Bermain Terapeutik Dengan Terapi Bermain.docx

  • Uploaded by: Hany
  • 0
  • 0
  • May 2020
  • PDF

This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA


Overview

Download & View Bermain Terapeutik Dengan Terapi Bermain.docx as PDF for free.

More details

  • Words: 712
  • Pages: 3
Bermain Terapeutik dengan Terapi Bermain a. Pengertian Bermain adalah salah satu aspek penting dari kehidupan anak dan salah satu alat paling efektif untuk mengatasi stres anak. Karena hospitalisasi menimbulkan krisis dalam kehidupan anak, dan sering disertai stres berlebihan, maka anak-anak perlu bermain untuk mengeluarkan rasa takut dan cemas yang mereka alami sebagai alat koping dalam menghadapi stress. b. Fungsi Bermain di Rumah Sakit Bermain sangat penting bagi mental, emosional, dan kesejahteraan sosial anak. Seperti kebutuhan perkembangan mereka, kebutuhan bermain tidak berhenti pada saat anak-anak sakit atau di rumah sakit. Sebaliknya, bermain di rumah sakit memberikan manfaat utama yaitu meminimalkan munculnya masalah perkembangan anak. Beberapa manfaat bermain di rumah sakit adalah memberikan pengalihan dan menyebabkan relaksasi. Terapi ini dipilih berdasarkan usia, minat, dan keterbatasan anak. Bermain terapeutik dapat memberikan kesempatan khusus pada anak untuk penerimaan sosial. Terkadang anak yang kesepian, asosial, dan jahat menemukan lingkungan yang simpatik di rumah sakit. c. Prinsip Bermain di Rumah Sakit Terapi bermain yang dilakukan di rumah sakit tetap harus memperhatikan kondisi kesehatan anak. Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan, diantaranya : 1. Permainan tidak boleh bertentangan dengan pengobatan yang sedang dijalankan anak. 2. Permainan yang tidak butuh banyak energy, singkat dan sederhana. 3. Permainan harus memperhatikan keamanan dan kenyamanan anak. 4. Melibatkan orang tua. d. Teknik Bermain di Rumah Sakit Tehnik bermain untuk anak yang dirawat di rumah sakit adalah menyediakan alat mainan yang merangsang anak bermain dan memberikan waktu yang cukup pada anak untuk bermain dan menghindari interupsi dengan apa yang dilakukan anak. e. Bermain Dalam Prosedur Bermain pada anak yang bisa diterapkan pada prosedur atau yang melibatkan kegiatan rutin rumah sakit dan lingkungan adalah dengan menggunakan permainan bahasa, misalnya dengan mengenalkan gambar dan kata-kata yang berhubungan dengan rumah sakit, serta orang-orang dan tempat sekitar. Kemudian memberikan kesempatan pada anak untu menulis, menggambar dan mengilustrasikan cerita. Bermain dalam prosedur rumah sakit juga dapat dilakukan dengan cara penerapan pemahaman anak dengan memberikan ilmu pengetahuan. misalnya dengan mengajarkan anak sistem tubuh, lalu buatkan gambarnya, dan anjurkan anak mengidentifikasi sistem tubuh yang melibatkan masalah kedokteran.

Memberikan injeksi merupakan hal yang paling menakutkan bagi anak. Untuk mengurangi stres anak terhadap hal tersebut, perawat dapat melatih anak dengan membiarkan memegang syringe yang bersih tanpa jarum dan mengajarkan anak menggambar seorang anak telah diberikan suntikan f. Alat Mainan yang Sesuai Kondisi dan Usia Anak Alat mainan dapat diberikan pada anak dalam keadaan kondisi sakit ringan, dimana anak dalam keadaan yang membutuhkan perawatan dan pengobatan yang minimal. Pada usia bayi, saat anak mengalami sakit ringan, alat mainan yang sesuai seperti giring-giring yang dipegang, boneka yang berbunyi. Sedangkan saat anak sakit sedang, mainan yang dapat diberikan berupa kotak musik, giring-giring yang dipegang, boneka yang berbunyi Alat mainan yang dapat didorong dan ditarik, balok-balok, mainan bermusik, alat rumah tangga, telephone mainan, buku gambar, kertas, crayon, dan manik-manik besar dapat diberikan pada anak usia toodler saat mengalami sakit yang ringan. Sedangkan pada saat anak sakit dalam tingkat yang sedang, mainan yang diberikan dapat berupa mainan bermusik, alat rumah tangga, telephone mainan, buku bergambar, dan manik-manik besar. Pada usia sekolah, anak sudah mulai melakukan imaginasi. Maka alat mainan yang dapat diberikan berupa permainan teka-teki, buku bacaan, alat untuk menggambar, alat musik seperti harmonika. Sedangkan pada saat remaja, anak mulai mencurahkan kreativitas yang dimilikinya, maka alat mainan yang diberikan dapat berupa permainan catur, alat untuk mengggambar seperti cat air, kanvas, kertas, majalah anak-anak atau remaja, dan buku cerita g. Memilih Alat Mainan Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih mainan bagi anak yang dirawat di rumah sakit adalah, 1. Pilihlah alat mainan yang aman 2. Hindari alat mainan yang tajam, mengeluarkan suara keras dan yang terlalu kecil, terutama anak umur di bawah 3 tahun. 3. Sediakan tempat untuk menyimpan alat mainan anakanak dan pilihlah alat mainan yang membuat anak tidak jatuh. h. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Terapi Bermain di Rumah Sakit 1. Factor Predisposisi - Pengetahuan - Sikap 2. Factor Pendukung Faktor pendukung adalah sesuatu yang memfasilitasi seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan yang diinginkan kondisi lingkungan,ada atau tidaknya sarana atau

fasilitas kesehatan dan kemampuan sumber-sumber masyarakat serta programprogram yang mendukung untuk terbentuknya suatu tindakan. 3. Factor Pendorong Faktor pendorong adalah akibat dari tindakan yang dilakukan seseorang atau kelompok untuk memerima umpan balik yang positif atau negative. Di rumah sakit faktor pendorong bisa berasal dari perawat, dokter dan keluarga.

Related Documents


More Documents from "Mariani Sela Fachrud"

May 2020 32
Tramadol
May 2020 34
Pola 2.docx
November 2019 39