10. Bab V Hasil Dan Pembahasan.docx

  • Uploaded by: Meylisa Tandilanga
  • 0
  • 0
  • October 2019
  • PDF

This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA


Overview

Download & View 10. Bab V Hasil Dan Pembahasan.docx as PDF for free.

More details

  • Words: 6,699
  • Pages: 31
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Hasil Kegiatan Berdasarkan kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan I (PBL I) yang telah dilakukan sebelumnya, ditemukan berbagai masalah kesehatan yang ada dikelurahan Tallo, Kecamatan Tallo Kota Makassar. Terdapat berbagai macam masalah kesehatan yang diperoleh di lapangan, namun masalah yang dianggap paling prioritas adalah rendahnya pengetahuan remaja mengenai HIV/AIDS, banyaknya masyarakat

yang masih membuang sampah

disembarang tempat dan tingginya angka kelahiran dan kepadatan penduduk di kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Berdasarkan prioritas masalah tersebut, pada Pengalaman Belajar Lapangan II (PBL II) telah dilakukan intervensi sebagai salah satu solusi dari permasalahan kesehatan yang ada di masyarakat kelurahan Tallo. Intervensi yang telah dilakukan yaitu penyuluhan HIV/AIDS pada remaja, penyuluhan mengenai Alat Kontrasepsi KB, penyuluhan Sampah, pengadaan kalender kesehatan, dan Pembentukan Bank Sampah percontohan. Selanjutnya Pengalaman Belajar Lapangan III yang disingkat PBL III merupakan lanjutan dari Pengalaman Belajar Lapangan II (PBL II) yang di laksanakan di Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar yang dilakukan selama 14 hari yakni dari tanggal 02 Juni hingga 15 Juni 2014. Pada rentang waktu tersebut tim PBL III Kelurahan Tallo berusaha semaksimal mungkin melaksanakan berbagai program evaluasi yang telah di rencanakan untuk mengetahui ada tidaknya perubahan perilaku (tingkat pengetahuan dan sikap) yang terjadi pada peserta setelah diberikan intevensi baik fisik maupun non fisik untuk kemudian dilakukan rekonstruksi pada program yang di anggap perlu untuk memperbaiki jalannya program yang bersangkutan

25

5.1.1 Evalusi Intervensi Fisik Hasil kegiatan intervensi fisik telah dilakukan pada PBL II dikelurahan Tallo, kecamatan Tallo, Kota Makassar untuk mengatasi masalah yang ditemukan pada PBL I yaitu rendahnya pengetahuan remaja mengenai HIV/AIDS dan banyaknya masyarakat yang masih membuang sampah disembarang tempat sehingga pada PBL III ini, dilakukan kegiatan evaluasi terhadap program intervensi yang telah dilakukan. Adapun hasil evaluasi intervensi fisik yang diperoleh adalah sebagai berikut: a. Evaluasi Pembuatan Kalender Kesehatan Evaluasi pembuatan Kalender Kesehatan mengenai HIV/AIDS dilaksanakan pada hari Kamis-sabtu tanggal 5-7 Juni 2014 pada remaja putus sekolah di semua RW di kelurahan Tallo Kecamatan Tallo kota Makassar. Kalender yang dibagikan pada remaja putus sekolah pada PBL II sebanyak 82 Remaja dan berdasarkan evaluasi yang dilakukan hanya terdapat 53 remaja yang masih bisa ditemui sebagai responden utnuk melakukan evaluasi kalender kesehatan tersebut. Sehingga sebanyak 29 responden atau remaja putus sekolah yang telah diberikan kalender kesehatan mengenai HIV/AIDS pada PBL II tidak dapat ditemukan (mising). Berikut adalah hasil post test berdasarkan keberadaan kalender kesehatan dan tingkat pengetahuan remaja putus sekolah di kelurahan Tallo Kecamatan Tallo mengenai HIV/AIDS: 1) Keberadaan kalender Kesehatan Tabel 5.1 Distribusi Keberadaan Kalender Kesehatan pada Remaja Putus Sekolah di Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo Kota Makassar Tahun 2014 No Keberadaan Jumlah Kalender N % 1 Ada 34 64.20 2 Tidak 19 35.80 Total 53 100 Sumber: Data Primer, 2014

26

Berdasarkan Tabel 5.1 Distribusi keberadaan kalender kesehatan pada remaja putus sekolah di Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo di ketahui bahwa terdapat 34 (64.20%) remaja putus sekolah dikelurahan Tallo masih menyimpan atau menempel kalender kesehatan mengenai HIV/AIDS yang dibagikan pada PBL II. Sedangkan remaja putus sekolah di Kelurahan Tallo yang dibagikan kalender kesehatan mengenai HIV/AIDS dan sudah Tidak menyimpan kalender kesehatan yang diberikn pada PBL II sebanyak 19 (35.80%)Remaja. 2) Tingkat pengetahuan Tabel 5.2 Distribusi Tingkat Pengetahuan mengenai HIV/AIDS pada Remaja Putus Sekolah di Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo Kota Makassar Tahun 2014 No Tingkat Jumlah Pengetahuan n % 1 Tidak Tahu 29 54.70 2 Tahu 20 37.70 3 >Tahu 4 7.50 Total 53 100 Sumber: Data Primer, 2014 Berdasarkan tabel 5.2 Distribusi tingkat pengetahuan mengenai HIV/AIDS pada remaha putus sekolah di Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo diketahui bahwa terdapat 29 (54.70%) remaja putus sekolah tidak mengetahui mengenai isi dari Kalender kesehatan yang dibagikan. Dan terdapat 20 (37.70%) remaja putus sekolah hanya mampu menyebutkan isi kalender kesehatan yang dibagikan pada PBL II. Dan hanya ada 4 (7.50%) yang dapat menyebutkan dan menjelaskan isi dari kalender kesehatan yang dibagikan pada PBL II.

b. Evaluasi Pembentukan Bank Sampah Intervensi fisik untuk banyaknya masyarakat yang masih membuang sampah disembarang tempat yaitu dengan membentuk program “BANK SAMPAH” percontohan.

27

Berdasarkan hasil survai pada PBL I hampir seluruh kawasan Kelurahan Tallo memiliki masalah khususnya Sampah di Rw 04 dan RW 05.Melalui diskusi dengan parah tokoh masyarakat Kelurahan Tallo pada seminar awal PBL II,maka telah disepakati bahwa Pembangunan Bank sampah percontohan akan dilaksanakan di RW 04 Kelurahan Tallo,sebelum pembentukan pengurus Bank Sampah sebelumnya dilakukan sosialisasi kepada tokoh masyarakat terkhusus untuk RW 04 pada PBL II. Evaluasi pembentukan Bank Sampah Percontohan pada PBL III ini dilaksanakan mulai pada hari kamis tanggal 5 juni 2014 dengan mengevaluasi keanggotaan, inventaris dan Keuangan.

1) Keanggotaan

60 50 40 30 20 10 0

48

14

PBL II

PBL III

Grafik 1. Perkembangan Keanggotaan Bank Sampah Marbo Bahari Periode Januari-Mei 2014 Berdasarkan hasil evaluasi diketahui bahwa terjadi peningkatan jumlah nasabah sejak terbentuknya Bank Sampah Marbo Bahari pada PBL II yang pada awalnya hanya memiliki 14 nasabah dan kemudian mengalami peningkatan jumlah nasabah hingga 48 orang dalam kurung waktu 5 bulan operasional.

28

2) Inventaris Tabel 5.3 Daftar Kondisi Inventaris Bank Sampah Marbo Bahari Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo Kota Makassar Tahun 2014 No

PBL II Timbangan Gantungan Dial

PBL III Ada dan Masih Berfungsi

2

Spanduk Mekanisme Pelaksanaan Kegiatan Bank Sampah.

Ada dan Masih Berfungsi

3

Buku Kas Nasabah

Ada dan Masih Berfungsi

4

Buku Besar Sampah.

Ada dan Masih Berfungsi

5

Buku Tabungan Sampah 21 Buah.

Ada dan Masih Berfungsi

6

Format Laporan Bulanan

Ada dan Masih Berfungsi

7

Kalkulator

Ada dan Masih Berfungsi

8

Bantalan Stempel.

Ada dan Masih Berfungsi

9

Stempel Bank Sampah.

Ada dan Masih Berfungsi

10

Tinta Stempel.

Habis Terpakai

11

Slip Transaksi.

Ada dan Masih Berfungsi

12

Buku Bank.

Ada dan Masih Berfungsi

13

Map Plastik 1 Buah.

Habis Terpakai

14

Data Base Kode Sampah Dan Harga Produk.

Ada dan Masih Berfungsi

15

Panduan Mekanisme Bank Sampah.

Ada dan Masih Berfungsi

16

Karung 5 Buah.

Habis Terpakai

17

Buku Besar Untuk Sekretaris, Bendahara Dan Bagain Pencatatan.

Ada dan Masih Berfungsi

1

Sumber: Data Primer, 2014

29

Berdasarkan tabel 5.3 daftar inventaris bank sampah marbo bahari kelurahan Tallo Kecamatan Tallo diketahui bahwa sebagian besar barang inventaris yang diberikan pada PBL II melalui bantuan dari YPN (Yayasan Peduli Negeri) masih ada dan masih berfungsi seperti timbangan gantungan dial, spanduk mekanisme pelaksanaan kegiatan bank sampah, buku kas nasabah, buku besar sampah, buku tabungan sampah

21 buah, format laporan bulanan, kalkulator, bantalan

stempel, stempel bank sampah, slip transaksi, buku bank, data base kode sampah dan harga produk, panduan mekanisme bank sampah, buku besar untuk sekretaris, bendahara dan bagain pencatatan. Barang inventaris yang diberikan pada PBL II melalui bantuan YPN yang sudah habis terpakai yaitu tinta stempel, map plastik 1 buah, dan karung 5 buah. 3) Keuangan TABEL 5.4 KONDISI KEUANGAN PER MINGGU BANK SAMPAH MARBO BAHARI KELURAHAN TALLO KECAMATAN TALLO TAHUN 2014 NO

WAKTU PENIMBANGAN MINGGUAN 1 12 Januari 2014 2 26 Januari 2014 3 2 Februari 2014 4 9 Februari 2014 5 2 Maret 2014 6 9 Maret 2014 7 16 Maret 2014 8 23 Maret 2014 9 30 Maret 2014 10 6 April 2014 11 20 April 2014 12 25 pril 2014 13 29 April 2014 14 03 Juni 2014 TOTAL Sumber: Data Primer, 2014

HASIL

Rp181.100 Rp164.950 Rp138.350 Rp90.550 Rp109.400 Rp61.550 Rp125.050 Rp29.500 Rp34.750 Rp27.000 Rp146.300 Rp28.600 Rp77.500 Rp.221.000 Rp1.435.600

30

Berdasarkan tabeL 5.4 terjadi fluktuasi pada kondisi keuangan Bank Sampah Marbo Bahari. Tiap minggunya hasil yang didapatkan merupakan pendapatan setiap kali penimbangan perminggu. Pendapatan tertinggi sebesar Rp 221.000 yaitu tanggal 03 Juni 2014 dan terendah pada tanggal 6 april 2014 sebesar Rp 27.000. Tabel 5.5 Distribusi Kondisi Keuangan Per Bulan Bank Sampah Marbo Bahari Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo Kota Makassar Tahun 2014 No Penimbangan ke Pengepul

Hasil

1

25 Februari 2014

Rp837.000

2

10 Maret 2014

Rp354.000

3

8 April 2014

Rp461.200

4

01 Mei 2014

Rp292.300

5

03 Juni 2014

Rp613.200

Total

Rp2.557.700

Sumber: Data Primer, 2014 Berdasarkan table 5.5 kondisi keuangan Bank Sampah Marbo Bahari perbulan mengalami fluktuasi. Pendapatan tertinggi pada tanggal 25 Februari 2014 sebesar Rp 837.000 dan terendah pada tanggal 01 Mei 2014 sebesar Rp 292.300.Dapat disimpulkan bahwa keuntungan dari Bank Sampah Marbo Bahari selama terbentuk yaitu sebesar

Rp

1.122.100. Berikut adalah distribusi kondisi keuangan per bulan bank sampah marbo bahari kelurahan tallo kecamatan tallo kota Makassar tahun 2014 dalam bentuk grafik dengan hasil persentase sebagai berikut:

31

Hasil 35

30

32.7

25

23.97

20 15

18.03

13.84

10

11.42

Hasil

5 0

Grafik 2. Distribusi kondisi keuangan per bulan bank sampah marbo bahari kelurahan tallo kecamatan tallo kota Makassar tahun 2014 5.1.2 Evaluasi Intervensi non-fisik Hasil kegiatan evaluasi intervensi non-fisik yang dilakukan pada PBL III dikelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar berdasarkan masalah yang ditemukan pada PBL I dan dilakukan intervensi pada PBL II untuk mengatasi masalah rendahnya pengetahuan remaja mengenai HIV/AIDS, banyaknya masyarakat yang masih membuang sampah disembarang tempat, serta tingginya angka kelahiran dan kepadatan penduduk di kelurahan Tallo a. Evaluasi Penyuluhan HIV/AIDS Evaluasi Intervensi non-fisik untuk rendahnya pengetahuan remaja mengenai HIV/AIDS yaitu berupa penyuluhan pada remaja khususnya pada siswa – siswi SMP/ MTs Bhayangkara Nurul Qamardan SMA/MA Bhayangkara Nurul QamardiKelurahan Tallo Kecamatan Tallo, Kota Makassar yang dilakukan pada PBL II. Evaluasi penyuluhan ditingkat SMA/ MA Bhayangkara Nurul Qamar dilakukan pada hari Jumat tanggal 6 Juni 2014 dengan jumlah peserta sebanyak 8 orang.

32

Evaluasi penyuluhan HIV/AIDS ditingkat SMP/ MTs Bhayangkara Nurul Qamar dilakukan pada hari Selasa tanggal 10 Juni 2014 dengan jumlah peserta sebanyak 15 orang. Pre-Test (Pos-Test PBL II) dan Pos-Test yang diberikan pada peserta tingkat SMA/ MA dan SMP/MTs Bhayangkara Nurul Qamar meliputi tingkat pendidikan dan sikap dengan hasil sebagai berikut:

1) Tingkat Pengetahuan Tingkat

pengetahuan

responden

(siswa/i)

dikatakan

memiliki tingkat pengetahuan kurang jika responden hanya mampu menjawab pertanyaan kuesioner dengan benar kurang dari 4 pertanyaan dari 8 pertanyaan pengetahuan yang diberikan yaitu dengan total scoring kurang dari 4. Tingkat

pengetahuan

responden

(siswa/i)

dikatakan

memiliki tingkat pengetahuan cukup jika responden mampu menjawab pertanyaan kuesioner dengan benar lebih dari 4 pertanyaan dari 8 pertanyaan pengetahuan yang diberikan dengan total scoring di atas 4. Tabel 5.6 Distirbusi Tingkat Pengetahuan Pre-Test dan Post-Test Remaja tentang HIV dan AIDS di SMA/MA Bhayangkara Nurul Qamar Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo Tahun 2014 No Tingkat Pre Test Post Test Pengetahuan N % N % 1 kurang 1 12.5 1 12.5 2 cukup 7 87.5 7 87.5 Total 8 100 8 100 Sumber: Data Primer, 2014 Berdasarkan tabel 5.6 Distribusi tingkat pengetahuan remaja tentang HIV dan AIDS di SMA/MA Bhayangkara Nurul Qamar Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo diketahui bahwa tingkat pengetahuan remaja pada saat pre-test (Post-Test pada PBL II) dan Post-Test (PBL III) tingkat pengetahuan remaja mengenai HIV dan AIDS memiliki nilai yang sama yaitu sebagian besar pengetahuan

33

remaja mengenai HIV dan AIDS memiliki pengetahuan cukup yaitu sebanyak 7 orang (87.50%) sedangkan pengetahuan kurang hanya 1 orang (12.50%). Tabel 5.7 Distirbusi Tingkat Pengetahuan Pre-Test dan Post-Test Remaja tentang HIV dan AIDS di SMP/MTs Bhayangkara Nurul Qamar Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo Tahun 2014 No Tingkat Pre Test Post Test Pengetahuan n % n % 1 kurang 5 14.3 1 5.30 2 cukup 30 85.7 18 94.70 Total 35 100 19 100 Sumber: Data Primer, 2014 Berdasarkan tabel 5.7 Distribusi tingkat pengetahuan remaja tentang HIV dan AIDS di SMP/MTs Bhayangkara Nurul Qamar Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo diketahui bahwa tingkat pengetahuan remaja pada saat pre-test (Post-Test pada PBL II) dan Post-Test (PBL III) mengenai HIV dan AIDS memiliki tingkat pengetahuan tinggi. Pada pre-test (Post-Test pada PBL II) tingkat pengetahuan Cukup sebanyak 30 orang (85.70%) dan pengetahuan kurang sebanyak 5 orang (14.30%). Sedangkan pada Post-Test (PBL III) tingkat pengetahuan cukup sebanyak 18 orang (94.70%) dan pengetahuan kurang sebanyak 1 orang (5.30%). Dengan angka mising atau tidak ditemukan sebanyak 16 orang. 2) Sikap Responden (siswa/i) dikatakan memiliki sikap negatif jika responden hanya mampu menjawab pertanyaan kuesioner dengan benar sebanyak satu pertanyaan atau tidak ada yang benar dari 2 pertanyaan mengenai sikap.dan Responden (siswa/i) dikatakan memiliki sikap positif jika responden mampu menjawab pertanyaan dengan benar semua dari 2 pertanyaan sikap yang tersedia dalam kuesioner.

34

Tabel 5.8 Distirbusi Sikap Remaja tentang HIV dan AIDS di SMA/MA Bhayangkara Nurul Qamar Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo Tahun 2014 No Sikap Jumlah n % 1 Negatif 2 25.0 2 Positif 6 75.0 Total 8 100 Sumber: Data Primer, 2014 Berdasarkan tabel 5.8 ditribusi sikap remaja tentang HIV dan AIDS di SMA/MA Bhayangkara Nurul Qamar Kelurahan Tallo Kecamatan diketahui bahwa sebagian besar sikap remaja memiliki sikap positif terhadap penyakit HIV dan AIDS yaitu sebanyak 6 orang (75.00%) dan sikap negatif sebanyak 2 orang (25.00%). Tabel 5.9 Distirbusi Sikap Remaja tentang HIV dan AIDS di SMP/MTs Bhayangkara Nurul Qamar Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo Tahun 2014 No Sikap Jumlah n % 1 Negatif 2 10.50 2 Positif 17 89.50 Total 19 100 Sumber: Data Primer, 2014 Berdasarkan tabel 5.9 ditribusi sikap remaja tentang HIV dan AIDS di SMP/MTs Bhayangkara Nurul Qamar Kelurahan Tallo Kecamatan diketahui bahwa sebagian besar sikap remaja memiliki sikap positif terhadap penyakit HIV dan AIDS yaitu sebanyak 17 orang (79.50%) dan sikap negatif sebanyak 2 orang (10.50%).

b. Evaluasi Penyuluhan Sampah Evaluasi Intervensi non-fisik untuk banyaknya masyarakat yang masih membuang sampah disembarang tempat dengan memberikan penyuluhan pada beberapa anak Sekolah Dasar, yaitu SD Inpres 1 Tallo Tua, SD Inpres 2 Tallo Tua, SD Inpres 69 tallo tua. Jumlah peserta/siswa yang diberikan post-test pada PBL III yaitu sebanyak 61 35

siswa/i dari 91 siswa/i yang diberika pre-test pada PBL II dengan rincian sebagai berikut: 1) Evaluasi Penyuluhan tentang sampah di SD Inpres 69 Tallo Tua dilakukan pada hari jumat, tanggal 6 Juni 2014 dengan jumlah peserta sebanyak 20 siswa/i dari 27 siswa/i yang telah diberikan pre-test pada PBL II. 2) Evaluasi Penyuluhan tentang sampah di SD Inpres 2 Tallo Tua dilakukan pada hari jumat, tanggal 6 juni 2014 dengan jumlah peserta sebanyak 13 siswa/i dari 30 siswa/i yang telah diberikan pre-test pada PBL II. 3) Evaluasi Penyuluhan tentang sampah di SD Inpres 1 Tallo Tua dilakukan pada hari Senin, tanggal 9 Juni 2014 dengan jumlah peserta sebanyak 28 siswa/i dari 34 siswa/ yang telah diberikan pretest pada PBL II.

Tingkat

pengetahuan

responden

(siswa/i)

dikatakan

memiliki tingkat pengetahuan kurang jika responden hanya mampu menjawab pertanyaan kuesioner dengan benar kurang dari 3 pertanyaan dari 5 pertanyaan pengetahuan yang diberikan yaitu dengan total scoring kurang dari 3.

Tingkat

pengetahuan

responden

(siswa/i)

dikatakan

memiliki tingkat pengetahuan cukup jika responden mampu menjawab pertanyaan kuesioner dengan benar lebih dari 3 pertanyaan dari 5 pertanyaan pengetahuan yang diberikan dengan total scoring di atas 3.

Pre-Test dan Post-Test yang diberikan pada siswa/i SD Inpres 69 Tallo Tua meliputi tingkat pendidikan dengan hasil sebagai berikut:

36

Tabel 5.10 Distribusi Tingkat Pengetahuan Pre-Test dan Post-Test Siswa SD Inpres 69 tallo Tua Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo Tahun 2014 No Tingkat Pre Test Post Test Pengetahuan n % n % 1 Kurang 2 7.40 3 15.00 2 Cukup 25 92.60 17 85.00 Total 27 100 20 100 Sumber: Data Primer, 2014 Berdasarkan tabel 5.10 Distribusi tingkat pengetahuan Siswa/i SD Inpres 69 Tallo Tua Kelurahan Tallo diketahui bahwa tingkat pengetahuan siswa/i SD Inpres 69 tallo tua pada saat pre-test dan posttest memiliki tingkat pengetahuan cukup. Pada Pre-test tingkat pengetahuan cukup sebanyak 25 (92.60%) siswa/i

dan tingkat

pengetahuan kurang sebanyak 2 (7.40%) siswa/i. Sedangkan pada posttest tingkat pengetahuan cukup sebanyak 17 (85.00%) dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 3 (15.00%) siswa/i.

Pre-Test dan Post-Test yang diberikan pada siswa/i SD Negeri 1 Tallo Tua meliputi tingkat pendidikan dengan hasil sebagai berikut: Tabel 5.11 Distribusi Tingkat Pengetahuan Pre-Test dan Post-Test Siswa SD Negeri 1 tallo Tua Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo Tahun 2014 No Tingkat Pre Test Post Test Pengetahuan n % n % 1 Kurang 5 14.70 2 7.10 2 cukup 29 85.30 26 92.90 Total 34 100 28 100 Sumber: Data Primer, 2014 Berdasarkan tabel 5.11 Distribusi tingkat pengetahuan Siswa/i SD Negeri 1 Tallo Tua Kelurahan Tallo diketahui bahwa tingkat pengetahuan siswa/i SD Negeri 1 tallo tua pada saat pre-test dan posttest memiliki tingkat pengetahuan cukup. Pada Pre-test tingkat pengetahuan cukup sebanyak 29 (85.30%) siswa/i

dan tingkat 37

pengetahuan kurang sebanyak 5 (14.70%) siswa/i. Sedangkan pada post-test tingkat pengetahuan cukup sebanyak 26 (92.90%) dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 2 (7.10%) siswa/i.

Pre-Test dan Post-Test yang diberikan pada siswa/i SD Negeri 2 Tallo Tua meliputi tingkat pendidikan dengan hasil sebagai berikut: Tabel 5.12 Distribusi Tingkat Pengetahuan Pre-Test dan Post-Test Siswa SD Negeri 2 tallo Tua Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo Tahun 2014 No Tingkat Pre Test Post Test Pengetahuan n % n % 1 Kurang 4 13.30 1 7.70 2 Cukup 26 86.70 12 92.30 Total 30 100 13 100 Sumber: Data Primer, 2014

Berdasarkan tabel 5.12 Distribusi tingkat pengetahuan Siswa/i SD Negeri 2 Tallo Tua Kelurahan Tallo diketahui bahwa tingkat pengetahuan siswa/i SD Negeri 2 tallo tua pada saat pre-test dan posttest memiliki tingkat pengetahuan cukup. Pada Pre-test tingkat pengetahuan cukup sebanyak 26 (86.70%) siswa/i

dan tingkat

pengetahuan kurang sebanyak 4 (13.30%) siswa/i. Sedangkan pada post-test tingkat pengetahuan cukup sebanyak 12 (92.30%) dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 1 (7.70%) siswa/i.

c. Evaluasi Penyluhan alat kontrasepsi KB Evaluasi intervensi non-fisik untuk tingginya angka kelahiran dan kepadatan penduduk di kelurahan Tallo dengan melakukan penyuluhan tentang Keluarga Berencana (KB) terkhusus pada pengenalan alat kontrasepsi KB yang dilakukan di RW 03 dan RW04 pada PBL II. Evaluasi KB di RW 03 dan RW 04 dilakukan pada hari sabtu tanggal 7 Juni 2014 dan didapatkan hasil dengan melihat tingkat pengetahuan

38

dan sikap masyarakat tallo yang telah mendapatkan intervensi sebelumnya. Adapun hasil evaluasi yang didapatkan adalah sebagai berikut: 1) Tingkat pengetahuan Tingkat pengetahuan responden dikatakan memiliki tingkat pengetahuan kurang jika responden hanya mampu menjawab pertanyaan kuesioner dengan benar kurang dari 2 pertanyaan dari 3 pertanyaan pengetahuan yang diberikan yaitu dengan total scoring kurang dari 2. Tingkat pengetahuan responden dikatakan memiliki tingkat pengetahuan cukup jika responden mampu menjawab pertanyaan kuesioner dengan benar lebih dari 2 pertanyaan dari 3 pertanyaan pengetahuan yang diberikan dengan total scoring di atas 2. Tabel 5.13 Distirbusi Tingkat Pengetahuan Pre-Test dan Post-Test Masyarakat tentang Alat Kontrasepsi KB di RW 03 Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo Tahun 2014 No Tingkat Pre Test Post Test Pengetahuan n % n % 1 Kurang 2 33.3 3 50.00 2 Cukup 4 66.7 3 50.00 Total 6 100 6 100 Sumber: Data Primer, 2014 Berdasarkan tabel 5.13 Distribusi tingkat pengetahuan masyarakat tentang alat kontrasepsi KB di RW 03 kelurahan Tallo kecamatan Tallo diketahui bahwa tingkat pengetahuan pada saat Pre-Test yang dilakukan pada PBL II didaptkatkan tingkat pengetahuan Cukup lebih tinggi sebanyak 4 orang (66.70%) dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 2 orang (33.30%). Sedangkan pada saat Post-test pada PBL III didapatkan tingkat pengetahuan cukup dan kuranng masing- masing 3 orang (50.00%).

39

Tabel 5.14 Distirbusi Tingkat Pengetahuan Pre-Test dan Post-Test Masyarakat tentang Alat Kontrasepsi KB di RW 04 Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo Tahun 2014 No Tingkat Pre Test Post Test Pengetahuan n % n % 1 kurang 6 42.90 10 71.40 2 cukup 8 57.10 4 28.6 Total 14 100 14 100 Sumber: Data Primer, 2014 Berdasarkan tabel 5.14 Distribusi tingkat pengetahuan masyarakat tentang alat kontrasepsi KB di RW 04 kelurahan Tallo kecamatan Tallo diketahui bahwa tingkat pengetahuan pada saat Pre-Test yang dilakukan pada PBL II didaptkatkan tingkat pengetahuan cukup lebih tinggi sebanyak 8 orang (57.10%) dan pengetahuan kurang sebanyak 6 orang (42.90%). Sedangkan pada saat Post-test pada PBL III didapatkan tingkat pengetahuan kurang lebih banyak yaitu sebanyak 10 orang (71.40%) dan pengetahuan cukup sebanyak 4 orang (28.60%).

2) Sikap Responden dikatakan memiliki sikap negatif jika responden hanya mampu menjawab pertanyaan kuesioner dengan benar sebanyak satu pertanyaan atau tidak ada yang benar dari 2 pertanyaan mengenai sikap.dan Responden dikatakan memiliki sikap positif jika responden mampu menjawab pertanyaan dengan benar semua dari 2 pertanyaan sikap yang tersedia dalam kuesioner. Tabel 5.15 Distirbusi Sikap Masyarakat tentang Alat Kontrasepsi KB di RW 03 Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo Tahun 2014 No Sikap Jumlah n % 1 Negatif 3 50.00 2 Positif 3 50.00 Total 6 100 Sumber: Data Primer, 2014

40

Berdasarkan tabel 5.15 Distribusi sikap masyarakat tentang alat kontrasepsi KB di RW 03 Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo diketahui bahwa sikap masyarakat kelurahan Tallo mengenai alat kontrasepsi KB memiliki sikap positif dan negatif masing-masing sebanyak 3 orang (50.00%).

Tabel 5.16 Distirbusi Sikap Masyarakat tentang Alat Kontrasepsi KB di RW 04 Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo Tahun 2014 No Sikap Jumlah n % 1 Negatif 7 50.00 2 Positif 7 50.00 Total 14 100 Sumber: Data Primer, 2014 Berdasarkan tabel 5.16 Distribusi sikap masyarakat tentang alat kontrasepsi KB di RW 04 Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo diketahui bahwa sikap masyarakat kelurahan Tallo mengenai alat kontrasepsi KB memiliki sikap positif dan negatif masing-masing sebanyak 7orang (50.00%).

5.2 Pembahasan 5.2.1 Evaluasi Intervensi Fisik Intervensi fisik merupakan bentuk atau kegiatan yang dilakukan untuk menanggulangi prioritas masalah yang ada di masyarakat dalam bentuk fisik atau nyata. Intervesnsi fisik yang telah dilakukan di PBL II berdasarkan pada prioritas masalah yang ditemukan pada PBL I yaitu mengenai kurangnya pengetahuan remaja terhadap HIV/AIDS serta banyaknya masyarakat di Kelurahan Tallo yang masih membuang sampah di sembarangan tempat. Prioritas masalah ini telah disepakati terlebih dahulu dengan peserta PBL pokso Tallo dan masyarakat yang menghadiri seminar akhir pada PBL 1 Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Dan pada PBL II telah dilakukan intervensi

41

terhadap prioritas masalah tersebut. Selanjutnya pada PBL III dilakukan evaluasi terhadap berbagai program intervensi yang telah dilakukan. Adapaun evaluasi intervensi fisik yang dilakukan pada PBL III yaitu: a. Evaluasi Pembuatan Kalender Kesehatan Intervensi fisik yang dilaksanakan pada PBL II untuk mengurangi dan mengatasi prioritas masalah yang ditetapkan pada PBL I yaitu mengenai kurangnya pengetahuan remaja terhadap HIV/AIDS di Kelurahan Tallo dilakukan pengadaan dan pembagian kalender yang berisi informasi mengenai HIV/AIDS serta penyuluhan singkat secara pribadi kepada remaja khususnya yang putus sekolah saat pembagian kalender. Intervensi pembagian kalender dilakukan di rumah remaja masing – masing. Pembagian kalender ini berdasarkan RT di tiap – tiap RW di Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo yang telah mendapat rekomendasi dari masingmasing ketua RW dan RT. Evaluasi pembagian kalender kesehatan dilakukan dengan metode door to door pada 53 remaja putus sekolah yang tersebar di 5 RW di Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo dari 82 yang yang telah diberikan kalender kesehatan pada PBL II. dan terdapat 29 responden atau remaja putus sekolah yang telah diberikan kalender kesehatan mengenai HIV/AIDS pada PBL II tidak dapat ditemukan (mising). Dari 29 responden atau remaja putus sekolah yang telah diberikan kalender dan tidak dapat di evaluasi disebabkan karena ada beberapa remaja putus sekolah yang meninggal dunia, sudah tidak tinggal di kelurahan Tallo, dan tidak dapat menemukan kembali alamat remaja yang tertulis di absen pada saat PBL II karena tertulis hanya alamat RT dan RW bukan alamat lengkap responden. Evaluasi pembagian kalender dilakukan pada RT di tiap RW di Kelurahan Tallo Kecamatn Tallo. Pada RW 01 di lakukan evaluasi keberadaan kalender kesehatan dan pengetahuan mengenai isi kalender pada 8 remaja putus sekolah. RW 02 di lakukan evaluasi

42

kalender kesehatan pada 11 remaja putus sekolah dari 20 kalender yang dibagikan pada remaja yang putus sekolah pada PBL II. Pada RW 03 di lakukan evaluasi pada 2 remaja putus sekolah dari 3 remaja yang dibagikan kalender pada PBL II. Pada RW 04 dilakukan evaluasi pembagian kalender sebanyak 11 remaja putus sekolah dari 13 remaja putus sekolah yang dibagikan kalender pada PBL II. Dan pada RW 05 dilakukan evaluasi pada 21 remaja putus sekolah dari 38 remaja yang telah dibagikan kalender kesehatan pada PBL II. Berdasarkan tabel 5.1 distribusi keberadaan kalender kesehatan pada remaja putus sekolah di Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo terdapat 64.20% remaja putus sekolah dikelurahan Tallo masih menyimpan

atau

menempel

kalender

kesehatan

mengenai

HIV/AIDS yang dibagikan pada PBL II. Sedangkan remaja putus sekolah di Kelurahan Tallo yang dibagikan kalender kesehatan mengenai HIV/AIDS dan sudah Tidak menyimpan kalender kesehatan yang diberikan pada PBL II sebanyak 35.80% Remaja. Tingkat pengetahuan mengenai HIV/AIDS pada remaja putus sekolah di Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo dinilai dari kemampuan remaja dalam mengetahui isi dari kalender yang telah dibagikan. Dalam penilaian pengetahuan ada tiga kategori yaitu kategori tidak tahu, tahu dan lebih tahu (>tahu). Remaja putus sekolah dikatan tidak tahu jika remaja tidak mampu menyebut isi dari kalender kesehatan yang telah diberikan pada PBL II. untuk kategori tahu, jika remaja mampu menyebutkan isi dari kalender kesehatan yang telah dibagikan pada PBL II. dan untuk kategori lebih tahu (>tahu) jika remaja mampu menyebutkan dan menjelaskan isi dari kalender kesehatan mengenai HIV/AIDS yang telah dibagikan pada PBL II. Tingkat pengetahuan remaja putus sekolah mengenai isi dari kalender kesehatan tentang HIV/AIDS dapat dilihat pada tabel 5.2

43

terdapat 54.70% remaja putus sekolah tidak mengetahui mengenai isi dari Kalender kesehatan yang dibagikan. Dan terdapat 37.70% remaja putus sekolah hanya mampu menyebutkan isi kalender kesehatan yang dibagikan pada PBL II. Dan hanya terdapat 7.50% yang dapat menyebutkan dan menjelaskan isi dari kalender kesehatan yang dibagikan pada PBL II. hal ini disebabkan karena remaja memiliki kesibukan diluar rumah seperti bekerja sehingga remaja merasa kurang waktu untuk melihat dan membaca isi kalender kesehatan mengenai pencegahan HIV/AIDS yang telah dibagikan pada PBL II.

b. Evaluasi Pembentukan Bank Sampah Berdasarkan data yang diperoleh pada PBL I,Salah satu prioritas masalah yang ada di kelurahan Tallo adalah masalah sampah rumah tangga yang menumpuk di sekitar rumah dan penyebabnya adalah rendahnya kesadaran

masyarakat untuk

membuang sampah pada tempatnya,sehingga salah satu upaya yang kami lakukan ialah meningkatkan motivasi dan partisipasi masyarakat agar mau memilah sampah rumah tangganya masingmasing.Melalui pembentukan bank sampah di harapkan dapat menjadi

solusi

terhadap

masalah

penumpukan

sampah

tersebut,selain itu program intervensi ini memiliki daya tarik lebih karena dapat meningkatkan pendapatan masyarakat yang ikut berpartisipasi sebagai pengurus maupun sebagai nasabah Bank Sampah. Proses pembentukan Bank Sampah di mulai dengan diskusi bersama tokoh masyarakat kelurahan Tallo dan pada pertemuan pertama di sepakati bersama bahwa pembentukan bank sampah percontohan akan dibentuk di Wilayah RW 04,kemudian pada pertemuan kedua dilaksanakan di rumah ketua RW 04 dengan agenda pembentukan pengurus bank sampah yang kemudian

44

dinamakan Bank Sampah Marbo Bahari (Maggarabombang). Pertemuan ketiga kami menfasilitasi pengurus Bank Sampah Marbo Bahari untuk melakukan diskusi bersama pihak Yayasan Peduli Negeri( YPN ) Kota Makassar yang dalam hal ini YPN menjadi Pembina dari beberapa Bank Sampah yang ada di Kota Makassar. Pertemuan keempat

pengurus Bank Sampah Marbo Bahari

melakukan sosialisai kepada masyarakat di Wilayah RW 04 Kelurahan Tallo. Pertemuan kelima dilakukan penyerahan bantuan fisik kepada pengurus Bank Sampah Marbo Bahari yang di rangkaiakan dengan penimbangan pertama,dengan jumlah nasabah sebanyak 14 orang. Bank Sampah Marbo Bahari telah beroperasi selama 5 bulan sejak Januari-Juni 2014 dan selama itu kami melakukan monitoring baik secara langsung maupun tidak langsung yaitu dengan mengunjungi lokasi penimbangan serta memantau perkembangan Bank Sampah melalui pengurus harian Bank Sampah melaui Telepon dan kunjungan langsung diluar dari jadwal PBL. Hasil evaluasi pada PBL III menunjukkan bahwa dari segi keanggotaan mengalami peningkatan jumlah nasabah,sedangkan dari segi inventaris dari 17 item bantuan fisik yang berikan 14 diantaranya masih digunakan seperti timbangan gantungan dial, spanduk mekanisme pelaksanaan kegiatan bank sampah, buku kas nasabah, buku besar sampah, buku tabungan sampah 21 buah, format laporan bulanan, kalkulator, bantalan stempel, stempel bank sampah, slip transaksi, buku bank, data base kode sampah dan harga produk, panduan mekanisme bank sampah, buku besar untuk sekretaris, bendahara dan bagain pencatatan masih berfungsi dengan baik dan 3 item lainnya yaitu tinta stempel, map plastik 1 buah, dan karung 5 buah. telah habis terpakai. Evaluasi

keuangan

bank

sampah

marbo

bahari

pada

penimbangan tiap bulan terjadi fluktuasi tiap minggunya hasil yang

45

didapatkan merupakan pendapatan setiap kali penimbangan perminggu. Pendapatan tertinggi sebesar Rp221.000 yaitu tanggal 03 Juni 2014 dan terendah pada tanggal 6 april 2014 sebesar Rp27.000 dengan total keuangan sebesar Rp1.435.600. Kondisi penimbangan

keuangan ke

Bank

pengepul

Sampah perbulan

Marbo

Bahari

mengalami

pada

fluktuasi.

Pendapatan tertinggi pada tanggal 25 Februari 2014 sebesar Rp837.000 dan terendah pada tanggal 01 Mei 2014 sebesar Rp292.300. sehingga dapat disimpulkan bahwa keuntungan dari Bank Sampah Marbo Bahari selama terbentuk yaitu sebesar Rp1.122.100 Salah satu fungsi dari pembentukan Bank Sampah ini adalah menjadi Bank Sampah Percontohan di Kelurahan Tallo dan hasil evaluasi menunjukkan bahwa Bank sampah Marbo Bahari telah menjadi cikal bakal terbentuknya dua Bank Sampah lainnya yang dibentuk di wilayah RW 01 da Rw 02 Kelurahan Tallo pada PBL III. Faktor yang menyebabkan nasabah bank sampah marbo bahari di RW 04 Kelurahan Tallo bertambah dari 14 nasabah menjadi 48 nasabah selama 5 bulan beroprasi adalah harga barang atau sampah anorganik yang ditawarkan oleh bank sampah lebih tinggi dibandingkan harga yang diberikan oleh pengepul yang biasa membeli barang bekas dari warga. promosi dari direktur dan pengurus bank sampah marbo bahari juga tidak bisa dilepaskan dari peningkatan jumlah nasabah. Serta mudahnya prosedur untuk menjadi nasabah dari bank sampah dan masyarakat mulai merasakan manfaat dengan adanya bank sampah dan keuantungan menjadi nasabah. Dukungan dari kelurahan dalam pembentukan dan pelaksanaan bank sampah marbo bahari yaitu membantu dalam dukungan administrasi seperti pengurusan Surat Keputusan (SK) sebagai

46

syarat dalam pembentukan bank sampah. Dukungan dari pihak ketua RW 04 dan ketua-ketua RT di RW 04 juga memberikan kontribusi dalam pembentukan bank sampah yaitu dengan mengumpulkan warga khususnya di RW04 pada saat sosialisasi pembentukan bank sampah dan pembentukan struktur organisasi bank sampah marbo bahari. Yayasan Peduli Negeri (YPN) merupakan lembaga yang sangat berperan dalam terbentuknya bank sampah marbo bahari di RW 04 Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo. Dari awal proses pembentukan bank sampah, pihak YPN memberikan sosialisasi mengenai persiapan dan prosedur pembentukan bank sampah dengan sukarela kepada masyarakat khususnya di RW 04 dengan bantuan dari pihak mahasiswa masyarakat.

sebagai

penghubung

dari

pihak

YPN

kepada

Sampai saat ini YPN masih memantau atau me-

monitoring proses bank sampah yang telah berjalan dengan mewajibkan direktur dan pengurus bank sampah marbo bahari membuat laporan pertanggngjawaban terhadap kondisi bank sampah apakah sesuai prosedur yang sebenarnya.

5.2.2 Evaluasi Intervensi non-Fisik Evaluasi intervensi non-fisik merupakan bentuk atau kegiatan yang dilakukan untuk mengevaluasi program yang telah dilaksanakan pada PBL II dalam menanggulangi prioritas masalah dalam bentuk penyuluhan atau pemberian informasi. Intervensi non-fisik yang telah dilakukan pada PBL II berdasarkan pada prioritas masalah yang ditemukan pada PBL 1 yaitu mengenai rendahnya pengetahuan remaja mengenai HIV/AIDS, banyaknya masyarakat yang masih membuang sampah disembarang tempat, serta tingginya angka kelahiran dan kepadatan penduduk di kelurahan Tallo. Prioritas masalah ini telah disepakati terlebih dahulu dengan peserta PBL pokso Tallo dan masyarakat yang menghadiri seminar akhir pada PBL 1 Kelurahan

47

Tallo Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Dan pada PBL II telah dilakukan intervensi terhadap prioritas masalah tersebut. Selanjutnya pada PBL III dilakukan evaluasi terhadap berbagai program intervensi yang telah dilakukan. Adapaun evaluasi intervensi non-fisik yang dilakukan pada PBL III yaitu: a. Evaluasi Penyuluhan HIV/AIDS Evaluasi intervensi non-fisik berupa evaluasi penyuluhan HIV/AIDS dilakukan di SMA/MA Bhayangkara Nurul Qamar dan SMP/MTs

Bhayangkara

Nurul

Qamar

dikelurahan

Tallo,

Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Evaluasi penyuluhan HIV/AIDS di SMA/MA Bhayangkara Nurul Qamar dilakukan pada 8 siswa/i. Post-test yang diberikan pada siswa/i MA Bhayangkara Nurul Qamar merupakan siswa/i yang telah diberikan Pre-test (Post-test pada PBL II). hal ini menunjukkan bahwa tidak ada responden atau siswa/i yang mising atau tidak ditemukan. Evaluasi penyuluhan HIV/AIDS di SMP/MTs Bhayangkara Nurul Qamar dilakukan pada 19 siswa/i dengan memberikan posttest dari 35 siswa/i yang telah diberikan pre-test (Post-test pada PBL II). hal ini menunjukkan bahwa ada 16 siswa/i yang mising/ tidak dapat dilakukan evaluasi (pemberian post-test). Banyaknya siswa/i yang tidak dapat dilakukan proses evaluasi disebabkan karena saat penyuluhan HIV/AIDS di SMP/MTs Bhayangkara Nurul

Qamar, siswa/i

yang menjadi sasaran

penyuluhan adalah siswa/i kelas IX SMP (3 SMP). Dan pada saat dilakukan evaluasi pada PBL 3 siswa/i SMP/MTs sudah tidak memiliki jadwal untuk sekolah karena sudah mengikuti Ujian Nasional (UN) sehingga mahasiswa PBL 3 sulit

melakukan

evaluasi. Karena hambatan itu, mahasiswa mendapat bantuan dari pihak

sekolah

untuk

mengumpulkan

siswa/i

SMP/MTs

Bhayangkara Nurul Qamar kelas IX SMP (3 SMP) dan hanya

48

beberapa yang bisa datang sehingga yang dapat dilakukan evaluasi hanya 19 siswa/i. Evaluasi penyuluhan HIV/AIDS dilakukan untuk melihat tingkat pengetahuan pada saat pre-test dan post-test dan sikap pada saat post-test. Setelah diberikan post-test selanjutnya diberikan penyuluhan singkat (rekonstruksi) mengenai isi kuesioner yaitu penyuluhan HIV/AIDS. Berdasarkan tabel 5.6 tingkat pengetahuan remaja tentang HIV dan AIDS di SMA/MA Bhayangkara Nurul Qamar Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo diketahui bahwa tingkat pengetahuan remaja pada saat pre-test (Post-Test pada PBL II) dan Post-Test (PBL III) tingkat pengetahuan remaja mengenai HIV dan AIDS memiliki nilai yang sama yaitu sebagian besar pengetahuan remaja mengenai HIV dan AIDS memiliki pengetahuan cukup yaitu sebanyak 87.50% sedangkan pengetahuan kurang hanya 12.50%. Tingkat pengetahuan remaja tentang HIV dan AIDS di SMP/MTs Bhayangkara Nurul Qamar Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo Berdasarkan tabel 5.7 diketahui bahwa tingkat pengetahuan remaja pada saat pre-test (Post-Test pada PBL II) dan Post-Test (PBL III) mengenai HIV dan AIDS memiliki tingkat pengetahuan tinggi. Pada pre-test (Post-Test pada PBL II) tingkat pengetahuan Cukup sebanyak 85.70% dan pengetahuan kurang sebanyak 14.30%. Sedangkan pada Post-Test (PBL III) tingkat pengetahuan cukup sebanyak 94.70% dan pengetahuan kurang sebanyak 5.30% dengan angka mising atau tidak ditemukan sebanyak 16 orang. Sikap remaja dapat dilihat tabel 5.8 ditribusi sikap remaja tentang HIV dan AIDS di SMA/MA Bhayangkara Nurul Qamar Kelurahan Tallo Kecamatan diketahui bahwa sebagian besar sikap remaja memiliki sikap positif terhadap penyakit HIV dan AIDS yaitu sebesar 75.00% dan sikap negatif sebesar 25.00%.

49

sikap remaja tentang HIV dan AIDS di SMP/MTs Bhayangkara Nurul Qamar Kelurahan Tallo Kecamatan dapat dilihat pada tabel 5.9 diketahui bahwa sebagian besar sikap remaja memiliki sikap positif terhadap penyakit HIV dan AIDS yaitu sebesar 79.50% dan sikap negatif sebesar 10.50%.

b. Evaluasi Penyuluhan Sampah Intervensi non-fisik berupa Penyuluhan untuk tidak membuang sampah disembarang tempat dilakukan pada siswa Sekolah Dasar (SD) yang ada dikelurahan Tallo, yaitu SD Inpres 1 Tallo Tua, SD Inpres 2 Tallo Tua, SD Negeri 69 Tallo Tua pada PBL II. dan pada PBL III dilakukan evaluasi terhadap program intervensi yang telah dilakukan. Evaluasi penyuluhan tentang sampah pada PBL III dilakukan pada 61 siswa/i dari 91 siswa/i yang diberikan pre-test (post-test pada PBL II) yang artinya terdapat 30 siswa/i yang tidak dapat dilakukan post-test (mising). Evaluasi Penyuluhan tentang sampah di SD Inpres 69 Tallo Tua dengan memberikan post-test pada 20 siswa/i dari 27 siswa/i yang telah diberikan pre-test (post-test pada PBL II). Evaluasi Penyuluhan tentang sampah di SD Inpres 2 Tallo Tua dengan memberikan post-test pada 13 siswa/i dari 30 siswa/i yang telah diberikan pre-test (post-test pada PBL II). Evaluasi Penyuluhan tentang sampah di SD Inpres 1 Tallo dengan memberikan post-test pada 28 siswa/i dari 34 siswa/ yang telah diberikan pre-test (posttest pada PBL II). Banyaknya siswa/i yang tidak dapat dilakukan proses evaluasi disebabkan karena saat penyuluhan tentang sampah di SD Inpres 1 Tallo Tua dan SD Inpres 2 Tallo Tua yang menjadi sasaran penyuluhan pada PBL II adalah siswa/i kelas 6 SD, sehingga pada saat

akan

melakukan

evaluasi

PBL

III

kesulitan

dalam

50

mengumpulkan siswa/i yang sudah mendapatkan pre-test (Post-test pada PBL II). Karena hambatan itu, mahasiswa mendapat bantuan dari pihak sekolah untuk dapat bertemu dan mengumpulkan siswa/i SD Inpres 1 dan 2 Tallo Tua kelas 6 SD yang pernah dilakukan pretest (Post-test pada PBL II) sehingga hanya beberapa yang bisa datang dan dapat dilakukan evaluasi. Evaluasi penyuluhan tentang sampah dilakukan untuk melihat tingkat pengetahuan pada saat pre-test (Post-test pada PBL II) dan post-test. Tingkat pengetahuan Siswa/i SD Inpres 69 Tallo Tua Kelurahan Tallo berdasarkan tabel 5.10 Pada Pre-test (Post-test pada PBL II) tingkat pengetahuan cukup sebesar 92.60% siswa/i dan tingkat pengetahuan kurang sebesar 7.40% siswa/i. Sedangkan pada post-test tingkat pengetahuan cukup sebesar 85.00% dan tingkat pengetahuan kurang sebesar 15.00% siswa/i. Hal ini menunjukkan terjadi penurunan persentase tingkat pengetahuan cukup, tetapi tingkat pengetahuan cukup saat pre-test dan post-test tetap tertinggi. Tingkat pengetahuan Siswa/i SD Negeri 1 Tallo Tua Kelurahan Tallo berdasarkan tabel 5.11 pada saat pre-test dan posttest memiliki tingkat pengetahuan cukup. Pada Pre-test tingkat pengetahuan cukup sebesar 85.30% siswa/i

dan tingkat

pengetahuan kurang sebesar 14.70% siswa/i. Sedangkan pada posttest tingkat pengetahuan cukup sebanyak 26 (92.90%) dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 2 (7.10%) siswa/i. Tingkat pengetahuan Siswa/i SD Negeri 2 Tallo Tua Kelurahan

Tallo

berdasarkan

tabel

5.12

Pre-test

pengetahuan cukup sebanyak 26 (86.70%) siswa/i

tingkat

dan tingkat

pengetahuan kurang sebanyak 4 (13.30%) siswa/i. Sedangkan pada post-test tingkat pengetahuan cukup sebanyak 12 (92.30%) dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 1 (7.70%) siswa/i.

51

c. Evaluasi Penyuluhan Alat Kontrasepsi KB Intervensi non-fisik berupa penyuluhan alat kontrasepsi KB yang dilakukan di kelurahan Tallo khususnya di RW 03 dan RW 04 pada PBL II. Intervensi dilakukan di RW 03 dan RW 04 karena bertepatan dengan kegiatan penimbangan yang dilakukan di Kelurahan Tallo yang telah disepakati pada seminar awal kelurahan Tallo PBL II. intervensi tersebut dilaksanakan berdasarkan prioritas yang didapatkan pada PBL I dalam mengatasi atau menangani masalah kesehatan di Kelurahan Tallo mengenai tingginya angka kelahiran dan kepadatan penduduk di kelurahan Tallo. Evaluasi penyuluhan mengenai alat kontrasepsi KB dilakukan pada 6 responden di RW 03 dan 14 responden di RW 04 dengan jumlah responden yang sama pada saat Pre-test (Post-test pada PBL II). evaluasi dilakukan dengan metode door to door ke masyarakat yang menjadi responden pada Pre-test (Post-test pada PBL II). dan ada beberapa responden yang tidak bisa di temui sehingga untuk mengevaluasi menggunakan media telephone. Evaluasi penyuluhan alat kontrasepsi dilakukan untuk melihat tingkat pengetahuan dan sikap pada saat pre-test dan post-test. Tingkat pengetahuan masyarakat tentang alat kontrasepsi KB di RW 03 kelurahan Tallo kecamatan Tallo dilihat pada tabel 5.13 saat Pre-Test (post-test pada PBL II) didaptkatkan tingkat pengetahuan Cukup lebih tinggi sebanyak 4 orang (66.70%) dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 2 orang (33.30%). Sedangkan pada saat Post-test pada PBL III didapatkan tingkat pengetahuan cukup dan kuranng masing- masing 3 orang (50.00%). Tingkat pengetahuan masyarakat tentang alat kontrasepsi KB di RW 04 kelurahan Tallo kecamatan Tallo berdasarkan tabel 5.14 diketahui bahwa tingkat pengetahuan pada saat Pre-Test (post-test pada PBL II) didaptkatkan tingkat pengetahuan cukup lebih tinggi sebanyak 8 orang (57.10%) dan pengetahuan kurang sebanyak 6

52

orang (42.90%). Sedangkan pada saat Post-test pada PBL III didapatkan tingkat pengetahuan kurang lebih banyak yaitu sebanyak 10 orang (71.40%) dan pengetahuan cukup sebanyak 4 orang (28.60%). Sikap masyarakat tentang alat kontrasepsi KB di RW 03 Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo Berdasarkan tabel 5.15 diketahui bahwa sikap masyarakat kelurahan Tallo mengenai alat kontrasepsi KB memiliki sikap positif dan negatif masing-masing sebanyak 3 orang (50.00%). Sikap masyarakat tentang alat kontrasepsi KB di RW 04 Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo berdasarkan tabel 5.16 diketahui bahwa sikap masyarakat kelurahan Tallo mengenai alat kontrasepsi KB memiliki sikap positif dan negatif masing-masing sebanyak 7 orang (50.00%).

5.3 Faktor Pendukung dan Penghambat 5.3.1

Faktor Pendukung Faktor pendukung dalam pelaksanaan PBL III : a. Pihak Pemerintah Setempat Pemerintah setempat memilki sikap terbuka dalam memberikan izin untuk melaksanakan kegiatan evaluasi intervensi baik kesekolah-sekolah, ketua RW, ketua RT, dan ketua LPM. b. Pihak masyarakat Tingginya partisipasi masyarakat dalam mendukung kegiatan PBL III seperti seminar awal dan seminar akhir dan khususnya dalam mengikuti penyuluhan dan sosialisasi program intervensi yang dilakukan. c. Pihak pelaksana Pembimbing yang senantiasa memberikan arahan kepada peserta PBL III baik sebelum, selama dan sesudah pelaksanaan PBL III.

53

d. Pihak Mahasiswa Terjalinnya kerjasama yang baik antar anggota tim atau peserta PBL yang multidispliner sehingga memberikan semangat dalam melaksanakan berbagai kegiatan PBL III dalam hal ini kegiatan evaluasi intervensi baik fisik maupun non fisik di masyarakat maupun pada institusi pendidikan . e. Rekan / Mitra Adanya dukungan dari rekan / mitra dalam hal ini YPN (Yayasan Peduli Negeri) yang telah memberikan bantuan Timbangan, Buku Tabungan, Buku Besar, dan lain sebagainya senilai Rp500.000,00 kepada masyarakat untuk program intervensi yang dilakukan mahasiswa

pada

PBL

II

di

Kelurahan

Tallo

sehingga

mempermudah dalam pelaksanaan intervensi fisik yaitu dengan adanya pembentukan Bank Sampah di RW 4 Kelurahan Tallo Kecamatan percontohan

Tallo

Kota

Makassar

sebagai

Bank

sampah

dan sampai sekarang Bank Sampah masih tetap

berjalan serta dapat menjadi contoh bagi RW lain di Kelurahan Tallo khususnya di RW01 dan RW 02. 5.3.2

Faktor Penghambat Faktor Penghambat dalam pelaksanaan PBL III: a. Pihak masyarakat Adanya beberapa masyarakat yang memiliki kesibukan tersendiri sehingga tidak dapat menyempatkan diri untuk mengikuti evaluasi non-fisik dan evaluasi fisik yang diadakan oleh mahasiswa PBL III Kelurahan Tallo.

b. Pihak mahasiswa Kemampuan mahasiswa yang masih kurang tentang cara bersosialisasi kepada masyarakat sehingga jumlah masyarakat yang hadir dalam seminar awal, evaluasi fisik dan non-fisik masih diluar dari yang diharapkan.

54

Kesibukan

mahasiswa

yang

bertepatan

dengan

persiapan

(Registrasi dan pembekalan) untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) membuat pelaksanaan PBL III harus disesuaikan antara persiapan KKN dengan kegiatan evaluasi intervensi yang dilakukan. c. Pihak Sekolah Kendala dari pihak sekolah pada penyuluhan PBL II ada beberapa sekolah yang salah memberikan sasaran sehingga menyulitkan pada saat evaluasi PBL III. d. Kendala cuaca Keadaan cuaca yang tidak mendukung pada beberapa waktu menyebabkan kegiatan evaluasi intervensi tidak berjalan sesuai agenda yang direncanakan.

55

Related Documents

Bab Iv Dan Bab V
May 2020 29
10. Bab V
August 2019 17
Bab Iv Dan Bab V
June 2020 24
Bab Iv Dan V
October 2019 44

More Documents from ""