator, intervening atau variabel yang lain , harus di lihat konsteknya dengan dilandasi konsep teoritis yang mendasari maupun hasil dari penggamatan yang empiris di tempat penelitian , untuk itu sebelum peneliti memilih variabel apa yang akan di teliti.

B. Kajian Materi dan Obyek Penelitian Penelitian kuantitatif bertolak dari studi pendahuluan dari obyek yang diteliti. Masalah harus digali melalui studi pendahuluan melalui fakta-fakta empiris, sehingga peneliti harus menguasai teori melalui membaca berbagai refrensi. Selanjutnya masalah dirumuskan secara spesifik. Untuk menjawab masalah yang bersifat sementara (hipotesis) maka, peneliti dapat membaca refrensi teoritis yang relevan. Kemudian untuk menguji hipotesis peneliti dapat memilih metode/strategi/pendekatan/desain penelitian yang sesuai. Setelah metode penelitian yang sesuai dipilih maka peneliti dapat menyusun instrumen penelitian. Dan hendaknya instrumen penelitian terlebih dahulu diuji validitas dan realiabilitasnya. Pengumpulan data pada penelitian kuantitatif dilakukan pada objek tertentu baik populasi maupun sampel. Jika peneliti akan membuat generalisasi terhadap temuanya, maka sampel yang diambil harus respensif (mewakili). Setelah data terkumpul, selanjutnya dianalisi untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis. Dalam analisis akan ditemukan apakah hipotesis ditolak atau diterima atau apakah penemuan itu sesuai dengan hipotesis yang dajukan atau tidak. Kesimpulanya berdasarkan metode penelitian kuantitatif maka penelitian ini bersifat linear, dimana langkah-langkahnya jelas, mulai dari rumusan masalah, berteoti, berhipotesis, pengumpulan data, analis data, serta kesimpulan dan saran. C. Hasil-hasil Temuan Peningkatan kualitas suatu bangsa sangat tergantung kepada peningkatan kualitas pendidikan yang ada pada bangsa tersebut. Kualitas pendidikan tentu bukan menjadi sesuatu hal yang mudah untuk diwujudkan. Kualitas pendidikan bergantung

kepada bagaimana pembelajaran yang dijalankan pada sebuah sistem pendidikan itu sendiri. Begitu pun dalam mewujudkan mutu pembelajaran akan sangat dipengaruhi oleh mutu guru dan bagaimana praktek pembelajarannya diimplementasikan. Proses pembelajaran merupakan proses transformasi informasi baik ilmu pengetahuan maupun materi pembelajaran yang disampaikan guru ataupun sumber lain kepada siswa atau pun penerima informasi lain melalui alat atau media tertentu. Penyampaian informasi atau pesan dalam pembelajaran dapat dilakukan dalam berbagai cara baik secara verbal maupun non verbal sehingga informasi atau pesan yang disampaikan guru dapat diterima dengan baik oleh siswa, akan tetapi tidak dapat dipungkiri kemungkinan kegagalan penerimaan informasi atau pesan bisa saja terjadi dalam proses pembelajaran, untuk itu penggunaan media pembelajaran yang tepat dapat membantu proses penyampaian informasi atau pesan dalam pembelajaran berlangsung secara efektif. Salah satunya adalah pandangan masyarakat sekarang ini, memperlihatkan suatu fakta kalau mutu pembelajaran pada sekolah terakreditasi A jauh lebih berkualitas dibandingkan dengan mutu pembelajaran pada sekolah dasar yang ada di Indonesia dengan nilai akreditasi lebih rendah. Ketersediaan media pembelajaran yang memadai pada sekolah terakreditasi A menjadi salah satu penyebab timbulnya pandangan tersebut.

BAB III KESIMPULAN Menurut Sugiyono, metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitianyang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random,pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2015).

Berdasarkan metode penelitian kuantitatif maka penelitian ini bersifat linear, dimana langkah-langkahnya jelas, mulai dari rumusan masalah, berteoti, berhipotesis, pengumpulan data, analis data, serta kesimpulan dan saran. pada dasarnya penelitian itu dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan data yang antara lain dapat digunakan untuk memecahkan masalah. Untuk itu setiap penelitian yang akan dilakukan harus selalu berangkat dari masalah. Berdasarkan tingkat eksplarasinya, masalah penelitian bisa diklasifikasikan kedalam tiga jenis bentuk masalah penelitian yaitu deskriptif, komparasi dan asosiasi (Sugiyono, 2015), Arikunto (1993: 28-31). Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari

sehingga

diperoleh

informasi

tentang

hal

tersebut,

kemudian

ditarik

kesimpulannya. (Sugiyono, 2015).

Berdasarkan hubungannya variabel dibagi menjadi enam yaitu variabel dependen atau variabel tidak bebas Variabel Independen atau variabel bebas, variabel intervening, variabel moderator, variabel control, variabel acak atau random. Sedangkan korelasi antar Variabel, ada 3 yaitu : korelasi simetris, korelasi asimatris, korelasi timbal balik dan Yang tidak kalah penting dalam bagian ini adalah paradigma penelitian merupakan kerangka berpikir yang menjelaskan bagaimana cara pandang peneliti terhadap fakta kehidupan sosial dan perlakuan peneliti terhadap ilmu atau teori. Paradigma penelitian juga menjelaskan bagaimana peneliti memahami suatu masalah, serta kriteria pengujian sebagai landasan untuk menjawab masalah penelitian. Paradigma terdiri dari paradigma sederhana, paradigma sederhana berurutan, paradigma ganda dengan dua variabel independen, paradigma ganda dengan tiga variabel independen, paradigma ganda dengan dua variabel dependen, paradigma ganda dengan dua variabel independen dan dua dependen, paradigma jalur.

Untuk menemukan masalah dapat dilakukan dengan cara melekukan analisis masalah, yaitu dengan bantuan menyusun ke dalam pohon masalah. Dengan analisis masalah , maka permasalahan dapat diketahui mana masalah yang penting, yang kurang penting ,dan yang tidak penting.

DAFTAR PUSTAKA

Emzir. Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif & Kualitatif. PT. RajaGrafindo Persada. Jakarta. 2007. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. ALFABETA, CV. BANDUNG. 2015. Sunaengsih C. 2016. PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP MUTU PEMBELAJARAN PADA SEKOLAH DASAR TERAKREDITASI A.

Related Documents


More Documents from "Anastasia Distia Rini"