Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak.docx

  • Uploaded by: Anggie Maychia Amallia
  • 0
  • 0
  • November 2019
  • PDF

This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA


Overview

Download & View Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak.docx as PDF for free.

More details

  • Words: 810
  • Pages: 8
TUGAS KEPERAWATAN ANAK

disusun oleh : Nama : Anggie Maychia Amallia Tingkat : 2.A Dosen Pembimbing : Jawiah S.Pd , S.Kep , M.Kep

PRODI DIII KEPERAWATAN PALEMBANG POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG TAHUN AJARAN 2018/2019

Deteksi Tumbuh Kembang Anak

A. PENGERTIAN Deteksi dini tumbuh kembang anak / balita adalah kegiatan atau pemeriksaan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang pada balita dan anak pra sekolah. Dengan ditemukan secara dini penyimpangan atau masalah tumbuh kembang anak, maka intervensi akan lebih mudah dilakukan. B. CARA DETEKSI TUMBUH KEMBANG ANAK 1.Mendeteksi tumbuh kembang pada anak diantaranya : a. Pengukuran antropometri 

Pengukuran antropometri ini dapat meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan ,

lingkar kepala dan lingkar lengan atas

b. Pengukuran berat badan 

Pengukuran berat badan ini bagian dari antropometri yang digunakan untuk menilai hasil

peningkatan atau penurunan semua jaringan yg ada pada tubuh

c. Pengukuran tinggi badan 

Pengukuran ini merupakan bagian dari pengukuran antropometrik yang digunakan untuk

menilai status perbaikan gizi di samping factor genetik

2. Pertumbuhan dan perkembangan anak : 

Anak pada usia 3-6 bulan mengangkat kepala dengan tegak pada posisi telungkup.



Anak pada usia 9-12 bulan berjalan dengan berpegangan.



Anak pada usia 12-18 bulan minum sendiri dari gelas tanpa tumpah.



Anak pada usia 18-24 bulan mencorat-coret dengan alat tulis.



Anak pada usia 2-3 tahun berdiri dengan satu kaki tanpa berpegangan, melepas pakaian

sendiri. 

Anak pada usia 3-4 tahun mengenal dan menyebutkan paling sedikit 1 warna.



Anak pada usia 4-5 tahun mencuci dan mengeringkan tangan tanpa bantuan (Depkes RI,

2005).

C. JENIS DETEKSI TUMBUH KEMBANG ANAK Ada tiga jenis deteksi dini tumbuh kembang : Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan, yang dilakukan untuk menemukan status gizi kurang/buruk dan mikro/makrosefali. Deteksi dini penyimpangan perkembangan, untuk mengetahui adanya keterlambatan perkembangan anak, gangguan daya lihat, dan gangguan daya dengar. Deteksi dini penyimpangan mental emosional, yaitu untuk mengetahui adanya masalah mental emosional, autisme dan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas.

D. MASALAH YANG MUNCUL DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK Merujuk kasus-kasus penyimpangan tumbuh kembang seperti: Autisme. Hiperaktif dan gangguan berkonsentrasi. Pengukuran lingkaran kepala anak (PLKA) tidak normal. Kelainan-kelainan benwWfungsi tubuh (hidrosefalus, spina, bifida, strabismus). I-Epotiroidea. Perawakan pendek. Perawakan tinggi. Kasus-kasus yang tidak dapat ditangani langsung Kelambatan motorik kasar.

Gangguan bicara karena, kurang latihan. Gangguan moiorik halus. Sosialisasi yang kurang (anak tak suka berkawan, suka mengganggu/menyerang kawan). Malnutrisi dan anemia diberikan makanan tambahan dan sirup besi. Anak dengan berat badan di atas batas normal perlu diberi nasehat pembenan makanan seimbang. Anak dengan kelainan khusus seperti: Muntah tanpa gangguan organic. Gangguan buang air besar. Cengeng berlebihan. Penakut. Mengompol pada anak di atas 5 tahun

E. STIMULASI TUMBUH KEMBANG ANAK Kemampuan dan tumbuh kembang anak perlu dirangsang oleh orang tua agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan sesuai umurnya. Stimulasi adalah perangsangan (penglihatan, bicara, pendengaran, perabaan) yang datang dari lingkungan anak. Anak yang mendapat stimulasi yang terarah akan lebih cepat berkembang dibandingkan anak yang kurang bahkan tidak mendapat stimulasi. Stimulasi juga dapat berfungsi sebagai penguat yang bermanfaat bagi perkembangan anak. Berbagai macam stimulasi seperti stimulasi visual (penglihatan), verbal (bicara), auditif (pendengaran), taktil (sentuhan) dll dapat mengoptimalkan perkembangan anak.

Pemberian stimulasi akan lebih efektif apabila memperhatikan kebutuhankebutuhan anak sesuai dengan tahap-tahap perkembangannya. Pada tahap perkembangan awal anak berada pada tahap sensori motorik. Pemberian stimulasi

visual pada ranjang bayi akan meningkatkan perhatian anak terhadap lingkungannya, bayi akan gembira dengan tertawa-tawa dan menggerak-gerakkan seluruh tubuhnya. Tetapi bila rangsangan itu terlalu banyak, reaksi dapat seba;liknya yaitu perhatian anak akan berkurang dan anak akan menangis.

Pada tahun-tahun pertama anak belajar mendengarkan. Stimulus verbal pada periode ini sangat penting untuk perkembangan bahasa anak pada tahun pertama kehidupannya. Kualitas dan kuantitas vokal seorang anak dapat bertambah dengan stimulasi verbal dan anak akan belajar menirukan kata-kata yang didengarnya. Tetapi bila simulasi auditif terlalu banyak (lingkungan ribut) anak akan mengalami kesukaran dalam membedakan berbagai macam suara.

Stimulasi visual dan verbal pada permulaan perkembangan anak merupakan stimulasi awal yang penting, karena dapat menimbulkan sifat-sifat ekspresif misalnya mengangkat alis, membuka mulut dan mata seperti ekspresi keheranan, dll. Selain itu anak juga memerlukan stimulasi taktil, kurangnya stimulasi taktil dapat menimbulkan penyimpangan perilaku sosial, emosional dan motorik. Perhatian dan kasih sayang juga merupakan stimulasi yang diperlukan anak, misalnya dengan bercakap-cakap, membelai, mencium, bermain dll.. Stimulasi ini akan menimbulkan rasa aman dan rasa percaya diri pada anak, sehingga anak akan lebih responsif terhadap lingkungannya dan lebih berkembang.

Di bawah ini ada beberapa contoh alat permainan balita dan perkembangan yang distimuli: 1. Pertumbuhan fisisk/motorik kasar: Sepeda roda tiga/dua, bola, mainan yang ditarik atau didorong 2. Motorik halus: Gunting, pensil, bola, balok, lilin. 3. Kecerdasan/kognitif: Buku bergambar, buku cerita, puzzle, lego, boneka, pensil warna, radio. 4. Bahasa: Buku bergambar, buku cerita, majalah, radio tape, TV

5. Menolong diri sendiri: Gelas/piring plastik, sendok, baju, sepatu, kaos kaki 6. Tingkah laku social: Alat permainan yang dapat dipakai bersama, misalnya congklak, kotak pasir, bola, tali.

DAFTAR PUSTAKA

https://www.infodokterku.com/index.php/en/103-daftar-isi-content/infokesehatan/kesehatan-anak/181-deteksi-dini-penyimpangan-pertumbuhan-danperkembangan-anak http://dr-suparyanto.blogspot.com/2010/09/deteksi-dini-tumbuh-kembang-anak-balita.html https://www.researchgate.net/publication/323610529_STIMULASI_TUMBUH_KEMBAN G_ANAK

.

Related Documents


More Documents from "teguh amin"

Doc1.docx
November 2019 23
Askep Gna.docx
May 2020 16
Soal K3.docx
November 2019 19
Wa600-3+.pdf
December 2019 45