Deteksi Antigen Rabies Pada Sampel Saliva Monyet Ekor Panjang (macaca Fascicularis) Di Pulau Kembang Kalimantan Selatan

  • Uploaded by: Pratama Elsha
  • 0
  • 0
  • June 2020
  • PDF

This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA


Overview

Download & View Deteksi Antigen Rabies Pada Sampel Saliva Monyet Ekor Panjang (macaca Fascicularis) Di Pulau Kembang Kalimantan Selatan as PDF for free.

More details

  • Words: 837
  • Pages: 13
DETEKSI ANTIGEN RABIES PADA SAMPEL SALIVA MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis) DI PULAU KEMBANG KALIMANTAN SELATAN

Oleh: ELSA FIRNANDA PIN PRATAMA NPM. 13820081

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA 2017

POWERPOINT

LATAR BELAKANG RUMUSAN MASALAH TUJUAN MANFAAT

LATAR BELAKANG

Virus rabies

Macaca fascicularis

Penyakit ini dapat mengakibatkan ensefalitis, paralisa dan kematian pada hewan dan manusia.

Non-human primates (NHPs) diketahui memiliki beragam patogen yang bersifat zoonosis (rabies)

Merupakan penyakit zoonosis dengan case fatality rate dapat mencapai 100 %

Hingga saat ini, hewan pembawa rabies utama di Indonesia adalah anjing, kucing, dan monyet

Infeksi rabies pada manusia masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama di seluruh dunia

Merupakan salah satu hewan yang ada pada tempat wisata dengan interaksi yang dekat dengan manusia

LATAR BELAKANG RUMUSAN MASALAH TUJUAN MANFAAT

POWERPOINT

TUJUAN

RUMUSAN MASALAH 1. Apakah terdapat antigen rabies pada saliva monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di Pulau Kembang?

2. Apakah terdapat pengaruh jenis kelamin terhadap kandungan antigen rabies dalam sampel saliva saliva monyet ekor panjang (Macaca fascicularis)?

1.

2.

MANFAAT

Untuk mengetahui adanya 1. Sebagai sumber informasi ilmiah ditemukannya antigen rabies pada saliva antigen rabies dengan deteksi antigen rabies monyet ekor panjang dari saliva monyet ekor panjang (Macaca (Macaca fascicularis) di fascicularis) di Pulau Kembang menggunakan Pulau Kembang, metode Rapid Immunodiagnostic Test. Kalimantan Selatan. 2. Sebagai sumber informasi ada atau tidaknya pengaruh jenis kelamin pada antigen rabies Untuk mengetahui apakah dalam sampel saliva monyet ekor panjang jenis kelamin berpengaruh (Macaca fascicularis)

terhadap antigen rabies dalam sampel saliva monyet ekor panjang (Macaca fascicularis).

3. Sebagai early warning bagi masyarakat bahwa apabila terjadi kasus rabies pada hewan, manusia lebih waspada dan melakukan tindakan pencegahan.

VIRUS RABIES

Sebagian besar kasus memiliki masa inkubasi antara 31 dan 90 hari. Dalam literatur, masa inkubasi bervariasi dari 30 hari di 30% dari kasus, 31-90 hari di 54%, lebih besar dari 90 hari di 15% dan 1% dari kasus-kasus yang dicatat selama satu tahun

• Gejala hewan berpenyakit rabies, ada tiga yaitu: rabies ganas, rabies tenang, dan rabies asimtomatis. • Virus rabies masuk ke dalam tubuh melalui gigitan atau kadang-kadang cakaran hewan penderita rabies atau air liur yang mengandung virus dari hewan penderita rabies mengenai luka yang terbuka

Macaca fascicularis

Kingdom Phylum Subphylum Class Order Suborder Infraorder Superfamily Family Subfamily Genus Species

: Animalia : Chordata : Vertebrata : Mammalia : Primata : Haplorrhini : Simiiformes : Cercopithecoidea : Cercopthecidae : Cercopithecine : Macaca : Macaca fascicularis

• Pulau Kembang merupakan lokasi pariwisata yang berada di kota Banjarmasin, tetapi belum di komersialkan seperti di Thailand dan candi di Bali.

• Beberapa laporan terbaru yang tersedia menunjukkan kejadian potensial paparan rabies di wisatawan, tetapi terbatas pada satu negara atau populasi tertentu.

• Kasus gigitan hewan monyet telah banyak dilaporkan di beberapa daerah di Indonesia sehingga dapat dinyatakan bahwa monyet ialah hewan yang mengancam dalam peranannya sebagai penyebar penyakit rabies • Tiga spesies yang paling potensial sebagai penyebar penyakit rabies ialah anjing, kucing dan monyet, dengan prevalensi masing-masing sebesar 90%, 6% dan 3%.

Rapid Immunodiagnostic Test (RIDT)

Model uji imunokromatografi telah dikembangkan dan memiliki beberapa kelebihan, yaitu mudah dilakukan, dapat dikerjakan oleh seseorang tanpa keahlian khusus, tidak diperlukan sarana laboratorium khusus, dan dapat digunakan di tempat kejadian penyakit .

Kit deteksi cepat diperlukan dan dapat diaplikasikan di lapangan, terutama pada daerah yang minim sarana dan prasarana diagnosis rabies atau daerah dengan kendala transportasi sampel ke laboratorium diagnostik.

Alat ini dapat mendeteksi rabies menggunakan sampel saliva atau jaringan otak. Pada masa ini, alat ini telah terbukti dapat membantu diagnosa rabies. Efisiensi dari alat ini telah diuji oleh beberapa peneliti

• Hasil banding RIDT dengan FAT menunjukkan ketegasan sebesar 94,4% dan sensifitas 93,3% • Hasil banding RIDT dengan PCR menunjukkan ketegasan 98,7%

INTERPRETASI HASIL

Interpretasi hasil Negatif

Interpretasi hasil Positif

Interpretasi hasil cacat

MATERI & METODE • LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN Penelitian ini dilakukan pada bulan April 207 sampai Bulan Mei 2017. Pengambilan sampel dilakukan di Pulau Kembang, Kalimantan Selatan bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan.

Welcome

• ALAT PENELITIAN o Anigen® rapid test kit rabies Ag. o Spuit 3ml o Kapas o Tali restrain o Gelang label untuk tiap sampel o Gelang label untuk tiap alat • BAHAN PENELITIAN o Sampel saliva o Ketamin o ATP & ACP o Alkohol • SAMPEL PENELITIAN Jumlah populasi monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) kurang lebih 500 ekor, pada penelitian ini diambil 10% dari jumlah populasi yaitu sebanyak 50 sampel.

METODE PENELITIAN • JENIS PENELITIAN Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan saliva dari monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) sebanyak 50 ekor (25 ekor betina dan 25 ekor jantan) dari 500 populasi.

• TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan disesuaikan kebutuhan penelitian yaitu Sampel saliva dari 25 ekor M.fascicularis jantan dan 25 ekor M.fascicularis betina yang Sebelumnya telah dianastesi.

PROSEDUR PENELITIAN

• Pengambilan sampel saliva • Pengecekkan antigen dengan RIDT

KERANGKA PENELITIAN Macaca fascicularis

Sebanyak 50 ekor

25 ekor jantan

25 ekor betina

Pemberian pramedikasi dan anastesi berupa (ACP + ATP) dan ketamin

Pengambilan Sampel Saliva

Pembacaan hasil tes Rapid Immunodiagnostic Test

+

-

Hasil Penelitian

Related Documents


More Documents from "Anggie Maychia Amallia"