14-kel01-tt3c-novia Arifa Ningsih.docx

  • Uploaded by: Novia Arifa
  • 0
  • 0
  • June 2020
  • PDF

This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA


Overview

Download & View 14-kel01-tt3c-novia Arifa Ningsih.docx as PDF for free.

More details

  • Words: 2,872
  • Pages: 22
LAPORAN LABORATORIUM PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI LEMBAR DATA PERCOBAAN

PERCOBAAN 14 IC COUNTER

NAMA PRAKTIKAN NAMA REKAN KERJA

: NOVIA ARIFA NINGSIH : 1. M. RAMADIKAL KAHFI

1317030021 1317030062

KELAS/KELOMPOK : TT-3C/01 TANGGAL PELAKSANAAN PRAKTIKUM : 26 NOVEMBER - 3 DESEMBER 2018 TANGGAL PENYERAHAN LAPORAN : 04 NOVEMBER 2018

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI JAKARTA 2018

A. TUJUAN 1

1. Mengaplikasikan IC Counter untuk bebagai macam modulus dengan mengguakan input clear 2. Mengaplikasikan rangaian Programable Counter sesuai rancangan yang telah ditentukan 3. Membuktikan tabel kebenaran masing-masing counter

B. DASAR TEORI a. Pencacah Binear IC pencacah 4-bit dapat melakukan hitungan maksimum pada modulus 16, untuk merubah modulus sesuai dengan kebutuhan rancangan pada IC dlengkapi input clear, apabila diaktifkan kan memaksa output kembali ke nol. Dengan sifat inilah IC dapat dirancang untuk melakukan hitugan sesuai dengan mdulus yang U1

U2 14 1

50 Hz

2 3

INA INB R01 R02

QA QB QC QD

12 9 8 11

R4 220Ω

7493N

R3 220Ω

R2 220Ω

R1 220Ω

LED4 LED3 LED2 LED1

diinginkan. Gambar 2.1 menunjukkan Counter modulus 10 menggunakan IC 7439. Gambar 2.1 Rangkaian Counter Modulus 10 dengan menggunakan IC 7493

2

b. Presetable Ripple Counter Pada counter jenis ini, proses perhitungannya dapat dimulai dari sembarang bilangan (ntuk up counter tidak arus mulai dari 0000 dan untuk down counter tidak harus dari 1111). Operasi presetting-nya dinamakan parallel load, dimana inputinput asinkronnya doaktifkan. Biasanya counter ini menggunan IC 74193. IC ini memiliki dua input (up dan down) input pertama untuk perhitungan ke atas (Up), sementara yang kedua untuk perhitungan ke bawah (Down), oprasinya meliputi pengaturan kembali (reset), pemuatan parallel load, perhituna ketas (Up coune) dan VCC 5V VCC

U8

U1 15 1 10 9 11 14

135

4

50 Hz

A B C D

QA QB QC QD

~LOAD CLR

~BO ~CO

UP DOWN

74193N

3 2 6 7 13 12

10 11

9

8

7

12 R6 220Ω

R5 220Ω

R4 220Ω

R3 220Ω

R2 220Ω

R1 220Ω

1

2

3

4

5

6

U2

U3

0

perhitungan kebawah (down counter). Gambar 2.2 Rangkaian Presetable Counter IC 74193

3

U4

U5

U6

U7

C. ALAT – ALAT YANG DIPERGUNAKAN NO

ALAT –ALAT DAN BAHAN

JUMLAH

1

IC 7400

1

IC 7408

1

IC 7493

1

IC 74193

1

2

Power Supply DC

1

3

Banana to Banana cable

2

4

Logic Probe

1

5

Resistor 220 Ω

2

6

LED

2

7

Protoboard

1

8

Kabel-kabel penghubung

Secukupnya

9

Flip-flop

1

4

D. LANGKAH-LANGKAH PERCOBAAN Langkah-langkah dalam melakukan percobaan adalah sebagai berikut : 1. Rangkaialah rangkaian seperti gambar 4.1, beikan tegangan 5 V dan clock, U1 14 1 2 3

V1

INA INB

QA QB QC QD

R01 R02

50 Hz 5V

12 9 8 11

R4 220Ω

7493N

R3 220Ω

U4

R2 220Ω

U5

R1 220Ω

U6

U7

kemudian lengkapi table 6.1 Gambar 4.1 Rangkaian Counter Modulus 16 menggunakan IC 7493 2. Rangkaialah rangkaian sepeti gambar 4.2, berikan tegangan 5 V dan clock, kemudian lengkapi table 6.2. U1 14 1

V1 50 Hz 5V

2 3

INA INB R01 R02

QA QB QC QD

12 9 8 11

R4 220Ω

7493N

U4

R3 220Ω

U5

R2 220Ω

U6

R1 220Ω

U7

Gambar 4.2 Rangkaian Counter modulus 10 menggunakan IC 7493

5

3. Rangkaialah rangkaian seperti gambar 4.3, berikan tegangan 5 V dan clock, kemudian lengkapi table 6.3 U1 14 1 2 3

V1

INA INB

QA QB QC QD

R01 R02

50 Hz 5V

12 9 8 11

R4 220Ω

7493N

R3 220Ω

U4

R2 220Ω

U5

R1 220Ω

U6

U7

Gambar 4.3 Rangkaian IC Counter Modulus 6 menggunakan IC 7493 4. Rangkailah rangkaian seperti gabar 4.4, beikan tegagan 5 V dan clock, kemudian lengkapi table 6.4

VCC 5V VCC

U8

U1 15 1 10 9 11 14

135

4

50 Hz

A B C D

QA QB QC QD

~LOAD CLR

~BO ~CO

3 2 6 7 13 12

10 11

UP DOWN

74193N

9

8

7

12 R6 220Ω

R5 220Ω

R4 220Ω

R3 220Ω

R2 220Ω

R1 220Ω

1

2

3

4

5

6

U2

U3

U4

U5

0

Gambar 4.4 Rangkaian Counter Modulus 16 (Up Counter) menggunakan IC 74193

6

U6

U7

5. Rangkaialah rangkaian seperti gambar 4.5, berikan tegangan 5 V dan clock, kemudian lengkapi table 6.5

VCC 5V

U1

VCC

U8

15 1 10 9

A B C D

11 14

~LOAD CLR

1354

QA QB QC QD

3 2 6 7

~BO ~CO

13 12

10

50 Hz

74193N

7

12

11

UP DOWN

9

8

R6 220Ω

R5 220Ω

R4 220Ω

R3 220Ω

R2 220Ω

R1 220Ω

1

2

3

4

5

6

U2

U3

U4

U5

U6

U7

0

Gambar 4.5 Rangkaian Counter Modulud 16 (Down Counter) menggunakan IC 74193 6. Rangkailah rangkaian seperti gambar 4.6, berikan tegangan 5 V dan clock, kemudian lengkapi table 6.6

VCC 5V VCC 0 U8 50 Hz

13

15

U1 15 1 10 9

A B C D

11 14

~LOAD CLR

5 4

UP DOWN

QA QB QC QD

3 2 6 7

~BO ~CO

13 12

74193N

10 11

9

8

U10A

7

U9A

12

7408N

R6 220Ω

R5 220Ω

R4 220Ω

R3 220Ω

R2 220Ω

R1 220Ω

1

2

3

4

5

6

U2

U3

U4

U5

U6

Gambar 4.6 Rangkaian Counter hitungan 3-12 menggunakan IC 74193 7

U7

14

7400N

7. Rangkailah rangkaian seperti gambar 4.7, berikan tegangan 5 V dan clock, kemudian lengkapi table 6.7

VCC 5V 0

U8 50 Hz

15

U1

13 VCC

15 1 10 9

A B C D

QA QB QC QD

11 14

~LOAD CLR

5 4

UP DOWN

~BO ~CO

3 2 6 7 13 12

10 11

74193N

9

8

7

U10A

12

7400N

R6 220Ω

R5 220Ω

R4 220Ω

R3 220Ω

R2 220Ω

R1 220Ω

1

2

3

4

5

6

U2

U3

U4

U5

Gambar 4.7 Rangkaian Counter hitungan 4-11 menggunakan IC 74193

8

U6

U7

E. DATA HASIL PERCOBAAN  Table 6.1 Counter Modulus 16 (IC 7493) OUTPUT Count Q3

Q2

Q1

Q0

0

0

0

0

0

1

0

0

0

1

2

0

0

1

0

3

0

0

1

1

4

0

1

0

0

5

0

1

0

1

6

0

1

1

0

7

0

1

1

1

8

1

0

0

0

9

1

0

0

1

10

1

0

1

0

11

1

0

1

1

12

1

1

0

0

13

1

1

0

1

14

1

1

1

0

15

1

1

1

1

16

0

0

0

0

9

 Table 6.2 Cunter Modulus 10 (IC 7493)

OUTPUT Count Q3

Q2

Q1

Q0

0

0

0

0

0

1

0

0

0

1

2

0

0

1

0

3

0

0

1

1

4

0

1

0

0

5

0

1

0

1

6

0

1

1

0

7

0

1

1

1

8

1

0

0

0

9

1

0

0

1

10

1

0

10

10

 Table 6.3 Counter Moduls 6 (IC 7493)

OUTPUT Count Q3

Q2

Q1

Q0

0

0

0

0

0

1

0

0

0

1

2

0

0

1

0

3

0

0

1

1

4

0

1

0

0

5

0

1

0

1

6

0

0

0

0

7

0

0

0

1

8

0

0

1

0

11

 Table 6.4 Up Counter Modulus 16 (IC 74193)

INPUT UP

OUTPUT DOWN

Q3

Q2

Q1

Q0

C0

B0

1

0

0

0

0

1

1

1

0

0

0

1

1

1

1

0

0

1

0

1

1

1

0

0

1

1

1

1

1

0

1

0

0

1

1

1

0

1

0

1

1

1

1

0

1

1

0

1

1

1

0

1

1

1

1

1

1

1

0

0

0

1

1

1

1

0

0

1

1

1

1

1

0

1

0

1

1

1

1

0

1

1

1

1

1

1

1

0

0

1

1

1

1

1

0

1

1

1

1

1

1

1

0

1

1

1

1

1

1

1

0

1

1

0

0

0

0

1

1

12

 Table 6.5 Down-Counter Modulus 16 (IC 74193)

INPUT DOWN

OUTPUT UP

Q3

Q2

Q1

Q0

C0

B0

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

0

1

1

1

1

1

0

1

1

1

1

1

1

0

0

1

1

1

1

0

1

1

1

1

1

1

0

1

0

1

1

1

1

0

0

1

1

1

1

1

0

0

0

1

1

1

0

1

1

1

1

1

1

0

1

1

0

1

1

1

0

1

0

1

1

1

1

0

1

0

0

1

1

1

0

0

1

1

1

1

1

0

0

1

0

1

1

1

0

0

0

1

1

1

1

0

0

0

0

1

0

1

0

0

0

1

1

1

13

 Table 6.6 Counter Hitungan 3-12 (IC 74193) INPUT

OUTPUT

D C B A UP

DOWN

Q3 Q2

Q1

Q0

CO

BO

0011

1

0

0

1

1

1

1

0011

1

0

1

0

0

1

1

0011

1

0

1

0

1

1

1

0011

1

0

1

1

0

1

1

0011

1

0

1

1

1

1

1

0011

1

1

0

0

0

1

1

0011

1

1

0

0

1

1

1

0011

1

1

0

1

0

1

1

0011

1

1

0

1

1

1

1

0011

1

1

1

0

0

1

1

0011

1

0

0

1

1

1

1

0011

1

0

1

0

0

1

1

0011

1

0

1

0

1

1

1

0011

1

0

1

1

0

1

1

0011

1

0

1

1

1

1

1

0011

1

1

0

0

0

1

1

0011

1

1

0

0

1

1

1

14

 Table 6.7 Down Counter Hitungan 14-5 (IC 74193) INPUT UP 1 1 1 1 1 1 1

OUTPUT DOWN

Q3 Q2

Q1

Q0

CO

BO

1

1

1

0

1

1

1

1

0

1

1

1

1

1

0

0

1

1

1

0

1

1

1

1

1

0

1

0

1

1

1

0

0

1

1

1

1

0

0

0

1

1

0

1

1

1

1

1

0

1

1

0

1

1

0

1

0

1

1

0

1

1

1

0

1

1

1 1 1 1 1 1 1 1 1

15

F. ANALISA Pada percobaan kali ini membahas tentang Ic counter yang menggunakan IC 7493 dn 74193. Jika di lihat pada table 6.1 yang di gunakan adalah IC 7493 pada modulus 16 yang berarti IC tersebut akan menjalankan dari biner 0000 sampai 1111 dan mengulang lagi dari 0000 hingga 1111 dan seterusnya akan seperti itu. Pada rangkaian ini input dari IC ini menggunakan clock. Pada modulus 16 RO1 yang berada di kaki 2 dan RO2 yang ada di kaki 3 dihubungkan ke ground. Dan output dari IC ini ada 4 bit yaitu QD, QC, QB, QA . Pada table 6.2 yang digunakan adalah IC 7493 dengan modulus 10 yang berarti IC tersebut menjalankan perintah dengan output biner 0000 hingga 1001 dan akan mengang kembali ke biner 0000. Rangkaian sama seperti modulus 16 yang membedakan adalah kaki 2 dan 3 tidak terhubungkan ke ground. Pada table 6.3 yang diguunakan adalah IC 7493 dengan modulus 6 yang berate IC tersebut menjlakan perintah dari biner 0000 hingga 0110 dan akan terus mengulang seperti itu. Rangaian tetap sama seperti modulus 16 yang membedakan hanya letak kaki 2 dan 3. Pada table 6.4 yang digunakan adalah IC 74193 dan merupakan pada system UP counter dimana perhiungan dimulai dari 1 hingga 15 dengan biner 0000 hingga 1111, sama seperti IC 7493 yang membedakan adalah di IC 74193 terdapat 6 output yaitu, QD, QC, QB, QA, B0, dan C0. Pada IC 74193 ini terdapat LOAD, CLEAR, UP, dan DOWN yang diberikan logic berbeda-beda. Pada modulus 16 Up Counter, LOAD merupakan aktif rendah namun diberi logik ‘1’ agar tidak aktif, CLEAR diberi logik ‘0’, UP dihubungkan ke clock (karena Up Counter), sedangkan DOWN diberikan logik ‘1’. Maka output dari rangkaian ini merupakan perhitungan yang urut dari nilai terkecil sampai nilai terbesar yaitu 0(0000) sampai 15(1111) yang berubah pada saat clock lampu hijau (0) ke lampu merah (1) atau pada saat trigger naik dan pada hitungan ke 15, output CO akan menghasilkan logic ‘0’ (mati) dan akan melakukan perhitungan ulang dari nol pada perhitungaan ke-16 (0000). CO mati karena CO adalah carry out. Perpindahan dari 15 ke 0 menyebabkan adanya penyimpanan (carry), carry disimpan oleh output dan merecovery output dari perhitungan awal yaitu 0 (0000) sehingga CO mati. Sedangkan B0 sebagai Borrow Out yang logiknya tetap ‘1’.

16

Pada table 6.5 yang digunakan adalah IC 74193 dengan Down counter system pun sama seperti UP counter hanya ouput yang keluar terbalik. Maka output dari rangkaian ini merupakan perhitungan yang urut dari nilai terbesar sampai nilai terkecil yaitu 15(1111) sampai 0(0000) yang berubah pada saat clock lampu merah (logik 1) ke lampu hijau (logik 0) atau pada saat trigger turun dan pada hitungan ke15, output BO akan menghasilkan logic ‘0’ (mati) dan akan melakukan perhitungan ulang dari output yang terbesar yaitu 15(1111) pada perhitungan ke-16. BO mati karena BO adalah Borrow Out. Perpindahan dari 0 ke 15 menyebabkan adanya peminjaman, output melakukan peminjaman sehingga BO mati dan merecovery output dari perhitungan awal yaitu 15 (1111). Sedangkan C0 adalah Carry Out yang logiknya tetap ‘1’. Pada table 6.6 yang digunakan adalah IC 74193 dengan hitungan 3-12. Dalam Rangkaian ini output yang akan ditampilkan hanya mulai dari 3 (0011) sampai dengan 12 (1100). Cara merangkai rangkaiannya sama dengan up counter, namun ada penambahan IC 7408 (And Gate) dan IC 7400 (Nand Gate). QC dan QD dihubungkan pada IC 7408. Output dari IC 7408 menjadi input pertama IC 7400 dan input keduanya adalah QA. Sementara LOAD merupakan aktif rendah yang masukannya berasal dari output IC 7400, CLEAR diberi logic ‘0’, UP dihubungkan ke clock , sedangkan DOWN diberi logic ‘0’. Karena Up counter dihubungkan ke clock maka perhitungan akan dimulai dari yang terkecil hingga terbesar. Dan output akan berubah pada saat trigger naik yaitu pada saat lampu hijau (logik 0) berubah ke lampu merah (logik 1). Sedangkan input DCBA adalah 0011. Output akan dimulai dari hitungan terkecil yaitu 3 (0011) dan pada saat output menunjukkan hitungan terbesar yaitu 12 (1100) maka output selanjutnya akan kembali ke logik terendah yaitu 3 (0011) dan hal itu akan terus berulang.

17

G. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Jelaskan fungsi input reset pada rangkaian 4.1 2. Jelaskan perbedaan modulus 6 dan modulus 10 dalam hal recycle-nya 3. Amati perubahan ondisi Bo dan Co pada table 6.4 dan 6.5, kemudian jelaskan indiksi apakah yang ditunjukkan ole kedua output tersebut. 4. Jelaskan kejadian Bo dan Co, kenapa hal tersebut terjadi! 5. Apakah yang menyebabkan bilangan mucul seperti pada table 6.6! 6. Buatlah kesimpulan dari percobaa ini!

JAWABAN 1. Input Reset berfungsi untuk membuat output kembali ke nol pada saat setelah perhitungan yang terbesar sesuai modulusnya jika modulus 16 maka output akan direset (kembali ke nol) pada saat perhitungan ke 16 atau setelah output 15 (1111). 2. Pada modulus 6 output akan di recycle pada hitungan ke 7 atau setelah output 0101 sedangkan pada modulus 10 akan di recycle pada hitungan ke 11 atau setelah output 1010. 3. Pada saat IC 74139 dengan UP counter maka pada perhitungan akhir yaitu perhitungan ke 15 maka LED pada posisi carry out akan mati sedangkan pada saat Down counter pada perhitungan akhir juga yaitu perhitungan ke 15 maka LED pada borrow out akan mati. 4. Borrow Out dikatakan aktif ketika perhitugan akhir pada Down Counter LED akan mati , karena terjadi peminjaman output yang keluar dan akan merecovery output dari awal kembali. Carry Out dikatakan aktif ketika perhitngan akhir pada UP counter LED akan mati, karena terjadi penyimpanan, carry disimpan oleh output dan merecovery output dari perhitungan awal. 5. Karena adaya gerbang AND dan NAND yang dapat kita atur dapat mulai dari bilangan yang diinginkan dan berhenti dibilangan yang diinginkan, lalu dari hasil output yang menghasilkan biner satu akan di and lalu di nand atau dapat langsung di nand jika output ang menghasilkn biner 1 hanya 2, lalu di sambungkan ke LOAD sehingga LOAD akan mendapatkan nilai 0 maka dari itu dapat menghasilkan sesuai yang diinginkan. Dan posisi clock berada di Up.

18

H. KESIMPULAN 1. Input Reset pada IC 7493 berfungsi untuk membuat output kembali ke nol, sementara input clear pada IC 74193 berfungsi untuk merecycle output. 2. IC counter dapat digunakan untuk berbagai macam modulus dengan mengatur input clear sesuai modulus yang diinginkan,

3. Pada modulus 16 perhitungan dilakukan dari 0 sampai 15 kemudian di recycle kembali ke 0, pada modulus 6 perhitungan dimulai dari 0 sampai ke 5 kemudian di recycle, sedangkan pada modulus 10 perhitungan dimulai dari 0 sampai 9 kemudian di recycle. 4. Pada IC 74193 bila ditambahkan gerbang logika maka akan menjadi rangkaian Programable Counter yang outputnya dapat di setting sesuai yang diinginkan

5. BO pada IC 74193 berfungsi sebagai Borrow Out (Peminjaman) dan CO berfungsi sebagai Carry Out ( penyimpanan).

19

LAMPIRAN

20

21

22

Related Documents


More Documents from "Novia Arifa"