Laporan Serat Uji Pelarutan.docx

  • Uploaded by: Azkia
  • 0
  • 0
  • June 2020
  • PDF

This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA


Overview

Download & View Laporan Serat Uji Pelarutan.docx as PDF for free.

More details

  • Words: 917
  • Pages: 6
LAPORAN PRAKTIKUM SERAT TEKSTIL UJI PELARUTAN

Disusun Oleh : Nama : Nurlaely Mubarokah NPM : 18040029 Prodi : Produksi Garmen Konsentrasi Fashion Design Dosen : Luciana, S.Teks.,Pd.

POLITEKNIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TEKSTIL BANDUNG 2018

I.

MAKSUD DAN TUJUAN 1. Mampu mengetahui dan memahami pengklasifikasian sifat serat tekstil

terhadap zat kimia 2. Dapat mengetahui ketahanan serat terhadap pelarut/ zat kimia 3. Dapat mengetahui larut atau tidak larutnya serat tekstil yang diujikan.

II.

TEORI DASAR Uji pelarutan berhubungan dengan sifat kimia dari masing-masing serat. Uji ini sangat penting terutama untuk serat-serat buatan yang mempunyai morfologi hampir sama. Dengan melihat kelarutan serat pada berbgai pelarut dapat disimpulkan jenis seratnya. Prinsip pengujiannya adalah melarutkan serat pada beberapa pelarut kemudian diamati sifat kelarutannya. Pelarut yang digunakan: 1. H2SO4 (Asam Sulfat) 59,5 % Dapat melarutkan serat rayon viskosa pada suhu kamar dalam 20 menit, dapat melarutkan serat poliamida, sutera, dan sebagian kapas. 2. H2SO4 (Asam Sulfat) 70 % Dapat melarutkan serat kapas secara sempurna dalam suhu 38°C selama 20 menit. 3. HCl (Asam Klorida)1 : 1 Dapat melarutkan serat poliamida dalam suhu kamar dan dalam waktu 10 menit. 4. HNO3 (Asam Nitrat) Dapat melarutkan serat wool, poliakrilat, dan poliamida dalam suhu kamar selama 5 menit. 5. HCOOH (Asam Formiat) Dapat melarutkan serat poliamida dalam suhu kamar selama 5 menit. 6. Aseton Dapat

melarutkan

serat

rayon

asetat,

dan

digunakan

untuk

membedakan serat rayon viskosa dan rayon asetat, karena hanya akan melarutkan rayon asetat. 7. NaOCl (Natrium Hipoklorit) Dapat melarutkan semua jenis serat protein dengan sempurna pada suhu kamar selama 20 menit. 8. KOH (Kalium Hidroksida) 10 % Dapat melarutkan semua jenis serat protein dalam suhu kamar dan mendidih.

9. NaOH (Natrium Hidroksida) 10 % dan 45 % Dapat melarutkan serat polyester dalam suhu mendidih. 10. Metil Salisilat Dapat melarutkan polyester dalam suhu mendidih.

III.

ALAT DAN BAHAN a) Alat :  Rak tabung reaksi  Tabung reaksi  Batang pengaduk kaca  Penjepit kayu  Alat pelindung diri  Piala gelas 300 mL  Pembakar Bunsen gas b)

Bahan : Bermacam-macam zat kimia/ pelarut :  H2SO4 59,5%  H2SO4 70%  HCl 1:1  HNO2  Asam Formiat  Aseton  KOH 10%  NaOH 10%  NaOH 45%  NaOCl  Metil salisilat

c)

Bermacam-macam serat :           

IV.

Serat kapas Serat rayon viskosa Serat rami Serat wool Serat sutera Serat polyester Serat poliakrilat Serat poliamida (nylon) Serat polyester-kapas Serat polyester-rayon viskosa Serat polyester-wool

-

CARA KERJA 5 mL pelarutan yang digunakan, dimasukan ke dalam tabung reaksi

-

dengan hati-hati. Beberapa helai serat yang akan diuji digulung-gulung membentuk gumpalan (jangan terlalu banyak), dimasukan ke dalam tabung reaksi

-

yang telah berisi pelarut. Serat yang berada di dalam pelarut diaduk-aduk dan diamati kelarutannya

-

selama 10 menit. Pada pelarut KOH 10%, NaOH 10%. NaOH 45%, jika setelah 10 menit ternyata serat tidak larut, maka pelarut yang berisi serat dapat dipanaskan dan amati kelarutannya selama 10 menit dalam keadaan

-

panas. Catat semua sifat kelarutan serta pada masing-masing jenis pelarut pada

-

lembar hasil pemeriksaan. Khusus untuk pelarut metil salisilat, praktikum dilakukan langsung melakukan pelarutan serat pada suhu pelarutan yang mendidih.

V. VI.

DATA HASIL PENGAMATAN (terlampir) DISKUSI Pada percobaan Uji Kelarutan ini hasil pengamatan yang diperoleh ada beberapa sampel yang tidak sesuai dengan yang seharusnya. Hal ini bisa terjadi karena beberapa hal berikut, yaitu:

-

Contoh uji seratnya terlalu besar, sehingga proses kelarutannya lebih lambat ataupun serat yang seharusnya larut menjadi tidak

-

larut. Beberapa serat saat setelah diaduk terlihat larut, nyatanya tidak, serat tersebut hanya berubah menjadi seperti jelly namun terlihat

-

seperti larut. Saat melakukan pengadukan kurang maksimal. Pada saat mengisi tabung dengan larutan, seharusnya tinggi larutan dalam tabung semuanya rata, namun prakteknya tinggi larutan setiap tabung tidak sama rata yang menyebabkan hasil kurang maksimal

VII.

KESIMPULAN Pada proses ini terdiri dari zat telarut dan pelarut. Serat sebagai zat terlarut, apabila serat dilarutkan dan serat menjadi hancur atau menyatu homogen dengan zat yang digunakan sebagai pelarut, dapat dikatakan terlarut. Hasil dari praktikum pelarutan serat yang diujikan adalah : 1. Serat Kapas, larut oleh H2SO4 (asam sulfat) 70 %. 2. Serat Rayon Viskosa, larut oleh H2SO4 (asam sulfat) 59,5 % dan H2SO4 (asam sulfat) 70 %. 3. Serat Rami, larut oleh H2SO4 (asam sulfat) 59,5 % dan H2SO4 (asam sulfat) 70 %. 4. Serat Sutra, larut oleh H2SO4 (asam sulfat) 59,5 %, H2SO4 (asam sulfat) 70 %, HCOOH (asam formiat), KOH 10 % dalam suhu mendidih, NaOH 10 % dan 45 % dalam suhu mendidih, dan NaOCl. 5. Serat Wool, larut oleh H2SO4 (asam sulfat) 59,5 %, H2SO4 (asam sulfat) 70 %, KOH 10 % dalam suhu mendidih, NaOH 10 % dan 45 % dalam suhu mendidih, dan NaOCl. 6. Serat Poliester, larut oleh Metil salisilat dalam suhu mendidih. 7. Serat Poliakrilat, larut oleh HNO3. 8. Serat Poliamida (Nylon), larut oleh H2SO4 (asam sulfat) 59,5 %, H2SO4 (asam sulfat) 70 %, HCL 1:1, HNO3, dan HCOOH (asam formiat). 9. Serat Poliester-Kapas, tidak terlarut oleh larutan yang digunakan dalam eksperimen ini. 10. Poliester-Rayon, tidak terlarut oleh larutan yang digunakan dalam eksperimen ini. 11. Poliester-Wool, tidak terlarut oleh larutan yang digunakan dalam eksperimen ini.

12. Serat Rayon Asetat, larut oleh H2SO4 (asam sulfat) 59,5 %, H2SO4 (asam sulfat) 70 %, Aseton, dan Metil salisilat dalam suhu mendidih. 13. Serat Rayon Cuproamonium, larut oleh H2SO4 (asam sulfat) 59,5 % dan H2SO4 (asam sulfat) 70 %. VIII.

DAFTAR PUSTAKA Komalasari, Maya SST., MT dan Khairul Umam, 2013, Bahan Ajar Praktikum Serat Tekstil Program D IV; Bandung.

Related Documents


More Documents from "choirus zakinah"