Bab I3.docx

  • Uploaded by: yoni
  • 0
  • 0
  • December 2019
  • PDF

This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA


Overview

Download & View Bab I3.docx as PDF for free.

More details

  • Words: 4,479
  • Pages: 20
BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Keperawatan merupakan profesi yang dinamis dan berkembang secara terus menerus dan terlibat dalam masyarakat yang berubah, sehingga pemenuhan dan metode keprawatan kesehatan berubah, karena gaya hidup masyarakat berubah dan perawat sendiri juga dapat menyesuaikan dengan perubahan tersebut. Definisi dan filosofi terkini dari keperawatan memperlihatkan trend holistic dalam keperawatan yang ditunjukkan secara keseluruhan dalam berbagai dimensi, baik dimensi sehat maupun sakit serta dalam interaksinya dengan keluarga dan komunitas. Tren praktik keperawatan meliputi perkembangan di berbagai tempat praktik dimana perawat memiliki kemandirian yang lebih besar. Sistem kardiovaskuler merupakan suatu sistem yang sangat vital pengaruhnya bagi tubuh manusia. Sistem kardiovaskuler terdiri dari jantung dan pembuluh darah yang meliputi arteri, kapiler dan vena. Jantung berperan besar dalam berlangsungnya hidup seorang manusia. Jantung terletak di mediastenum, diantara rongga dada dan paru paru. Jantung memiliki 4 ruang yaitu atrium kiri, atrium kanan, ventrikel kiri dan ventrikel kanan yang masing masing mempunyai peranan tersendiri. Jantung berfungsi untuk memompakan dan menyebarkan darah ke seluruh tubuh.

1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 Bagaimana trend dan issu keperawatan di Indonesia? 1.2.2 Bagaimana trend dan issu penyakit terkini pada system kardiovaskuler?

1

1.3 Tujuan 1.3.1 Untuk mengetahui dan memahami trend dan issu keperawatan di Indonesia 1.3.2 Untuk mengetahui dan memahami trend dan issu penyakit terkini pada system kardiovaskuler 1.4 Manfaat 1.4.1 Mengetahui dan memahami trend dan issu keperawatan di Indonesia 1.4.2 Mengetahui dan memahami trend dan issu penyakit terkini pada system kardiovaskuler

2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Trend dan Issu Keperawatan di Indonesia Keperawatan merupakan profesi yang dinamis dan berkembang secara terusmenerus dan terlibat dalam masyarakat yang yang berubah, sehingga pemenuhan dan metode keperawatan kesehatan berubah, karena gaya hidup masyarakat berubah dan perawat sendiri juga dapat menyesuaikan perubahan tersebut. Keperawatan menetapkan diri dari ilmu social bidang lain karena fokus asuhan keperawatan bidang lain meluas.tren dalam pendidikan keperawatan di indonesia adalah berkembangnya jumlah peserta keperawatan yang menerima pendidikan keperawatan, baik peserta didik dari D3 keperawatan, S1 keperawatan atau kesehatan masayrakat sampai ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu S2 atau kesehatan. Tren paraktik keperawatan meliputi berbagai praktik di berbagai tempat praktik dimana perawat memiliki kemandirian yang lebih besar. Perawat secara terus menerus meningkatkan otonomi dan penghargaan sebagai anggota tim asuhan keperawatan. Peran perawat meningkat dengan meluasnya focus asuhan keperawatan. Tren dalam keperawatan sebagai profesi meliputi perkembangan aspek-aspek dari keperawatan yang mengkarakteristikan keperawatan sebagai profesi meliputi: pendidikan, teori, pelayanan, otonomi, dan kode etik. Aktivitas dari organisasi keperawatan professional menggambarkan trend an praktik keperawatan. Trend dan Isu tersebut adalah: 1. Semakin tingginya tuntutan profesionalitas pelayanan kesehatan. 2. Penerapan desentralisasi yang juga melibatkan bidang kesehatan. 3. Peran serta masyarakat yang semakin tinggi dalam bidang kesehatan. 4. Munculnya

perhatian

dari

pihak

pemerintah

mengenai

masalah

kesehatan

masyarakat seperti diberikannya bantuan bagi keluarga miskin serta asuransi kesehatan lainnya bagi keluarga yang tidak mampu.

3

2.1.1 Pengaruh Politik terhadap Keperawatan Professional Keterlibatan perawat dalam politik sangat terbatas. Walaupun secara individu ada beberapa nama seperti F.Nightingale, Lilian Wald, Margaret Sunger, dan Lavinia Dock telah mempengaruhi dalam pembuatan di berbagai bidang nampaknya perawat kurang di hargai sebagai kelompok. Gerakan wanita telah memberikan inspirasi pada perwat mengenai masalah keperawatan komunitas. Kekuatan politik merupakan kemampuan untuk mempengaruhi atau meyakinkan seseorang untuk memihak pada pemerintah untuk memperlihatkan bahwa kekuatan dari pihak tersebut membentuk hasil yang diinginkan. Perawat merasa tidak nyaman dengan politik karena mayoritas perawat adalah wanita dan poolitik merupakan dominasi laki-laki. Keterlibatan perawat dalam politik mendapatkan perhatian yang lebih besar dalam kurikulum keperawatan, organisasi professional, dan tempat perawtan professional. Organisasi keperawatan mampu memgabungkan semua upaya seperti pada Nursing Agenda For Healt Care Reform. Strategi spesifik pengintegrasian peraturan public dalam kurikulum keperawatan, sosialisasi dini, berpartisipasi dalam organisasi profesi, memperluas lingkungan praktik klinik, dan menjalankan tempat pelayanan kesehatan.

2.1.2 Pengaruh Perawat dalam Peraturan dan Praktik Keperawatan Pospek keperawatan komunitas dimasa yang akan datang cenderung semakin berkembang dan dibutuhkan dalam system pelayanan kesehatan pemerintah. Peran perawat kesehatan masyarakat sangat dibutuhkan dalam mengatasi sebagai masalah kesehatan yang terjadi di masa yang akan datang karena mengikuti perubahan secara keseluruhan. Dampak perubahan tersebut dapat berpengaruh pada peran yang dilkaukan perawat. Intervensi keperawatan kesehatan masarakat diberbagai tingkat pelayanan

akan

semakin

besar

dikarnakan

adanya

kelalaian,

ketidaktahuan,

ketidakmauan, dan ketidakmampuan individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat. Komponen–komponen perubahan dalam masyarakat :

4

1. Pertambahan penduduk. Pertambahan penduduk secara cepat (population) dan perubahan dalam gambaran penduduk, diantaranya perubahan dalam komposisi usia, penyebarannya, dan kepadatan penduduk kota besar. 2. Transisi penyakit. Perubahan pola penyakit atau transisi penyakit yaitu perubahan penyakit menular ke penyakit degenerative,seperti penyakit jantung, kanker, depresimental dan ansietas, stroke, peningkatan kecelakaan, alkoholisme, dan yang akhir-akhir ini marak adalah penyalahgunaan narkotika. 3. Perkembangan industrialisasi serta perubahan kondisi social. Perkembangan industrialisasi serta perubahan kondisi social yang cepat dengan di sertai perubahanperubahan

sikap,

niali,

gaya

hidup,kondisi

lingkungan,

kelompok-kelompok

masyarakat baru, masalh individu, dan masyarakat. 4. Meningkatnya pengetahuan masarakat sebagai pelayanan kesehatan akan meningkatkan juga harapan mereka terhadap mutu pelayanan keperawatan dan kesehatanpola pelayanan kesehatan yang baru akan meningkatkan pencpaian kesehatan bagi semua orang pada tahun 2000. 5. Kurang tenaga medis menyebabkan pelimpahan tanggung jawab atau wewenang pada perawat. 6. Masyarakat akan menjadi rekan kerja dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Banyak pelayanan yang akan dilaksanakan di luar rumah sakit, misalnya pelayanan pada rehabilitasi, kesehatan jiwa, dan lain-lain.

2.1.3 Permasalahan Mengenai Trend Dan Isu Keperawatan Yang Muncul di Indonesia

1. Sumber daya tenaga kesehatan yang belum dapat bersaing secara global serta belum adanya perawat keluarga secara khusus di negara kita. 2. Penghargaan dan reward yang dirasakan masih kurang bagi para tenaga kesehatan. 3. Pelayanan kesehatan yang diberikan sebagian besar masih bersifat pasif. 4. Masih tingginya biaya pengobatan khususnya di sarana-sarana pelayanan kesehatan yang memiliki kualitas baik. 5. Pengetahuan dan ketrapilan perawat yang masih perlu ditingkatkan.

5

6. Rendahnya minat perawat untuk bekerja dengan keluarga akibat system yang belum berkembang. 7. Pelayanan keperawatan keluarga yang belum berkembang meskipun telah disusun telh disusun pedoman pelayanan keluarga namun belum disosialisaikan secara umum. 8. Geografis Indonesia yang sangat luas namun belum di tunjang dengan fasilitas transfortasi yang cukup. 9. Kerjasama program lintas sektoral belum memadai. 10. Model pelayanan belum mendukung peran aktif semua profesi. 11. Lahan praktek yang terbatas. 12. Sarana dan prasarana pendidikan juga terbatas. 13. Rasio pengajar dan mahasiswa yang tidak seimbang. 14. Keterlibatan berbagai profesi selama menjalani pendidikan juga kurang. 15. Dunia tanpa batas (global vilage) mempengaruhi sikap dan pola perilaku keluarga. 16. Kemajuan dan pertukaran iptek 17. Kemajuan teknologi transportasi migrasi mudah interaksi keluarga berubah. 18. Kesiapan untuk bersaing secara berkualitas sekolah-sekolah berkualitas. 19. Kompetensi global tenaga kesehatan/ keperawatan.

2.2 Trend dan Issu Penyakit Terkini pada Sistem Kardiovaskuler 2.2.1 Pengertian Penyakit Jantung Koroner Penyakit jantung koroner/ penyakit arteri koroner (penyakit jantung artherostrofik) merupakan suatu manifestasi khusus dan arterosclerosis pada arteri koroner. Plaque terbentuk pada percabangan arteri yang ke arah aterion kiri, arteri koronaria kanan dan agak jarang pada arteri sirromflex. Aliran darah ke distal dapat mengalami obstruksi secara permanen maupun sementara yang di sebabkan oleh akumulasi plaque atau penggumpalan. Sirkulasi kolateral berkembang di sekitar obstruksi arteromasus yang menghambat pertukaran gas dan nutrisi ke miokardium. Kegagalan sirkulasi kolateral untuk menyediakan supply oksigen yang adekuat ke sel yang berakibat terjadinya penyakit arteri koronaria, gangguan aliran darah karena 6

obstruksi tidak permanen (angina pektoris dan angina preinfark) dan obstruksi permanen (miocard infarct). Penyakit jantung koroner adalah penyakit jantung akibat adanya kelainan pada pembuluh koroner yakni pembuluh nadi yang mengantarkan darahke aorta ke jaringan yang melindungi rongga-rongga jantung. Penyakit jantung koroner dalam suatu keadaan akibat terjadinya penyempitan, penyumbatan atau kelainan pembuluh nadi koroner. Penyakit jantung koroner diakibatkan

oleh

penyempitan

atau

penyumbatan

pembuluh

darah

koroner.

Penyempitan atau penyumbutan ini dapat menghentikan aliran darah ke otot jantung yang sering ditandai dengan rasa nyeri. Penyakit jantung koroner adalah penyakit jantung akibat adanya kelainan pada pembuluh koroner yakni pembuluh nadi yang mengantarkan darahke aorta ke jaringan yang melindungi rongga-rongga jantung. Jantung adalah sebuah organ berotot dengan empat ruang yang ruang terletak rongga dada, di bawah perlindungan tulang iga, sedikit ke sebelah kiri stemum (Elizabeth J.Corwin, 2009, 441).

2.2.2 Resiko dan Insidensi Penyakit arteri koronaria merupakan masalah kesehatan yang paling lazim dan merupakan penyebab utama kematian di USA. Walaupun data epidemiologi menunjukan perubahan resiko dan angka kematian penyakit ini tetap merupakan tantangan bagi tenaga kesehatan untuk mengadakan upaya pencegahan dan penanganan. Penyakit jantung iskemik banyak di alami oleh individu berusia yang berusia 40-70 tahun dengan angka kematian 20 %. Faktor resiko yang berkaitan dengan penyakit jantung koroner dapat di golongkan secara logis sebagai berikut: 1. Sifat pribadi Aterogenik. Sifat aterogenik mencakup lipid darah, tekanan darah dan diabetes melitus. Faktor ini bersama-sama berperan besar dalam menentuak kecepatan artero- genensis (Kaplan & Stamler, 1991). 2. Kebiasaan hidup atau faktor lingkungan yang tak di tentukan semaunya.

7

Gaya hidup yang mempredisposisi individu ke penyakit jantung koroner adalah diet yang terlalu kaya dengan kalori, lemak jenuh, kolesterol, garam serta oleh kelambanan fisik, penambahan berat badan yang tak terkendalikan, merokok sigaret dan penyalah gunaan alkohol (Kaplan & Stamler, 1991). 3. Faktor resiko kecil dan lainnya Karena faktor resiko yang di tetapkan akhir-akhir ini tidak tampak menjelaskan keseluruhan perbedaan dalam kematian karena penyakit jantung koroner, maka ada kecurigaan ada faktor resiko utama yang tak diketahui bernar-benar ada. Berbagai faktor resiko yang ada antara lain kontrasepsi oral, kerentanan hospes, umur dan jenis kelamin.

2.2.3 Patofisiologi Penyakit jantung koroner dan micardiail infark merupakan respons iskemik dari miokardium yang di sebabkan oleh penyempitan arteri koronaria secara permanen atau tidak permanen. Oksigen di perlukan oleh sel-sel miokardial, untuk metabolisme aerob di mana Adenosine Triphospate di bebaskan untuk energi jantung pada saat istirahat membutuhakn 70 % oksigen. Banyaknya oksigen yang di perlukan untuk kerja jantung di sebut sebagai Myocardial Oxygen Cunsumption (MVO2), yang dinyatakan oleh percepatan jantung, kontraksi miocardial dan tekanan pada dinding jantung. Jantung yang normal dapat dengan mudah menyesuaikan terhadap peningkatan tuntutan tekanan oksigen dangan menambah percepatan dan kontraksi untuk menekan volume darah ke sekat-sekat jantung. Pada jantung yang mengalami obstruksi aliran darah miocardial, suplai darah tidak dapat mencukupi terhadap tuntutan yang terjadi. Keadaan adanya obstruksi letal maupun sebagian dapat menyebabkan anoksia dan suatu kondisi menyerupai glikolisis aerobic berupaya memenuhi kebutuhan oksigen. Penimbunan asam laktat merupakan akibat dari glikolisis aerobik yang dapat sebagai predisposisi terjadinya disritmia dan kegagalan jantung. Hipokromia dan asidosis laktat mengganggu fungsi ventrikel. Kekuatan kontraksi menurun, gerakan dinding segmen iskemik menjadi hipokinetik.

8

Kegagalan ventrikel kiri menyebabkan penurunan stroke volume, pengurangan cardiac out put, peningkatan ventrikel kiri pada saat tekanan akhir diastole dan tekanan desakan pada arteri pulmonalis serta tanda-tanda kegagalan jantung. Kelanjutan dan iskemia tergantung pada obstruksi pada arteri koronaria (permanen atau semntara), lokasi serta ukurannya. Tiga menifestasi dari iskemi miocardial adalah angina pectoris, penyempitan arteri koronarius sementara, preinfarksi angina, dan miocardial infark atau obstruksi permanen pada arteri koronari.

2.2.4 Etiologi Penyakit Jantung Koroner Salah satu penyakit jantung koroner adalah kebiasaan makan makan makanan berlemak tinggi terutama lemak jenuh. Agar lemak mudah masuk dalam peredarah darah dan di serap tubuh maka lemak harus diubah oleh enzim lipase menjadi gliserol (Yenrina, Krisnatuti, 1999). Aterosklerosis adalah suatu keadaan arteri besar dan kecil yang ditandai oleh endapan lemak, trombosit, makrofag dan leukosit di seluruh lapisan tunika intima dan akhirnya ke tunika media (Elizabeth J. Corwin, 2009, 477).

Penyakit jantung koroner dapat disebabkan oleh beberapa hal : a. Penyempitan (stenosis) dan penciutan (spasme) arteri koronaria, tetapi penyempitan terhadap akan memungkinkan berkembangnya koleteral yang cukup sebagai pengganti. b. Aterosklerosis, menyebabkan sekitar 98% kasus PJK c. Penyempitan arteri koronaria pada sifilis, aortitis takayasu, berbagai jenis arteritis yang mengenai arteri coronaria, dll.

Salah satu penyakit jantung akibat insufiensi aliran darah koroner yaitu, Angina pectoris dan infark miokardium. 1. Angina pectoris Angina pectoris adalah nyeri hebat yang berasal dari jantung dan terjadi sebagai respon, terhadap suplai oksigen yang tidak adekuat ke sel-sel miokardium. Nyeri angina

9

dapat menyebar ke lengan kiri, ke punggung, ke rahang, atau ke daerah abdomen (Elizabeth J .corwin, 2009, 492). a. Ateriosklirosis b. Spasmearterikoroner c. Anemia berat d. Artritis e. Aorta insufisiensa

Adapun jenis-jenis angina : a. Angina stabil Disebut juga angina klasik, terjadi jika arteri koroner yang arterosklerotik tidak dapat berdilatasi untuk meningkatkan alirannya sewaktu kebutuhan oksigen meningkat. Peningkatan jantung dapat menyertai aktivitas misalnya berolahraga atau naik tangga. b. Angina prinzmental Terjadi tampa peningkatan jelas beban kerja jantung pada kenyataannya sering timbul pada waktu beristirahat atau tidur. Pada angina prinzmental terjadi spasme arteri koroner yang menimbulkan iskemi jantung di bagian hilir. Kadang-kadang tempat spasme berkaitan dengan arterosklerosis. c. Angina tak stabil Adalah kombinasi angina stabil dengan angina prinzmental ; dijumpai pada individu dengan perburukan penyakit arteri koroer. Angina ini biasanya menyertai peningkatan beban kerja jantung; hal ini tampaknya terjadi akibat arterosklerosis koroner, yang ditandi oleh trombus yang tumbuh dan mudah mengalami spasme. 2.

Infark miokardium Terlepasnya plak arteriosklerosis dari salah satu arteri koroner dan kemudian

tersangkut di bagian hilir sehingga menyumbat aliran darah ke seluruh miokardium yang di perdarahi oleh pembuluh tersebut. Infark miokardium juga dapat terjadi jika lesi trombosit yang melekat di arteri menjadi cukup besar untuk menyumbat total aliran ke bagian hilir, atau jika suatu ruang jantung mengalami hipertrofi berat sehingga kebutuhan oksigen tidak dapat terpenuhi. (Elizabet J. Corwin, 2009).

10

2.2.5 Faktor Risiko Sebagaimana orang berbadan tinggi lebih mudah terantuk ambang pintu daripada orang pendek, begitupun orang dengan satu atau lebih faktor risiko lebih mudah terkena serangan jantung , meski kemungkinannya lebih besar. Faktor risiko disebut

“dapat

untuk penyakit jantung diubah”

dan “yang tak

dapat dibagi dalam dua bagian, yang dapat

diubah”

(lihat

tabel

hlm.29).

Kemungkinan terkena PJK akan semakin besar jika faktor risikonya lebih banyak. Tidak semua faktor risiko sama beratnya. Beberapa faktor, seperti merokok, bisa memiliki efek yang lebih besar seorang perokok mempunyai

untuk menimbulkan PJK. Jadi, misalnya,

dengan tingkat kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi

risiko lebih tinggi daripada orang yang tidak mempunyai

faktor –

faktor tersebut.

1. Usia dan Gender Penyakit

jantung, sebagaimana penyakit lain, semakin meningkat seiring

pertambahan usia. Di Inggris, misalnya, separuh dari jumlah serangan jantung terjadi pada mereka yang berusia di atas 65 tahun, dan jumlahnya bertambah sesuai rata – rata pertambahan usia. Hal yang mencolok pada PJK yang terkena

PJK

lebih

banyak

adalah dibawah usia 55 tahun, jumlah pria daripada

wanita. Penyebabnya,

sebelum

menopause (berhenti haid pada wanita), sangat jarang wanita yang terkena serangan jantung. Setelah menopause, jumlah wanita yang terkena PJK meningkat, dan diatas 75 tahun , jumlah wanita dan pria yang terkena penyakit ini kira – kira sebanding. Penyebab yang tepat wanita jarang terkena PJK sebelum menopause belum diketahui secara pasti, namun tampaknya berhubungan

dengan hormon yang

tidak produksi lagi setelah haid berhenti. Terapi pengganti hormon (TPH) yang banyak dilakukan

kaum wanita ternyata dapat mencegah terjadinya

jantung. Karena itu, beberapa dokter merekomendasikan TPH ini.

11

serangan

Faktor – Faktor yang menambah risiko terkena PJK Dapat Diubah

Tidak Dapat Diubah

a. Merokok

a. Faktor genetika, misalnya

b. Kolesterol tinggi

tingkat kolesterol tinggi karena

c. Tekanan darah tinggi

keturunan.

d. Diabetes

b. Masalah gender: lebih

e. Kegemukan

banyak pria terkena PJK

f. Stress

daripada wanita

g. Kurang berolahraga

c. Usia

2. Riwayat Keluarga Dokter biasanya akan menanyakan tentang riwayat keluarga Anda jika ada anggota keluarga dekat(orang tua, kakak, adik, atau anak) terkena PJK. Jika ayah Anda kena serangan jantung sebelum usia 60 tahun atau ibu terkena sebelum 65 tahun, Anda berisiko tinggi terkena PJK. Namun, jika orang tua Anda hidup sampai

usia

ketika

serangan

jantung

mengkhawtirkan. Hal sama juga berlaku suatu keluarga besar, ternyata

biasanya

terjadi,

hal

ini

tidak

untuk kakak dan adik. Walaupun dalam

ada salah

seorang terkena serangan jantung,

mungkin hanya suatu kebetulan saja. 3. Makanan dan Kolesterol Seperti

dikatakan sebelumnya, atheroma adalah penyebab utama penyakit

jantung koroner. Timbunan lemak, khususnya akibat kolesterol yang disebut plak, terbentuk pada dinding pembuluh nadi. Inilah yang membuatnya makin sempit sehingga menghambat aliran darah. Jika plak itu pecah , terbentuklah gumpalan darah pada daerah yang terkena dan menghambat darah ke bagian otot jantung. Inilah

yang menyebabkan serangan

jantung. Proses ini umumnya terjadi (dan

menimbulkan kerusakan lebih parah) pada seseorang dengan tingkat kolesterol tinggi dalam darahnya. Faktor genetik juga berpengaruh pada tingkat kolesterol Anda. Beberapa keluarga mempunyai gen dengan tingkat lemak tinggi dalam darah. Keadaan ini disebut

hyperlipidemia keluarga,

atau

disingkat 12

HK. Namun,

makanan juga

berperan besar

dalam menentukan tingkat

kolesterol. Semakin

banyak lemak

terutama lemak hewan dan hasil susu yang anda makan, semakin tinggi kolesterol Anda, dan semakin tinggi pula risiko terkena PJK (lihat diagram dihalman sebelah ). 4. Merokok Merokok sigaret berkaitan erat dengan risiko PJK. Zat-zat kimia dalam asap sigaret terserap ke dalam aliran darah dari paru-paru

lalu beredar ke seluruh

tubuh , dan memengaruhi setiap sel tubuh. Zat-zat kimia ini sering membuat pembuluh darah menyempit dan membuat sel-sel darah yang di sebut platelet menjadi lebih lengket, sehingga mudah membentuk gumpalan. Risiko para perokok pipa dan cerutu tidak setinggi perokok sigaret, namun masih berisiko terkena PJK disbanding yang tidak merokok. Jumlah rokok yang diisap juga berpengaruh ; risikonya meningkat sesuai tingkat konsumsi, yaitu ringan (kurang dari 10 batang sehari) sedang (10-20 batang sehari), dan perokok berat (lebih dari 20 batang sehari). Alasan dokter sangat menyarankan untuk berhenti merokok karena

inilah faktor

risiko yang dapat anda control sendiri. Lagipula , Anda akan mulai merasakan manfaatnya saat berhenti. Meskipun

risiko terkena PJK tidak serendah orang

bukan perokok, hasilnya akan mendekati sekitar setahun kemudian. 5. Stres Banyak orang yang pernah mendapat serangan jantung menyatakan bahwa stress adalah

penyebabnya, namun secara

ilmiah

hal ini sebnenarnya

sulit

dibuktikan. Ada beberapa faktor pemicu lain, seperti olahraga secara tiba-tiba dan emosi yang meluap– luap , dapat mengakibatkan serangan jantung meskipun hal ini jarang terjadi. Percaya atau tidak, selama masa Perang Dunia II yang banyak menimbulkan stress pada warga sipil dan militer, jumlah warfa sipil, yang terkena serangan jantung malah menurun. Jenis kepribadian tertentu diduga berisiko lebih tinggi terhadap serangan jantung. Teknologi modern memungkinkan orang melakukan sesuatu dalam beberapa jam dibandingkan

masa primitive yang mungkin memerlukan waktu berhari – hari.

Stres karena ingin sesuatu diluar kemampuan, ingin mencapai sesuatu yang tidak realistis, digolongkan dalam kepribadian tipe A. Orang yang gelisah (biasanya 13

pria),

yang sulit

untuk rileks,

akan

semakin

terikat pada

pekerjaan

yang

mengandalkan hubungan pribadi, dan akhirnya cenderung menghabiskan tenaga. Mereka ini mempunyai risiko dua kali lipat terkena PJK dibanding dengan orang yang berkepribadian tipe B yang dapat menahan diri.

2.2.6 Gejala Penyakit Jantung Koroner Meski kebanyakan penderita PJK mempunyai masalah pokok yang sama, yaitu penyempitan arteri koronia, namun gejala yang timbul tidak sama. Beberapa menderita angina, ada pula yang terkana serangan jantung. Sebagian kecil mengalami kegagalan jantung tanpa ada gejala apapun sebelumnya. Semua akibat ini belum diketahui penyebabnya secara pasti. 1. Nyeri Dada Tidak semua nyeri dada disebabkan oleh nyeri dada . banyak orang mengira mudah untuk mengenali nyeri dada akibat nyeri jantung daripada penyakit lainnya, tetapi sesungguhnya hal ini sulit, bahkan bagi dokter berpengalaman sekalipun. a. Angina Angina pectoris adalah bahasa latin untuk rasa nyeri di dada, stelah melakukan kegiatan fisik, dan hilang ketika anda beristirahat. Pda PJK, nyeri itu timbul dari urat otot di jantung karena tidak mendapat oksigen cukup untuk melaksanakan tugasnya. Angina biasanya berlangsung selama 2-3 menit tidak ebih dari 10 menit. Ini terjadi bila anda berjalan mendaki, melawan angin kuat, atau bila anda naik tangga. Namun, ini bias juga terjadi setelah melakukan aktifitas ringan, seperti berpakaian. Biasanya keadaan lebih parah bila cuaca dingin dan bila kegiatan itu dilakukan setelah makan, misalnya berjalan-jalan setelah makan. b. Angina tak pasti Sebenarnya angina dapat diduga sebelumnya, namun bila arteri koronia terus menyempit atau timbul bekuan darah pada permukaannya, angina dapat berkembang menjadi angina tak pasti. Anda baru menyadari saat anda hanya mampu berjalan dalam jarak pendek, atau anda merasa nyeri saat anda melakukan pekerjaan ringan diseputar rumah, atau saat naik tangga. Mungkin juga anda terbangun dari tidur oleh serangan

14

angina. Perubahan rasa nyeri perlu dilaporkan kepada dokter agar dapat melakukan tindakan pencegahan karena bias berkembang menjadi serangan jantung. c. Serangan jantung Rasa nyerinya sama dengan angina, namun tak hilang bila anda beristirahat, malah tambah parah. Mereka yang pernah mengalaminya mengatakn bahwa inilah rasa sakit paling buruk yang pernah mereka rasakan. Orang yang terkena serangan jantung Nampak pucat, berkeringat, dan tubuhnya terasa dingin. Mereka sering merasa sakit dan mungkin muntah. Sebagian malah tidak pernah mengalami gejala penyakit jantung sbelumnya karena terjadi secara tiba-tiba. Namun, banyak penderita merasakan nyeri yang sebentar-sebentar selama beberapa minggu atau beberapa bulan akibat penyempitan pembuluh darah. Perbedaan antara angina da serangan jantung adalah, jika angina timbul akibat otot jantung kekurangan oksigen namun tidak menimbulkan kerusakan, pada serangan jantung sebagian otot jantung menjadi mati akibat kekurangan oksigen. Pada kira-kira 20 persen penderita, gejala serangan jantung cukup ringan dan dianggap sebagai gangguan pencernaan. Hal ini sering terjadi pada orang tua dan para penderita diabetes, mungkin karena saraf sakit ke jantung tidak begitu peka lagi pada kedua golongan ini. 2. Pleuritis Infeksi di dada seperti pneumonia (radang paru-paru) biasa menimbulkan nyeri hebat di dada, yang dinamakan pleuritis (radang selaput dada). Rasa nyeri yang tajam disatu sisi dada akan semakin parah bila anda batuk atau bernmafas dalam-dalam. Ini berbeda dari rasa sakit yang kurang tajam dan terus menerus dari jantung yang menyebar tepat kedada. 3. Sakit Otot Sepanjang punggung dan diantara tulaang rusuk terdapat otot-otot yang berperan penting dalam pernapasan. Seperti otot lainnya, otot-otot ini bias terserang rematik. Sakitnya biasanya terbatas di daerah dada tertentu, baik dibagian depan atau belakang. Rasa sakit semakin terasa saat duduk, atau berbaring dalam posisi tertentu jika membalik. Sakit akibat rematik ini bias berlangusung beberapa jam sampai beberapa hari dan mungkin hilang sbelum akan kambuh beberapa minggu kemudian. 15

4. Debaran Jantung Palpitasi, debaran jantung keras dan cepat yang teratur ataupun yang tidak teratur bisa terjadi pada orang sehat. Penyebabnya adalah, stress, merokok, atau terlalu banyak minum kopi atau teh. Ada juga orang yang mempunyai “sirkuit pendek” elektris pada jantungnya sehingga membuat jantung berdebar sangat cepat, namun ini jarang terjadi. Orang deengan PJK juga bisa mendapat masalah dengan debaran jantung, namun biasanya ini terjadi setelah ada seraangan jantung. Dokter akan memberikan obat untuk mencoba mengontrolnya. Jila palpirasi menyebabkan anda pingsan, sesak napas atau nyeri dada, konsultasikan segera ke dokter. 5. Sesak Napas Banyak penyebab sesak napas, dan yang paling umum diantaranya adalah brinkitis kronis, emfisema (melebarnya gelembung paru) dan asma. Gagal jantung juga menyebabkan sesak napas dan bisa menyerang orang pernah terkena serangan jantung. Jika jantung tidak memompa dengan baik, cairan akan tertimbun dalam jaringan tubuh dan paru-paru, sehingga mengakibatkan sesak nafas. Anda akan sulit jika berbaring ditempat tidur atau terbangun waktu malam karena sesak napas. Anda juga bisa terserang batuk dengan dahak mengandung sedkit busa atau darah. Jika cairan tertimbun di bagian tubuh, pergelangan kaki membengkak atau perut terasa sakit karena hati dan usus membengkak. Jika telah jelas bahwa jantung anda tidak beres, napas yang semakin sesak, atau abtuk yang tak kunjung hilang sangat berbahaya. Kini telah ada obat-obatan ampuh untuk mengatasi gagal jantung, dan semakin cepat anda di obati akan semakin baik.

2.2.7 Faktor-faktor Pencegah Beberapa faktor yang di yakini dapat melindungi anda terhadap PJK adalah mengurangi jumlah minuman baralkohol dan melakukan pelatihan fisik secara teratur a. Alkohol Banyak di beritakan tentang manfaat alkohol bila di minum dan jumlah cukup, namun alkohol dalam jumah tinggi yang di minum secara teratur dapat menjadi racun bagi jantung, otak, dan hati. 16

Jadi, berapakah ukuran yang cukup? Jumlah yang cukup adalah kira-kira 2-3 unit sehari bagi pria,dan jumlahnya agak kurang bagi wnita.satu unit adalah ukuran minuman keras, gelas anggur, atau setengah pint bir atau cider (sari buah apel). Pernah ada anggapan bahwa anggur merah baik untuk mencegah serangan jantung, namun ternya ta setiap jenis alkohol punya efek yang sama. b. Pelatihan Fisik Pelatihan fisik secara teratur baik bagi anda dan dapat mencegah terjadinya PJK. Banyak penyelidikan di amerika dan eropa menunjukan bahwa pelatihan secara teratur (20 menit, 2-3 kali seminggu) berhasil menurun kan risiko PJK. Jika anda pernah terkena serangan jantung, anda akan di ajarkan pelatihan fisik di bagian rehabilitasi jantung rumah sakit, dan mereka yng terkena PJK jenis apapun di anjurkan melakukan lebih banyak latihan. Jika anda belum pernah mengikuti pelatihan fisik sebelumnya dan tidak tahu cara memulainya, mintalah nasihat dokter. Jenis pelatihan yang anda lakukan mungkin idak begitupenting, asal cukup merangsang jantung dan aliran darah dengan cukup lakukanlah apa yang paling anda sukai, seperti berjalan, berenang, jogging, senam lantai atau berdansa. Banyak orang mulai dengan perlahan-lahan dan akahirnya menambah waktu dan jumlah pelatihan, dalam pelatihan atau senam terpimpin, anda akan diajarkan cara melakukan pemnasan terlebih dahulu, dan hal ini sebaiknya dilakukan dalam setiap pelatihan. Pelatihan untuk “membakar kalori sebanyak-banyaknya” hingga badan Anda terasa sakit dan pegal sangat tidak dianjurkan. Jika Anda merasa nyeri, pusing, atau sesak napas, beristrahat dan berhentilah dulu sampai Anda mersa sehat kembali. c. Kerja sama dengan dokter Meskipun merokok dan tingkat lipid merupakan faktor utama yang sepenuhnya berada dalam kontrol Anda , ada hal-hal lain ketika Anda dan Dokter Anda bisa bekrja sama untuk meminimalkan risiko lebih lanjut. Mereka yang cenderung mudah terkena PJK, seperti para penderita diabetes dan hipertensi, harus berusaha untuk ttap mengontrol kesehatannya. d. Hipertensi Berusahalah untuk minum obat secara teratur meski tidak ada gejala apapun. Periksakan tekanan darah Anda secara teratur ke dokter. 17

e. Diabetes Cobalah mempertahankan berat badan Anda sedekat mungkin dengan yang seharusnya. Usahakan agar tingkat gula darah Anda normal dengan menjga diet Anda secara ketat dan minum obat yang diberikan dokter secara teratur. Pelatihan fisik penting karena dapat menurunkan berat badan dan juga menurunkan kebutuhan insulin Anda. f. Tingkat Lipid Naik Usahan untuk tetap menjalankan diet yang ketat dan makanlah obat yang diberikan dokter secara teratur. g. Mengatasi Keadaan Darurat Serangan jantung bisa terjadi di mana saja dan setiap orang harus tahu apa yang perlu dilakukan untuk menolong orang yang pingsan dan jantungnya berhenti berdenyut. Basic Life Support (BLS) atau bantuan dasar untuk mempertahankan hidup tidak sulit dipelajari dan sangat bermanfaat untuk menolang mempertahankan hidup seseorang. Banyak istruktur bisa didapatkan di berbagai kota, baik yang bekerja secara sukarela maupun dari rumah sakit terdekat. Jika Anda atau seseorang secara tiba-tiba merasa nyeri dada yang menjurus ke serangan jantung, inilah langkah-langkah yang perlu dilakukan: 1.

Istirahatlah sambil duduk atau berbaring

2.

Minumlah obat GTN dan tunggu lima menit

3.

Jika rasa nyeri masih sama atau bertambah buruk setelah 5-10 menit, minum dosis kedua

4.

Jika tidak berhasil juga, telepon ambulans

5.

Kunyah sebutir aspirin (kecuali Anda atau orang itu alergi pada aspirin) karena ini akan mengencerkan darah dan mencegah pembekuan.

18

BAB III PENUTUP

3.1 Simpulan Penyakit jantung koroner (PJK) adalah penyakit yng menyerang organ jantung. Gejala dan keluhan dari PJK hampir sama dengan gejala yang dimiliki oleh penyakit jantung secara umum. Penyakit jantung koroner juga salah satu penyakit yang tidak menular. Kejadian PJK terjadi karena adanya faktor resiko yang antara lain adalah gaya hidup yang kurang aktivitas fisik (olahraga), riwayat PJK pada keluarga, merokok, konsumsi alkohol dan faktor sosial ekonomi lainnya. Penyakit jantung koroner ini dapat dicegah dengan melakukan pola hidup sehat dan menghindari fakto-faktor resiko.seperti pola makan yang sehat, menurunkan kolesterol, melakukan aktivitas fisik dan olehraga secara teratur, menghindari stress kerja.

19

DAFTAR PUSTAKA

Adam Sagan, 2009. Coronary Heart Disease Risk Factors and Cardiovascular Risk in Physical Workers and Managers. Anwar, B. 2004. Dislipidemia sebagai Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner. www.library.usu.ac.id [diakses 18 Mei 2014]. Christian Sandi, Saryono, Dian Ramawati. (2013). Penelitian Tentang Perbedaan Kadar Kolesterol Darah Pada Pekerja Kantoran dan Pekerja Kasar. http://prodia.co.id/penyakit-dan-diagnosa/penyakit-jantung-koroner http://www.medistra.com/index.php?option=com_content&view=article&id=76

20

Related Documents

Bab
April 2020 88
Bab
June 2020 76
Bab
July 2020 76
Bab
May 2020 82
Bab I - Bab Iii.docx
December 2019 87
Bab I - Bab Ii.docx
April 2020 72

More Documents from "Putri Putry"

2 Sap Hipertensi.docx
April 2020 7
Lp Fraktur.doc
April 2020 7
Askep Osteoartritis.docx
December 2019 21
Bab I3.docx
December 2019 11
Lp Apendik.docx
April 2020 10